Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.75 Entahlah


__ADS_3

..


..


..


🧩🧩🧩🧩


Lili kembali melanjutkan perjalanannya, yaitu menemui adik tercintanya itu.


Di Hutan Mata Air Pelangi, terlihat pria tampan dan gagah tetapi ada yang berbeda karena 7 tahun adalah seorang anak yang manja dan ceria sekarang menjadi dingin dan kejam saat di medan perang dia adalah Shi tepatnya Pemimpin Jendral Kekaisaran Qin yang hanya turun gunung saat Ia di panggil ke medan Perang.


Lili yang duduk santai di atas pohon memakan apelnya(Entah dari mana lagi tuh apel), sambil melihat Shi berlatih bela dirinya"Hei Rey apa benar itu adik ku kenapa dia menjadi seperti ini?"bisik Lili masih setia mengunyah apelnya.


Rey hanya menatap datar Lili"Menurutmu siapa yang membuatnya menjadi Batu Es yang berjalan?"tanya kembali Rey, di mengangkat ke dua bahunya "Entahlah mungkin aku!" jawab santainya, Mereka hanya menepuk dahi mereka masing-masing dengan sikap santai yang berikan Lili, setelah apel Lili habis "Baiklah kalian lihatlah apa yang akan aku lakukan sekarang pergi dan sembunyi!"perintah Lili, mereka berpencar mencari tempat yang sempur melihat drama yang akan Lili lakukan sebentar lagi.


Lili bersandar di atas pohon dan bersiul" Hei anak muda, tanganmu kurang kuat, kau juga harus memasang kuda-kudamu dengan benar teknik perlindunganmu sangat mudah terbaca oleh musuh sebaiknya kau memperbaikinya kembali"komen Lili terus menerus tanpa ampun.


Shi yang kesal dengan suara orang yang mengganggunya"Siapa kau?keluarlah sekarang juga!"ucap dingin Shi.


"Astaga aku belum pernah sikap mu yang seperti ini, belajar dari mana kau?" tanya Lili masih di balik pohon."Tidak perlu kau tau, sekarang kau keluar atau akan ku cari kau sekarang!"marah Shi, "Wow sabar dulu, aku tidak ada niat untuk bertarung dengan mu, aku akan datang kepadamu tetapi aku akan bertanya sesuatu?" tawar Lili"Katakan apa itu"jawab Shi.

__ADS_1


"Hem! Apa kau benci diri mu karena Kematian jie jie mu, apa kau menyalahkan dirimu karena tidak bisa melindungi jie jie mu di perang itu, apa kau tau jika jie jie mu mungkin saja tidak suka sikapmu yang sekarang?" tanya bertubi-tubi Lili kepada Shi.


Shi masih dingin seakan hatinya telah membeku "Untuk apa kau mencampuri urusan ku" ucap Shi.


"Karena aku peduli, bagaimana kamu akan hidup seterusnya aku bagai angin yang mampu mengawasi mu setiap saat!Aku hanya mengatakan Jie jie mu melakukan itu dengan sukarela dan bahagia bisa melindungi kalian" ucap Lili.


"Kau tak usah ikut campur, kau tak tau rasanya di tinggal orang yang kau cintai, kau tak bisa merasakan bagaimana hancurnya tidak melihat jazad orang yang sangat aku cintai itu, dan sakitnya lagi Ia pergi dalam suasana yang buruk!" marah Shi meluapkan perasaanya kemudian menangis tak kuasa lagi, Lili ingin memeluk dan menenangkan adiknya tetapi Ia harus sabar sebentar lagi"Menangis lah terus menangis luapkan emosi yang kau pendam selama ini, katakan apa yang akan kau bicaranya saat bertemu jie jie mu kembali!"suruh Lili sambil terus mengalirkan air mata.


"Kenapa dia seperti itu? Aku tersiksa selam 7 tahun berdiam di gunung ini menghilangkan rasa kesepian karena sama seperti ayah dan bunda di Istana itu masih tersimpan kenangan indah bersama Jie jie, aku mampu mendengar tawanya, marahnya, tingkah konyolnya dan banyak lagi, jika aku punya kesempatan sekali lagi untuk bertemunya aku ingin memeluknya dan menegurnya" ucap Shi dengan sendu.


Lili sudah tak kuat dan sangat merasa sakit"Shi adikku sayang mengapa kau seperti ini jie jie sakit melihatmu seperti ini?"tanya Lili keluar dari belakang pohon tepat di depan Shi, Shi terkejut melihat jie jie nya"Jie jie ka....kau!"ucap Shi.


Lili berlari memeluk Shi"Kenapa marahlah! katanya kau ingin menegurku kan? sekarang lakukan, marahi jie jie mu yang nakal ini"ucap Lili"Tidak jie jie tidak aku tak sanggup!"ucap Shi.


Shi memeluk kembali Lili, "Shi jangan seperti ini, perbuatan mu ini membuat jie jie tidak senang, Jie jie tidak akan bisa pergi jika kau seperti ini!" ucap Lili memberi pengertian"Biarkan saja jika itu bisa membuat Jie jie tetap di dekat ku!"ucap Shi.


"Hei hei dengarkan aku sekarang, kau adik ku aku jie jie mu, aku selalu ada di hati dan di setiap angin yang kau hirup ini, aku tidak akan membiarkan mu salah jalan, sini!" ucap Lili menarik Shi ke dalam Istana Hutan Mata Air Pelangi.


"Lihat Istana ini, sepi sama seperti kau, kau kesepian Shi jangan biarkan ini terus berlalu aku merasa sakit jika kau sepeti ini, apa kau mengerti Shi?" tanya Lili.Shi hanya menundukkan kepala dan diam, Lili mengangkat wajah Shi "Lihat aku, tatap aku apa kau senang jika Jie jie mu menderita?" tanya Lili dan Shi menggeleng.


Lili menghembuskan nafas menenangkan diri"Kau sangat mencintai jie jie mu kan?"tanya Lili.

__ADS_1


Shi mengangguk"Maka tunjukkan jika kau mencintai jie jie mu!"tantang Lili, Shi menatap Lili"Aku bisa melakukan apapun demi jie jie bahagia!"ucap Shi, Lili tersenyum hangat"Maka dari itu jie jie mu ini memohon kepadamu lanjutkan hidupmu dan jangan tinggal di dalam penderitaan ini lebih lama, carilah 1 wanita yang benar-benar melengkapi dirimu baik segi kekurangan atau kelebihan mu"ucap Lili.


Lili berjalan lalu membelai rambut Shi"Ini aku memberikan mu ini! Ini adalah giok yang sangat khusus aku buatkan kepadamu!"ucap Lili.Shi terheran-heran"Apa guna giok ini?"tanya Shi, Lili tersenyum"Giok itu bukan lah giok bisa itu terbuat dari 1000 tetes air mataku bisa di bilang itu adalah bagian dari diriku, kau bisa merasakan kesedihan, kebahagiaan,marah,dll dari giok itu tetapi"ucap Lili menatap Adiknya itu"Giok ini juga merupakan petunjuk dimana cinta sejati mu berada!"lanjut Lili.


"Aku tak percaya dengan semua ini jie jie!" tolak Shi.


Lili berjalan mengelilingi Shi"Kau mungkin tak percaya tetapi giok itu akan bereaksi kepada setiap perempuan, bila putih maka perempuan itu cuma tertarik kepada mu, jika Hitam perempuan itu ingin mendapatkan mu dengan segala cara atau terobsesi, bila biru perempuan itu hanya suka kepadamu tetapi di dalam giok itu ada 2 warna langkah jika giok itu berwarna kuning maka itu cinta sejati mu tetapi bukan yang sebenarnya mungkin dia cinta tetapi bukan kepadamu tetapi harta atau statusmu!"ucap Lili.


Shi yang penasaran akan selanjutnya"Apa warna terakhir jie jie?"tanya Shi.


Lili tersenyum"Warna ini sangat langkah warna ini akan muncul jika itu benar-benar belahan jiwa mu, cinta sejati mu warna itu adalah warna Merah darah karena warna merah darah ini khusus aku buat dari darahku sendiri dan itu tidak akan salah"lanjut Lili, Shi mengerti"Tetapi Shi jika kau melakukan hal yang salah bahkan fatal seperti membiarkan wanita lain menjadi istrimu bukannya cinta sejati mu maka bersiaplah!"ucap Lili kembali menjedanya.


"Bersiaplah kau akan mati terbunuh oleh wanita itu sendiri!" bisik Lili "Mengerti?" tanya Lili tersenyum tanpa dosa sama sekali.Shi hanya menelan ludah karena setiap perkataan Lili jangan di anggap remeh jika menganggapnya remeh hal itu akan terjadi.


"Shi aku sudah tidak memiliki waktu lagi, aku harus pergi menemui keponakan, kakak ipar ku dan gege!" ucap Lili,"Apa jie jie akan pergi dari sini!"tak percaya Shi.


"Iya shi jika kau merindukan ku kau bisa pergi ke Istana Selatan karena dia sana Pohon sakura yang sudah aku buat jika kalian merindukan ku dan ingin melihat wajah ku" bisik Lili kemudian mencium kening Shi"Aku mencintaimu Shi"ucap Lili menghilang seperti halnya yang ia Lakukan tadi.


Shi tersenyum"Aku tidak akan mengecewakanmu jie ji"janji Shi.


Lili yang mampu mendengar kata hati adiknya"Aku harap seperti itu shi karena cinta mu akan segera datang kau tinggal bersabar sebentar lagi dan aku hanya berdoa dengan giok itu kau aku mampu membantumu mendapat jodohmu dan semoga juga kau tak mengecewakan mu"batin Lili dan pergi bersama sahabat-sahabatnya ke tempat berikutnya.

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like and Komen!!


Salam dari Author❤❤❤


__ADS_2