Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps. 31 Penderitaan


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Sebelumnya.....


Lili dengan tatapan kosong pergi mengelilingi istana dan tiba-tiba Lili menoleh ke arah Gu yang ada di sebelahnya kemudian pergi lagi menuju ke kamar."Huh menyeramkan dari pada Putri yang aku liat pertama kali"ucap pelan Gu mengelap keringat yang membasahi wajahnya walupun suasananya dingin, Lili kembali ke kamarnya dan tidur lagi.


_____________


Keesokan harinya.......☀☀☀


Alex dan Rey memanggil Jia untuk ke ruangan mereka,saat Jia sudah berada di dalam ruangan.


"Jia aku tau kau pasti tau bahwa penyakit putri sudah dimulai bukan?" tanya Rey dan Jia mengangguk "Aku harap kau bersabar dalam merawat Putri karena ini merupakan masa yang sulit baginya" ucap Alex sambil memandang Jia dengan dingin"Baiklah kami hanya ingin mengatakan hal itu saja, kau bisa pergi"ucap Rey. Kemudian Jia pergi ke kamar Lili seperti biasanya yaitu membangunkan Putri sambil membawa air hangat untuk Putri membasuh wajahnya.


Saat masuk


"PUTri" ucap Jia dengan nada yang tadinya kencang menjadi pelan sambil menjatuhkan rahangnya kerena terkejut.


Ada apa ya?


Lili yang merasakan keberadaan orang di dalam kamarnya "Siapa di sana?" ucap Lili mencoba mendengarkan dengan seksama.


Kembali ke Jia "Putri bagaimana bisa?" tanya Jia pergi ke arah Lili.Lili keheranan karena pernah mendengar suara itu tetapi tidak ingat, "Siapa kamu?Ma....mau apa kamu hah AAAA !?" Ucap Lili menghindar agar tidak di sentuh Jia.Dan Jia keheranan dengan Lili.


"Ini saya Putri pelayan pribadi anda Jia" ucap Jia yang ingin meneteskan air matanya.


"Jia ? apa kau benar-benar Jia? Bisakah kamu mendekat agar aku bisa meraba wajahmu?" ucap Lili, Jia terkejut karena bukan hanya tubuh Putri Lili yang mengecil bahkan Putri-Nya itu tidak mengenal dia dan dia tau kalau Putri-Nya akan buta sementara selama penyakitnya.


Jia mendekatkan wajahnya agar bisa di raba Lili.Lili menutup matanya dan meraba wajah Jia, "Benar kau Jia!" seru Lili karena senang.

__ADS_1


"Putri berapa umur Putri?" tanya Jia bukan lupa tapi Jia hanya memastikan sesuatu.


"Astaga Jia apa kau jadi pelupa, aku ini umur 12 tahun" ucap Lili dengan polos, Jia melotot terkejut"Du....dua belas tahun astaga harus memberi laporan kepada tuan Rey ini"batin Jia.


"Jia apa kau di sana?" ucap Lili karena tidak mendengar suara satupun.


"Jia Jia" ucap kembali Lili


"Eh iya, Putri sudah saatnya putri membasuh wajah putri dan pergi mandi" ucap Jia.


"Oh baiklah, antar aku ke kamar mandi" perintah Lili. Jia dengan setia membantu Tuannya itu yang sudah dia anggap keluarga,


Saat sudah keluar dari kamar mandi, Jia membantu Lili berias dan menuntun Lili ke ruang makan.


Sepanjang perjalanan Para pelayan menjaga Lili dan pengawal Gu setia di belakang nya. Dan sering juga pelayan bergosip tentang keadaan Lili tetapi langsung diam saat Gu memberi peringatan dengan sorotan mata tajam seperti pedang yang siap menusuk apapun.


"Lili apa yang terjadi padamu?" khawatir Rey, "Kau siapa jangan sentuh aku?" kesal Lili menghempaskan tangan Rey.Alex dan Rey terkejut, Alex menoleh ke arah Jia untuk pergi bersama nya. "Putri mari saya antar menuju meja makan" ucap Jia menuntun Lili, setelah itu Jia pergi mengikuti Alex.


"Ada apa Jia?" tanya Alex, "I....itu saat saya pergi ke kamar putri, tubuh putri menjadi kecil dan saat saya bertanya putri berumur berapa dia menjawab berumur 12 tahun" panjang lebar Jia sambil ******* tangannya karena gelisah.


Ruang makan🍽🍽🍽


Rey tak henti-henti menatap Lili karena kelihatannya Lili kesusahan untuk makan, "Apa kau butuh bantuan?" tawar Rey karena Rey sudah di beri tau oleh Alex apa yang terjadi pada Lili.


"Tidak usah dan apa kau kurang kerjaan menatap ku terus" ketus Lili, Rey terkejut dan tersenyum saja.


Lili yang akan memasukkan makanannya ke mulutnya tiba-tiba "AAAAAAAAA" teriak Lili membuat Semua orang terkejut.


"Ada apa Lili?" ucap Alex


"Ah sakit tenggorokanku seperti terbakar sakit hiks sakit sekali" ucap Lili sambil menggaruk lehernya.


"Air AMBILKAN AIR CEPAT" teriak Rey kemudian pelayan mengambil air dan Rey memberi air itu kepada Lili."Apa sudah baik?"tanya Rey dengan khawatir, "Tidak semakin panas ah rasanya aku ingin memotong leher ini" ucap Lili dengan kesakitan.


"Rey bagaimana ini?" resah Alex melihat kondisi Lili. Rey langsung membuat pingsan Lili"Hey apa yang kau lakukan?"kesal Alex, "Hanya ini caranya karena kalau tidak Lili akan mencoba melukai dirinya!" ucap Rey."Baiklah aku akan membawa Lili ke kamar nya"ucap Rey sambil menggendong tubuh mungil Lili.

__ADS_1


Alex mengikuti dari belakang, saat di kamar Rey dan Alex berdiskusi.


"Bagaimana ini?" ucap Alex


"Iya bahkan makan dan minum saja dia sangat tersiksa, bagaimana hari-hari berikutnya?" ucap Rey memijat pelipisnya.


"Apa kita panggil keluarganya saja ya" usul Alex, "Kau itu bodoh apa apa sih? kan Lili sudah bilang kalau ingin memanggil keluarganya kita harus menunggu saat puncaknya" kesal Rey.


Setelah beberapa menit mereka berbincang, Lili bangun "Auch sakitnya " keluh Lili.


"Lili apa kau sudah bangun?" ucap lembut Rey, "Apa kau ingin sesuatu?" tawar Alex, "Kalian ini siapa sih?kenal enggak sok baik" ketus Lili.


Rey dan Alex menghembuskan nafas sabar "Ternyata merawat Lili kecil lebih susah dari pada Lili besar, Lili cepatlah bangun" keluh mereka di hati.


"Kami teman mu" ucap Rey, Lili mengangkat satu alisnya "Teman, sejak kapan aku punya teman? Apa kalian menculik ku yah?" tuduh Lili. "Tidak kami benar-benar temanmu" ucap Alex.


"Baiklah aku percaya dan siapa nama kalian?" ucap Lili.


Rey memegang tangan kanan mungil Lili dan menaruhnya ke pipinya"Aku Rey" dan diikuti oleh Alex menaruh tangan kiri Lili di pipinya "Dan aku Alex".


Lili tersenyum manis dan mengelus pipi mereka berdua" Kalian sangatlah tampan sepertinya"puji Lili, "dan juga maafkan aku akan sikap kurang ajar ku tadi" tambah Lili.


"Benar kami sangatlah tampan dan gagah dan kami sudah memaafkan mu"ucap Alex dengan percaya diri dan tersenyum, " Dan mohon bantuannya ya karena sulit merawat ku "ucap Lili tersenyum.Rey dan Alex tertegun mendengar itu, memang benar merawat Lili bukan hanya menguras tenaga tetapi menguras perasaan yang tercampur antara sedih dan tak tega.


" Kalian masih ada di sana kan"ucap Lili, "Ah iya, istirahatlah kami akan kembali nanti sore menjemputmu" ucap Alex mengusap rambut Lili dan Lili menganggukkan kepalanya dan tidur.


Saat di ruang kerja Alex berkata"Mengapa sangat sakit saat mendengar perkataan Lili tadi?"ucap Alex memegang dadanya, "Hem benar dan sudah jangan pikirkan yang lain kita harus beristirahat karena nanti malam akan menjadi malam yang melelahkan" ucap Rey.


Wah kasian nya Lili!


Gimana pada kepo gak nih?Kalo kepo ikuti terus ceritanya ya!?


Jangan lupa vote,like dan komennya🍉🍉


Salam Dari Author ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2