Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.70 Esok Hari


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Semua orang juga Hui telah bersiap tetapi sebelum itu, Kaisar kembali mengadakan rapat sebentar untuk membahas sesuatu, Semua orang di Istana tengah sibuk menyiapkan keperluan untuk perang.


"Ayah ada apa?" tanya Jun.


"Pasukan yang menyerang desa-desa Di perbatasan Utara telah hampir sampai di Gerbang perbatasan!" Jawab Shi, "Kita harus melakukan apa baginda, pasukan itu sepertinya sangat kuat!" ucap Mentri Keuangan.


"Tenang saja, pasti kita akan menang, dan zhen harap Pangeran dapat mempertahankan gerbang Utara" ucap Kaisar.


Keadaan Lili telah bersiap-siap untuk mencegah kepergian gege nya, dengan menggunakan baju yang berbeda.



"Berhenti Putri, Aku perintahkan Kau hentikan langkahmu!" perintah Permaisuri.


Lili menoleh"Bunda ingin menghalangiku untuk mencegah gege pergi!"tak Percaya Lili,"Benar bunda tidak akan membiarkanmu pergi, jika kau ingin pergi lawanlah bunda mu ini terlebih dahulu!"tegas Permaisuri, Lili terkejut "Aku tak bisa melawan bunda tetapi aku juga tak bisa membiarkan gege pergi, jangan membuatku dilema bun" mohon Lili.


"Jika kau seperti itu turuti Bunda mu dan masuk sekarang jika tidak!" ucap Permaisuri Ji.


Lili mengepalkan tangan nya,"Maaf bunda tetapi aku tidak akan membiarkan keluargaku mati!"ucap Lili menegaskan perkataannya.


"LILI jika kau tetap bersikeras maka disini akan terjadi pertumpahan darah antara anak dan ibu!" ucap Permaisuri.


Lili tersenyum kecut"Aku memang tak akan melawan bunda tetapi maaf aku terpaksa melakukannya!"ucap Lili dengan tatapan kosong, mengikat Permaisuri dan seluruh PB yang mencegah Lili dengan kekuatan Lili.


"Lili apa yang kau lakukan!" ucap Permaisuri.


"Aku tak akan membiarkan kalian mati karena masalahku, dan Bunda akan terlepas dari ikatan itu jika aku sendiri yang melepaskannya atau aku telah mati/sekarat" jelas Lili kemudian pergi.

__ADS_1


"Nak hiks hiks apakah salah jika bunda mencegah mu, apa yang membuatmu nekat mengikat bunda mu sendiri nak?" tangis Permaisuri.


"Bunda tidak salah, tetapi ini takdir ku untuk terpisah dengan kalian semua"" Ucap dingin Lili menoleh ke samping, kemudian berjalan ke arah permaisuri dan mencium Kening permaisuri Ji "Selamat tinggal Bunda!" ucap dingin Lili.


"Lili jangan tinggalkan bunda nak, hiks hiks!" tangis Permaisuri pecah di kediaman Lili.


Lili bergegas ke Aula pertemuan untuk mencegah Hui pergi ke Perbatasan Utara.


"Baiklah Yang Mulia sekarang hamba akan berangkat" hormat Hui.Sampai suara orang menarik perhatian semua orang"Tunggu gege, aku tidak ingin kau pergi ke sana"ucap Lili membuka pintu Aula.


Kaisar Li terkejut dengan kelancangan putrinya itu"PUTRI APA-APAAN SIKAPMU INI!"marah Kaisar Li.


"Maaf ayah tetapi aku tidak bisa membiarkan gege ku pergi ke sana!" ucap Lili."Mengapa Lili? Apa alasanmu untuk mencegah Hui gege pergi?"tanya Xiu mencoba membujuk Lili.


"Aku tidak akan memberi tau alasannya, tetapi aku di sini ingin meminta janji yang di berikan Yang Mulia Kepadaku!" ucap Lili"Aku meminta Yang Mulia untuk memberi perintah agar Putri ini menggantikan Hui gege!"pinta Lili.


"Putri apa-apaan permintaan mu ini!" bentak Jun.


"Aku berharap jika Yang Mulia akan menepati janji yang di berikan kepadaku!" ucap Lili tak menghiraukan Jun.


"Aku selama ini tidak pernah melakukan hal seperti ini tetapi ada apa dengan sikap mu ini Hah!" bentak Hui.


Lili memegang pipi yang masih panas karena tamparan itu.


"Gege bisa saja menampar ku sepuasnya tetapi aku tetap tidak akan membiarkanmu untuk pergi ke daerah mematikan itu" ucap Serius Lili.Kaisar tak tahan dengan kelacangan Lili"Prajurit bawa pergi Putri dan kurung di kediamannya"Perintah Kaisar.


Prajurit yang ingin membawa Lili, ketakutan"Jika Kaisar tidak membiarkan hamba pergi maka tepaksa putri akan memakai cara yang lain!"ucap Lili.


Kemudian, semua orang yang ada di ruangan itu, terikat dengan kekuatan Lili seperti yang Ia lakukan kepada Permaisuri.


"Putri kelakuanmu sudah di luar batasan lepaskan kami sekarang!" bentak Jun, Lili tersenyum kecut pandangan itu sama seperti yang di berikan Bundanya kepadanya tadi"Aku tidak akan melakukan ini jika Ayah sudah mengizinkan aku untuk pergi menggantikan Hui"jawab Lili.


"Kau akan mendapatkan hukuman jika Zhen telah terbebas!" amarah Kaisar Li yang sudah memuncak.


Lili merasa sakit teramat dalam tetapi apa boleh buat"Aku pasti akan mendapatkan hukumannya tetapi bukan ayah yang akan memberikannya melainkan aku sendiri"tegas Lili.

__ADS_1


Kemudian Ia berbalik dan berjalan, saat di depan Pintu aula Lili berhenti, melirik ke belakang"Kalian semua tidak akan bisa lepas dari ikatan itu, jika aku sendiri atau ikatan itu sendiri akan terlepas jika aku sekarat/mati"ucap dingin Lili kemudian pergi terus berjalan tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.


Kaisar dan Para pangeran merasa kecewa dengan perbuatan Lili hanya pasrah sampai mereka terbebas dari ikatan itu.


Lili pergi sendiri tanpa membawa pasukan, tanpa baju zirah dan perlengkapan perang lainnya.


Lili bergegas pergi Ke Perbatasan Utara dengan teleportasi.


Perbatasan Utara...


Jendral Ying melihat sosok Lili dari kejauhan, "Siapa kah orang itu?" guman nya.


Lili berjalan dan sampai di depan Jendral Ying, "Salam Hormat Jendral, Hamba utusan dari Kerajaan Qin!" ucap Lili.Jendral Ying terkejut dan berlutut"Salam putri mengapa putri ada di tempat seperti ini?"tanya Jendral Ying.


"Aku akan berperang bersama kalian di sini!" tanpa basa-basi ucap Lili.


Jendral Ying terkejut"Apakah Putri tidak bercanda!"ucap ragu Jendral Ying, Lili menggeleng dan Jendral memilih percaya dengan Lili."Jendral bagaimana keadaan sekarang, musuh sudah sampai di mana?"tanya serius Lili.


(Btw itu masih pagi ya guysss)


"Musuh akan sampai di sini sekitar 8 jam lagi putri!" jawab Jendral, Lili mengerti"Baiklah!Jendral bisakah kau bersalaman dengan ku"ucap Lili kemudian Jendral mengikuti perintah Lili.


"Jendral selamat kita akan menjadi rekan di pertempuran kali ini" ucap Lili tersenyum.


Jendral Ying terkejut dengan perkataan Lili, belum pernah ada orang yang berkata seperti ini"Tentu Putri, saya merasa beruntung!"ucap Jendral Ying membalas senyum Lili.


"Tenang saja aku tidak akan membiarkan kau mati Jendral!" janji Lili.


"Hamba juga putri!" ucap Jendral Ying.


Kemudian Lili meminta Jendral membawakan perlengkapan perang kecuali senjata, dan Lili memakai perlengkapan itu di bantu oleh pelayan yang ada di sana, sudah 3 jam berlalu dan kurang 4 jam lagi, Lili akan bertemu dengan anak dari musuhnya itu.


Jangan Lupa vote, Like and Komen Guyssss!!


Salam Dari Author❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2