
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
**Sebelumnya...
Lili tertawa di dalam hati melihat ekspresi kesal Pria itu, dan belum menjawab Pria itu langsung menyerang Lili, namun tidak ada gunanya melawan Lili."Astaga, segitu tidak sukanya kau kepadaku sayang"ucap Lili menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Pria itu sudah naik darah, dan itu yang di tunggu oleh Lili**.
__________________
"Sayang kenapa wajahmu memerah?" tanya Lili sok polos.
Pria itu mengepalkan tangannya dan mengeluarkan auranya, karena muak dengan Lili.Lili yang melihat bahwa situasi menjadi lebih serius, tetap tenang dan menoleh ke arah sahabatnya"Kalian mundur karena sedang kesal tapi jangan khawatir dia tidak mengeluarkan semua kekuatannya"perintah Lili dengan telepati.
"Kau berani mempermainkan ku akan ku tunjukkan bahwa aku bukan orang yang bisa kau permainkan!" teriak Pria itu dengan penuh amarah yang sudah sampai ubun-ubun."Wah! baiklah sayang kalo itu mau mu!"jawab Lili dengan nada yang agak menggemaskan, Pria itu menyerang Lili dengan membabi buta tanpa mempedulikan bahwa Lili perempuan, "semakin menarik saja pertunjukan ini!" batin Lili terkekeh.
Lili membalas serangan pria itu, dengan santai namun kekuatannya tak mampu tertahankan, membuat orang-orang tertegun melihatnya.
Pria itu yang sudah muak mengeluarkan tombaknya, "Sayang jadi kamu mau main dengan senjata yah, baiklah" terima Lili dan menarik pedangnya yang tertancap di tanah tadi, beberapa serangan Lili mampu melukai Pria itu.
Saat detik-detik pria itu menyerah Lili, Lili dengan sengaja membiarkannya agar dirinya tertusuk namun itu tak di sadari oleh pria itu.
Alex dan Rey terbelalak kaget dan ingin menolong Lili tapi di tahan oleh Lili.
"Hah! ternyata kau lemah" remeh Pria itu.
Lili terkekeh dan memegang luka tusukan yang di sebabkan oleh musuhnya itu, "Karena kau berhasil menusuk ku maka aku akan pergi, sayangku?" ucap Lili(Udah luka masih aja sempet-sempet nya godain orang).
"Rey Alex ayo kita pergi!" ucap Lili tersenyum.
"Oh ya sayangku, Jika bertemu lagi tidak akan ku biarkan kau hidup seperti hari ini" ucap Lili dengan tatapan dingin kemudian tersenyum palsu."Selamat tinggal Raka"ucap Lili dan menghilang dengan kedua sahabatnya.
Ucapan Lili membuat Pria itu terkejut"Bagaimana dia bisa tau?"tanya Raka.
Titik pertemuan awal...
__ADS_1
Lili kembali ke tempat dimana mereka bertiga datang tadi, "Lili bagaimana lukamu?" ucap cemas Alex.
"Ayolah! Aku kan punya jurus penyembuh tenang saja! Lihat sudah tidak apa-apakan!" ucap Lili dengan tersenyum.
"Sekarang lebih baik aku menyembuhkan luka kalian" ucap Lili, kemudian menyembuhkan luka yang ada di tubuh mereka.
"Baiklah sebaiknya kit....." ucap Lili tiba-tiba kepalnya terasa pusing bukan main, "Lili ada apa?" tanya Rey, "Ah kepala ku sakit sekali! " jawab Lili dengan menekan-nekan kepalanya.Rey dan Alex langsung teleportasi ke Kerajaan Qin untuk membawa Lili ke kamarnya.
Kamar Lili.....
Lili tetap kesakitan dan mencoba berkata"Kalian sebaiknya kembali sekarang karena berbahaya jika kalian di sini"perintah Lili."Tapi Lili..."ucap Alex, "Cepatlah aku tidak apa apa" ucap Lili tetap tersenyum, akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Lili.
"Jia jia apa kau ada di luar?" ucap Lili sedikit berteriak. Jia kemudian masuk dan terkejut karena baju yang di kenakan putrinya berbeda dan tampak bahwa wajah Lili semakin pucat lebih pucat dari sebelumnya.
"Putri apa yang terjadi?" tanya Jia.
"Kau cepatlah bantu aku berganti pakaian dan panggilkan tabib sekarang" perintah Lili, Jia tanpa banyak bertanya langsung melakukan apa yang di suruh oleh Lili, setelah selesai Jia yang ingin memanggil tabib di tahan oleh Lili.
"Tunggu Jia, saat kau memanggil tabib jangan sampai siapapun tau ingat itu!" ucap Lili memperingati Jia dan jia mengangguk dengan serius.
5 menit berlalu, sakit kepala yang di derita Lili sangat parah di tambah suhu tubuhnya yang sangat panas.Jia akhirnya datang bersama tabib, tabib yang memeriksa Lili terkejut"Ada apa tabib?"tanya Lili.
"Putri sepertinya putri terkena demam berdarah!" ucap tabib.
Tabib pergi menyiapkan obat untuk di minum oleh Lili, "Jia aku ingin kau perintahkan semua penjaga untuk melarang semua anggota keluarga ke sini" perintah Lili.
"Tapi putri! Bagaimana jika Kaisar dan Permaisuri datang!" tanya Jia.
"Kau jawab saja aku akan marah jika mereka ke sini" ucap Lili terbaring lemas di perpaduannya. Jia yang melihat wajah cantik pucat Lili itu akhirnya mematuhi perintah yang Lili berikan.
Semua penjaga menjaga ketat kediaman Lili. Kamar Lili di beri tirai dan dan Lili di pakaikan cadar tipis, banyak bau rempah-rempah yang sangat menyengat, setiap pelayan dan tabib di wajibkan memakai cadar dan mensterilkan badan mereka. Sudah 2 hari Lili tidak menunjukkan kondisi membaik membuat tabib semakin khawatir, dan lebih parahnya sudah 2 malam Lili muntah darah dan panas tinggi.
Semua perilaku aneh di kediaman Lili, terdengar sampai telinga Kaisar Li, Permaisuri dan Para pangeran.Membuat mereka semua rapat darurat.
Ruang Kerja Kaisar.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kaisar, "Hui juga tidak tau ayah setiap Hui mau ke kediaman Lili pasti di halangi oleh pengawal dan pengawal berkata Lili tidak mau bertemu" ucap Hui.
"benar aku pun mengalami hal yang sam" ucap Shi, Jun dan Xiu.
"Apa lagi yang di perbuat anak itu?" ucap Permaisuri, "Namun ada yang aneh bunda?" ucap Xiu."Aneh apanya?"tanya Permaisuri Ji.
__ADS_1
"Xiu pernah melihat sekilas waktu-waktu dimana biasanya Lili pergi
ke kolam kesayangannya namun Lili tidak ada di sana" ucap Xiu. "Ayah akan mencoba untuk pergi ke sana" ucap Kaisar Li.
Keesokan harinya
Lili seperti hari sebelumnya semakin tidak nafsu makan, dan sering memuntahkan makanannya. "Putri apa sebaiknya kita memberi tau Kaisar Li" bujuk Jia.
Lili yang setelah memuntahkan makanannya di bantu Jia untuk berbaring di perpaduannya "Jia jika kau sayang kepada ku, tolong rahasiakan ini" ucap Lili dengan lemah, "Sudahlah aku ingin beristirahat sekarang" ucap Lili dan Jia pergi meninggalkan Lili.
Lili melihat atap kamarnya"Waktu ku sepertinya mulai habis, karena tubuh ini mulai menunjukkan penolakan terhadap jiwa Dewi ku ini"batin Lili menghembuskan nafas dan tertidur.
Kaisar yang selesai Rapat di Aula Pertemuan, langsung pergi bersama keempat Pangeran, Di depan Kediaman Teratai."Mohon maaf Yang Mulia tapi Putri melarang semua anggota kerajaan berada di kediaman Putri!"ucap Pengawal Kediaman.
"Lancang sekali! Kau berhadapan dengan Kaisar kerajaan Ini!" bentak Hui.
"Hamba minta maaf Kaisar!" ucap gemetar pengawal dan memperbolehkan mereka masuk.Saat ingin masuk semua pengawal yang ada di kediaman dan juga pelayang berbaris untuk menghalangi Kaisar dan rombongan.
"Apa lagi sekarang" gerutu Shi.
"Kaisar mohon kembali, karena Putri tidak ingin bertemu!" serempak mereka semua sujud di depan Kaisar dan Para pangeran.
Suara Pelayan dan Pengawal terdengar sampai di telinga Lili, membuat Lili terkejut "Jia ada apa di luar!" ucap Lili lembut.
"Putri Kaisar dan Para pangeran datang kemari dan para pelayan dan pengawal meminta mereka kembali!" cemas Jia.
Lili terkejut "Terpaksa aku harus ke sana!" ucap Lili.
"Tetapi Putri, putri bahkan sangat lemah sekarang" ucap Jia, Lili akhirnya tetap pergi tetapi dengan jarak yang sangat jauh menggunakan cadar dan di tuntun oleh Jia di temani tabib.
"Ayah, gege dan Shi lebih baik kalian pergilah sekarang!" ucap Lili dengan agak nyaring.
"Lili mengapa kau melakukan ini kepada keluarga mu?" tanya Kaisar Li, "Ayah aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian, hanya itu yang aku bisa sampaikan!" ucap Lili kemudian pergi dengan di tuntun oleh Jia.
Kaisar yang kesal dan marah menghancurkan Pohon di kediaman Lili dan pergi meninggalkan para pangeran."Aku tidak pernah melihat ayah seperti ini!"ucap Shi di setujui oleh yang lainnya.
Jun menatap kediaman Lili "Apa penyakitmu memburuk Lili, sehingga kau meminta kami menjauhi mu?" batin Jun.
Anggap warnanya putih yah guys!!! Terima kasih!hihihi
__ADS_1
Salam dari Author ❤❤❤