
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
Tidak menerima dan ikut tidur di sebelah Lili juga dan mereka bertiga terlelap seperti tiga anak kembar(Hahahaha hidupmu sangat enak Lili).Sedangkan Jun dan Shi sibuk mencari Lili dan akhirnya mereka menyerah dan pergi ke kediaman mereka masing-masing dan kembali sore hari ke kediaman Lili untuk mengetahui apakah Lili sudah kembali atau tidak.
_________
Sejak Siang Lili terus saja tidur siang bersama Alex dan Rey membuat lupa waktu bahwa hari sudah sore.
Lili kemudian bangun"Huwaaaa! Enaknya tidur siang"senang Lili melupakan sebentar kesedihan yang ia rasakan tadi.Lili melihat bahwa ke dua sahabatnya itu sedang tertidur pulas tak tega membangunkan mereka, akhirnya Lili pergi meninggalkan mereka untuk bersiap-siap, tentunya untuk pertunjukan yang akan dia lakukan.
Kediaman Teratai....
Jia yang mondar-mandir khawatir di mana keberadaan Lili, saat menoleh dia melihat Lili dari kejauhan.
"Putri dari mana saja?" tanya Jia dengan kesal.
"Pangeran Shi dan Pangeran Jun sibuk mencari putri" ucap kembali Jia, Lili hanya mengangkat bahu nya dan acuh "Terserah! Aku mau siap-siap bantu aku sekarang" perintah Lili.
Jia hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Lili dan langsung membantu Lili, saat berias Jia bertanya"Putri pertunjukan apa yang akan Putri lakukan?"tanya Jia yang ingin memecahkan keheningan."Lihat saja! aku akan melakukan hal yang belum orang lain lakukan"ucap Lili dengan senyum misterius, Jia hanya tertawa canggung dan melanjutkan acara berias Lili.
Lili menggunakan hanfu berwarna hitam dan putih dengan hiasan rambut yang sederhana namun terkesan elegan dan anggun.
Tak lama setelah itu Lili memakan camilan yang biasanya dia makan dan bersantai sejenak karena waktu acara masih lama.
Ternyata Shi dan Jun pergi kembali ke kediaman Lili untuk mencari apakah Lili sudah kembali atau belum, "Jie jie kau dari mana saja?" tanya Shi yang memeluk Lili.
"Aku tidak dari mana-mana Shi, aku hanya berjalan-jalan di sekitar istana" ucap Lili setengah berbohong."Darimana?Aku sudah mencari mu tetapi tidak menemukan mu?"tanya Jun."Mana aku tau?"acuh Lili, Shi menahan tawa karena Lili sedang marah dengan Jun.
__ADS_1
"Ayolah Lili! Aku hanya bercanda, ya jangan marah lagi ya" ucap Jun menyerah, jujur setelah Jun mencari Lili yang tidak ada di mana-mana membuatnya menyesal.
"Jujur gege, bercanda mu tidak lucu" ucap Lili dengan menatap dingin Jun.
Jun menghembuskan nafas kasar, karena itu memang salahnya sendiri dan sekarang dia menerima hukuman dari adiknya itu.Setelah itu Lili menggandeng Shi untuk pergi ke aula Perayaan dan meninggalkan Jun yang sedih karena mendapat hukuman dari Lili.
Aula Perayaan
Di aula dihadiri oleh para mentri,dan keluarga mentri juga Kaisar, Permaisuri, Hui dan Xiu, tinggal Lili, Shi dan Jun yang belum hadir saat Kasim memberitahu kehadiran mereka.
"Putri Xioling, Pangeran ke-2 dan ke-4 memasuki ruangan" Lantang Kasim.
Semua orang berdiri kecuali keluarga Kerajaan, kemudian mereka bertiga memberi hormat kepada Kaisar Li dan Permaisuri Ji.
"Kami memberi hormat kepada Yang Mulia semoga Langit memberi umur yang panjang" serempak mereka bertiga.Kaisar menerima salam mereka dan menyuruh mereka duduk di posisi mereka masing-masing.
Lili duduk di sebelah Shi dan Xiu sedangkan Jun duduk di sebelah Hui. Kaisar langsung memulai perayaan dengan disambut oleh tarian-tarian indah dari penari, selama perayaan wajah Jun menunjukkan bahwa dia sedang sedih tentu tidak di tunjukkan.
Hui terheran-heran karena adiknya itu tidak sepertinya, kemudian dia melihat Lili yang sedang dalam suasana marah membuat Hui semakin bingung.
"Ada apa Jun? Mengapa kau terlihat sedih?" bisik Hui, Jun menghembuskan nafas pelan"Lili sedang marah kepada ku?"ucap Jun.
kemudian Jun menceritakan cerita sesingkat-singkatnya, "Astaga Jun! Maaf tapi aku tidak bisa membantu mu sekarang" ucap Hui hampir tertawa melihat adiknya itu semakin frustasi.
Acara telah sampai bagian pertunjukan bakat semua gadis di wajibkan untuk menampilkan pertunjukan.Semua para gadis bersiap siap untuk menampilkan penampilan terbaik mereka untuk menarik perhatian para lelaki terutama para pangeran, tetapi sepertinya itu percuma.
Tidak dengan Lili, dia hanya duduk menunggu namanya di panggil."Li mei kau tidak bersiap-siap?"tanya Xiu,"Tidak karena aku sudah mempersiapkannya tinggal mengganti bajuku saja"jawab santai Lili."Eh Lili! Jun gege mulai tadi melihat mu memang apa yang terjadi?"tanya kembali Xiu.
"Li jie sedang marah dengan Jun gege" jawab Shi dan Xiu hanya mengangguk"Hah! marah! tentang apa?"kaget Xiu.Shi kemudian melotot kan matanya dan mengangkat tangannya di lehernya dan membuat gerakan seperti goresan dengan tangannya yang memiliki arti 'Kalau tidak mau mati jangan membahasnya' kemudian Xiu langsung terdiam.
Tiba penampilan Lili. Lili meminta ijin untuk mempersiapkan diri, dan di perbolehkan oleh Kaisar Li.Di belakang panggung, ada anak salah satu mentri dengan sombongnya memamerkan bahwa dia akan menang, kepada Lili"Putri putri walupun kau Putri namun tidak mungkin kau menang"ucap Remeh gadis itu.
"Apa yang dilakukannya?" ucap gadis B
"Gila yah dia!" ucap gadis D
"Wah sombong di depan Putri" ucap gadis V
__ADS_1
"Mau mati mungkin dia yah" ucap gadis H
Lili hanya tersenyum dan menepuk bahu gadis itu dan membisikkan sesuatu"Jangan pernah menyalakan api dalam diri ku dan untuk sekarang aku akan memaafkan mu namun entah di lain hari"dengan nada mengerikan membuat gadis sombong itu gemetar.
"Jadi jangan menyombongkan diri karena kau hanya debu di hadapanmu" ucap Lili tersenyum namun meremehkan dan meninggalkan gadis yang gemetaran itu.Gadis itu langsung jatuh terduduk setelah mendengar kata-kata Lili, Lili menoleh sebentar ke belakang dan tersenyum di sudut bibir dan kembali berjalan.
Panggung pertunjukan.
"Salam Yang Mulia, kali ini Putri ini ingin mempersembahkan tarian yang berbeda dengan yang lain, Apakah Yang Mulia memperbolehkannya?" tanya Lili dengan sopan dan tersenyum membuat semua orang terpanah.
Kaisar mengangguk tanda setuju, saat itu Lili memakai hanfu berwarna merah, semakin menambah aura ke angungan nya.
Juga
Lili membawa pedang kesayangannya karena tarian yang akan dia tampilkan tari Pedang, dan Lili mulai menarikan Tariannya dengan anggun dan Karismatik, semakin membuat para hati pria meleleh.
Di pertengahan Lili mempercepat tarian pedang yang dan di tengah tengah dia menjentikkan jarinya membuat lili di ruangan itu mati.
Dan saat itu juga muncul beribu-ribu kunang-kunang dan kupu-kupu mengelilingi Lili yang sedang menari tarian pedang dan Pedang yang Lili pegang menghilang dan alunan musik menjadi tenang kemudian Lili menari dengan tarian yang gemulai dan anggun, mata oran-orang takjub bahkan Keluarga Lili.
Saat Lili berputar tiba tiba hanfu yang di gunakan Lili, berubah berwarna ungu muda dan putih.Membuat Lili sangatlah cantik dan anggun walaupun memakai Hanfu yang sederhana.
Di puncak tarian, Lili kembali menjentikkan jarinya dan semua Lili di ruangan itu hidup di sambut dengan kabut asap yang mengelilingi Lili dan Kabut asap Itu terdapat tulisan
'Yang Mulia terima kasih karena telah menyaksikan tarian Putri ini, Putri harap Yang Mulia dan hadirin sekalian menyukai penampilan putri ini, dan Putri akan melihat upacara Pelepasan Lampion dari Kejauhan berbaur dengan masyarakat'
(Inti dari semua kata-kata itu, Lili kabur dari pesta).
"Anak itu benar-benar, sebentar membuat orang terpukau sebentar lagi membuat ulah" guman Kaisar.Orang-orang yang masih tertegun karena belum pernah melihat tarian seindah itu, sampai Kaisar berkata"Karena Putri sudah menunjukkan kemampuannya mari kita lanjutkan acaranya".Dan mereka melanjutkan acara pertunjukan bakat tentunya tidak sebagus Lili.Dan membuat Para pangeran semakin bosan ditambah Lili pergi atau kabur dari pesta.
🧡🦁🧡🦁🧡🦁
Aduh bikin ulah mulu tuh anak yah?Pusing Author padahal Author sendiri yang nulis.
__ADS_1
Jangan lupa vote, Like and Komennya yah!
Salam dari Author❤❤❤