
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Besok harinya Lili bangun, tetap dengan wajah sedih.Membuat Jia semakin khawatir apa yang sebenarnya terjadi kepada Putrinya itu, "Putri apakah putri tidak apa-apa?" tanya Jia cemas.
Lili mencoba senyum agar orang-orang di sekitarnya tidak khawatir"Tidak Jia! Aku hanya kelelahan saja"bohong Lili.
Jia hanya pasrah dengan sikap keras kepala tuannya itu, kemudian Jia membantu Lili bersiap-siap untuk menjalani hukumannya, Lili menggunakan hanfu hijau muda kesukaannya.
Selesai bersiap-siap Jia bertanya "Putri apakah putri tidak makan camilan terlebih dahulu?" tanya Jia, "Tidak Jia, kamu boleh membawanya dan tolong siapkan teh untuk ku" perintah Lili mencoba seperti biasanya.Lili langsung melakukan hukuman yang di berikan ayahandanya, 5 jam telah berlalu dan Lili batu menyalin setengah dari buku peraturan Istana itu.
Lili kemudian memandang kuas yang ia gunakan untuk menulis itu, dan memandang langit yang sedang mendung.Terasa langit mengingatkan Ia pada kenangan itu,
ANGGAP SEPERTI ITU IYA!!!
Flashback on
Dewi Kehidupan/Lili sedang menjaga Hutan Keabadian seperti biasanya, kemudian saat beberapa waktu kemudian dia dipanggil oleh Kekaisaran Langit untuk membahas sesuatu.
Setelah sampai di Kekaisaran Langit.
Lili pergi ke balai pertemuan,"Salam Yang Mulia"ucap Lili sambil membungkukkan badannya. Kaisar Langit yang tak lain kakaknya menatap Lili dengan rasa enggan, dan Lili melihat itu"Pasti tentang perang"batin Lili.
"Dewi Kehidupan, Zhen di sini ingin menugaskan mu ke medan peperangan untuk melawan Raksasa" titah Kaisar Langit.
"Hamba menerima perintah baginda" ucap Lili dengan anggun."Sebelum itu hamba ingin berbicara 4 mata dengan Yang Mulia jika di perkenankan?"lanjut Lili.Kemudian di setujui oleh Kaisar, semua orang pergi keluar menyisakan saudara kembar itu.
"Ada apa Lili, mengapa kau ingin berbicara secara pribadi" ucap Kak Qiang cemas.
"Kakak, entah mengapa aku merasakan firasat buruk tentang peperangan ini" ucap Lili, "Firasat buruk apa?" tanya kembali Kak Qiang."Entah namun kau tahu bukan, jika aku terluka sedikit maka ada orang yang akan memarahi ku"ucap Lili agak bercanda.
__ADS_1
Kaisar memutar bola matanya ke samping dan berkata"Yah!Yah! aku tau siapa orangnya lantas"ucap malas Kaisar, "Kak kau tau kan aku sangat mencintai dirinya, hanya dia orang yang aku cintai tidak ada yang lain" ucap sedih Lili.
"Terus" ucap Kak Qiang kebingungan.
"Aku ingin dia membenci diri ku, bila ada terjadi sesuatu kepada ku dia tidak terlalu sedih" ucap Lili tersenyum getir.
"Apa maksudmu Lili? tidak akan terjadi sesuatu kepada mu!" tolak Kak Qiang.
"Kak hanya ini permintaan ku, aku undur diri" ucap Lili kemudian pergi meninggalkan kakaknya itu.Kaisar Qiang hanya mengepalkan tangannya"Apa bisa dia membencimu Lili"batin Kak Qiang, Singkat cerita Lili mendekati Dewa Perang untuk membuat Dewa itu jatuh cinta kepadanya dan menyuruh Dewa itu bersumpah.
Sesuai perkiraan Lili,Dewa Es kecewa.Namun bukannya membalasnya malahan Dewa Es semakin dingin kepada semua wanita, membuat Lili merasakan perasaan bersalah.
Hari berangkatnya Lili ke medan Peperangan sudah tiba, Kak Qiang seperti biasa mengantar adiknya itu, Lili mencuri pandangan pada Dewa Es.Terlihat bahwa Cintanya itu sangat sedih, namun bagaimana lagi hanya itu yang bisa dia lakukan.
Lili tanpa aba-aba menyerang Raja Raksasa itu, perang di antara mereka sangatlah sengit namun mereka terluka parah dan akhirnya Lili terpaksa melakukan matra terlarang yang tidak pernah dia gunakan sebelum lenyap Lili berkata"Aku harap kau menjalani hidup ini dengan bahagia kak Pooh"di dalam hati.
Kemudian tersebar berita kemenangan Lili namun juga memberi luka berat bagi orang-orang yang menyayangi Lili karena sekaligus tersebar berita kematian Lili.
Dewa Es yang mendapat goncangan terbesar, langsung memohon pada Kaisar Langit untuk menugaskan dia ke Hutan Mawar Es.
Kaisar menghela nafas kasar dan terpaksa menyetujuinya "Kau lihat Lili dia bahkan tidak melanjutkan hidupnya dengan baik" batin Lili.
Lili yang mengingat kenangan itu, hanya bisa meminta maaf kepada orang-orang yang dia kecewakan terutama Dewa Perang yang telah dia korbankan.
Lili meneteskan air matanya yang tak berbendung lagi menginat semua kenangan itu. Jia yang membawa teh yang sudah habis, terkejut melihat tuannya itu sedih."Putri kenapa menangis?"Khawatir Jia.
"Hahaha tidak apa Jia aku hanya merasa sesak di sini" ucap Lili dengan memaksa senyum.
"Putri apa kita jalan-jalan sebentar" bujuk Jia
"Boleh juga, aku ingin pergi ke kolam teratai ku" setuju Lili.
Kemudian seperti biasa Lili duduk di dekat kolam teratai nya, 15 menit telah berlalu Lili menatap bunga teratai yang mekar indah itu.Jia melihat bahwa hujan akan turun dan membujuk Lili untuk masuk"Putri ayo masuk, hari mulai mau hujan" tapi Lili tetap diam seribu bahasa.
SEPERTI ITU PENGGAMBARANNYA YA!!!
Tiba-tiba hujan turun dengan jelas, Jia mencoba menarik tangan Lili"Ayo putri! hujan sudah turun"paksa Lili.
__ADS_1
"Lepaskan Jia, aku ingin menjernihkan pikiranku" bentak Lili.
Sehingga Jia terjatuh, kemudian bangkit.Tidak memiliki pilihan Lain Jia menyuruh pelayan lain untuk ke Permaisuri.
Ke kediaman Phoenix
Kebetulan ada Permaisuri Ji dan Kaisar Li, yang duduk mengenang masa lalu mereka yang lucu.Pelayan Lili menerobos pengawal, bersujud dan berkata "Ampun Yang Mulia, pelayan memohon bantuan kepada Yang Mulia" minta Pelayan itu.
"Bangunlah terlebih dahulu, permohonan apa yang kau inginkan" tanya Permaisuri.
"Putri sekarang tidak ingin masuk dan berdiam diri di tengah hujan Yang Mulia" ucap Pelayan itu.
"Apa, Baginda mari kita ke sana" cemas Permaisuri.
"Nak apa lagi sekarang!" batin Kaisar Li, Pasangan insan itu langsung pergi ke tempat putri kecil mereka, saat mereka melihat Jia yang memaksa Lili masuk namun Lili terus memberontak.
"Putri mari masuk!" coba Jia, Lili hanya diam dan tetap menatap teratai yang mekar indah itu, "Bunga ini sangat indah namun sangat rapuh" ucap Lili dengan tidak jelas.
Permaisuri langsung berlari ke putrinya,"Lili nak ada apa? katakan pada Bunda?"tangis Permaisuri memegang kedua pipi Lili."Bunda apa bunda tau aku benci perasaan ini bunda"ucap Lili dengan tatapan kosong menatap permaisuri Ji.
Kaisar berjalan ke arah Putrinya,"Sayang, anak ayah ada apa? Apa hukumannya sangat berat?"tanya Lembut Kaisar Li.
"Ayah!!!" seru Lili.
"Iya nak! Ayah di sini Lili mau apa?" ucap Kaisar."Lili hanya meminta hilangkan perasaan yang menusuk Lili ini ayah!"ucap Lili kemudian pingsan."Lili bangun nak!"serempak orang tua Lili itu.
Kaisar Langsung menggendong putrinya itu dan membawanya ke kamar, di dalam kamar Lili langsung di tangani oleh tabib dan para pelayan.
Jia di panggil oleh Permaisuri dan Kaisar"Ada apa sebenarnya Jia?"ucap Permaisuri."Hamba hanya mengajak Putri berjalan karena tadi putri menangis dan saat hamba bertanya apa yang terjadi, Putri hanya bilang merasa sesak di ruangan itu saat keluar hamba tak menyangka hal ini terjadi! maafkan hamba Yang Mulia"ucap Jia kemudian berlutut memohon ampun.
"Sudahlah kau boleh kembali" ucap Kaisar Li.
"Baginda sebenarnya apa yang di rasakan Lili, mengapa dia terus berkata ingin menghilangkan perasaan, tapi perasaan apa" ucap Permaisuri.
"Sudahlah mungkin dia sedang putus cinta, seperti tidak tau anak muda saja" ucap Kaisar mencoba menghibur istrinya itu.
"Hemmm! semoga saja dan semoga lagi para anak kita yang lain itu tidak heboh dan membuat keributan di sini" ucap Permaisuri.
Tapi di sisi lain, semua Pangeran heboh mendengar berita tentang wanita yang mereka cintai itu.Dan mendapat perintah dari Kaisar bahwa tidak ada yang boleh ke kamar Lili sampai besok hari membuat mereka semakin kecewa dan menunggu besok hari.
__ADS_1
Salam Dari Author❤❤❤