
Hai semuanya !
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
" Gege,Shi aku ingin berbicara setelah kita selesai makan dan juga Rey dan Alex"ucap serius Lili, sedangkan Xiu, Jun, Shi, Alex ,dan Rey menaikkan satu alisnya keheranan tak lama mengangguk nya.
_________________
Setelah acara makan malam usai, seperti yang di ucapkan Lili para pria tampan itu pergi ke kamar Lili untuk mengetahui apa yang ingin di bahas oleh Lili.
Saat di kamar.....
"Lili apa yang ingin kau bahas,mengapa kita semua dikumpulkan di sini?" tanya Jun heran karena sikap adiknya itu tidak seperti biasannya, dan pertanyaan Jun diangguki oleh orang yang ada di sana.
Di tambah raut wajah Lili yang sulit di tebak dan masih tetap diam, tak lama setelah itu"Aku ingin kalian semua kembali ke istana !"perintah Lili dengan nada agak dingin, "Tentu kita akan kembali ke istana sebentar lagi" ucap Xiu membenarkan perkataan sang adik.
Lili menutup mata dan menggeleng "Tidak! hanya kalian" tegas Lili,sontak Jun terkejut"Apa maksudmu Lili ?Dan mengapa kami harus pulang tanpa mu?"ucap Jun agak sedikit emosi karena tak habis pikir dengan pikiran sang adik,"Aku tau apa yang aku lakukan?-jeda Lili dan menarik nafas panjang, aku tak ingin kalian menderita melihat kondisi ku saat itu"ucap Lili semakin membuat gege dan adiknya juga sahabatnya makin bingung.
__ADS_1
"Apa maksudmu Lili? kondisi apa? bukannya kau sudah sehat sekarang?" bertubi-tubi pertanyaan dari Alex, "Kau akan tau maka dari itu aku ingin gege dan Shi pergi kembali ke Kerajaan" ucap Lili dengan sabar, "Mengapa mereka boleh tetapi kami tidak boleh?" Emosi Xiu yang kesal dengan Lili, "Benar mengapa Li jie bukankah kau berjanji tidak akan pergi lagi" ucap Shi mengingatkan janji Lili.
"Aku tau aku sudah berjanji tetapi ini mendesak tolong kalian mengertilah aku tidak akan bisa menahannya lebih lama lagi" ucap Lili memelas dengan air mata yang tertahan.
"Kondisi apa yang kau maksud? bukankan kau tidak memiliki riwayat penyakit?" tanya Jun dengan tegas.
Lili menghembuskan nafas dengan kasar,"Kalian tidak akan mengerti ini bukan penyakit seperti itu, ini lebih dari itu. Dan jika kalian tetap di sini maka aku jamin kalian bahkan Hui dan ayahanda juga ibunda menangis melihat kondisi ku"ucap dingin Lili dengan sorotan mata yang datar.
"Hah maksudmu?" ucap Xiu
"Aku tidak bisa memberi tau apa itu tetapi aku mohon kalian pulanglah dengan beberapa pelayang dan sisakan pengawal bayangan Hui gege dan pengawal bayangan Ayahanda" ucap Lili.
"Ba...bagaimana kau tau bahwa ada pengawal bayangan di sini?" terkejut Shi,Lili terkekeh"Apa yang tidak di ketahui Lili"sombong Lili, "Jadi nyesel muji jie jie" gerutu Shi.
Jun membuang nafas dengan kasar sambil memijat pelipisnya "Lili apa kau yakin dengan keputusanmu" tanya Jun sekali lagi dengan pasrah, jujur sebenarnya dia tidak ingin pisah dari adiknya itu.
Pertemuan Itu berakhir dan mereka kembali ke kamar mereka masing masing dengan tatapan sedih yang sangat mendalam, membuat para pengawal agak kebingungan.
Di gazebo dekat kolam ada 2 pria tampan mereka itu Rey dan Alex.
"Lex apa kamu menyadari bahwa apa yang di katakan Lili sangat menusuk hati ?" tanya Rey, "Hem benar tapi apa kamu dengar telepati yang dilakukan Lili kepada kita?" tanya kembali Alex. "Ku kira hanya kamu ternyata kau juga ada apa ya?" tanya Rey.
"Apa kau lihat bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan Lili tetapi kenapa aku merasa akan ada bencana ya?" tanya Alex khawatir, "Iya tapi apakah sebesar itu masalahnya sampai Lili tidak ingin memberi tau gege nya" heran Rey.
"Kita liat saja apa yang akan terjadi 3 hari kemudian" ucap Rey diangguki oleh Alex.
__ADS_1
Kembali ke kamar Lili...
Setelah semua orang pergi ....
tiba-tiba wajah Lili pucat dan mengeluarkan keringat dingin dan bibir yang membiru,saat itu terjadi Jia masuk ke dalam" Put...PUTRI!"sontak Jia terkejut melihat wajah Lili yang tiba-tiba pucat bahkan lebih parah dari waktu Lili koma.
"Sial" maki Lili sambil mengepalkan tangan karena gejala itu mulai muncul"Sial kenapa harus sekarang, untung mereka tidak melihat"batin Lili kesal.
"Jia tolong tu...tutup pintu dan kunci jangan ada yang masuk dan kamu bantu aku aku harus mandi secepat mungkin hah....hah..." ucap Lili terengah-engah.
Jia langsung menyiapkan bak mandi agar tuannya itu bisa mandi,sekitar 10 menit air mandi siap.
Lili langsung pergi ke kamar mandi dengan meraba dinding karena pandangannya mulai buram,"Tidak boleh aku harus sadar!"batin Lili."JIA"teriak Lili,tak lama Jia datang dan membantu Lili.
"Jia apapun yang kamu liat nanti, jangan ketakutan dan jangan memberitahu gege ku" ancam Lili, Jia yang berdiri di dekat bak mandi agak bingung tetapi mematuhi perintah Lili.
"Jia bila aku memanggil kamu sambil berteriak tolong jangan mendekat dan menjauh lah sedikit" ucap Lili yang memohon sangat dan Jia mematuhi"ada apa dengan putri"batin Jia heran.
Sebelum masuk ke bak mandi Lili membuat kedap suara di area sekitar kamar mandi,saat masuk Lili tiba-tiba teriak" AAAAAA sakit sekali"Teriak Lili membuat Jia ingin menolong tetapi saat melangkah" JIA jangan mendekat ku mohon aku tak ingin menyakiti mu"ucap Lili kemudian Lili mengambil pisau kecil di dekat nya dan menusuk lengannya hingga darah mengalir deras.
"PUTRI APA YANG KAU LAKUKAN" teriak histeris Jia sedangkan Lili bernafas lega"syukurlah tidak muncul sekarang"batin Lili dengan lega.
Tetap saja darah mengalir deras kemudian Jia yang tidak mematuhi perintah Lili membalut lengan Lili dengan kain yang ia sobek.Lili sontak terkejut"Jia mengapa kau tidak patuh untuk saja kau tidak aku lukai"bentak Lili."Aku yakin putri tidak akan melukai ku"ucap Jia dengan tersenyum.
Sebenernya Lili sakit apa ya mengapa dia seperti itu?
__ADS_1
Pada kepo kan jadi ikuti terus ya!!!
SALAM DARI AUTHOR ❤❤❤