Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps. 32 Penderitaan 2


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Episode sebelumnya......


Saat di ruang kerja Alex berkata"Mengapa sangat sakit saat mendengar perkataan Lili tadi?"ucap Alex memegang dadanya, "Hem benar dan sudah jangan pikirkan yang lain kita harus beristirahat karena nanti malam akan menjadi malam yang melelahkan" ucap Rey.


_____________


Sore hari πŸŒ₯πŸŒ₯πŸŒ₯


Rey dan Alex seperti janjinya kepada Lili, mereka menjemput Lili, saat masuk ke kamar Jia masih merias rambut kemudian Alex punya ide "Jia pergilah biar aku yang melanjutkannya" bisik Alex, "Tapi" ucap Jia sambil melihat ke arah Rey dan Rey menganggukkan kepalanya dengan singkat dan Jia mundur agar pekerjaannya di gantikan oleh Alex.


"Jia kenapa berhenti?" ucap Lili, Alex terkejut dan langsung melanjutkan merias Lili. "Jia kenapa diam saja apa kau sakit?" ucap Lili tidak seperti biasa karena Jia sangatlah crewet saat bersamanya.



Lili kemudian berniat memegang tangan Jia, tetapi malah memegang tangan Alex membuat Alex terkejut, "Loh Jia kenapa tangan mu besar?" tanya polos Lili.


"Gimana gak besarnya, itukan tangannya Alex" ucap Rey dengan tertawa kecil.


"Tangan Alex" beo Lili


"Jadi yang menata rambutku Alex bukan Jia!?" kaget Lili, "Iya dan hasil tatanan rambutku sangatlah indah ditambah wajah cantik mu Lili" goda Alex.


"Sejak kapan kalian di sini?" tanya Lili, "Sejak kau berias tadi" jawab Rey dengan lembut dan Lili hanya mengangguk."Jadi karena kau sudah selesai berias maka kita akan ke meja makan untuk makan, bagaimana?"ucap Alex dengan Riang.

__ADS_1


"Sini pegang tanganku" ucap Rey.


"Eh eh eh enak aja gak boleh Lili sama aku aja kan Lili!?" mohon Alex.


"Sudah jangan bertengkar, aku akan menggandeng kalian berdua" ucap Lili menengahi mereka. Kemudian mereka pergi ke ruang makan untuk makan, mereka bertiga sudah duduk di tempat mereka masing-masing.


"Rey bagaimana jika Lili seperti tadi Pagi?" bisik Alex khawatir, "Tenang saja kita liat saja apa yang terjadi nantinya" ucap Rey menenangkan rivalnya itu.


Mereka bertiga makan dengan tenang, untuk saat ini Lili masih tidak merasa kesakitan saat makanan ke 7 tiba-tiba Lili.


"Uhuk uhuk" Batuk Lili mengeluarkan darah.


"LILI apa yang terjadi?" Khawatir Rey, "Auch kepala ku sakit Lex, seperti ada yang memukul kepalaku berkali-kali" rintih Lili memegang kepalanya dengan erat dan mulai menjambak rambutnya.


Alex menahan tangan Lili agar tidak menjambak rambutnya "Hiks hiks sakit Rey Lex kepalaku seperti akan pecah hiks tolong aku!" Pilu Lili sambil menahan rasa sakitnya.


"Lili dengarkan aku kamu harus kuat melawan sakit itu kami bersamamu " ucap Alex tetap memeluk Lili, "AH sakit Lex semakin aku melawan rasa sakitnya semakin kuat hiks sakit" Ucap Lili tak kuat.


Kemudian Lili pingsan dengan darah yang keluar dari hidungnya,"LILI BANGUN JANGAN MENAKUTI KAMI"teriak mereka sambil memukul pelan pipi Lili."Lex ayo bawa Lili ke kamarnya"Ucap Rey kemudian mereka pergi ke kamar Lili.


Para pelayan mulai bergosip kembali, "Kenapa lagi sama putri" kata pelayan A


"Gak tau mungkin putri kena kutukan" ucap pelayan C


"Hus jangan kayak gitu kamu mau kepalamu jadi bayarannya" ucap Pelayan H


"Apa kalian kurang kerjaan bergosip seperti ini" dingin Gu karena sudah tak tahan.Para pelayan langsung pergi karena ketakutan dengan tatapan Gu.


Malam pun tiba, Rey siap-siap untuk menjaga Lili saat mereka pergi sebentar untuk mengganti pakaian mereka saat___


Di kamar Lili

__ADS_1


Lili terbangun, dia dengan tatapan kosong melihat pergelangan tangan nya."Hi hi hi bagaimana kalo kita melukis?"ucap Lili dengan tertawa licik, Lili mencari pisau tetapi tidak ada dan dia melihat vas bunga kemudian dia memecahkan Vas nya"Upsss Vas nya pecah"ucap Lili menutup mulutnya dengan tangannya seolah-olah tak sengaja memecahkan vas nya.


Lili tersenyum misterius"Tidak jangan melukis bagaimana jika kita berjalan di atas pecahan vas ini ha ha ha"ucap Lili sambil tertawa kemudian dia berjalan menginjak-injak pecahan vas itu membuat darah segarnya mengalir begitu deras, bertepatan saat Rey dan Alex masuk mereka terkejut "LILI APA YANG KAU LAKUKAN" ucap Rey terkejut bukan main.


Lili menoleh ke arah suara itu dan hanya tertawa "Bukankan menyenangkan menginjak ini" ucap Lili dengan terus menginjak pecahan itu. Rey langsung mengangkat Lili, saat dia menggendong Lili "Ah sakit kulitku terbakar Ah Ah Ah sakit sekali" ucap Lili, "Tolong lepaskan aku aku kesakitan hiks hiks" mohon Lili sambil menangis, Alex yang terkejut mendengar perkataan Lili"Jangan-jangan puncak itu akan segera di mulai"batin Alex, Rey langsung menurunkan Lili membuat Lili tidak kesakitan lagi.


Belum 5 menit dada Lili merasa sakit "Ah aku tidak bisa bernafas AAAA" teriak Lili saat Alex ingin menyentuh Lili "PERGI KALIAN, AH AKU TIDAK BISA BERNAFAS" teriak Lili dengan nada lantang mereka terkejut kembali tetapi mereka keluar sebentar agar Lili bisa bernafas.


Lili mulai menghancurkan kamarnya kembali seperti kemarin malam kurang dari 30 menit tiba-tiba suasana menjadi tenang, membuat Rey dan Alex khawatir saat dia masuk ke dalam kamar Lili terjatuh pingsan akibat darah yang mengalir dan Rey menyuruh Jia merawat luka Lili.


"Putri apa yang terjadi hiks hiks" ucap Jia tak kuasa "Jia tenanglah dan rawat Lili ada hal yang ingin aku bicarakan kepada Alex" ucap Rey.


Di ruang Alex


"Sepertinya puncak itu akan muncul" ucap Alex, "Bagaimana bisa kau tau?" tanya Rey.


"Lihatlah Lili tadi saat kita menyentuh dan mendekatinya dia sangat menderita" ucap Alex dan Rey membenarkan itu"Sial kenapa harus seperti ini"marah Rey memukul meja hingga terbelah menjadi 2.


"Sudahlah aku ingin pergi ke Lili melihat keadaanya" ucap Rey.


Saat tengah malam tiba...


Rey yang tak pergi meninggalkan Lili, tiba-tiba Lili terbangun seperti orang yang di kendalikan dan pergi keluar kamar membuat Rey terkejut tetapi tetap mengikutinya, Gu dan Rey mengikuti Lili dengan setia. Seperti kemarin malam Lili melihat ke arah Gu dan Rey dengan tatapan kosong dan kembali ke kamar.


Saat Lili tidur kembali membuat Rey bernafas lega"tatapan itu sangat menakutkan"batin Rey sambil memegang tangannya yang merinding.Dan dia memutuskan kembali ke kamarnya karena jika Putri sudah berjalan dengan tatapan itu maka dia tidak akan pergi lagi.


Waduh jadi tambah kasian nih! πŸ₯Ί


Masih kepo kan bagaimana Lili akan sembuh nanti jadi ikuti terus ya dan jangan lupa Vote,like dan komennya ya!!!πŸ‰πŸ‰πŸ‰


Salam dari Author❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2