
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Setelah kejadian yang menegangkan dan kejadian yang hampir membuat 2 kekaisaran berperang berakhir, tiba hari dimana Festival telah selesai dan semua Kerajaan yang di undang harus pergi meninggalkan Kekaisaran Hao.
Kamar Lili.
"Jia apakah kau sudah mengecek semua barang bawaan kita?" ucap Lili memastikan sekali lagi."Sudah Putri, semuanya telah di angkut dan kita tinggal pergi!"jawab Jia.
Kemudian Lili mengibaskan tangannya untuk Jia pergi"Huff! Akhirnya aku akan pergi dari Kekaisaran ini!"Ucap lega Lili.
Saat Lili menutup mata sebentar, Putra Mahkota Hao muncul dan berdiri tepat di belakang Lili"Hei! aku akan ikut rombongan mu hari ini!"ucap Putra Mahkota,"Kenapa kau harus ikut rombonganku!"Tanya Lili"Karena aku gak mau pisah dari kamu!"ucap santai Putra Mahkota Hao.
Lili berdiri dan menyentil dahi Putra Mahkota Hao dan alhasil, Putra Mahkota Hao meringis kesakitan"Apa yang kau lakukan, sakit tahu!"ucapnya.
"Itu untuk menyadarkan mu, karena kau sebentar lagi akan di hukum mengerti!" tegur Lili, Putra Mahkota memanyunkan bibirnya."Haisss! Kau ini!"keluh Lili.Kemudian beberapa menit kemudian Jia masuk"Putri kereta sudah siap!"ucap Jia.
Lili mengangguk, dan Lili pergi bersama Putra Mahkota Hao.
Gerbang Istana, tinggal Rombongan Kaisar Li yang belum berangkat"Lili mengapa dia datang bersama mu?"ucap sinis Xiu."Hah!Sudah gege jangan bertengkar lagi!"kewalahan Lili, "Baiklah Kaisar karena Lili sudah datang Zhen pamit!" ucap Kaisar Li.
"Baiklah Kaisar, selama perjalanan Zhen menitip anak nakal zhen itu" pinta Kaisar Hao.Dan Kedua Kaisar itu tertawa, tak lama semua Rombongan Kerajaan Qin mulai keluar dari Istana dan sudah melewati wilayah ibu kota, perjalanan memakan waktu satu hari dan selama perjalanan Putra Mahkota Hao selalu mengajak Lili berbicara membuat saudara Lili cemburu melihat itu.
"Lili apakah aku boleh melihat wajah mu saat Di Desa Sungai nanti?" mohon Putra Mahkota Hao.
"Tidak!" tegas Lili, Semua pangeran tertawa kecil tetapi Putra Mahkota tidak pantang menyerah"Ayolah Lili! Anggap saja permohonan ku kerena pertemuan terakhir kita ini!"ucap Putra Mahkota Hao.
"Hem! Baiklah aku akan menunjukkan kepadamu nanti!" ucap Lili, semua pangeran melotot kan matanya, Kaisar dan Permaisuri hanya menggeleng-geleng karena percakapan para anak muda itu.
Mereka akhirnya sampai di perbatasan Sungai, yang di sana sudah tersedia Perahu besar untuk memuat mereka, Perjalanan dilanjutkan dengan 2 jam perjalanan tetapi karena cuaca tidak mendukung membutuhkan 4 jam perjalanan.
Di ruangan peristirahatan, para pangeran, Kaisar dan Putra Mahkota Hao duduk berbincang-bincang.
__ADS_1
Sedangkan Lili tertidur di pelukan bundanya karena kelelahan menjawab ocehan Putra Mahkota Hao."Sepertinya Lili sangat kelelahan!"ucap Hui, Shi memutar bola mata ke samping sambil mengendus kesal"Memang gege, dan siapa yang membuatnya kelelahan!"ucap sinis Shi melihat tajam ke Putra Mahkota Hao, sedangkan Putra Mahkota menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Bunda! biar Jun saja yang memapah Lili!" ucap Jun.
"Baiklah!" ucap Permaisuri Ji.
Lili akhirnya pindah tidur di pelukan Jun, dan Jun selalu menjahili Lili dengan memainkan rambut Lili"Jun jangan mengganggu mei mei mu! "tegur Kaisar Li, Jun kemudian berhenti dan mengelus rambut adiknya.
" Maafkan sikap putra saya pangeran, memang mereka tidak bisa pisah dari Lili!"ucap canggung Permaisuri Ji.
"Hahaha tidak apa Permaisuri, sungguh jarang melihat ikatan saudara seperti ini!" ucap Putra Mahkota Hao, "Kaisar bagaimana keadaan Perbatasan utara, saya dengar di sana ada pasukan asing yang sedang bersiap?" tanya Putra Mahkota Hao mengalihkan pembicaraan.
"Hahaha ternyata Pangeran sangat cepat ya mendapat informasinya, memang tetapi mereka hanya diam saja dan tidak ada pergerakan sama sekali" jawab Kaisar Li.Putra Mahkota Hao mengangguk mengerti, dan Putra Mahkota di persilahkan beristirahat sedangkan Para pangeran sibuk mengganggu Lili yang sedang asik ketiduran.
"Kalian ini, lihat Lili dia sangat terganggu hentikan!" tegur Permaisuri Ji.
"Bunda!" serempak mereka.
Kaisar menggeleng-geleng melihat kelakuan anak-anaknya itu"Bagaimana jika para rakyat tau jika pangeran yang terkenal dingin dan angkuh akan bersikap seperti ini!"ejek Kaisar.
Permaisuri tertawa kecil"Bunda tak bisa menebak reaksi para rakyat!"ucap Permaisuri.
"Sudah-sudah, tidurlah kembali! Bunda akan menjaga mu dari keusilan saudara mu ini!" ucap Permaisuri, kemudian Lili terlelap kembali."Sudah! kalian kalau mengganggu Lili kembali, Bunda hukum!"ancam Permaisuri.
Dan para pangeran memanyunkan bibir mereka.
Akhirannya 4 jam telah berlalu, perahu mereka sudah menyebrang, dan seperti hari keberangkatan mereka menginap 1 hari di Desa Sungai itu.
Lili tampak senang di tambah ia di sambut oleh gadis-gadis kecil yang meriasnya hari lalu.
"Apakah kakak mengingat kami?" tanya gadis A.
"Tentu saja, apakah kalian bisa merias ku seperti kemarin?" tanya tersenyum Lili dan diangguki semangat oleh gadis-gadis kecil itu.
Kaisar pergi menemui Tetua dan Kepala desa untuk menyiapkan satu rumah untuk tempat tinggal Putra Mahkota Hao selama hukuman berlangsung.
Tak terasa Malam telah tiba, semua orang di desa berpesta menyambut kedatangan rombongan Kaisar Li, sedangkan Lili duduk di tepi Sungai sambil memasukkan kakinya ke dalam sungai.
__ADS_1
Saat itu Lili menggunakan Hanfu berwarna merah muda.
Saat itu Putra Mahkota datang duduk di sebelah Lili, "Bagaimana dengan janjimu yang kau katakan kepada ku tadi!" ucap Putra Mahkota Hao.
Lili tersenyum dan mengangguk, dia membuka cadar yang menutupi dirinya, saat sudah membuka cadarnya Putra Mahkota terkejut dan tertegun melihat kecantikan bak Dewi tanpa hiasan sedikit pun hanya pewarna bibir saja.
"Wah! apakah kau tidak ingin menjadi Permaisuri ku?" tanya Putra Mahkota Hao spontan.
Lili tertawa dan kemudian menggeleng"Aku sudah memiliki seseorang di hatiku!"jawab Lili.
Putra Mahkota tersenyum"Sayang sekali, walupun aku ini hina tetapi aku tidak akan merebut seseorang yang sudah memiliki pasangan!"ucap Putra Mahkota Hao.
Lili tersenyum dan membelai rambut putra Mahkota Hoa"Dimata ku kau tidak hina karena kau sudah menderita!"ucap lembut Lili.
"Ah! jangan seperti itu kau membuatku semakin sulit melepaskan ku!" kesal Putra Mahkota."Dan boleh kah aku bertanya apakah kau tidak sama sekali memakai hiasan wajah?"tanya penasaran Putra Mahkota Hao.
"Tidak! aku sama sekali tidak memakai hiasan wajah hanya pewarna bibir saja dan selebihnya tidak" jawab Lili dan Putra Mahkota mengangguk mengerti.
"Emm! bolehkan aku tidur di pangkuan mu!" Pinta Putra Mahkota agak ragu.
Dan Lili mengangguk, kemudian Putra Mahkota Hao tersenyum dan tidur di pangkuan Lili juga menutup matanya, Kemudian Lili membelai rambut Putra Mahkota Hao"Apakah seperti ini kasih sayang?"tanya Putra Mahkota Hao.
Lili berdehem, "Aku harap suatu hari aku mendapatkan belaian seperti ini!" mohon Putra Mahkota"Kau pasti mendapatkannya aku yakin!"jawab Lili.
Di sisi lain.....⛰⛰⛰
Para pangeran yang lain sudah tertidur karena mabuk kecuali Hui, dan Hui tersadar bahwa Lili tidak ada di pesta ini sejak awal dan Ia berniat mencari Lili saat sedang sibuk mencari Lili, Hui akhirnya melihat Lili dengan seorang pria yang ternyata Lili sedang mengelus rambut Putra Mahkota Hao yang tidur di pangkuannya, Hui tak berpikir panjang menghampiri mereka "Lili!" ucap Pelan Hui.
Lili menoleh dan tersenyum"Ada apa gege?"tanya pelan Lili.
"Kenapa si dia tidur di sini?" tanya Hui, Lili tersenyum"Sudahlah kita kan tidak akan bertemu lagi jadi aku menuruti kemauannya!" jawab Lili."Apakah aku juga boleh tidur di pangkuan mu?"tanya Hui(Ceritanya lagi iri padahal udah dapat banyak kasih sayang dari Lili masih aja kurang).
Dan Lili mengangguk akhirnya Bayi lili bertambah 1 lagi dan mereka berdua tertidur di sana, sekitar 3 jam mereka terbangun dan kemudian kembali ke diaman mereka masing-masing karena harus melanjutkan perjalanan kecuali Putra Mahkota Hao.
Jangan lupa vote, like and komen guys!!!
__ADS_1
salam dari author ❤❤❤