
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
"Kau bisa saja!" balas Permaisuri, setelah itu Kaisar Li yang menyambut mereka bersama Permaisuri dan Kaisar Hao, sedangkan Putra Mahkota seperti bisa mengamati mangsanya
itu sejak awal.
____________
Semua kerajaan beristirahat sebentar di tenda yang sudah di siapkan, "Gege nanti akan berburu apa?" tanya Lili penasaran.
"Hemmm mungkin sesuatu yang langkah!" jawab Hui, "Memang gege bisa menemukan sesuatu yang langkah nanti?" tanya Lili agak pedas semua orang jadi tertawa, tiba-tiba.
Pelayan dari Kerajaan Hao tiba-tiba datang, "Hormat hamba Yang Mulia sekalian!" tunduk pelayan itu, Kaisar mengangguk dan bertanya."Hamba ingin memberi pita ini untuk Para putri karena ini merupakan tradisi saat ingin memulai perburuan!"jelas Pelayan itu.
"Oh baiklah kau boleh pergi sekarang!" ucap Permaisuri.
"Bunda! terus pita ini harus di berikan kepada siapa?" tanya Lili bingung karena pita yang di beri hanya satu."Benar juga kalau di berikan kepada gege mu bisa-bisa mereka bertengkar karena cemburu!"pikir keras Permaisuri.Sedangkan para pangeran mengeluarkan wajah imut berharap Lili memberikan kepada salah satu dari mereka, membuat Lili semakin tidak tega dan bingung beberapa saat kemudian.
Lili akhirnya mendapat ide, "Bun! bagaimana jika kita memotong pita ini sama panjang kemudian menghiasnya dengan cepat" bisik Lili kepada bundanya.
"Wah! benar juga baiklah bunda akan menyuruh pelayan membawa alat menyulam!" bisik kembali Permaisuri kepada Lili, sesuai yang di katakan pelayan itu membawa alat menyulam sedangkan para pria di sana kebingungan.
"Lili untuk apa kau membawa alat menyulam?" tanya Xiu.
"Kalian ingin pita ini bukan?!" tanya balik Lili, semua serempak mengangguk "Kalau begitu diam dan lihat apa yang akan bunda dan aku lakukan kepada pita polos ini!" ucap Lili, kemudian LiLi dan Permaisuri dengan cepat dan teliti memotong fan menghias pita tersebut sekitar 45 menit kemudian semua pita telah selesai di hias.
"Lihat sudah selesai!" ucap Lili senang menunjukkan hasil karyanya.
"Wah itu sangat indah! tapi bagaimana kami akan memakainya?" tanya Shi, Lili tertawa pelan "Sini serahkan semua pedang kalian!", dengan menurut semua pangeran memberi pedang mereka masing-masing." Begini caranya!"Lili kemudian mengikat Pita yang sudah di bentuk seperti gantungan kunci mungil di sarung pedang masing-masing pangeran.
"Dengan begini kalian berempat mendapatkan pita ini!" ucap Permaisuri.
Kaisar yang hanya diam"Benar-benar ibu dan anak!"batin Kaisar Li sambil tersenyum.Tak lama semua laki-laki di panggil untuk memulai perburuan, sebelum itu para putri lainnya memberikan pita yang di berikan tadi kepada pria idamannya.
Banyak putri yang memberikan kepada pangeran Qin sayang semua pangeran itu menolak karena sudah mendapatkan pita dari Lili.
__ADS_1
Kaisar dan Permaisuri Hao melihat bahwa masing-masing Pangeran mendapatkan 1 pita dari orang yang sama" Sungguh putri yang bijaksana benarkan permaisuri!"puji Kaisar Hao.Permaisuri hanya tersenyum licik dan mengangguk"Harus ku jadikan Permaisuri dari anak ku itu!"batin Permaisuri Hao, Setelah acara pemberian pita selesai perburuan dimulai.
Semua Pangeran pergi masuk ke dalam hutan, sedangkan para putri pergi untuk membahas tentang perhiasan dan tentunya para pangeran, sedangkan Lili tidak di perbolehkan untuk pergi oleh Permaisuri dan Kaisar karena keadaannya takut melemah, sedangkan Lili semakin di untungkan karena Kaisar dan Permaisuri berkumpul dengan Kaisar dan Permaisuri lainnya.
Lili di temani Jia, "Jia aku akan pergi sebentar saja yah!" bisik Lili.
"Tapi putri ingin pergi ke mana? dan bagaimana kalau Kaisar dan Permaisuri tahu?" tanya Jia, "Jia kau tenang saja tidak akan ada yang tau sekarang siapkan saja baju sekarang!" perintah Lili, Jia mengangguk karena sudah tidak di ragukan kemampuan Lili untuk menyelinap keluar.
Lili tidak menyuruh Jia memilih hanfu berwarna hitam melainkan baju yang sederhana dan mudah untuk bergerak.
(YA KALI MAU KETEMU PACAR PAKAI BAJU HITAM-HITAM KAYAK MAU MELAYAT ORANG MENINGGAL).
Tak lama Lili, langsung menggunakan jurus teleportasi untuk menuju ke gunung kembar seperti yang di ucapkan Dewa Air, Kurang dari 1 jam lebih 30 menit Lili sampai di Gunung kembar."Lama juga ya!"ucap Lili kepada dirinya sendiri, Lili berjalan ke atas dan di sana diantar gunung terdapat gua dengan pelindung tingkat tinggi setara dengan kekuatan Langit."Apakah itu, tempatnya!"ucap Lili kemudian kembali teleportasi dan sampai di gua itu, Dia melihat pelindung itu dan mencoba menyentuhnya karena walaupun Jiwanya Dewi tetapi Lili takut ada efek samping bagi tubuh manusianya itu.
Ternyata hasilnya nol, tidak terjadi apa-apa dengan dirinya, di dalam gua Lili melihat portal tempat masuk Hutan Mawar Es.
Hutan Mawar Es
"Hem! Akhirnya masuk juga, ternyata seperti ini Hutan Mawar Es jadi rindu dengan Hutan Keabadian ku, btw dimana dia ya?" guman Lili melihat sekeliling.
Istana Es
Dewa yang sedang bertapa, membuka matanya perlahan-lahan karena merasakan aura yang sangat dia kenal.Dia mengecek apakah dugaannya benar dengan mata Dewa nya,"Dia sudah datang!"ucap Dewa Es dengan tersenyum bahagia, dan bangkit berdiri untuk menemui Lili.
Saat tenggelam dalam kebahagiaannya ada seseorang yang menepuk bahunya, spontan Lili menoleh dan melihat siapa orang itu, Lili terkejut karena pasangannya sudah meningkat pesat, karena Dewa Es memunculkan sayap Es yang sangat langkah.
"Lili aku sudah lama menunggu mu!" ucap tersenyum lembut Dewa Es.
Lili tersenyum dan memeluk Dewa Es "Maaf sudah membuatmu menunggu lama!" jawab Lili masih memeluk Dewa Es, Dewa Es membalas pelukan Lili dan berkata"Tidak usah meminta maaf karena aku akan selalu menunggu mu!"
(SO SWEET, JADI IRI DEH PADAHAL AUTHOR YANG BUAT)
Setelah itu Lili di bawa terbang oleh Dewa Es menuju Istana Es, tetapi Lili dan Dewa Es berada di depan puluhan anak tangga, "Kak jangan bilang kita harus melewati tangga ini untuk ke Istana mu!" tebak Lili yang memiliki feeling buruk.
"Maaf kan aku Lili tetapi, ini memang aturan dari Hutan ini, saat kau akan ke Istana harus menggunakan tangga ini, tak terkecuali siapa pun" ucap Dewa Es merasa bersalah.
Lili tersenyum"Tidak apa kak, hanya anak tangga saja mari kita naik!"semangat Lili.
__ADS_1
SEPERTI ITU KIRA-KIRA DAN ANGGAP SAJA RAMBUTNYA WARNA PUTIH YA GUYS!!!
Dewa Es tersenyum, dan menggandeng tangan Lili dengan bahagia, Setelah 10 menit akhirnya mereka sampai di Istana Es milik Dewa Es.
Saat ingin masuk Dewa Es memegang tangan Lili, "Tunggu!" ucap Dewa Es Lili kebingungan "Ada apa kak?" tanya Lili, Dewa Es tersenyum dan menjentikkan jari seketika baju yang di gunakan Lili berubah sangat Indah.
"Sekarang itu baru bagus!" ucap Dewa Es tersenyum.
Lili menggeleng-geleng kepala"Kebiasaan lama sudah kambuh!"batin Lili, "Apakah sudah senang kakak ku sayang?" ucap Lili dan Dewa Es tersenyum dan mengangguk, kemudian Dewa Es kembali menggandeng tangan Lili untuk masuk ke dalam istana.
Di sana terlihat bahwa semua bagian bahkan perabotan di Istana itu berwarna putih kebiruan dan mungkin itu yang menyebabkan nama istana itu Istana Es karena dingin tak ada tanda kehidupan.
Sampai Dewa Es membawa Lili ke suatu kolam beku tempat dimana dia duduk termenung mengulang kenangan indah bersama Lili, "Kak kenapa kita ke sini?" tanya Lili.
"Di sini tempat aku meluapkan rasa rinduku kepada mu!" ucap Dewa Es sendu, Lili terkejut karena tak mengira bahwa pasangannya itu akan menderita saat mendengar kematiannya, Lili spontan memeluk Dewa Es "Aku tak akan mengulangi itu lagi! Aku janji tak akan meninggalkan mu lagi!" ucap Lili mengelus punggung Dewa Es.
Dewa Es menenggelamkan wajahnya di leher Lili dan membalas pelukan Lili "Maka berjanjilah kau tak akan pergi ke peperangan itu kembali!" ucap Dewa Es.
Lili memegang kedua lengan Dewa Es"Itu tugas ku sebagai Dewi dan tugasku menjaga Dunia Manusia tetap aman kak"jelas Lili.
"Tapi aku tak sanggup lagi jika kau pergi lagi nanti!" paksa Dewa Es.
Lili mengelus Pipi Dewa Es"Aku akan kembali, pegang kata-kata ku ini!"ucap serius Lili.Dewa Es terpaksa namun"Baiklah akan ku pegang kata-kata mu ini, jika tidak akan ku hancurkan dunia manusia"ucap Dewa Es tak kalah serius.
Lili tersenyum, walaupun Dia merupakan Dewi terkuat tetapi yang sebenarnya yang kuat adalah Pasangannya itu karena Dia mampu menghancurkan Dunia bahkan bisa meratakan Dunia dengan Salju abadi jika ada yang berani melukai bahkan menghancurkan orang tercintanya
Setelah itu Lili duduk di gazebo yang sangat indah, dan Dewa Es tidur di paha Lili sambil menutup mata dan Lili mengelus rambut putih indah milik Dewa Es.
"Kak apakah waktu di sini dan di dunia berbeda?" ucap Lili.
"Benar 1 jam di sini 1 menit di dunia sana!" jawab Dewa Es, Lili tersenyum lega karena jawaban memuaskan Dewa Es, "Apakah dia sudah semakin kuat?" tanya kembali Dewa Es, Lili menjawab "Aku sudah mengacaukan sebagian besar pasukan dan sepertinya dia semakin memperkuat kekuatannya".
Dewa Es tiba-tiba memegang tangan Lili dan menaruhnya di dadanya, "Aku akan menyambut mu di Kekaisaran Langit seperti aku terakhir kali mengantar mu pergi!" ucap Dewa Es kemudian membuka matanya.
Lili tersenyum, "Baiklah!" ucap Lili "Aku harap seperti itu, karena proses untuk menjadi Dewi kembali sangatlah sulit, dan ini semua untuk mu akan ku tahan rasa sakit itu!" lanjut Lili.
DEWA ES VERSI LAIN! SEKALIAN CUCI MATA SAMA YANG COGAN HAHAHA!!!☺☺☺
__ADS_1
Jangan Lupa Vote,Like and komen yah!!!
Salam Dari Author❤❤❤