
Cie yang masih setia
.
.
.
π§©π§©π§©π§©
Keesokan harinya....
Di Aula pertemuan terdapat Kaisar Li, Permaisuri Ji, Para pangeran dan juga para mentri yang mengadakan pengadilan perihal peristiwa tadi malam.
Tetapi wajah keluarga Kerajaan, tidak seperti biasanya. Keluarga Kaisar menunjukkan wajah yang suram dan mengeluarkan hawa membunuh, menandakan jika mereka tidak puas dengan jawaban para mentri, mentri-mentri itu akan mati seketika.
"Zhen tidak ingin banyak basa-basi, ada yang bisa jelaskan tentang peristiwa tadi malam!!" ucap Kaisar Li dengan dingin dan penuh tekanan sambil melihat para mentri nya itu. Para mentri hanya menunduk kelapa dan menoleh satu sama lain.
"Kalian ingin menjelaskannya, atau nyawa kalian dan keluarga kalian, sebagai taruhannya. Itu semua tergantung kalian semua para mentri!!!" ucap Jun dengan dingin tentu saja dengan nada ancaman.
"Pangeran!! tenanglah, semua ini sudah hamba selidiki dan hamba sudah menemukan pembunuhnya!!" ucap tenang Perdana Mentri Ho kepada Jun, Para pangeran terkekeh di dalam hati dan memandang remeh juga benci kepada Perdana Mentri Ho.
"Bagus sekali Perdana Mentri!! sekarang munculkan tersangkanya!!" perintah Permaisuri Ji yang penuh dengan hawa membunuh menatap Perdana Mentri Ho itu.
"Baiklah Permaisuri, pengawal bawa tahanannya ke mari!!" perintah Perdana Mentri. Tak lama datang pengawal yang membawa seorang tahanan, ke dalam aula pertemuan. Setelah tahanan itu berada di depan Kaisar, Perdana Mentri Ho tersenyum licik kemudian, berjalan mengarah ke tahanan itu.
"Jelaskan apa yang saya jelaskan tadi, atau keluargamu mati ditangan ku!!" bisik Perdana Mentri membuat orang itu ketakutan, dan tindakan Perdana mentri Ho tak luput dari tatapan keluarga Kaisar.
"Sebutkan nama tuan mu!! juga apa motif dari tindakan tuan mu itu?!!" tanya Kaisar Li kepada tahanan yang diancam oleh Perdana Mentri tadi. "Karena dendam, Yang Mulia!!" jawab orang itu dengan rasa penuh ketakutan. "Dendam apa yang kau maksud, dan siapa tuan mu itu?" tanya Kaisar Li kembali, sesaat orang itu melihat ke arah Perdana mentri dan kembali menunduk, pemandangan itu tak luput dari pandangan sang Kaisar dan Kaisar tersenyum membunuh ke arah Perdana Mentri nya itu.
"Tuan hamba adalah......." Saat ingin mengucapkan kata-kata itu orang itu mati, karena racun yang sengaja di taruh seseorang.
"Sungguh licik!!!" batin Jun, Hui, Shi, dan Xiu yang memandang benci Perdana mentri Ho, sambil mengepalkan tangan mereka masing-masing.
"Bawa mayat orang itu pergi!!" perintah Kaisar, kemudian pengawal menyeret mayat orang tadi.
"Yang mulia karena saksi telah mati, maka kita tidak bisa mengetahui siapa dalam dari penyerahan tadi malam!! yang menyebabkan Putri terluka parah!!" ucap tenang Perdana Mentri Ho dengan nada puas.
"Apa Perdana Mentri menganggap Zhen bodoh, dengan memerintah Zhen seenaknya!!!" ucap Kaisar menyinggung Perdana Mentri. "Tidak Yang Mulia, hamba mohon maaf!!" ucap Perdana Mentri sambil berlutut, karena ketakutan.
"Dan Perdana mentri, bagaimana anda bisa tau bahwa putri sedang terluka parah? padahal seluruh istana melarang berita ini keluar, bila sampai keluar maka akan di penggal!!" Tanya Jun yang menjebak Perdana Mentri Ho, karena benar adanya, jika berita Lili terbaring tidak boleh di ketahui oleh pihak Luar.
"Itu pa...pangeran hamba mendengar dari pelayan!!" jawab gugup Perdana mentri kepada Jun, "Siapa pelayan itu Perdana Mentri?" tanya Kaisar Li mengikuti permainan Jun. "Pelayan di kediaman putri, Yang Mulia!!" bohong Perdana mentri, karena sudah kebingungan harus menjawab apa kepada Kaisar Li dan Jun.
"Dengan kata lain, apakah Perdana mentri menaruh mata-mata di dalam istana!!" ucap Hui ikut menjebak Perdana Mentri Ho, sedangkan Para mentri lain ikut berargumen.
"Ampun Pangeran, hamba tidak berani!!" jawab Perdana Mentri, masih tidak mau mengaku.
"Kau berani sekali, berbohong kepada Zhen!! PENGAWAL BAWA MATA-MATA PERDANA MENTRI KEMARI!!!" titah Kaisar Li.
__ADS_1
Kemudian ada 5 orang pelayan yang di tangkap karena menjadi mata-mata istana, "Apa kalian mata mata perdana mentri Ho?" tanya Kaisar dengan hawa membunuh, "ti...tidak" ucap salah satu dari mereka, "Apa kalian tau, jika kalian berbohong maka kalian mati mengenaskan!!" ucap Kaisar Li membuat semua orang merinding, kerena Kaisar akan menjadi lebih kejam bila menyangkut putri semata wayangnya itu.
"Ampun Kaisar, kami mengaku kami adalah mata-mata Perdana Mentri, ia menugaskan kami untuk menjadi mata-mata, keluarga Kaisar bahkan membuat laporan keuangan palsu!!" ucap terus terang salah satu dari mereka.
"Sudah cukup, bawa mereka semua untuk di hukum pancung besok!!" perintah kaisar Li.
"Kaisar mohon ampun kaisar!!!" teriak 5 orang itu menjauh dari aula Pertemuan, "Jadi apa itu sudah cukup untuk mu Perdana mentri?" tanya Hui.
"Tidak!! hanya dengan mereka berlima tidak menjadi bukti kuat untuk menuduh hamba!!" ucap Perdana Mentri yang masih menolak mengaku dan masih keras kepala.
"Oh tidak cukup ya, baiklah!! pengawal bawa tahanan berikut nya kemari!!" perintah Hui kepada pengawal.
.
.
.
Sekitar 10 menit_________
Pengawal membawa pembunuh bayaran, yang di perintahkan oleh Hui, "Katakan sekarang!!" perintah Hui, pembunuh bayaran yang ketakutan karena siksaan dari Hui langsung mengaku, "Ampun Kaisar, hamba di perintahkan Perdana Mentri untuk membunuh keluarga Kaisar tadi malam!" ucap terus terang pembunuh bayaran.
"Sudah cukup, karena Perdana Mentri sudah merencanakan pembunuhan kepada keluarga Kekaisaran dengan bukti 5 mata-mata dan juga pengakuan dari pembunuh bayaran ini, maka Zhen akan memberi hukuman____" ucap Kaisar Li terpotong oleh Permaisuri Ji.
"Tunggu Kaisar, sebelum Kaisar memberi hukuman, hamba harap Kaisar mengingat janji Kaisar kepada hamba!!" ucap Permaisuri mengingatkan Kaisar, tidak lupa setelah itu Permaisuri menatap Perdana Mentri dengan tersenyum membunuh.
Membuat para mentri menelan ludah dengan susah, karena mereka tau apa yang akan di lakukan oleh Permaisuri mereka jika, ia turun tangan sendiri. "Iya Ji mei, Zhen tahu apa yang akan Zhen lakukan!!" ucap pelan Kaisar Li kepada Permaisuri nya itu.
"Hahaha!!! Perdana mentri, mengapa anda merasa takut sekarang. Seharusnya anda sudah tahu bukan, jangan pernah terlibat denganku!!" ucap permaisuri dengan dingin dengan tawa yang mengerikan "Pengawal bawa Perdana mentri ke penjara bawah tanah, sekarang juga!!" perintah Permaisuri Ji.
Setelah terbongkarnya kebusukan Perdana Mentri Ho, pertemuan pada hari itu di bubarkan dan juga semua keluarga Perdana Mentri di tanggap dan langsung di eksekusi setelah itu.
Di penjara bawah tanah_______
Permaisuri Ji POV
Aku mengambil pisau kecil yang tajam dari meja penyiksaan, di temani oleh pengawal kepercayaan ku.
Perlahan lahan, aku menggores setiap kulit pria b*jing*, itu mulai dari pipi, tangan, kaki. Dan bagian tubuh lainnya, Aku yang masih tidak puas dengan goresan kecil itu, kemudian memanaskan besi dan menancapkan nya di punggung pria itu berkali-kali, seperti membuat maha karya yang indah.
Selama penancapan besi itu, aku mendengar teriakan kesakitan dari b*jing* yang telah membuat putri ku itu tertidur, dan aku sangat senang mendengar teriakan kesakitan dari orang itu, karena sudah lama aku tidak mendengar raungan dari orang yang kesakitan, sejak berhenti menjadi Jendral.
Aku masih tidak berhenti dari situ, aku ambil cambuk dan mencambuknya dengan keras sehingga banyak darah yang mengalir, teriakan pria itu seketika menjadi alunan musik di telingaku, sangat indah.
"Aku suka mendengar teriakan mu Perdana Mentri, oh tidak! sekarang bukankah kau hanya mantan Perdana Mentri!!" ucapku dengan senyuman licik.
"Ha....ha.... Kau Iblis" ucap Perdana Mentri Ho dengan senyuman licik ke arah Permaisuri.
"Kau lebih iblis karena membuat putri ku, tertidur lama, lanjutkan dengan penyiksaan tahap 3!!" ucapku dengan dingin dan duduk di tempat yang di sediakan oleh penjaga ku.
__ADS_1
Aku menyuruh Algojo untuk memukul dengan keras, sehingga tulang pria itu menjadi hancur di tambah dengan menempelkan besi panas kembali ke luka yang belum kering itu, sekitar 45 menit penyiksaan tahap tiga itu selesai, tak di sangka pria itu sudah tidak bernyawa, "Sungguh mengecewakan, hanya bertahan 1 jam 25 menit" ucap ku menyayangkan kematian Perdana Mentri Ho itu.
Aku tersenyum misterius, "Bawa mayat penghianat itu ke kandang hewan buas yang ada di bawah" perintah ku ke algojo dan algojo itu mengangguk. Kemudian aku pergi kembali ke atas untuk mengganti baju yang bercampur dengan bau amis, dan lanjut beristirahat.
Author POV
Di kediaman Teratai________
Terlihat seorang gadis remaja yang tertidur dengan menggunakan hanfu berwarna putih berbalut emas, menambah kecantikan alami sang gadis.
Dan ada 2 orang pria yang gagah bergiliran menjaga adik kecilnya itu, mereka adalah Hui dan Xiu yang sedang menjaga Lili.
"Li mei, apakah kamu tahu tadi ayah dan bunda telah menghukum orang yang telah membuat mu seperti ini!!" ucap Hui tak kuasa membendung air mata, melihat kondisi adiknya yang tertidur itu.
"Benar Lili bahkan, ibunda turun tangan menghukum orang itu, jadi kamu sekarang bisa bangun" ucap Xiu memohon kepada Lili yang tertidur itu. Sadar atau tidak di wajah cantik Lili terdapat senyuman, seakan mengerti apa yang mereka bicarakan, membuat ke 2 pria tampan itu terkejut.
"Tabib Wei kemari, lihatlah Li mei tersenyum!!" ucap Hui dan tabib Wei yang mendengar itu segera bergegas masuk dan mengecek kondisi Lili. Setelah mengecek keadaan lili, tabib Wei yang awalnya senang, menjadi sedih kembali dan menggelengkan kepalanya
"Bagaimana keadaan adik tabib?" tanya Hui dengan harapan.
"Maafkan hamba pangeran, keadaan putri sama seperti kemarin dan masalah putri tersenyum itu sepertinya reaksi alami dari tubuh putri!!" ucap panjang lebar Tabib Wei menjelaskan kepada kedua pangeran itu.
Penjelasan tabib membuat ke 2 saudara itu menjadi sedih kembali, tetapi mereka bersyukur bahwa adik mereka bisa memahami apa yang mereka ucapkan. Dan memberi kabar itu kepada saudara dan kepada orang tua mereka.
____________
Lili:Author kapan aku muncul lagi nih capek tau!!
Author:Sabar dong!!
Lili:Sabar sabar!!! udah sabar ini tahu!!
Author:Kamu kalo ngeluh saya keluarkan anda dari cerita ini!!
Lili:Emang bisa
Author:He he he kagak ya, udah pokoknya diem kamu!!
Lili:πππ
_______________
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
...----------------...
__ADS_1
Salam dari Authorβ€β€β€