
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
Di atas pohon terlihat pria tampan"Sungguh keluarga yang unik, akan ku menangkan hati mu!"ucap Pangeran Mahkota Hao.
___________________
Setelah Lili masuk, dia membuka cadar yang seharian dia pakai, "Menyebalkan! memakai cadar ini!" sebel Lili.
Jia menggeleng-geleng "Putri lebih baik putri sekarang tidur karena sudah malam!" ucap Jia sambil membawa baju tidur Lili, "Ah! baiklah dan Jia jangan bilang aku harus memakai cadar saat tidur!?" tebak Lili dengan muka yang masam.
Jia tersenyum tanpa merasa bersalah serta menganggukkan kepalanya.Lili seketika memunculkan muka datar, setelah itu Jia meninggalkan kamar Lili dalam keadaan padam, Putra Mahkota Hao langsung menyelinap ke kamar Lili, dia berjalan tanpa suara ke arah tempat tidur Lili.
Saat membuka selimut yang menutupi Lili, Pangeran itu terkejut "Apa terkejut karena aku tidak ada di sana Putra Mahkota Hao?" ucap dingin Lili saat keluar dari kegelapan kamarnya itu. Putra Mahkota Hao terkejut, "Wah sungguh! serigala Liar!" ucap Pangeran dengan nada semakin tertarik kepada Lili.Tentu Lili menatap dengan pandangan menjijikkan"Maaf yah! mana mau aku mengambil barang bekas orang lain apa lagi j****g-j****g kayak peliharaan mu itu"batin Lili.
"Apakah Kerajaan Hao sudah tidak mampu mengajarkan anak-anak nya sopan santun, terutama menyelinap ke kamar putri Kerajaan Lain!" sindir keras Lili.
"Kau yang sudah membuatku menjadi pria bejat, Putri!" jawab tak tau Pangeran Mahkota Hao.
Lili semakin jijik, dan menyerang dengan satu pukulan sehingga Putra Mahkota Hao terlempar keluar kamar dari jendela "Jangan pernah mempermainkan aku pangeran, selamat malam!" ucap Lili menekankan kata 'Selamat Malam'.Kemudian membanting jendela kamarnya dan pergi tidur dengan suasana yang hancur.
Putra Mahkota tertawa,"Akan ku buat kau jadi milikku Putri Lili"batin Pangeran.
__ADS_1
Keesokan harinya
Seperti biasa Jia membangunkan Lili, "Selamat Pagi putri" ucap Jia dengan ceria, Lili terbangun dan setengah mengantuk menjawab"Iya, selamat pagi Jia!".Kemudian Lili bersiap-siap pergi ke arena perburuan karena diadakan pagi hari.
Menggunakan hanfu berwarna merah muda di sempurnakan dengan cadar tipis berwana sama.
Sebelum itu, Lili meminta Jia pergi sebentar karena Lili melihat bahwa di luar kamarnya pemandangannya sangat indah.Saat berdiri dan hendak mengambil makan, tepat saat Lili berbalik ada pria menyebalkan seperti tadi malam siapa lagi kalau bukan Putra Mahkota Hao.
ANGGAP MALAM YA GUYS!!!
"Selamat pagi, sayangku?" ucap lembut Putra Mahkota Hao.
"Ayolah sayang! Kita jujur satu sama lain saja, kau sebenarnya suka dengan ku kan" ucap percaya diri Putra Mahkota Hao.
"Amit-amit suka sama lo!" batin Lili mau muntah mendengar kata-kata itu.
Lili menghempaskan tangan Putra Mahkota dengan kasar dan menunduk"Maaf pangeran, tetapi kelakuan anda sangat kurang ajar!"peringat Lili.Putra Mahkota hanya terkekeh dan mendekat"Ayolah sayang tidak usah berbohong kepadaku!"ucap Pangeran itu tak pantang menyerah.
Lili yang sudah kesal, mencoba menahan diri karena ini adalah negri orang.Lili memilih pergi dan meninggalkan Putra Mahkota itu sendirian.Jia yang melihat Lili keluar dengan kesal bertanya.
"Ada apa putri?"
"DIAM!" bentak Lili, "Ada apa dengan putri!?" batin Jia keheranan, saat melihat ke dalam kamar tidak ada orang lain dan Jia memilih mengikuti Lili.
Kediaman Pangeran Kerajaan Qin.
__ADS_1
Lili dengan kesal duduk dengan nafas yang memburu.Semua pangeran keheranan melihat tingkah wanita yang mereka cintai itu "Ada apa Lili?" tanya Hui.
"Huh! sungguh menyebalkan, Putra mahkota itu kemarin malam masuk diam diam ke kamarku dan tadi makan masuk kembali saat aku menikmati camilan pagi ku!" lapor Lili dengan kesal-kesalnya.
"APA!" serempak teriak mereka
"Lantas Jie jie melakukan apa kepadanya?" tanya Shi, "Yah saat malam hari kemarin aku meninju dia sampai keluar kamar dan tadi langsung keluar karena menahan amarah!" ucap Lili.
"Hah! seharusnya kau tinju dia lebih keras" tak terima Xiu.
"Benar seharusnya kau membuatnya tidak bisa berdiri lagi" dukung Jun, "Benar! aku menyayangkan itu namun sekarang masalahnya kita masih ada di negeri orang jika tidak sudah babak belur orang itu!" ucap Lili dengan mencoba tenang.
"Benar kata Lili, tapi sebaiknya kita bahas dengan ayah dan bunda saja. Sebaiknya kita pergi ke area perburuan sekarang karena kita Pangeran dan Putri Kerajaan Qin!" ucap Hui menyudahi perkara itu.
"Tapi gege aku tak terima" ucap Shi.
"Sudah Shi benar kata gege mu, sebaiknya kita bahas lagi nanti saja! dan Lili jika dia mengganggumu laporkan saja kepada kami mengerti!?" ucap Jun.Lili mengangguk dan mereka pergi ke arena Perburuan dengan kereta kuda, karena berada di dalam hutan.Dan lebih menyebalkan lagi mereka di pandu langsung oleh Putra Mahkota Hao.
"Pasti sengaja dia!" gerutu Lili di dalam kereta.
Semua pangeran memberi pandangan tajam dan waspada kepada buaya yang berjalan dengan kaki itu, sedangkan orang yang di awasi tak menghiraukan tatapan membunuh itu dan semakin mengganggu Lili.
Sudah 1 jam lamanya akhirannya mereka sampai ke arena perburuan, di sana ada 3 kerajaan besar dan saat rombongan mereka datang Permaisuri langsung memeluk Lili"Sayang kau sudah sampai!"ucap Permaisuri, Lili kembali membalas pelukan bundanya "Iya bunda, seperti tidak bertemu dengan ku 1 tahun saja padahal 1 malam" goda Lili kepada Bundanya itu.
"Kau bisa saja!" balas Permaisuri, setelah itu Kaisar Li yang menyambut mereka bersama Permaisuri dan Kaisar Hao, sedangkan Putra Mahkota seperti bisa mengamati mangsanya itu sejak awal.
Jangan Lupa like, vote and komen yah guys!!!
Salam dari Author❤❤❤
__ADS_1