
Cie yang masih setia
.
.
.
🧩🧩🧩🧩🧩
Lili POV
"Aku mau kemana yah? Apa ke pasar aja ya " Batinku, "Kok rasanya ada yang mengawasi ku yah!!! aku liat dari mata dewa ku aja deh !!!"lanjut ku.
Ternyata benar ada orang yang mengikuti ku, Siapa dia? dia adalah Pengawal Bayangan(PB) yang di tugaskan Ayahanda. "Cih!!! sungguh merepotkan!" gerutu ku, akhirnya aku tidak mempedulikan si penguntit itu, dan langsung aku menggunakan jurus peringan tubuh yg pernah di pelajari oleh Putri lili.
.
.
.
__ADS_1
Sesampainya di pasar....
Aku jalan-jalan di pasar seperti burung bebas dari sangkar. Di sana aku membeli jajanan pasar, tapi tiba-tiba ada suara "Dasar bocah tengik, berani sekali kamu mengambil kue dagangan ku!" Ucap sang pedagang, "Maafkan saya tuan maafkan saya! saya mengambil ini untuk adik saya tuan" mohon si anak kecil itu.
Aku yang melihat kejadian itu "Menarik juga anak itu berani mengakui kesalahannya "batinku, kemudian aku pergi ke arah pedagang dan anak kecil itu "Ada apa ini, apakah nona ini bisa membantu tuan?" tanya ku "Siapa nona?" ucap pedagang "Nona ini hanyalah seseorang yg sedang lewat dan ada apa ini?"jawabku, sambil terus memperhatikan anak kecil itu di balik cadar ku.
"Apa yang dilakukan oleh putri?" Batin pengawal bayangan Kaisar(anggap namanya Gu). "Begini nona anak ini mengambil kue dagangan saya, tetapi tidak ingin membayarnya" ucap sang pedagang, kemudian aku berjalan di depan anak yg umurnya sekitar 12 tahun "Apakah benar kamu mengambil kue tuan itu?" ucap lembut ku, "I...iya nona saya melakukan itu dengan terpaksa, karena adik saya sedang kelaparan dan saya tidak memiliki koin untuk membeli makanan" ucap jujur bocah itu, aku berusaha melihat kebohongan tapi ternyata bocah itu jujur, aku salut dengan kejujuran anak kecil itu.
"Baiklah, karena kamu berbicara jujur maka nona akan membantumu" ucap ku dan berjalan ke arah pedagang kue itu, "Berapa harga kue yang anak ini ambil?" tanya ku, "2 teal perak nona" ucap pedagang, setelah itu aku mengambil koin dari kantong ku, lalu memberikannya kepada pedagang itu.
"Ya sudah kalian semua bubar!" ucapku dengan sedikit mengeluarkan aura mengintimidasi, setelah itu aku mengarah ke anak itu lagi "Apakah kamu ingin mengikuti nona ini?" tanya lembut ku "Aku tidak ingin menjadi budak walaupun, saya tidak memiliki koin" ucap serius anak itu.
"Ha ha ha ha maafkan aku, nona ini bukan ingin menjadikan mu budak tapi, nona ini ingin menjadikanmu kuat, apakah kamu ingin?" tanya ku sekali lagi, "Tapi...... saya mempunyai adik? Lantas bagaimana dengan adik saya?" tanya si anak kecil itu.
(Darimana? ya dari mata dewa nya lah hi hi hi)
"Itu tidaklah penting yang penting kesembuhan adikmu, terlebih dahulu?" ucap ku dengan nada agak memerintah, akhirnya bocah itu membawaku ke sebuah gubuk yang ada di pinggir kota.
"Rapi" satu kata dari gubuk itu, walupun gubuk itu tidak layak di tempati tapi sangatlah rapi. "Mari masuk nona" ucap ramah si anak kecil, setelah masuk terlihat bocah kecil sekitar umur 7 tahun yang sedang tergeletak lemas di tempat tidur.
Kemudian aku langsung memeriksanya, "Sepertinya adikmu terkena racun langkah" Ucapku, membuat bocah itu sedih "Tapi nona ini bisa menyembuhkannya, Tolong kamu pergi tunggu di luar kalo sudah nona ini akan memanggilmu!!!" perintah ku dan setelah anak itu pergi.
__ADS_1
Aku mulai membuat perisai transparan, kenapa? karena aku tidak ingin pengawal Gu, mengetahui kekuatanku setelah membuat perisai itu aku menggunakan ilmu penyembuh ku.
🌸🌸🌸🌸
SETELAH 1 JAM LAMANYA.........
Aku keluar dan memberitahu bocah itu agar tidak khawatir, "Jadi bagaimana? apakah kamu ingin mengikuti ku?" tanya ku kepada anak kecil itu yang masih sedikit ragu tapi setelah itu setuju "Lalu siapa namamu?" Bocah itu menggeleng karena ternyata dia tidak memiliki nama, "Jadi kamu tidak memiliki nama, hem! baiklah aku akan memberi nama padamu" seru ku menarik nafas dan melanjutkan kataku "Nama mu An ming dan adikmu Chen bagaimana?"kataku.
"Baiklah itu nama yang sangat bagus nona!" seru senang Ming, "Baiklah beristirahatlah besok siang aku akan menjemputmu?" ucap lembut ku. Ming merasa sangat beruntung karena memiliki tuan yg sangat peduli, dia berjanji menjadi kuat untuk melindungi tuannya itu. Aku hanya tersenyum membaca pikiran Ming
Bagaimana bisa?Jangan di tanya kan Lili reinkarnasi Dewi kehidupan
Setelah itu aku kembali ke istana, sebelum itu "Gu gege, sampai kapan kamu akan bersembunyi kamu sangatlah tidak seru!" ucapku sambil nada dibuat pura pura kesal, sedangkan Gu terkejut bukan main.
"Bagaimana bisa putri mengetahui bahwa saya ada di sini? Apa jangan jangan putri sudah tahu sejak awal" batin Gu, " Ya aku sudah tahu dari awal jadi keluarlah sekarang" jawab acuh ku dan Gu di buat terkejut lagi, "Sudahlah aku mau kembali kamu laporkan kepada ayahanda seperti yang mau liat" ucap ku, "Baiklah putri" jawab Gu kemudian aku pergi ke istana, dengan ilmu peringan tubuh di susul Gu.
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
__ADS_1
......................
Salam dari Author❤❤❤