
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
Lili tersenyum, "Baiklah!" ucap Lili "Aku harap seperti itu, karena proses untuk menjadi Dewi kembali sangatlah sulit, dan ini semua untuk mu akan ku tahan rasa sakit itu!" lanjut Lili.
________________
Sudah 3 jam mereka berbincang-bincang, Lili sudah merasa itu cukup"Kak aku di sini untuk mengambil senjata yang kakak ku berikan!"ucap Lili, Dewa Es yang tadinya senang menjadi murung"Apakah secepat itu Lili?"ucap lesu Dewa Es.
Lili tersenyum kemudian membelai rambut Dewa Es "Kak waktu ku sudah sangat menipis" jelas Lili.
Dewa Es akhirnya setuju, dan setelah mengambil senjata Lili menaruh senjata itu di ruang angkasa miliknya, dan Dewa Es mengantar Lili dengan Sayapnya.Saat di depan Portal Lili bertanya "Kok waktu turun, tidak menggunakan tangga?!"
"Memang seperti itu, kita naik harus menggunakan tangga tetapi saat kita turun tidak harus menggunakan tangga" jelas Dewa Es.Lili agak curiga"Apakah ada peraturan seperti itu!"batin Lili, Kemudian menatap tajam Dewa Es "Kakak tidak bohong kan?" tanya Lili.
"Ti...tidak mana mungkin aku berbohong!" seru Dewa Es.
"Kali ini aku percaya, kalau ketahuan berbohong habislah kakak!" ancam Lili sambil menunjuk ke arah Dewa Es dengan jari telunjuknya.Dewa Es meneguk ludah kering dan mengangguk.Lili tersenyum "Baiklah sekarang aku akan pergi" ucap Lili, sebelum itu Dewa Es menarik dan mencium dahi Lili agak lama sedangkan Lili terkejut tetapi membiarkannya.
" Aku akan menunggu mu kembali!"ucap Dewa Es.
Lili akhirnya memasuki portal yang merupakan jalan keluarnya, setelah itu Lili berada di luar goa yang tadi Ia masuki dan terkejutnya pintu goa itu tertutup rapat setelah Ia pergi.Lili menggunakan jurus teleportasi dan kembali ke tenda.
Tenda Kerajaan Qin.
Di sana ada Jia yang menunggu Lili, "Putri kenapa cepat sekali?" tanya Jia, Lili mengerutkan dahi"Berarti benar dihitung-hitung aku pergi cuma sekitar 3 jam dong!"batin Lili.Lili tersenyum dan mengangguk, kemudian Jia terkejut"Putri kenapa baju putri berubah bukannya tadi berbeda!"tanya Jia, dan Lili baru sadar bahwa bajunya tidak berubah dan bingung mencari alasan.
__ADS_1
"Ah! tadi aku bertemu pembunuh dan untung saja aku membawa baju ganti" alasan Lili.
Jia terkejut"Hah! apakah putri baik-baik saja, apa ada yang terluka?"khawatir Jia, Lili jadi merasa bersalah"Tidak! Lihat aku baik-baik saja, siapa yang bisa melukai ku!"ucap Lili.Setelah itu semua pangeran sudah kembali dengan membawa buruan mereka masing masing, Lili dan Jia bergegas pergi untuk mencari tahu buruan apa yang saudaranya dapatkan.
Lili melihat saudaranya benar-benar mendapat buruan langkah yaitu Rusa besar bertanduk emas dan berbulu putih, Lili langsung menghampiri mereka.
"Wah! gege, Shi kalian mendapatkan hewan yang sangat indah!" ucap senang Lili.
"Kan sudah gege katakan, kami akan membawakan hewan yang langkah!" sombong Xiu, "Yah! menyesal Lili memuji kalian!" ucap Lili, "Sudah sudah ayo kita berkumpul sekarang" ucap Hui.
Setelah itu Kaisar Hao menyatakan bahwa pemenang dari Perburuan Ini adalah Kerajaan Qin.
Putra Mahkota menjadi kesal dan marah, kemudian pergi meninggalkan area perburuan itu, Lili bersaudara tertawa melihat reaksi Putra Mahkota Hao."Rasakan itu!"ucap Shi dan Lili bersaudara tertawa, "Hui gege hewan ini akan diapakan?" tanya Lili penasaran "Kami berencana akan mengambil bulu rusa ini untuk di jadikan mantel mu dan tanduk rusa ini akan di ambil Jun karena sangat menyukainya sedangkan dagingnya kita beri kepada para prajurit agar mereka bisa menikmatinya!" ucap Hui.
"Wah! aku terkejut ternyata gege ku ini sangat dermawan!" puji Lili.
"Gege bukankah setelah acara perburuan ini, nanti malam akan di adakan kontes bakat para Putri?" tanya Shi, "Benar juga! aku jadi tidak sabar apa yang akan di tampilkan oleh adik tersayang ku ki ini!" goda Xiu, Lili menjawab "Ah! jadi mau tapi tunggu saja nanti!", mereka kemudian beristirahat di Tenda mereka di dalam tenda terdapat Kaisar dan Permaisuri yang sudah menunggu mereka.
" Lihat ji mei jagoan kita ini!"puji Kaisar Li.
Semua pangeran memberi kode satu sama lain sedangkan Lili hanya bisa menebak-nebak"Pasti masalah itu!"batin Lili, "Ada apa memangnya Jun?" tanya Permaisuri.
"Ayah bunda sebenarnya kami tidak ingin membahas ini tetapi kami tidak ingin kejadian itu terjadi lagi" ucap Hui memberi jeda"Sebenarnya Putra Mahkota Hao sudah lancang masuk ke dalam kamar Lili dan sering kali mengganggu Lili"lanjut Hui.
"APA BERANI SEKALI DIA!" Marah Kaisar.
"Tenang Yang Mulia!" ucap Permaisuri menenangkan Kaisar Li, "Kami sebenarnya bisa saja memberi pelajaran tetapi kami takut menimbulkan peperangan antar kerajaan!" ucap Jun.
"Zhen tidak bisa menerima penghinaan ini!" ucap Kaisar.
"Ayah sebaiknya biarkan saja itu! Aku takut saat pertunjukan bakat nanti Permaisuri Hao akan mengangkat Lili sebagai permaisuri Putra Mahkota!" ucap Xiu menjadi serius."Maksudmu Xiu!"serempak mereka,"Saat pemberian pita tadi masing-masing dari kita tidak menerima pita dari setiap putri karena kita sudah mendapatkan pita dari Lili, saat aku melirik ke arah Kaisar dan Permaisuri Hao, terlihat bahwa dia sangat menginginkan Lili sebagai Permaisuri dari anak kandung satu-satu nya itu!"jelas Xiu.
"Lantas itu seperti bukan alasan?" ucap Hui.
__ADS_1
"Itu sudah terlihat jelas dari dia menatap Lili saat awal kita datang dan juga Kaisar tidak seperti ayah karena Kaisar memiliki banyak selir juga tentunya banyak anak membuat, Permaisuri merasa kedudukan anak nya terancam, maka dari itu dia ingin menjadikan Lili sebagai Permaisurinya" jawab Xiu kembali.
Lili hanya memerhatikan pembicaraan mereka, karena setiap saudaranya memliki kemampuan yang luar biasa.
"Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan?" tanya Shi.
"Kita tidak perlu melakukan apapun karena seperti biasa aku akan pergi setelah penampilan ku berakhir seperti Festival Lampion" ucap Lili setelah diam terlalu lama, mereka semua terkejut.
"Apa tetapi itu berbahaya Lili!"ucap Jun.
" Kita tidak punya pilihan Lain, karena setelah melihat penampilanku pasti Permaisuri akan semakin terobsesi untuk mejadikan ku permaisuri anak nya, oleh karena itu saat dia mengajukan Lamaran ayah bisakah kau menolak Lamaran itu?"ucap Lili sekaligus bertanya.Kaisar berfikir sebentar dan menoleh kepada Permaisurinya.
"Aku setuju dengan Lili, karena aku tidak ingin Lili mendapatkan Lelaki bejat seperti Putra Mahkota Hao melainkan lelaki yang mampu melindungi dan memberinya rasa aman!" ucap Permaisuri.
"Jika Ji mei berkata seperti itu aku akan menolak lamaran jika Permaisuri dan Kaisar Hao memberi lamaran itu, Tetapi Zhen saat ini sebagai ayah ingin memperingatkan kalian, carilah Pasangan hidup yang benar-benar mampu melengkapi kekurangan kalian dan jangan pernah kalian tidak setia kepada pasangan kalian karena itu bukan cara keluarga kita mengerti!" ucap Kaisar Li.
"Mengerti ayah!" serempak mereka semua.
Akhirnya semua kembali ke Kerajaan Hao untuk mempersiapkan jamuan untuk malam hari nanti, saat sudah sampai Lili langsung pergi ke kediamannya, saat baru saja duduk dan menutup mata sebentar Putra Mahkota Hao tiba-tiba berdiri di depan Lili.
"Ada apa Yang Mulia datang ke sini setelah kalah dari perburuan!" ejek Lili kemudian membuka mata dan tersenyum meremehkan
Putra Mahkota Hao terkekeh dan berkata" Aku hanya ingin bilang bahwa malam ini kau akan menjadi milikku!"ucap Putra Mahkota sambil mendekatnya wajahnya ke arah Lili tersenyum dan memegang rambut Lili.
Lili tersenyum di sudut bibir"Kita lihat apakah kau bisa menjadikan ku milik mu!"ucap Lili.
"Baiklah aku akan menunjukkannya kepada mu" ucap Putra Mahkota Hao kemudian pergi, "Pergi saja seperti pencuri bagaimana bisa memiliki ku!" ucap Lili meremehkan.
"Dimana PB itu semua, apakah mereka tidur sampai-sampai seseorang bisa seenaknya masuk ke ruangan ku ini" kesal Lili"Dasar tidak berguna!"batin Lili.
Sedangkan semua PB bersin, dan membuat mereka kebingungan"Sepertinya ada yang membicarakan kita!"ucap PB A dan di setujui oleh PB lainnya, dan mereka kembali menjaga kediaman Lili tentu saja dari bayangan.
Jangan lupa like,vote dan komen yah!
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤