
..
..
..
🧩🧩🧩🧩
Lili yang sudah memakai baju perangnya kembali ke atas benteng untuk memantau tanda-tanda musuh.Jendral Ying memberi hormat"Musuh akan datang Putri!"ucap Jendral.
Lili tersenyum dan melihat ke luar benteng"Jendral saya ingin bertanya apa kau takut mati?"tanya Lili, Jendral Ying sedikit tersinggung"Maksud putri?"tanya Jendral Ying, Lili terkekeh"Jangan lah kau marah Jendral sebab lawan yang kita lawan ini bukanlah lawan biasa!"ucap Lili sambil membalikkan badan ke hadapan Jendral Ying.
"Mengapa putri berkata seperti itu, dan jika boleh hamba bertanya bukan kah ini pertama kalinya putri turun ke medan perang?" tanya kembali Jendral Ying.
"Bagaimana jika aku berkata bukan, apakah kau percaya?" tanya Lili, Jendral menggeleng dan Lili tersenyum.
"JENDRAL-JENDRAL MUSUH TELAH SAMPAI!" seru Prajurit.
Lili tenang"Lindungi gerbang jangan sampai musuh berhasil masuk"perintah Lili semua prajurit melaksanakan perintah Lili, "Putri apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Jendral.
"Tunggu saja!" singkat Lili.
Jendral terheran-heran, benar dugaan Raka dan pasukannya sampai di depan gerbang Perbatasan"Kali buka atau kami menerobos masuk!"ujar Raka.Lili tersenyum dan menaruh tangannya ke atas tembok benteng"Bagaimana jika aku tidak mengizinkan mu sayang?"goda Lili.Jendral terbelalak dengan sikap Putri kerajaannya.
Raka yang familiar oleh suara itu mencari sumber suara, dan terlihat Lili yang cantik menggunakan baju perang"KAU!"teriak Raka.
Lili terkekeh"Kenapa terkejut karena aku disini yah!"ujar Lili.
"Siapa kau sebenarnya hah?" marah Raka.
__ADS_1
Lili membuat ekspresi seperti orang berfikir"Aku wanita, Komandan Pasukan Ini sekaligus Putri Kerajaan ini kenapa?"ucap Lili polos.Raka yang tadinya marah menjadi tertawa seram"Oh! ternyata musuhku langsung turun tangan ya"ucap Raka.
"Hemm! sebenarnya aku malas tapi apa boleh buat kau sangat mengganggu hama!" hina Lili, Raka kesal"Serang!"perintahkan.
Lili juga tak mau kalah"Regu pemarah tembak!"perintah Lili, Regu pemanah segera menyerang dan prajurit Raka lumayan banyak terbunuh karena serangan itu karena panah itu ada yang di lumuri racun dan api.
"Hahaha lihatlah, apakah kau ingin menyerah sekarang Raka?" ejek Lili.
Raka terkekeh dan menatap sadis Lili"Menurut mu, SEMUANYA SERANG DAN HANCURKAN BENTENG"perintah Raka.
Prajurit Raka semua mulai menyerang benteng"SERANGGGGG!"lantang Lili, dan tak kalah prajurit Lili saling menyerang pasukan Raka dan lumayan korban Jiwa.
"Putri apa yang akan kita lakukan sekarang, pasukan kita tidak akan bertahan, mereka sangat kuat!" ucap Jendral Ying, Lili tersenyum"Jendral bukan kah kau tidak takut mati maka percayalah bahwa aku tidak akan membiarkan mu mati"ucap Lili menepuk bahu Jendral Ying.
"Sudah saatnya kita turun tangan Jendral!" perintah Lili.
Dan Lili mengambil Pedang Kegelapan dan Kapak Harimau Suci "Apakah kalian sudah siap?" tanya Lili.
"Sudah waktunya aku menghapus masalah yang aku sebabkan dan sekarang aku akan langsung mencabutnya dari akarnya agar pohon itu mati!" batin Lili, berjalan menuju kudanya bersama pasukan juga Jendral Ying.
"Serang!" perintah Jendral Ying.
"Serang!" Seru semua prajurit, dan pertarungan sengit terjadi banyak korban dari pasukan Raka karena serangan Lili, di sini Lili berhadapan dengan Raka dan bersiap-siap untuk menyerang satu sama Lain.
"Tak ku percaya aku secara langsung akan melihat Dewi Kehidupan" takjub Raka, Lili terkekeh"Hahaha tentu saja ini sudah takdirmu untuk bertemu ku karena aku adalah malaikat Maut mu Raka"ucap Dewi Kegelapan.
"Hohoho benarkah maka kita Lihat siapa yang akan menjadi Malaikat Maut!" ucap Raka kemudian"YAKKKKK"ucap mereka turun dan menyerang satu sama lain dengan sangat membabi buta, juga sangat cepat.
Jendral Ying melihat Lili takjub karena tentu saja kemampuannya tidak ada seberapa nya dengan Lili"Sungguh hebat! Hamba juga tidak akan kalah putri!"ucap Jendral Ying dan menyerang pasukan Raka dengan Semangat yang membara.
Sedangkan ke dua orang yang sedang serius bertarung itu mulai terlihat lelah karena mereka berdua seimbang"Sudah lelah, menyerah lah!"Sombong Raka.
__ADS_1
"Hahaha tidak ada kata menyerah di kamus ku apalagi menyerah kepada orang yang biadab seperti mu itu!" ucap Dewi Kegelapan, "Baiklah!" ucap Raka dan mereka kembali menyerang satu sama Lain, lili berhasil membuat beberapa luka di tubuh Raka sedangkan Raka sendiri berhasil menyerang Lili tetapi luka yang Lili terima akan kembali sembuh.
"Sudahlah menyerah saja, kau tidak akan menang!" Ucap Dewi Kegelapan.
Sambil mengarahkan Kapak Harimau Suci yang siap menebas leher Raka kapan pun."Hah! menyerah tidak akan sebelum kau mati terlebih dahulu setelah itu akan ku bunuh keluarga mu itu"ucap lantang Raka.
Dewi Kegelapan geram dan akan menebas leher Raka, tiba-tiba serangan Kapak Harimau Suci berhasil di tahan oleh Raka dengan tangan kosong dan Lili terbelalak dan juga Kapak Harimau Suci"Kenapa terkejut!"ucap Seringai Raka dan membuat Kapak itu terhempas jauh dan mengakibatkan retak.
Lili terkejut"Berani sekali kau menyerang keluarga ku!"Ucap Dewi Kegelapan melepaskan semua aura kegelapan nya dan menyerang Raka tanpa ampun"Kau berani melakukan itu maka tanggung akibatnya Yaaaa!"ucap Dewi Kegelapan.
Semua orang terkejut karena suasana menjadi hitam pekat dan terlihat Aura kegelapan yang sangat pekat"Apa yang terjadi?"tanya Jendral Ying dan kembali terkejut karena Lili menyerang Rak dengan aura sangat kuat bahkan 5 kali lipat dari tadi.
Dengan satu hentakan tangan yang tertutupi aura Dewi Kegelapan menyerang Raka tepat di dadanya dan alhasil Raka terjatuh, Lili berjalan ke arah Raka "Bagaimana apakah sekarang kau takut?" ucap seram Dewi Kegelapan.
Raka melihat tombaknya yang sebelumnya terlumur racun yang sama seperti apa yang ayahnya lakukan, Raka tersenyum"Tidak akan karena kau dan orang-orang mu akan mati, juga saat aku mati semua pasukan ku akan meledak dan dapat meledakkan tempat ini dan ledakannya itu sampai di Kerajaan Qin Hahaha!"Ucap Raka tertawa Puas, Lili kesal dan mengambil pedang Kegelapan dan menusuk tembus dada Kiri Raka dan hebatnya Raka masih bisa bertahan walau tak lama.
"Kau tidak lama lagi akan mati!" ucap dingin Dewi Kegelapan kembali menarik pedang Kegelapan dan kembali juga menusuk dada Kanan Raka.
"Bagaimana apakah kurang?" ucap Dewi Kegelapan tersenyum psikopat.
Lili berbalik dan ingin mengambil Kapak Harimau Suci "Apakah kau tidak apa apa?" tanya Dewi Kegelapan"Aku tidak apa-apa tetapi sepertinya tanganku ada yang patah"ucap Putih.
Sayangnya Raka berhasil mengambil tombak racunnya dan dengan tenaga yang tersisa Ia melempar ke arah Lili"LILI AWAS!"seru Putih.
Lili yang tak sempat berbalik karena tombak itu menusuk punggung Lili dan membuat Lili mengeluarkan darah"Sial!"ucap Dewi Kegelapan menarik tombak racun itu dan mencium bau yang familiar"Bangs*at kau, pengecut seperti ayah mu karena tak ingin kalah kau melakukan trik hina seperti ayahmu!Matilah Kau!"marah Dewi Kegelapan dan berjalan ke arah Raka dengan Kapak Harimau Suci.
"Hahaha aku puas karena kau akan mati juga!" tawa Raka, dan tak banyak pikir Dewi Kegelapan memotong kepala Raka dan menghancurkan tubuh Raka itu dengan Aura Kegelapan, tubuh Raka terbakar dan abunya langsung pergi ke penjara alam Kematian.
Jangan lupa vote, Like and Komen yang teman-teman!!
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤