
Cie yang masih setia
.
.
.
π§©π§©π§©π§©
Di dalam kediaman Teratai
Semua keluarga, pelayan, pengawal yang menyayangi Putri Lili memunculkan wajah sedih dan khawatir, terutama Permaisuri Ji yang tak berhenti menangis melihat wajah putrinya yang semakin pucat.
"Dimana Tabib Wei, mengapa sangat lama!?" tanya Kaisar yang marah, " Maaf kan hamba Kaisar, karena keterlambatan hamba!!!" ucap seorang pria tua itu adalah tabib Wei.
"Cepatlah periksa putri!" titah Kaisar Li kepada tabib Wei.
"Ba...baik yang mulia" ucap gugup tabib Wei, setelah itu tabib Wei memeriksa denyut nadi Putri Lili, dan tabib Wei memberi bubuk untuk luka tusuk Putri Lili kepada Jia yang tak henti menangis.
Dengan wajah sedih, bingung dan takut tabib Wei keluar dari kamar Lili dan menarik nafas yang panjang.
"Ba...bagaimana keadaan Putri tabib??" ucap khawatir Permaisuri melihat wajah tabib yang aneh, setelah keluar dari kamar putri tercintanya itu.
"Huff!! Sebelum itu hamba mohon maaf Yang Mulia, keadaan putri tidak dapat dipastikan!!" ucap tabib Wei dengan sedikit takut, "Apa maksudmu tabib?!!!mengapa kau berkata demikian?" tanya Hui terkejut juga mewakili semua orang yang ada.
"Menjawab pangeran, karena putri tertusuk ketika tenaga yang di miliki nya telah habis terkuras saat bertarung, membuat aliran darahnya melaju cepat sehingga saat menerima tusukan banyak darah yang keluar" ucap panjang lebar tabib Wei menjelaskan kepada semua orang yang ada di sana.
Penjelasan Tabib Wei membuat semua orang yang hadir terkejut dan semakin menghitamkan wajahnya. Juga Permaisuri semakin menangis mendengar kondisi putrinya yang belum ada kepastian, "Lalu bagaimana sekarang?? apakah sekarang putri bisa bertahan?" tanya Kaisar yang berharap sedikit harapan.
Tabib Wei kembali menarik nafas dan berkata, "Kabar baiknya putri hanyalah koma atau bisa di bilang tertidur tetapi kabar buruknya tidak tau sampai kapan Putri akan tertidur, hanya dukungan dan harapan saja!!" jawab tabib Wei kepada Kaisar Li, "Sa...sampai kapan putriku akan tertidur??" tanya permaisuri yang berharap.
"Hamba tidak tau Permaisuri, putri bisa saja tertidur bahkan sampai 10 tahun lamanya atau lebih!!!"jawab Tabib dengan berat hati, "APA" teriak semua orang yang ada.
"Bukankah itu sama saja dengan mati?!" bisik pelayan satu sama lain, tetapi di tegur oleh pelayan lain.
"Baiklah, biarkan putri tertidur kita akan menunggu dia sampai dia bangun!!" ucap Xiu mencoba menghibur orang yang di sana, agar tidak terlalu sedih kemudian Kaisar Li menyuruh semua orang memperketat keamanan Lili, dan pelayan akan merawat Lili seperti biasanya.
.
.
.
__ADS_1
Ruang kerja Kaisar Li________ πππ
Di sana ada 5 orang pria yang marah, karena ada orang yang berani ingin membunuh keluarga kaisar dan membuat Putri Kerajaan koma, dia adalah Kaisar dan ke 4 putranya.
"Ayah, aku sudah menangkap salah satu dari mereka, dan ternyata orang di balik semua ini adalah dia!!!" ucap Hui geram mengingat orang itu dengan tatapan membunuh.
"Benar ayah, sebaiknya kita hukum orang itu karena dia sudah mencelakakan Lili" ucap Jun setuju dengan Hui.
"Juga kita sudah mempersiapkan semua bukti, untuk menggulingkan orang itu sejak lama" tambah Xiu kepada keluarganya itu.
"Kita harus segera menggulingkan orang itu, karena beraninya mencelakakan bahkan membuat Li jie koma seperti ini aku tidak terima!!!" ucap Shi yang geram sambil mengepalkan kelapanya.
"Baiklah Zhen akan menggulingkan Perdana mentri Ho, karena berani mencelakai keluarga Zhen!!!" titah Kaisar Li membuat ke 4 putranya tersenyum devil, karena melihat orang yang paling mereka benci akan jatuh.
sedikit info:
Perdana mentri Ho merupakan orang yang sangat licik dia pernah menggelapkan uang kas, membuat putrinya menjadi selir kaisar tetapi gagal, mengirim mata mata ke istana dll, Dia juga orang yang sangat berambisi dengan kekuasaan membuat kaisar geram dan diam-diam mengumpulkan bukti kejahatannya.
Bahkan istri Perdana Mentri Ho sama berambisi nya dengan sang suami. Mengapa kaisar tidak langsung menggulingkannya karena perdana mentri Ho memiliki dukungan yang kuat dan pengaruh yang cukup besar.
.
.
.
Permaisuri duduk di kediamannya dengan tatap kosong mengingat semua perkataan tabib Wei tadi, bahkan saat Kaisar datang Ia tidak menyadarinya.
"Ji mei sudahlah percayalah putri kita akan bangun dengan cepat" hibur Kaisar Li kepada Permaisuri Ji.
"Yang mulia padahal Lili kemarin masih berbuat ulah, dan membuat ku emosi tetapi sekarang dia tertidur lemas dan bahkan tidak tau sampai kapan dia akan tertidur!!!" ucap permaisuri kembali menangis, Kaisar hanya bisa memeluk Permaisurinya dan menepuk punggung kekasih tercintanya itu, untuk tetap kuat karena dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tenanglah Ji mei, Zhen yakin Lili kecil kita kembali ke sisi kita, dan aku akan menghukum orang yang membuat putri kecil kita seperti ini" ucap serius Kaisar sambil menatap mata istri tercintanya membuat Permaisuri Ji tenang.
"Betul sekali, Yang mulia harus menghukum orang yang membuat Lili kecilku seperti ini!!!" ucap Permaisuri dengan tatapan benci yang tak tertahankan. Setelah itu Kaisar mengangguk dan menyuruh Permaisurinya tidur, untuk melihat orang yang mencelakakan putrinya itu mati tapi tidak dengan cara yang mudah.
Kaisar menghembuskan nafas dengan kasar melihat istri tercintanya begitu khawatir, ketika ingin beranjak pergi "Tunggu Yang Mulia, aku harap yang mulia bisa mengerti apa yang aku inginkan" ucap permaisuri menatap Kaisar Li dengan dingin.
Kaisar yang mendengar apa yang di ucapkan istrinya itu menelan ludah dengan kasar, "Sudah ku duga, dia tidak akan diam saja entah apa yang akan terjadi kepada orang itu" batin kaisar, Ia berbalik melihat wajah istrinya itu dan mengangguk.
Info lagi:
Permaisuri memang orang yang lembut dan baik kepada semua orang tetapi di balik kesempurnaannya, sebelum menjadi permaisuri, Dia adalah Panglima Jendral Utama istana yang terkenal sadis kepada orang yang berani mencelakai orang orang kesayangannya apa lagi di medan perang, Permaisuri bisa menjadi Malaikat tetapi juga bisa menjadi Iblis saat ada orang yang mencelakai orang yang paling dia sayangi.
__ADS_1
Setelah melihat anggukan dari suaminya Permaisuri tersenyum, kemudian mencoba untuk tidur. Kaisar langsung beranjak menuju kediaman Teratai.
.
.
.
Kediaman Teratai___________
"Bagaimana keadaan putri?" tanya kaisar dengan dingin kepada tabib Wei, "Salam Yang Mulia, keadaan putri sama seperti sebelumnya!!!" jawab tabib.
Kaisar hanya mengangguk kemudian menyuruh tabib Wei keluar, wajah yang tadinya dingin menjadi sendu dan sakit melihat putrinya itu, Kaisar mendekati tubuh sang anak yang terbaring.
KAISAR POV
"Kapan kamu akan bangun nak?" batin ku sambil membelai wajah anak ku, "Nak apa kamu tidak lelah tidur saja??" tanya ku tetap bicara kepada Lili yang tertidur itu.
"Ayah sangat sedih tidak melihat senyuman dan ulah jahil mu yang membuat orang heboh itu!!!" tambah ku membuat air mata ku keluar begitu saja dan mengalir di pipi ku.
"Nak apa kamu tidak sayang kepada ayah?" tanya ku kembali kepada Lili, "Kalo kamu sayang kepada ayah, tolong bangun nak!!!" ucap ku memohon, seperti orang gila karena berbicara kepada orang yang tertidur.
Di dalam kamar Lili terdengar tangisan seorang Kaisar yang sangat mencintai Putrinya. Anming, Chen, Jia, Pengawal bayangan Gu dan pengawal lainnya ikut sedih, mengingat tingkah laku Lili yang jahil tetapi seorang yang baik.
Kembali ke sisi Kaisar________
"Nak ayah akan memberi keadilan kepada mu, dengan membongkar siapa dalang semua kejadian ini jadi, kau tidak perlu khawatir ya sayang!!!" ucap ku yang tetap memegang erat tangan kecil Lili.
Tak lama aku berdiri, sebelum pergi aku mencium kening Lili agak lama kemudian pergi, mempersiapkan diri untuk besok.
Author POV
Dan para pangeran dan sahabat Lili jangan di tanya!!! mereka semua kembali ke kediaman mereka, tetapi mereka tidak bisa tidur sedangkan Kaisar tidak memperbolehkan mereka bertemu lili.
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
...----------------...
Salam dari Authorβ€β€β€
__ADS_1