
..
..
..
🧩🧩🧩🧩
Lili sesudah itu pergi ke Istana, tempat dimana Ia pernah tinggal.Sebelum itu Lili mengunjungi kediamannya, benar saja semenjak Lili pergi tempat itu bahkan tidak berubah sama sekali, sama seperti dulu karena Hui selalu ingin mempertahankan tempat itu, tiba-tiba ada anak kecil yang bermain di Kediaman Lili.
"Siapa anak kecil itu?" batin Lili.
"Hei itu anak siapa kok bisa masuk kediaman ku?" tanya Lili kepada Alex,"Hei! Kau tuh sudah tua, sekarang kau menjadi bibi"ejek Alex, Lili melotot"Hah, aku seorang bibi jangan bilang itu keponakan ku!"ucap Lili sambil menunjuk dirinya sendiri kemudian menunjuk anak yang bermain itu.
Alex mengangguk"Ah! Lucunya aku mau keponakan ku dulu, Bye bye!"ucap Lili.
"Lili ini selalu saja, apa kata orang jika melihatnya di sini?" tak pikir Putih, dan Alex,Neon,Rey hanya mengangkat kedua bahu mereka.
"Hei! Sayang ku kenapa kau berada di tempat ini? Dimana ibu mu?" tanya lembut Lili, Pangeran kecil menoleh ke arah suara itu Ia memiringkan kepalanya "Bibi ciapa?" tanya Chung(Pangeran Kecil).
Lili terpanah dengan suara imut keponakannya"Hem! aku bibi mu, adik dari ayah mu!"jawab Lili mencubit gemas pipi Chung.
"Awu, atit bibi, nanti kalo ubit lagi, Ung adukan kepada Ayah!" ancam Chung memegang pipinya"Benarkah, sekarang di mana ayah mu dan ibumu?"tanya Lili, Chung membuat raut wajah berfikir"Unggu dulu, ayah ada di kolam teratai dan ibu ada di Istana bibi!"jawab Chung.
Lili tersenyum"Terimakasih keponakan bibi yang tampan, sekarang ayo pergi ke ayah ku!"ucap Lili menggendong Chung dan pergi ke Hui.
"Ayah ayah! Bibi datang!" heboh Chung berteriak memanggil Hui.
Hui yang terheran-heran"Bibi siapa yang di maksud Chung Permaisuri tidak memiliki adik perempuan atau kakak perempuan dan hanya Lili, tapi mana mungkin dia!"batin Hui.
Chung turun dan menghampiri Hui"Ayah! Ung memanggil ayah!"ngambek Chung.
Hui yang baru tersadar"Ah, maafkan ayah Ung bilang bibi datang, tetapi bibi yang mana?"tanya lembut Hui.
Chung kebingungan"Bibi itu bilang dia adik ayah!"jawab polos Chung sambil menunjuk Lili.Hui terkejut dan menoleh ke arah dimana jari Chung menunjuk, Hui berdiri dan benar-benar terkejut "Li....lili kau masih" ucap Hui kemudian berlari memeluk Lili.
Lili tersenyum membalas pelukan Hui,"Aduh, Kaisar Qin yang Agung ternyata masih sama ya!"goda Lili, Hui menangis terus karena bisa bertemu adiknya lagi"Gege berapa lama lagi, malu di lihat anak mu itu!"tegur Lili, Hui melepaskan Lili dan mereka duduk meminum teh.
Hui masih tak percaya"Kau benar Lili bukan?"tanya Hui memastikan sekali lagi.
__ADS_1
"Ia gege ini aku, Lili si anak nakal!" jawab Lili.
"Kau dari mana saja 7 tahun ini, dan mengapa Jendral Ying mengatakan bahwa kau sudah mati?" tanya Hui.Lili hanya tersenyum sambil memangku Chung yang sibuk dengan makanannya"Aku yang menyuruhnya karena aku memang sudah mati!"jawab Lili menatap Hui.
Hui terkejut dengan perkataan adiknya"A...apa maksudmu Lili?"tanya kembali Hui,"Aku memang sudah mati gege, aku ke sini karena Kalian masih tidak bisa melepaskan kematian ku sehingga aku tak bisa pergi!"jelas Lili sambil memegang tangan Hui, Chung yang tidak mengerti"Bibi jadi bibi antu ya?"tanya Polos Chung, Lili tersenyum"Bisa di bilang begitu, apakah Ung tidak takut kepada bini?"tanya Lili, Chung menggeleng"Karena Bibi olang yang baik Ung senang bisa bertemu Bibi!"ucap Chung tersenyum lebar dan Lili menyuruhnya kembali memakan makanannya.
"Maafkan aku Lili karena aku kau tak bisa pergi!" sesal Hui.Lili tersenyum lembut"Gege meskipun aku tak bisa pergi aku di sini untuk berpamitan kepada gege!"ucap Lili.
Lili mengeluarkan Pedang Kesayangannya, Hiasan Rambut yang bisa berubah menjadi senjata berupa panah, dan permata yang di beri kekuatan cukup besar untuk melindungi orang dari serangan apapun.
"Apa maksud semua ini Lili?" tanya Hui.
"Sebelum menjawab pertanyaan gege bisa panggilkan kakak ipar ku, malangnya diri ku tak bisa bertemu kakak ipar ku ini!" mohon Lili, Hui terkekeh melihat tingkah adiknya itu dan Chung hanya tertawa melihat tingkah bibinya itu.
Hui kemudian memanggil Permaisurinya, "Yang Mulia ada apa memanggil hamba?" tanya Permaisuri Fen.
Hui tersenyum "Kemari lah sayang aku akan mempertemukan kau dengan seseorang!" ucap hangat Hui, "Ehem ehem tolong jangan menunjukkan keromantisan kalian di depan orang jomblo!" tegur Lili.
Permaisuri Fen menoleh ke belakang Hui "Dia dia!" ucap Permaisuri Fen, Hui mengangguk dan Lili terheran-heran dengan sikap Kakak iparnya itu.
"Wah aku tak percaya bisa bertemu Lili di sini, sungguh sangat cantik seperti yang kau ceritakan, bisakah aku melihat keahlian pedang mu Lili, aku sangat suka padamu tentang pengorbanan yang kau lakukan waktu 7 tahun yang lalu, aku ingin menjadi seperti mu!" cerewet Permaisuri Fen.
Lili tertawa"Tenanglah jie jie aku memahami mu aku di sini ingin menunjukkan sesuatu!"ucap lembut Lili.
Mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka.
"Gege yang sudah gege tau ini pedang kesayangan ku dan ini" ucap Lili memberikan kepada Permaisuri Feng.
"Ini hadiah pernikahan dari ku kepada kakak Ipar ku yang cantik ini" ucap Lili, kemudian"Ini adalah permata yang aku ambil khusus, walaupun permata ini berpenampilan buruk tetapi jangan ragukan kekuatan yang ada di dalam permata ini, sekarang gege dan jie jie coba rasakan kekuatan permata ini"perintah Lili dan kedua orang itu menuruti Lili mereka terkejut karena kekuatan permata itu lumayan besar.
"Sekarang aku akan menjelaskan setiap barang yang aku berikan ini, tentunya pedang ini gege pasti tau kekuatannya seperti apa bukan?" tanya Lili dan Hui mengangguk.
"Aku tidak akan menjelaskan nya lagi, Hiasan yang aku berikan kepada Jie jie itu bukan lah perhiasan biasa jika jie jie meneteskan darah ke atas hiasan itu maka hiasan itu bisa berubah menjadi panah saat jie jie membutuhkan di waktu yang berbahaya" jelas Lili, Permaisuri Fen terkejut karena Lili mau memberikan berharga seperti itu kepadanya"Terimakasih Lili!"ucap Permaisuri Fen kepada Lili, Lili menjawabnya dengan tersenyum.
"Dan batu permata ini, aku akan memberi pesan, bagilah permata ini pada setiap anak gege jika Hui gege memiliki 2 anak maka belah menjadi 2 dan seterusnya,dan ini akan turun temurun buatlah permata ini sesuai apa yang Hui gege inginkan, dan beri tau kegunaan permata ini kepada Kaisar Selanjutnya juga kegunaan permata ini bukan itu saja ia bisa menjaga pemiliknya dari bahaya apapun dan mampu membantu Hui gege untuk memilik pewaris yang pantas" ucap Lili dengan serius.
Hui tersenyum karena Lili sangat menyayangi dia dan keluarganya"Tetapi jika Hui gege memiliki anak tetapi tidak dari Permaisuri maka, anak itu akan mati seketika jika di berikan batu permata ini dan sebaliknya jika Permaisuri mengandung anak yang bukan darah daging Hui gege maka anak itu akan bernasib sama itu akan berlanjut selamanya"Lanjut Lili.
Hui terkejut"Tidak mungkin itu terjadi Lili!"ucap Hui.
__ADS_1
Lili hanya tersenyum"Gege kita lihat saja mungkin bukan anak mu bagaimana jika itu adalah cucumu"ucap santai Lili, Hui gege tak terima"Apa maksudmu Lili?"tanya Hui dan di tenangkan Permaisuri Fen.
"Benar agar tidak terjadi pertengkaran di masa mendatang, aku akan memberi ini kepada kalian!" ucap Lili memberikan bubuk merah kepda Hui dan Fen.
"Apa ini Lili?" tanya Permaisuri Fen.
"Ini adalah bubuk suci, saat keturunan kalian berumur 5 tahun tempelkan sedikit saja dari bubuk ini, dan mereka akan terlindungi dan saat mereka berumur 20 tahun berikan permata itu kepada mereka tetapi resiko dari bubuk ini adalah sama jika itu bukan keturunan asli dari kalian ia akan mati, Apakah jie jie dan gege mengerti?" tanya Lili.
Mereka mengangguk"Baiklah kami akan melakukan itu pertama kali kepada Chung"ucap Permaisuri Fen.
"Apakah kakak ipar tidak takut aku akan membunuh anak mu?" tanya Lili, Permaisuri Fen tersenyum"Aku tidak akan takut karena kau adalah Lili!"ucap Permaisuri Fen, dan Lili puas dengan jawaban Fen.
Fen memberi sedikit bubuk itu kepda Chung dan terbentuk teratai putih di dahi Chung"Ini adalah tanda bahwa Ia adalah Putra Kalian!"ucap Lili.
Lili kemudian berdiri"Mau kemana kau Lili?"tanya Hui.
Lili menatap angin"Aku adalah angin yang akan selalu menjaga dan mengawasi kalian"ucap Lili tersenyum.
"Maksud Bibi adalah bibi akan pergi" jawab Chung.Hui dan Fen terkejut dengan perkataan Chung.
Lili tersenyum"Kau benar-benar anak ayahmu ya bijaksana"puji Lioi mengelus rambut Chung dan Chung tertawa.
"Lili benarkah itu!" ucap Permaisuri Fen.
"Benar jie jie aku harus pergi karena waktu ku telah habis sebelum itu" ucap Lili berjalan kepada Permaisuri Fen"Selamat atas kehamilan jie jie ya!"bisik Lili dan Fen tersenyum dan mengangguk.
Dan Lili pergi ke arah Hui"Gege aku akan memberi tahu mu satu hal hiasan kepala Permaisuri memiliki suatu rahasia yaitu akan membunuh Permaisuri dari setiap keturunanmu yang memiliki niat jahat kepada Keluarga kekaisaran dan Hiasan itu tidak bisa di sentuh kecuali pemiliknya dan pasangan dari pemiliknya jika ada maka Ia akan hancur menjadi abu"bisik Lili, Hui merinding mendengar perkataan adiknya.
"Maka dari itu beritahu jie jie tentang ini!" ucap Lili tersenyum tanpa dosa.
Lili berjalan ke arah Chung"Ung bibi akan pergi, jadilah anak yang baik ya kita akan bertemu jika kau sudah besar nanti!"ucap Lili.
Chung yang tadinya sedih menjadi gembira"Benarkan bibi, baiklah Ung akan menjadi anak yang baik, Ung akan iat belajar upaya Ung bisa beltemu bibi"ucap Ung.
Lili mengelus dan mencium kening Chung"Kau anak yang baik!"ucap Lili dan Lili tersenyum kepada keluarga kecil itu dan menghilang seperti angin.
Jangan Lupa Vote, Like and Komen!!!
Salam dari Author❤❤❤
__ADS_1