
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya....
"Bagaiman penampilan ku sekarang?" ucap senang Lili.
_________________
Para pria tampan itu tetap diam karena tertegun melihat kecantikan Lili itu.
Lili yang kesal,"GEGE,SHI, AYAH BAGAIMANA PENAMPILANKU!"teriak Lili sambil menghentakkan kakinya ke tanah.
"Ah! Cantik kok!" serempak mereka.
Mereka langsung menatap semua
orang yang bengong melihat Lili dengan tatapan tajam, semua orang menjadi takut dan lanjut melakukan aktivitas mereka masing-masing."Lili siapa yang merias mu?"tanya Kaisar Li.
"Mereka gadis-gadis kecil dari desa!" ucap tersenyum Lili.
"Ah! tidak jie jie kau membuat jantungku terpanah!" canda Shi sambil memegang dadanya."Uh Shi bisa saja!"ucap Lili, mengundang gelak tawa semua orang.
"Aduh-aduh ada apa ini? Kenapa tertawa semua?" ucap Permaisuri penasaran.
"Bunda-bunda Lihat Lili sekarang!" ucap Lili memutar badannya.
"Siapa ya ini? Oh ini anak bunda yang nakal yah!" goda Permaisuri.
Sekali lagi semua orang di buat tertawa, sedangkan Lili cemberut akibat di goda Bunda nya itu.
Sore hari tiba...
Semua orang mempersiapkan persembahan untuk sungai itu, Saat semua orang bersiap-siap, Lili pergi ke arah Sungai itu.Memang benar sungai itu sangat dalam dan Luas, Lili tersenyum karena sungai itu sangat indah meski mematikan.
Semua orang mulai melakukan upacara persembahan ke pada Sungai di pimpin oleh tetua Desa.
Upacara itu terjadi selama 3 jam lamanya, sedangkan Lili merasa bosan.
__ADS_1
Akhirnya upacara itu selesai di lakukan, semua orang di harapkan kembali ke kediaman mereka masing-masing.Malam tiba, Lili menunggu semua orang tertidur agar aksinya tidak ada yang tahu.Setelah semua orang tertidur dan desa sudah sepi, Lili memakai hanfu berwarna biru muda
Kemudian berjalan ke arah sungai tersebut, Lili memakai mantra untuk bisa bernapas di dalam air.Dan Lili masuk ke dalam sungai, di dalam sungai Lili berenang dan melihat bahwa banyak terdapat tanaman air yang indah, semakin lama Lili masuk ke kedalaman Sungai.
Sangat mengejutkan di kedalam sungai itu terdapat istana megah dan indah di padukan dengan warna biru laut dan Istana itu tertutupi oleh gelembung udara yang sangat besar.
Saat di gerbang masuk Istana, Lili menggunakan mantra yang khusus untuk membuka gerbang Istana itu.
Saat Lili sudah berjalan di dalam Istana itu, tiba-tiba ada penjaga yang menangkap basah dirinya tentu itu dilakukan Lili dengan sengaja.
"Hei! Manusia berani sekali kau masuk ke dalam Istana ini!" ucap pengawal G
"Ayo ikut kami menghadap Yang Mulia!" paksa Pengawal satunya menarik tangan Lili dengan kasar.
Di Aula tengah Istana itu sangatlah indah di atap Istana itu terdapat kaca besar sehingga dapat melihat apa yang ada di atas air."Hormat Hamba Yang Mulia! Ada manusia yang menerobos istana!"lapor Pengawal G.
"Manusia! menarik siapa kira seorang manusia lemah bisa menemukan keberadaan istanaku ini!" ucap Dewa Air.
"Bawa masuk orang itu!" tambah Dewa Air.
Pengawal membawa Lili kemudian melempar Lili sehingga Lili terjatuh,"Hei manusia, besar juga nyali mu datang ke sini!"sombong Dewa Air.
"Tuan Dewa tolong bantu saya, saya membutuhkan Ginseng Permata untuk menyembuhkan Klan saya" ucap Lili.
Info:
Ginseng permata merupakan harta milik langit yang di simpan di Istana bawah Air yang di jaga oleh Dewa Air, juga kegunaan dari ginseng permata ini mampu menghidupkan orang yang sudah mati.
"Lancang kau berkata demikian!Dan kau tau dari mana tentang ginseng permata!" bentak Dewa Air.
"Sesuai harapan!" batin Lili tersenyum di dalam hati.
"Ampun Tuan, hamba cuma pernah membaca di buku kuno, milik leluhur klan saya" ucap Lili membungkukkan badan sampai menyentuh lantai.
"Pengawal bawa dan penjarakan dia" ucap kesal Dewa Air.
Pengawal membawa Lili tapi dengan mudah Lili melawan pengawal itu, "Apa mau mu sebenarnya?" tanya Dewa Air kesal dan marah dengan sikap Lili "Hahahahahaha" tawa Lili bergema.
"Tadi menangis sekarang tertawa apakah dia gila!" batin Dewa Air.
"Haduh! Kau tak berubah ya Papi" ucap Lili.
__ADS_1
"Tunggu kau dari mana tau tentang itu?" tanya curiga Dewa Air, Lili terkekeh "Yah tau lah, sedangkan aku yang membuat julukan itu!" ucap santai Lili.
Dewa Air seketika melotot tak percaya"Dewi Kehidupan Lili kau Lili"ucap Dewa air sambil menunjuk Lili, "Hem mungkin" pikir Lili "Dasar merusak suasana saja" batin Dewa Air.
Dewa Air langsung datar melihat lelucon Lili yang tidaklah lucu dan menyuruh semua pengawal keluar, "Ada apa kau Lili datang ke sini?" tanya Dewa Air turun dari tahtanya"Aku hanya ada perjalanan ke Kerajaan Hao"jawab Lili.
"Bagaimana keadaan mu selama ini?" tanya kembali Lili.
"Seperti yang kau liat biasa saja, dan semenjak kau dikabarkan meninggal aku tak pernah keluar dari Istana Ini" jawab Dewa Air dengan sedih.
"oh iya! Kenapa kau terkadang menenggelamkan kapal-kapal yang akan lewat di sungai mu itu!" tanya Lili mengalihkan pembicaraan."Aku hanya menghapus orang-orang benar-benar tak pantas untuk hidup itu saja"jawab santai Dewa Air.
"Kau kesini pasti bukan bertanya soal itu bukan?" tebak Dewa Air.
"Hahaha kau tau saja, benar aku hanya ingin bertanya dimana letak Hutan Mawar Es yang di jaga Dewa Es karena aku di tugaskan kakak ku mengambil senjata di sana!" ucap Lili.
"Cie jadi sekarang bersatu lagi !" goda Dewa Air,"Apaan sih!"jawab Lili dengan malu.
"Aku juga tidak tau persis tetapi, aku dengar Hutan itu ada di Gunung kembar di kerajaan Hao yang di lindungi oleh mantra pelindung yang di buat langit dan hanya orang terpilih saja yang bisa masuk jika tidak dia akan mati saat menyentuh perisai itu" jawab Dewa Air, Lili mengangguk mengerti"Karena aku sudah selesai aku akan kembali sekarang"Ucap Lili sambil berdiri.
"Jadi kau hanya seperti itu!" ucap tak terima Dewa Air.
"Sudah sudah kita bertemu saat di Kerajaan Langit saja, tunggu aku saat kembali yah!Dan akan ku balas karena telah membuat ku jatuh" ucap Lili pergi sambil melambaikan tangan ke arah belakang.
Dewa Air menggeleng-geleng kepalanya dengan pasrah melihat Lili berjalan menjauh,"Sungguh tidak berubah, selalu bikin orang kesal saja itu anak!"batin Dewa Air."Tunggu hukuman bukankah itu salah pengawal ku kenapa aku yang di hukum, LILI AWAS YAH!"marah Dewa Air.
Lili yang tersenyum mendengar teriakan yang menggema milik sahabatnya itu.
Lili kembali berenang ke permukaan, saat sudah di tepi sungai Lili sadar bahwa sebentar lagi fajar, dan Lili bergegas pergi ke kamarnya karena biasanya Jia akan datang mengecek Lili.
NAMA:DEWA AIR
JULUKAN YANG DI BERIKAN LILI:PAPI(PEMARAH API)
Usia sama dengan Lili.
Merupakan sahabat kecil Lili, tumbuh bersama saat Lili sedih Dewa Air akan menghibur dan menjaga Lili. Saat berumur 20 tahun Dewa Air di tugaskan menjaga Istana bawah Air, dan jika ada waktu Lili akan mengunjungi sahabatnya itu dan juga sebaliknya, saat berita kematian Lili Dewa Air marah membuat 2 desa tenggelam dan selama itu Dewa Air tidak pernah keluar sama sekali dari Istana itu.
Jangan Lupa Vote,Like and Komen yah!
Terimakasih dukungannya!
__ADS_1
Salam dari Author ❤❤❤