Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps. 84 Perubahan


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Setelah Lili menyuruh, Lucas dan Rey untuk menaruh Fu. Lili menghampiri Fu dan duduk di peraduan Fu, terlihat rambut yang tadinya hitam pekat menjadi putih indah, "Kau tidak akan menderita sebentar lagi, keponakan ku sayang!!" ucap Lili senang sambil mengelus rambut Fu yang terlelap tidur.


Lili kemudian duduk di kursi, yang ada di dalam kamar Fu. Sekitar 1 jam kemudian, Fu terbangun "Awww!! pusing sekali kepala ku!!" rintih Fu sambil memegang kepalanya. "Kau sudah bangun Fu?" tanya Lili menutup dokumen yang tadi dia baca, Fu menoleh ke arah Lili, "Bibi!! kenapa ada di sini? dan apa yang telah terjadi?" tanya Fu kepada Lili.


"Yang terjadi, kau pingsan karena terlepas dari kekuatan jahat, lihat saja rambut mu itu!!!" perintah Lili sambil menunjuk rambut Fu. Fu kemudian melihat rambutnya yang sudah berubah, "AAAAAAAAA!!! ADA APA DENGAN RAMBUT KU INI!!!" teriak Fu karena terkejut, Lili terkekeh melihat reaksi abstrak keponakannya itu.


"Itu efek dari kekuatan suci yang kamu punya, dan itu juga sebenarnya warna rambut asli mu, rambut keturunan keluarga Kaisar" jawab Lili dengan santai, sedangkan Fu ternganga mendengar penjelasan Lili.


"Bibi!! coba pukul aku, apa aku bermimpi atau tidak!!" mohon Fu.


Lili tersenyum Licik, "PLAKKK" tamparan keras yang Lili berikan di pipi Fu. "BIBI!! APA YANG KAU LAKUKAN, SAKIT SEKALI PIPI KU!!!" teriak Fu kesakitan, Lili hanya mengangkat bahu dengan acuh sambil menepuk kedua tangannya, "Kau sendiri kan, yang meminta bibi untuk memukul mu, jadi bibi turuti saja permintaan mu itu, gampang bukan?" jawab Lili santai, "Bibi! bukan seperti ini juga tahu!!" ucap Fu dengan kesal, "Salah kamu sendiri, bukan salah bibi!! sudah-sudah!! bibi akan menunggu mu di ruang kerja bibi, sebaiknya kau bersiap-siap sekarang!!" perintah Lili kemudian pergi dari kamar Fu.


.


.


.


Aula tengah Istana______

__ADS_1


"Ada apa kalian berkumpul di sini, pasti sedang bergosip tentang aku ya?" tanya Lili kepada Rey, Alex, Lucas, Neon dan Putih. "Tidak!! hanya saja ada pesan dari Kaisar, Lili!!" ucap Alex memberitahu Lili.


"Lantas!! kenapa tidak memberitahu ku?!" ucap Lili melihat surat yang di pegang Lucas. Mereka semua melihat satu sama lain, membuat Lili menjadi lebih penasaran, "Ada apa sih?" tanya Lili kesal.


"Sebaiknya, kau baca sendiri surat ini" ucap Lucas menyerahkan surat yang ia pegang itu kepada Lili. Lili yang mengambil surat itu mulai merasa ragu, karena raut wajah teman-temannya itu sedikit aneh. Lili membuka surat itu dengan penuh keberanian, dan isi surat itu membuat Lili terkejut dan tangan Lili gemetar hebat.


...**Surat Kaisar...


Untuk adik ku tercinta,


Kakak tahu, kau baru saja kembali dari istana kekaisaran dan pasti sudah menyadari gejala yang aneh dari alam. Dan kakak ingin mendiskusikan masalah ini dengan mu, hanya berdua. Sebenarnya masalah ini tidak sesederhana itu, sebab akan ada malapetaka yang akan menghancurkan 3 dunia. Kakak sudah bermeditasi untuk mencari solusi dari masalah ini, akhirnya kakak mendapat jawaban dari leluhur takdir bahwa harus mengorbankan sebuah nyawa yang mulia, yang merupakan seorang yang menguasai 3 dunia. Dan kakak tidak tahu dimana orang itu berada, kakak kira kau bisa membantu kakak memberi solusi dari masalah ini.


Kakak menanti mu,


Adik ku tersayang**.


memilihi mematuhi perintah Neon.


Setelah Alex dan Rey pergi, Lili terjatuh duduk, "Aku harus apa?" tanya Lili kebingungan.


"Lili pasti ada jalan keluar Lain, pasti!!" dukung Putih.


"Jalan keluar, kalian tahu sendiri bukan siapa orang yang di maksud kakak?" tanya Lili frustasi, "Iya kami tahu Lili, tetapi jangan seperti ini!! tenangkan diri mu ya!!" bujuk Putih. Lili mencoba tenang, tak lama setelah Lili tenang.


"Lucas tolong kirim surat kepada Dewa Es, untuk menemui ku!!" perintah Lili, "Lili! jangan kau bilang!!" ucap Lucas menebak-nebak jawaban Lili sambil terkejut. "LUCAS, PERGI!!!" bentak Lili, Lucas, Neon dan Putih terkejut karena tak pernah mereka melihat Lili marah dan frustasi seperti itu, akhirnya Lucas berat hati mengirim surat kepada Dewa Es.


Setelah surat di antar, Lili memilih menenangkan diri di dalam Gua dan sebelum itu, "Kalian berlima antar Fu dan kalian berdiam diri di Kekaisaran juga bilang kepada kakak, aku sudah menemukan orang itu" perintah Lili dengan pandangan kosong, mereka bertiga terkejut, "Lili jangan, kami tidak ingin itu terjadi kembali!!" tolak Lucas, Lili menoleh dan memaksa tersenyum, "Takdir tidak bisa di ubah, ini adalah takdir ku dan aku harus menjalani nya" ucap Lili dan pergi ke Gua.

__ADS_1


Mereka bertiga sekali lagi terpaksa menuruti perintah Lili, dan membawa Fu pergi ke Kekaisaran Langit juga memberi tahu Kak Qiang seperti yang Lili katakan tadi. 5 jam sudah berlalu, semenjak surat dan kepergian teman-teman Lili. Hanya tinggal Lili seorang di dalam gua juga di dalam Hutan yang luas itu.


Kak Guang sudah datang ke Hutan Keabadian, karena sudah lama dia tak bertemu kekasihnya itu, "Lili kau dimana?" teriak Kak Guang mencari Lili, Lili yang sadar bahwa kekasihnya sudah datang memberi telepati kepada Kak Guang, "Kak aku berada di gua, masuklah!!" ucap Lili memberi tahu.


Kak Guang bergegas masuk ke gua Lili, terlihat Lili berdiri di depan kolam kecil yang ada di dalam gua itu dan Kak Guang langsung memeluk Lili dengan erat, menaruh kepalanya di leher Lili sambil menghirup wangi tubuh khas Lili. Lili yang tersadar juga terkejut, kemudian membalas pelukan dan tersenyum.


"Apakah aku akan meninggalkan dia kembali, leluhur mengapa kau sangat tidak adil? aku mencintai nya dan ingin hidup bersamanya, ku mohon beri aku kesempatan untuk hidup bersama orang ini selamanya" batin Lili yang pedih, mengingat kembali surat yang di berikan kakak nya itu.


Tak terasa air mata kembali membasahi pipi Lili, membuat Kak Guang tersadar, "Lili mengapa kau menangis, apakah kau memiliki masalah?" tanya lembut Kak Guang dengan nada khawatir, Lili mencoba tersenyum tetapi tidak bisa "Ah! ini karena aku rindu dengan mu, jadi air mata ku mengalir" bohong Lili.


Kak Guang tak percaya, Lili akan berbicara seperti itu "Benarkah!! Kau merindukan ku?" tanya Kak Guang sekali lagi memastikannya. Lili tersenyum dan mengangguk "Aku sangat merindukan mu, bahkan berlipat-lipat" ucap Lili dengan merentangkan tangannya, membuat Kak Guang tertawa.


"Baiklah aku percaya dengan mu, dan pasti kau menyuruh ku ke sini bukan hanya rindu dengan ku, bukan?" tanya Kak Guang kepada Lili, "Ah! kakak ini sungguh tidak adil, mengapa kakak tahu semua itu?" ucap Lili bercanda.


"Karena aku adalah pasangan mu, oleh karena itu aku tahu semua tentang mu" ucap Kak Guang( Termasuk Lili merupakan penguasa 3 dunia).


Lili mengajak Kak Guang, duduk di atas peraduannya agar lebih santai saat berbicara.


Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!


Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!


...****************...


...----------------...


Salam dari Author ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2