
Cie yang masih setia
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya______
"Putri apa ini tidak apa apa?" tanya khawatir tabib Wei, Lili yang paham apa maksud dari perkataan sang Tabib dia berkata, "Tenang tabib, kau tak perlu khawatir karena aku yang akan menanggung semuanya" ucap Lili.
____________
Terlihat bahwa semua pria tampan khawatir, dan takut terjadi sesuatu kepada wanita cantik yang terbaring di atas kasur (Lebih tepatnya yang sedang berpura-pura).
"Bagaimana ini gege, Li mei sudah sekitar 1 bulan semenjak dirawat di Hutan Mata Air Pelangi ini, tetapi tidak ada perubahan!!" ucap Xiu kepada Jun, "Benar, apa sebaiknya kita beri tahu bunda dan ayah, ya?" ucap Jun memberi saran.
Sedangkan Shi terkejut, tapi tidak di tunjukkan "*M*atilah aku, jika gege memberi tahu ayah dan bunda, bisa gawat ini!! gak boleh aku harus mencegah mereka!!" batin Shi yang ketakutan.
"Jun gege, sebaiknya kita tidak usah memberi tahu ayahanda dulu, tunggu sampai tabib Wei keluar dan baru kita putuskan kembali!!" ucap Shi mencoba membujuk, dan Jun menganggukkan kepalanya, sambil menunggu tabib. Para pria tampan itu kembali sebentar ke kamar masing-masing, untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka, kecuali Shi karena udah.
Sedangkan di kamar Lili_______
"Tabib nanti kau bilang, bahwa aku tidak bisa di selamatkan, ya!!" ucap antusias Lili kepada tabib Wei.
(Aduh Lili, bisa-bisa tabib Wei bisa tinggal kepala aje tuh)
"Tapi putri, hamba takut karena bisa-bisa saya di hukum mati" ucap tabib Wei yang cemas akan masa depannya, "Tenanglah tabib, semuanya aku yang tanggung dan kamu!!" ucap Lili sambil menunjuk Jia(Pelayan setianya), "Iya ada apa putri?" tanya Jia dengan raut wajah bingung.
__ADS_1
Lili tersenyum Licik, "Kamu nanti menangis sekencang-kencangnya, agar terdengar sampai luar, mengerti!! lagian bukankah kamu yang paling jago nangis" ucap Lili sambil meledek Jia.
"Tapi putri...." ucap Jia di potong Lili, "Udah gak ada tapi, kalo kamu langgar perintahku kamu, aku hukum!!" ancam Lili yang membuat Jia hanya mengangguk pasrah.
Sedangkan para pangeran dan sahabatnya setia menunggu, setelah berganti baju.
"Tenanglah gege" ucap Xiu menghibur Jun, "Iya be-" ucap Alex terhenti saat terdengar suara tangisan pilu Jia sang pelayan setia Putri.
(Drama dimulai)
"Ada apa Jia menangis seperti itu, jangan- jangan terjadi sesuatu sama Lili?!" tanya khawatir Jun, karena di dalam pikirannya sudah berfikir yang aneh.
"Tenanglah gege tunggu, sampai Tabib Wei keluar" ucap Shi berpura-pura khawatir.
Suara pintu terbuka, dan keluarlah tabib Wei dengan wajah susah diartikan. "Tabib apa yang terjadi dengan Lili? bagaimana keadaannya?apa dia sudah membaik?" tanya Jun yang begitu banyak pertanyaan, sehingga semua orang menggelengkan kepalanya.
Tabib Wei menghembuskan nafas pelan, "Maafkan saya pangeran,Putri sudah....." gantung Tabib Wei, membuat Xiu frustasi, "Lili sudah apa, Tabib?" tanya Xiu dengan cemas, karena takut apa yang dipikirkan itu, benar.
Tabib menundukkan kepalanya, lalu memandang ke lima pria tampan itu, "Beribu maaf pangeran, putri sudah tidak bersama kita" ucap Tabib yang gugup.
Seketika itu bagaikan sambaran petir yang menyerang hati mereka, dan menjadi hancur berkeping-keping mendengar perkataan yang selama ini ada di benak mereka.
"Tidak mungkin kau bercanda kan tabib!!" Ucap Xiu yang tidak terima, "Tidak mungkin.... tidak mungkin, Lili masih hidupkan tabib, JAWAB!" ucap Rey sambil mencengkeram baju tabib tua itu dengan emosi, tabib itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tidak a...aku harus pastikan sendiri, tidak mungkin, Lili-ku pergi meninggalkan ku!!" ucap Jun kemudian pergi masuk ke kamar Lili.
Di dalam kamar Lili______
Terlihat Jia yang menangis sambil berlutut," Putri bangun Jia mohon putri hiks hiks hiks" suara isak tangis Jia.
JUN POV_________
__ADS_1
Aku yang mendengar bahwa malaikat kecilku pergi, bahkan untuk selamanya membuatku tak percaya. Dan aku kemudian masuk di ikuti yang lain, di sana aku melihat Jia pelayan setia adikku berlutut memohon putri-nya yang ada di depannya untuk bangun.
"Aku yakin dia masih ada!!" batinku untuk menguatkan hati, dan terus berjalan ke arah tempat tidur Lili, di sana ku melihat selembar kain putih menutupi wajah cantik adikku.
Aku dengan tangan yang bergetar hebat, dan air mata yang mengalir entah dari mana membuka kain putih itu dari wajah cantik adikku. "Mei mei apa kamu mau tidur selamanya, ayo bangun gege tidak suka melihatmu tidur!!" ucap ku sambil tak kuasa melihat wajah cantik adikku.
.
.
.
AUTHOR POV_______
Sedangkan Lili yang mendengar perkataan Jun menjadi sedikit bersalah, "Kok jadi merasa bersalah ya!!" batin Lili yang masih setia mendengar apa yang terjadi, "Lili sayang kamu kenapa tidur terus, bangun ayo bangun jangan bikin gege mu ini takut!!" bukan suara Jun tetapi Xiu yang mendekat memegang tangan Lili, yang hangat dan tentunya menangis karena tak percaya bahwa sang adik telah pergi.
"Aduh kok jadi kasihan aku, aduh gimana ini? apa akhiri saja ya, Ah!! bentar lagi saja, masih seru!!" batin Lili.
Berbeda dengan Shi, yang terus mencoba agar tak tertawa dengan tetap bersikap sedih melihat jie jie nya yang pintar bersandiwara, giliran Rey dan Alex mendekati Lili dengan wajah yang sulit diartikan.
"Lili kenapa kamu pergi, kenapa kamu meninggalkan kami, Lili?" ucap Rey dengan sedih, "Iya betul kau sudah berjanji, tidak akan meninggalkan kami jadi kami mohon bangunlah!!" ucap Alex yang duduk di dekat ranjang Lili.
"*E*nggak aku gak pergi, cuma berpura-pura pergi!! jadi tenang saja" jawab Lili di dalam hati.
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
...----------------...
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤