Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.61


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


**Sebelumnya...


"Baiklah akan ku tanyakan kepada ayah! tetapi sepertinya kita tidak akan pulang besok!" ucap Hui."Tidak apa, selama Jie jie tidak apa-apa"ucap Shi.


Mereka semua akhirnya berencana menemani Lili sepanjang malam takut terjadi apa-apa kepada Lili.


_______________


Pagi Hari🌀🌀🌀🌀


Pagi yang masih belum disinari oleh Matahari atau subuh, Lili terbangun dari tidurnya "Ah! badanku remuk semua gara-gara pertarungan itu!" Ucap Lili meregangkan tubuhnya di atas perpaduan milik Hui.


Lili melihat sekeliling, "Ini kan, bukan kamar ku! Loh!" ucap Lili terkejut karena semua saudara Lili tidur di dekat Lili lebih tepatnya mereka kemarin malam menggelar alas untuk tidur.


"Kok tidur di bawah! Hahaha jangan bilang mereka takut aku sakit lagi" ucap Lili tertawa kecil kemudian bangkit dari perpaduan itu.


Ia mengambil mantel karena udara di pagi hari sangat dingin, "Huf! Aku tak percaya bahwa dia akan melakukan itu demi obsesinya itu!" ucap Lili terkekeh.Hui yang terbangun melihat bahwa tempat tidur Lili kosong"Dimana Lili?!"ucap kebingungan Hui.


Setelah itu ia bangkit dan pergi ke Luar mencari Lili, Hui berhenti karena melihat Lili sedang menikmati angin pagi.


"Lili di sini dingin, ayo masuk kau belum pulih!" bujuk Hui.


Lili menoleh ke belakang, "Gege menurut gege siapa yang berencana membunuh ku?" tanya Lili kembali melihat embun pagi, Hui berdiri di sebelah Lili dan berkata"Entahlah! Menurutmu siapa yang ingin membunuhmu?"tanya balik Hui.


Lili tersenyum"Aku tau siapa yang ingin membunuhku!"ucap Lili membuat Hui terkejut "Siapa yang ingin membunuhmu!" seru Hui.


"Dia Putra Mahkota Hao, karena aku tau bahwa ayah dan bunda menolak lamaran mereka dan aku tau jika ekspresi ibu dan anak itu sangatlah marah bukan!" ucap Lili.


"Hahaha ternyata kau tau, lantas apa yang ingin kau lakukan?" tanya Hui.


Lili tersenyum "Aku malas bahwa masalah ini di perpanjang!" ucap Lili.Hui terkejut"Jangan katakan kau akan membiarkannya lagi!"tebak Hui, Lili tersenyum"Jika gege tau mengapa bertanya!?"ucap Lili, "Tidak aku tidak menerima penghinaan lagi apalagi ini tentang mu?"ucap Hui.


" Suttt, gege pelan-pelan kau akan membangunkan yang lain, hah aku tau kau akan melaporkan ini kepada Ayah bukan?"ucap Lili.Hui mengangguk "Aku akan membiarkan masalah ini ada di tangan gege tetapi jangan sampai menimbulkan masalah besar apakah gege sanggup?" tanya Lili.


"Percayalah aku akan menyelesaikan masalah ini!" ucap meyakinkan Hui.

__ADS_1


Lili terkekeh dan mengangguk "Aku percaya kepada gege" ucap Lili, Shi kemudian keluar "Jie jie dan gege kenapa bangun sangat pagi?" tanya Shi dengan suara khas orang bangun tidur.


"Tidak jie jie hanya ingin menghirup udara segar!" ucap Lili.


Shi memeluk Lili, "Apakah jie jie sudah sembuh?" tanya Shi, Lili tersenyum dan mengelus rambut adiknya itu "Sudah!" ucap Lili, Hui menarik baju Shi "Enaknya main peluk-peluk aja!"sewot Hui "Huh! gege tidak bisakah kau melihat ku bahagia sedikit!" kesal Shi, Lili kemudian tertawa kecil.


Tak lama Xiu dan Jun datang "Lili kami merindukan mu!" serempak mereka kemudian menaruh masing-masing kepala mereka di bahu Lili dan memeluk Lili.


"Aduh! hama yang satu sudah hilang 2 hama datang menyerang!" ucap Hui.


Lili hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan saudaranya yang tak bisa pisah dari dirinya ini, "Aduh bayi besar ku sedang manja!" goda Lili, tetapi tak di hiraukan oleh Jun dan Xiu.Setelah mereka berdua bangun sepenuhnya, Lili bersaudara duduk-duduk di taman dan sekarang giliran Hui manja kepada Lili dengan tidur di paha Lili.


"Huh! gege tidak adil!" seru Shi dan Xiu.


"Biarkan saja, kalian kan sudah giliran yang paling tua yang manja sekarang!" ucap santai Hui, Lili menggeleng-geleng kan kepalanya "Kalian ini sudah besar masih saja sikapnya seperti anak-anak!" omel Lili.


"Biarin!" serempak mereka.


Setelah itu Jia membawakan hanfu kepada Lili untuk berganti di kamar Hui karena terlalu jauh jika akan kembali ke kediaman Lili, Lili sudah selesai perawatan dan sekarang memakai hanfu berwarna biru dengan cadar berwana biru.



Kemudian para pangeran juga sudah bersiap-siap, mereka semua kemudian pergi ke kediaman Permaisuri Ji dan Kaisar Li.


Kaisar dan Permaisuri menerima salam, kemudian Permaisuri mengajak Lili pergi sedangkan tinggal para pria di sana, "Ayah kemarin malam Lili di serang oleh puluhan pembunuh!" ucap Hui.


"Apa!! Siapa yang melakukannya!" ucap dingin Kaisar.


"Menurut Lili Putra Mahkota dan Permaisuri Hao yang melakukannya!" jawab Hui, "Benar juga, masuk akal karena bunda dan ayah sebelumnya sudah menolak lamaran mereka" ujar Jun.


"Lalu apakan Lili tidak ingin mempermasalahkan ini?" tanya Kaisar Li.


"Awalnya dia menolak tetapi akhirnya dia menyerahkan masalah ini kepada Hui dan berpesan jangan sampai menimbulkan keributan besar!" jawab Hui.


Kaisar tersenyum mendengar ucapan Lili yang di sampaikan Hui.


"Ayah akan membicarakan masalah ini kepada Kaisar Hao, jadi tenanglah!" ucap Kaisar Li.


___________________________


Ruang Kerja Kaisar Hao...


"Hahaha ada apa Kaisar Li? Mengapa kau menemui Ku pagi hari seperti ini!" ucap Kaisar Hao.

__ADS_1


Kaisar Li dengan tatapan dan hawa dinginnya berkata"Telah terjadi penyerangan di kediaman Putri ku ada yang bisa kau jelaskan mengapa itu terjadi Kaisar Hao?!"tanya dingin Kaisar Li.


Kaisar Hao langsung berubah serius"Pasti ulah wanita dan anak itu!"batin kesal Kaisar Hao.


"Mungkin Putri memiliki musuh di sini!" jawab Kaisar Hao mencari alasan.Kaisar terkekeh "Bagaimana mungkin sedangkan putriku baru pertama kali pergi ke sini Kaisar!" ucap Kaisar Li.


Kaisar Li meminum teh dan melanjutkan perkataannya "Zhen sangat tidak suka ada orang yang menghina Zhen, jika ada akan Zhen hancurkan seperti gelas ini terutama jika menyangkut keluarga Zhen!" ucap dingin Kaisar Li dengan aura membunuh.


menatap gelas yang hancur di tangannya kemudian menatap Kaisar Hao.


"Ah! hahaha baiklah Kaisar Zhen akan menyelidiki kasus ini dan menghukum orang itu" ucap canggung Kaisar Hao dengan sedikit rasa takut.


"Baiklah jika Kaisar Hao mengerti, Zhen harap Kaisar Hao tidak mengecewakan Zhen, Zhen permisi selamat pagi!" ucap Kaisar Li kemudian pergi meninggalkan Kaisar Hao yang wajahnya menggelap.


Setelah Kaisar Li pergi, Kaisar Hao mengepalkan tangannya hingga memutih "Dasar anak dan ibu itu!" kesal Kaisar Hao.


"KASIM PANGGIL PERMAISURI DAN PUTRA MAHKOTA SEKARANG!" bentak Kaisar Hao.


Tak berapa lama kemudian, Ibu dan anak itu datang"Ayah ada apa?"tanya Putra Mahkota Hao.


"PLAK" tamparan keras yang di berikan Kaisar Hao.


"APA YANG KAU LAKUKAN HAH! MENYERANG PUTRI KERAJAAN LAIN KARENA DI TOLAK LAMARANNYA!" marah Kaisar Hao.


"Kaisar tenanglah terlebih dahulu! maafkan kami!" mohon Permaisuri.


Kaisar Hao mencengkeram pipi Permaisuri Hao "Jika kau tidak melakukan itu kedua kerajaan bisa bersatu tapi kau mengacaukan semuanya" ucap Kaisar Hao dengan penuh penekanan.


Membuat Permaisuri meringis kesakitan, "Lantas apa yang ingin kau lakukan hah! Kaisar Hao yang agung" ucap meremehkan Putra Mahkota.


"Apa maksudmu Pangeran, kau sudah lancang ternyata!"ucap Kaisar Hao.


" Hahaha kau pun tak lebih tamak dari pada kami Kaisar!"ucap Putra Mahkota, "Kau hanya haus kekuasaan dan aku tau bahwa kau berencana menikahkan putri itu dengan pangeran kesayangan mu itu bukan!" ucap kembali Putra Mahkota Hao.


"DASAR ANAK TIDAK TAU DI UNTUNG" marah Kaisar Hao menggebu-gebu, "Tenanglah Yang Mulia!"mohon Permaisuri sambil menangis.


"Hah kau ingin menghukum ku silahkan, tetapi jangan harap putri itu akan menjadi milik orang lain hanya aku yang pantas memilikinya!"ucap Putra Mahkota kemudian pergi ke kediaman Lili.


" Anak kurang ajar mau kemana kau?"bentak Kaisar Hao mengejar Putra Mahkota begitu juga Permaisuri.


Jangan Lupa vote, Like and komen!!!


Salam dari Author ❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2