Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.46


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Lili bangun dengan kepala yang agak pusing,"Auch! sakitnya sial, andai aku tidak hujan-hujan. Tapi itu membuat hatiku lega"ucap Lili sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Jia jia apakah kau di luar" teriak Lili.


"Iya putri, ada yang bisa saya bantu" tanya Jia yang sudah masuk."Bantu aku bersiap-siap untuk melanjutkan hukumannya"perintah Lili, "Tapi putri! Sepertinya wajah anda pucat?" khawatir Jia.


"Tidak, jika aku merasa sakit aku akan meminta tabib ke sini" ucap Lili.Jia mengangguk dan membantu Lili seperti biasa, setelah mandi Jia bertanya"Putri apakah putri ingin makan camilan?"tanya Jia.


"Iya siapkan saja, dan jangan lupa siapkan juga teh!" ucap Lili tersenyum.


"Syukurlah Putri sudah kembali seperti dulu" lega Jia di dalam hati.


Lili kemudian memakan camilan dan melanjutkan hukumannya, sekitar 7 jam dia mampu menyalin semua buku peraturan istana.Lili membuang nafas kasar dan bersandar "Akhirnya selesai, tapi kenapa kepala ku masih sakit ya?" ucap Lili memukul-mukul pelan kepalanya.


"Jia masuk" ucap Lili.


"Iya Putri ada apa?" tanya Jia, "Bawakan beberapa buka dari perpustakaan"perintah Lili.


" Putri apa sebaiknya memanggil tabib karena bibir anda pucat?"tanya Jia sekali lagi,Lili menggeleng dan Jia pun melaksanakan perintah yang Lili berikan, Para pangeran baru saja keluar dari Aula pertemuan.


"Gege apa sebaiknya kita pergi ke Li jie" ucap Shi, "Benar juga mari kita ke sana!" ajak Xiu."Aku tidak ikut karena ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan"ucap Jun.Dan mereka bertiga langsung pergi ke kediaman Teratai.

__ADS_1


"Lili apa kamu di dalam?" tanya Xiu.


"Iya masuklah gege!" sahut Lili dari dalam, mereka duduk dan menikmati camilan yang sudah Lili siapkan"Bagaimana keadaan mu?Aku dengan kau pingsan akibat hujan"tanya Hui."Kamu bagaimana bisa hujan-hujan!"tegur Xiu, "Iya benar, untung jie jie gak kenapa-napa?" ucap Shi kesal.


"hahahaha iya!" tawa Lili tidak jelas


"Apa kau sudah menyelesaikan tugas dari Ayah?" tanya Hui, dan Lili mengangguk.Sudah 1 jam lama nya mereka duduk dan berbincang di sana "Ya sudah jangan memaksakan diri! beristirahatlah sekarang!" perintah Hui.


"Baik gege!" ucap Lili.


Mereka bertiga pergi dan bertepatan Jia membawa buku yang Lili inginkan."Putri ini buku yang putri inginkan!"ucap Jia."Terima kasih Jia, kau boleh beristirahat sekarang!"ucap Lili, Jia mengundurkan diri untuk beristirahat sejenak.


Lili mulai membaca buku yang Jia bawa, belum 5 halaman kepala Lili tiba-tiba pusing, Lili mencoba menghilangkan sakit kepalanya dengan menggoyangkan kepalanya agak keras"Kenapa pusing sekali yah!"keluh Lili.


Lili kemudian mencoba menutup mata sebentar, berniat tidur. Saat itu Jun masuk ke dalam ruangan Lili, dan melihat Lili sedang tertidur Ia berniat memberikan Lili selimut.



Tanpa sengaja menyentuh kulit ini"Mengapa sangat panas"batin Jun, kemudian Jun mencoba membangunkan Lili dengan lembut"Lili!Lili bangun"Lili yang mendengar suara, membuka matanya"Oh gege! ada apa gege?"ucap Lili tersenyum.


"Badan mu panas, gege panggilkan tabib yah!" ucap cemas Jun.


Lili menggelengkan kepala"Tidak, aku mungkin butuh istirahat saja gege! jangan khawatir yah!"ucap Lili memberi pengertian, Lili kemudian berdiri saat ingin melangkah Lili terjatuh dan untung di tanggap oleh Jun.


"Kan gege sudah bilang, gege panggilkan tabib ya" bujuk Jun.


"Gege tolong bawa Lili ke tempat tidur! Kepala Lili sakit!" mohon Lili.Jun yang tak tega akhirnya menuntun adiknya itu, "Gege!Lili bisa minta tolong?" tanya Lili, "Iya kau ingin meminta apa?" ucap Jun.


"Jangan beritahu orang-orang kalau aku sakit yah!" minta lili, "Tapi Lili..." ucap Jun di potong oleh Lili "Tolong gege! Lili tidak ingin mereka selalu khawatir tentang Lili" mohon Lili sekali lagi.

__ADS_1


"Baiklah! tapi kau harus di periksa oleh tabib ya!" ucap jun.


Lili mengangguk, Jun menyuruh pelayan memanggil tabib, "Putri hanya demam ringan dan membutuhkan istirahat, saya akan memberikan obat untuk Putri" ucap Tabib.


"Terima kasih tabib" ucap Lili tersenyum.


"Itu sudah kewajiban saya Putri" jawab ramah Tabib, Lili meminum obat yang sudah di racik oleh Jia, Jun tetap menunggu Lili di dalam kamar "Gege ini sudah malam, lebih baik gege kembali" ucap Lili.


"Tidak" tolak Jun.


"Gege kan sudah janji kepada Lili, jika gege tidak di ruang makan nanti yang lain khawatir" ucap Lili memberi pengertian, terpaksa Jun menyetujui permintaan Lili.


Setelah Jun pergi, "Nah Putri harus tidur karena sedang sakit yah!" ucap Jia.


"Jia aku bukan anak kecil! Mengerti" cemberut Lili, Jia hanya tertawa kecil melihat reaksi Lili. Dan Lili kemudian tidur, Keesokan harinya Jia ingin membangunkan Lili.


"Putri bangun!" ucap Jia.


"Kenapa panas Putri semakin parah!" batin Jia."Putri! Putri bangun"cemas Jia, Lili mencoba membuka matanya yang berat"Ada apa Jia?"ucap Lili lemas.


"Putri panas anda semakin parah!" khawatir Jia.


"Jia berjanjilah jangan beritahu kepada orang-orang" ucap Lili."Aku tidak ingin lagi menyusahkan keluargaku"tambah Lili."Baik Putri, Tapi Putri harus minum obat dulu ya"ucap Jia dan Lili pun mengangguk.


"Setelah ini jangan biarkan seseorang masuk! tak terkecuali mengerti" perintah Lili, Jia mengangguk "Bagus! Sekarang aku kau keluarlah!" ucap Lili.


Saat Jia pergi, Lili berdiri dan memakai baju serba hitam, meski dalam keadaan sakit tapi itu tidak menghalangi Lili.Karena ada sesuatu yang harus dia lakukan, "aku harus pergi ke perbatasan utara karena ada firasat buruk" ucap Lili kemudian pergi dengan menggunakan teleportasi.


Sebelum itu Lili telepati kepada Alex dan Rey"Kalian pergilah ke perbatasan utara untuk menyelidiki tentang pasukan raksasa yang dengan mengumpulkan kekuatan"ucap Lili.

__ADS_1


Alex dan Rey yang menerima perintah itu langsung pergi dengan jurus teleportasi dan menyusul Lili.


Salam dari Author❤❤❤


__ADS_2