
Cie yang masih setia
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Setelah kejadian di area pelatihan prajurit, Lili mengganti hanfu nya sebab hanfu yang ia kenakan tadi basah akibat keringat, setelah itu Lili pergi ke ruangan ayahandanya untuk meminta izin pergi ke pasar.
Saat di ruang Kerja Kaisar______
Lili POV
"Ayahanda Lili datang memberi salam!!!" ucapku sambil membungkukkan badan 90°.
"Ya ada apa Lili? Mengapa kamu keruangan ayahanda?" tanya Kaisar Li kepada ku, "Apakah salah mengunjungi ayah sendiri" jawab Lili, Kaisar Li mengerutkan dahi, "Tidak sepertinya kau mengunjungi ayah, katakan kau ingin apa?" ucap Kaisar Li sekali lagi.
"Baiklah, sepertinya aku tidak pandai merayu ayah! jadi Lili ke sini ingin meminta izin, untuk keluar ke pasar karena Lili memiliki janji dengan seseorang, yang pasti ayahanda tau kan orangnya siapa?" ucapku dengan nada mengejek, mendengar perkataan ku Kaisar terkejut, "*B*agaimana bisa Lili tahu bahwa aku mengirim Gu untuk memata-matai nya?" batin Kaisar Li.
"Ya ayahanda tau tapi, untuk apa kamu mau mengangkat kedua anak itu menjadi pengawal mu?" tanya kaisar dengan nada mengintrogasi, "Ayah aku hanya kasian kepada anak-anak itu, lagian apa salah kalau aku ingin menjadikan mereka pengawal?" jawab ku, setelah berbincang cukup lama dengan Kaisar Li akhirnya aku di perbolehkan pergi tetapi pasti ada syarat.
Kalian pasti taukan? kalo mustahil seorang putri di biarkan pergi sendirian keluar istana tanpa pengawalan.
Kaisar Li memberi syarat, agar Gu ikut bersama ku untuk memastikan keamanan ku dan aku terpaksa menyetujuinya, karena aku tidak mau berdebat lagi dengan Kaisar Li.
.
.
.
Author POV
Kediaman Teratai Putih
Ada pangeran Xiu dan Pangeran Jun duduk di depan kamar Lili, dan Lili pun menghampiri mereka, "Hei kalian!!! ada apa kalian ke kediamanku?" tanya Lili sambil mengintrogasi mereka, "Denger- denger kamu mau jalan-jalan ke pasar ya?" tanya Jun kepada Lili, "Loh kok cepat banget sih beritanya, sungguh mengerikan ternyata istana tapi, wah !!!perasaan gue kagak enak nih " batin Lili.
__ADS_1
"Iya!!! kenapa memangnya kalo aku mau ke pasar?" tanyaku menebak-nebak jawaban mereka, "Li mei aku ikut yah!"bujuk Xiu kepada Lili, "Kan bener aduh merepotkan "batinku.
"ENGGAK !!! kalian gak boleh ikut! aku mau pergi sendiri, sana-sana pergi aku mau siap-siap" usir Lili, "Ayolah Li mei !!!" Ucap Xiu masih membujuk "Aku bilang tidak ya tidak gege" ucap Lili sambil melotot kan matanya, karena takut amukan dari Lili ke 2 pangeran itu menyerah dan pergi dengan wajah sedih.
Setelah sampai di kamar
"Jia tolong siapkan hanfu putih, dan juga tudung kepala berwarna putih" perintah Lili kepada Jia, setelah beberapa menit Jia membawa permintaan Lili dan Lili langsung memakai hanfu itu dan memakai tudung kepala itu.
ANGGAP AJA TUDUNG KEPALANYA 🐰
Setelah itu, Lili keluar dari kamarnya dan memanggil Gu, kemudian Gu keluar dan terpesona dengan kecantikan yang di miliki Lili, bahkan pengawal dan para dayang terpesona dengan kecantikan Lili yang bagaikan Dewi (Ya iyalah emang seorang Dewi).
"Gu ayo pergi!!!" ajak Lili
"......"
"Gu ayo pergi!!!" ajak Lili sekali lagi
"......"
"GU AYO KITA PERGI !!!"Teriak Lili karena kesal
"Ya ampun Gu, kamu sudah aku panggil berkali kali, Ayo sekarang kita pergi nanti semakin panas!!!" ajak Lili.
Setelah itu Lili pergi ke pasar.
Di pasar__________
Lili menjadi pusat perhatian banyak orang, terutama kaum adam terpesona tak lupa dengan tatapan b*jat nya dan kaum hawa melihat dengan rasa iri.
"Siapa itu?" ucap si A.
"Aku baru liat cantik sekali seperti Dewi" ucap si B.
"Benar, sepertinya pendatang baru" ucap si D.
Mendengar perkataan orang orang membuat Lili jengkel, Lili terus berjalan dengan tatapan dingin tetapi anggun, setelah sampai di depan rumah An ming dan chen, Lili mengetuk pintu rumah itu.
__ADS_1
"TOK TOK TOK" suara ketukan pintu.
An ming langsung membuka pintu dan bukannya mempersilahkan masuk, An ming terpesona dengan kecantikan Lili. "Maaf nona, anda ingin mencari siapa?" tanya ramah Ming, setelah sadar dari lamunannya.
LILI POV
"Apakah Ming lupa dengan nona ini?" tanya ku, Ming terbelalak mengetahui bahwa wanita yang ada di hadapannya itu adalah nona yang membantunya.
"Oh nona, maaf silahkan masuk!" ucap Ming mempersilahkan ku masuk, "Tidak perlu, mari kita langsung pergi!"ajak ku dengan halus, setelah 20 menit kemudian An ming dan chen pergi bersamaku. Saat perjalanan ke istana Lili berhenti di sebuah toko baju untuk membelikan baju untuk An ming dan Chen dan melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di Istana________
An ming dan chen terkejut karena berada di depan pintu gerbang istana, "No..nona apa kamu tinggal di istana?" tanya gugup An ming, "Benar sekali, aku tinggal di istana, perkenalkan aku Putri Mahkota Kerajaan Qin Putri Xioling" ucapku dengan ramah.
An ming yang mendengar itu terkejut bukan main main, "*B*ukannya putri Lili terkenal dengan dinginnya, tapi kenapa berbeda dengan rumornya? sungguh rumor hanyalah sebuah rumor" batin Ming sambil tersenyum, "Sudah-sudah ayo masuk!!" ajak ku sambil menggandeng ke dua saudara itu setelah sampai di ke kediaman ku.
Ada Putra Mahkota lewat, "Li mei siapa kedua anak yg kamu gandeng ini?" tanya Hui, "Salam kepada Putra Mahkota" serempak An ming dan chen "Oh gege ini adalah anak yang aku temukan, aku ingin menjadikannya pengawal ku" ucapku dengan tersenyum "Ya sudah Lili mau masuk dulu gege" tambah ku,
dan langsung memanggil Jia untuk mengantarkan kedua saudara itu ke kamarnya, "Besok pagi aku ingin kalian datang ke sini kalian, akan ku ajari cara bermain pedang oke?" ucap lili dengan nada perintah.
"Apa itu oke?" tanya polos Chen
"oke itu artinya setuju" jawabku dengan lembut. Setelah itu aku menyuruh Jia untuk menyiapkan air untuk mandi, dan tidak lupa dengan wewangian lavender.
"Jia apakah di kerajaan Qin ini ada hutan yang memiliki hewan mitologi atau sejenisnya?" tanyaku kepada jia sambil mencari informasi, "Ada putri di kekaisaran Qin terdapat hutan yang bernama Hutan mata air pelangi, meskipun terdengar indah tetapi di hutan itu sangatlah berbahaya karena terdapat hewan penjaga, konon katanya seekor harimau putih bersayap dan Phoenix api biru" jawab panjang lebar Jia.
Mendengar nama ke dua hewan itu, aku tersenyum devil "*O*h ternyata sahabatku itu ada di hutan mata air pelangi toh" batin ku.
"Baiklah aku mengerti sekarang aku ingin tidur, kamu boleh pergi" ucap ku, setelah itu Jia langsung keluar."Hem hutan mata air pelangi I'm coming" ucap ku dengan pelan.
ANGGAP AJA KALO ITU HUTANNYA YA!!!
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
__ADS_1
...----------------...
Salam dari Author ❤❤❤