
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya.....
"Re kita harus memperketat keamanan istana terutama di dekat kamar Lili" ucap Alex, "benar kita harus mengumpulkan para hewan di hutan untuk menjaga di luar istana karena Lili selama kambuh dia akan menjadi anak-anak maka dari itu harus di perketat" ucap Rey tak lama mereka memerintahkan Pengawal Bayangan Gu untuk mengumpulkan semua pasukan bayangan.
______________
Saat semua pasukan bayangan sudah berkumpul di tengah lapangan,Rey dan Alex menyusul memberi perintah.
"Maaf sebelumnya karena mengumpulkan kalian malam-malam seperti ini" Ucap Rey, "Kami di sini mengumpulkan kalian untuk memperketat keamanan sang putri" to the points Alex.
"Untuk apa memperketat keamanan sang putri bukankah putri sudah sembuh" ucap prajurit A.
"Benar tetapi Putri keadaan putri sekarang agak dalam bahaya oleh karena itu kita harus memperketat keamanan dan juga akan ada anak kecil nantinya" ucap Rey sedangkan Alex menahan ketawa(Karena anak kecilnya nanti Lili).
Dan para PB(Pengawal Bayangan) kebingungan namun mereka tidak bertanya."Kalian akan di bagi menjadi 2 kelompok,kelompok 1 dari 1 sampai 16 dan kelompok 2 dari 17 sampai 30, Mengerti !"ucap Alex dengan lantang.
__ADS_1
"MENGERTI" serempak para PB.
"Dan satu hal kalian tidak perlu bersembunyi di balik bayangan dan Gu tolong kamu ikut saya" ucap Rey di angguki oleh para PB dan Gu.
Saat di ruangan kerja
"Saya langsung saja,kamu bertugas menjaga putri selama dia sakit" ucap Rey dengan dingin,"Baik saya akan melakukannya"ucap Gu dengan menundukkan kepalanya dengan cepat."Dan Gu penyakit sang Putri ini bukanlah penyakit yang biasanya di derita oleh orang lain"ucap Rey kembali.
"Kalau di perbolehkan bisa kah saya sedikit tau tentang penyakit putri?" tanya Gu sedikit ragu.
"Saya tidak akan menutupinya dari mu intinya putri akan sangat menderita selama penyakit ini kambuh dan persiapkan telinga dan mata mu karena kau akan mendengar teriakkan pilu dari Putri dan bila putri keluar dari kamar dengan tatapan kosong jangan kamu halang cukup kau temani putri sampai dia kembali ke kamarnya" panjang lebar Alex.
"Apakah separah itu penyakit putri" batin Gu membayangkan hari-harinya ke depan "Dan kalo boleh lagi siapa yang dimaksud anak kecil itu tuan?" ucap Gu karena terlalu ingin tau.
Alex dan Rey terkekeh dan memandang satu sama lain dan menatap Gu,dan Gu agak ngeri melihat tatapan mereka"Kau akan tau besok pagi"ucap Rey, kemudian Gu kembali.Setelah Gu meninggalkan ruangan, tinggal Alex dan Rey dan posisinya mereka lagi duduk.
"Re apa kau ingin meminta bantuan kepada hewan di hutan?" tanya Alex karena dia tau Rey bisa melakukan apapun untuk tuannya, Rey hanya menghembuskan nafas panjang "Iya aku tidak ingin ambil resiko kau tau sendiri Bagaimana wajah Lili saat menjelaskan tentang penyakitnya itu sangatlah pilu " ucap Rey di benarkan oleh Alex.
"Terserah kau saja jika kau ingin melakukan itu silahkan karena tidak ada yang bisa melarang mu melakukan apapun" ucap Alex.
"Tetapi aku bukan khawatir tentang Lili?" ucap Rey agak gak yakin "Lantas kau khawatir untuk apa?" tanya Alex keheranan."Aku khawatir kepada diri kita sendiri"ucap Rey menatap kuas yang ia pegang, "HAH!? KITA !" sontak Alex langsung berdiri menatap rivalnya itu.
"Iya apakah kita kuat melihat penderitaan yang sudah di angkat Lili selama ini?Apa kita kuat melihat Lili buta walaupun sementara? Apakah kita kuat mendengar teriakan pilu Lili setiap malam? Dan semakin aku memikirkannya semakin aku tidak berdaya juga saat Lili mengalami rasa sakit itu dia seperti vas yang rapuh dan mudah pecah bila kita tidak menjaganya, dan rasanya aku ingin sebagian rasa sakit itu di tubuhku, aku ingin ikut menderita bersama Lili bukan hanya melihatnya menderita" curah Rey memikirkan apa yang di pikirkan.
__ADS_1
Alex yang tau akan perasaan rivalnya itu menepuk bahu dan berkata "Lili kita tak serapuh itu, dia memang membawa bebannya yang begitu berat tetapi dia tetap ceria dan tersenyum itu membuktikan bahwa Lili sangat kuat, dan ingat Re sesakit-sakitnya penderitaan Lili dia akan mampu menjalaninya dan peran kita menjaganya saat dia merasa rapuh" ucap Alex menenangkan membuat Rey sedikit tenang.
Rey langsung pergi ke hutan untuk mengumpulkan para binatang kuat untuk melindungi istana dari musuh yang tidak di inginkan,Sedangkan Alex menemani Lili.
"Lex aku takut" ucap Lili sambil menutup matanya dan menyandarkan kepalanya di dada Alex(biasa mode manja On) "Kenapa takut Lili bukankah kau kuat" bingung Alex, Lili membuka matanya "Bagaimana jika aku kehilangan kendali dan melukai kalian bahkan orang lain?" tanya Lili.
Alex membelai rambut Lili dan memainkannya "Kenapa kau tidak percaya akan kekuatan mu bukan kah kau sangat kuat dan tangguh" ucap Alex,"Aku hanya lelah Lex dan aku memang bisa menekan kekuatanku saat gejala itu muncul namun juga saat puncak itu muncul apakah aku sanggup"ucap Lili memegang tangan Alex dengan erat.
Alex yang tau kalau Lili sangat ketakutan, dia memegang tangan Lili dan menatap mata Lili dengan lekat."Kau bisa Lili, Kau wanita yang sangat kuat, buang semua pikiran negatif mu dan lawan rasa sakit itu dengan sekuat tenaga, bisa"Ucap lembut Alex dan Lili mengangguk, "Kau tidurlah sekarang karena hari kedepannya akan sangat berat "ucap Alex mengelus rambut Lili.
Lili pergi ke arah tempat tidurnya dan menatap Alex yang duduk di dekatnya menunggu dia tidur " Jangan tinggalkan aku sampai aku tidur Lex"ucap Lili sambil memegang tangan Alex "Iya aku tidak akan pergi jadi tidurlah" hibur Alex.
"Sampai jumpa Alex, karena kita tidak akan bertemu beberapa hari" ucap Lili tersenyum dan memejamkan mata, "Selamat tidur Lili kami sayang kamu" ucap Alex kemudian mencium kening Lili dan pergi dari kamar Lili.
"Sampai jumpa kembali Lili, aku dan Rey akan menunggumu di sini" ucap Alex meneteskan air mata kemudian kembali ke kamarnya dan menunggu Rey datang dari hutan.
Bagaimana hari -hari Lili dan kawan-kawan ke depannya?
Kepo kan jadi ayo ikuti terus ceritanya !
Jangan lupa vote dan like ya😁
Salam dari Author ❤❤❤
__ADS_1