
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
"Anak kurang ajar mau kemana kau?"bentak Kaisar Hao mengejar Putra Mahkota begitu juga Permaisuri.
______________
Pangeran Mahkota Hao berjalan ke arah ke diaman Lili, kebetulan Lili sedang bejalan-jalan dengan Jia dengan PB yang menyamar menjadi prajurit.
Lili melihat Putra Mahkota dari kejauhan dengan raut wajah marah datang menghampirinya" Putri mengapa Putra Mahkota Hao seperti marah dan mengarah ke arah putri?"bisik Jia.
"Benar ada apa ya?" ucap Lili.
Putra Mahkota tiba-tiba merebut pedang dari salah satu prajurit PB dan mengarahkan pedang itu di depan leher Lili, Kaisar dan Permaisuri Hao terkejut dan juga para pelayan dan prajurit lainnya."Anak tidak berguna apa yang kau lakukan hah!"bentak Kaisar.
"Hah! ini yang kau inginkan bukan, maka dari itu jika dia tidak bisa menjadi milik ku maka akan ku bunuh dia!" ucap Putra Mahkota Hao.
Sedangkan Lili mencoba mencerna"Tunggu jadi kau gila karena tidak terima gitu, terus ingin membunuh ku sesuka hatimu! enak saja!"tak terima Lili di hati.
PB langsung melaporkan ke Kaisar, Permaisuri dan para pangeran dan mereka segera bergegas.
Kembali ke kediaman Lili....
"Nak! turunkan pedangmu!" mohon Permaisuri.
"Tidak! aku sudah muak dengan ini!" tolak Putra Mahkota Hao, dan Ia menggores sedikit kulit leher Lili."Hei! Apa yang kau lakukan lepaskan aku!"ucap Lili, Putra Mahkota hanya tertawa dan membisikkan sesuatu "Sudah aku katakan akan ku jadikan kau milik ku!".
" Kau gila ya!"bentak Lili.
"Terserah kau mau bilang apa" jawab Putra Mahkota dengan tersenyum sadis.
Rombongan Kaisar Li akhirnya sampai, "Putra Mahkota lancang sekali kau menyandera adik ku, sungguh tindakan pengecut!"ucap Hui.
" Sekali kau menggores Lili akan ku hancurkan kau berkeping-keping!"ancam Xiu.
__ADS_1
"Lakukan saja semau kalian, jika ada yang berani selangkah maju maka tak segan-segan aku melukai putri kesayangan kalian ini!" ancam kembali Putra Mahkota Hao.Kaisar Li "Berani kau!" Marah, maju selangkah Putra Mahkota menggores kembali leher Lili"Kan sudah ku bilang, sekali kalian melangkah aku tak akan segan-segan membunuhnya"ingat kembali Putra Mahkota.
Kemudian Mencium pipi Lili "Benarkan sayang!" seringai Putra Mahkota.
"Dasar Pria bejat, lepaskan aku!" maki Lili.
"Dasar pria tak tau diri berani kau mencium Lili, ku ingin mati hah!" bentak Jun.
Putra Mahkota Hao hanya mengangkat kedua bahunya.Kaisar Hao mengepalkan tangan karena kehilangan muka akibat ulah anaknya(Enggak kok mukanya tetap terus ilang ke mana).
Permaisuri Hao tetap memohon"Nak, turunkan senjata mu!", Kaisar Li mencengkeram baju Kaisar Hao dan berkata dengan penuh amarah dan penekanan"Lakukan sesuatu atau akan ku kibarkan bendera Perang Kaisar Hao!".
"Ba....baiklah Kaisar Li!" ucap gugup Kaisar Hao.
Lili diam tetap memperhatikan raut wajah Putra Mahkota, walaupun Putra Mahkota berkata seperti amarah malah Lili sebaliknya malah terdengar dari suaranya nada yang menandakan dia kecewa dan benci terhadap seseorang.
Kemudian Lili mencoba, melihat ingatan Putra Mahkota dengan jurus Penglihatan yang sudah lama dia tidak gunakan.Saat sekilas melihat ingatan Putra Mahkota, Lili tau bahwa dia sebenarnya korban dari ketamakan orang tuanya terutama Ibunya yang selalu mendorongnya melakukan hal yang tidak Ia sukai.
"Apakah kau senang jika membunuhku Pangeran?" tanya Lili.
Putra Mahkota kebingungan"Apa maksudmu?"tanya kembali Putra Mahkota Hao."Aku tau kau sudah mengalami masa yang pahit di dalam hidup mu bukan, kau sudah di jadikan alat sejak kecil oleh orang tua mu bukan dan kau tau bahwa kasih sayang orang tua mu hanyalah palsu bukan!"jelas Lili.
"Kau dendam karena Orang tua mu karena membunuh wanita yang sangat kau cintai karena dia berasal dari kalangan bawah, dan kau ingin balas dendam untuknya bukan?" ucap Lili tak menghiraukan pertanyaan Putra Mahkota.
Putra Mahkota berteriak dengan menutup telinganya seperti orang frustasi"Hentikan hentikan kau tidak tau apa-apa tentang ku dan dia!".
Saat ada peluang para PB ingin mengamankan Putra Mahkota Hao tetapi di hentikan oleh Lili dan Lili mengangguk menyuruh mereka mundur.
"Dia wanita yang selalu ada di hatimu, satu-satunya yang kau cintai, belahan jiwa mu!" ucap kembali Lili.
"HENTIKAN!" teriak Putra Mahkota menggerakkan pedangnya ke arah Lili tetapi Lili menghindar."Aku tau kau rapuh, aku tau kau membenci dunia ini, tetapi kau tak bisa meninggalkan dunia ini karena dendam mu, benar kan Pangeran?"tanya Lili sekali lagi.
Putra Mahkota menjatuhkan pedangnya dan tertunduk diam, Lili perlahan mendekat dan berkata" Aku tau kau begitu menderita, jika kau membutuhkan seseorang pergilah kepadaku agar kesengsaraan mu berkurang!"ucap Lili menenangkan.
Lili memeluk dengan penuh kasih sayang Putra Mahkota, orang yang hampir membunuhnya tadi "Tenanglah kau boleh menangis sepuasnya, luapkan emosi yang sudah kau pendam selama ini!" ucap lembut Lili.
Putra Mahkota seketika menangis dan memeluk erat Lili"Benar aku mencintai tetapi orang-orang itu tega melakukan hal itu kepadanya, aku membenci mereka!"ucap Putra Mahkota meluapkan seluruh emosinya.
Lili setia mengelus punggung Putra Mahkota seperti Barang yang rapuh.
Para pangeran Qin perlahan-lahan mendekat, dan Lili mengangkat satu jarinya dan menaruhnya di depan mulutnya.
__ADS_1
Para pangeran tetap setia, pemandangan itu membuat semua orang terharu, Permaisuri Hao bahwa menangis karena menyesal terlalu memaksakan kehendaknya sedangkan Kaisar Hao sedikit melunak dan tau sebenarnya Putra pertamanya itu sangat sengsara.
Sekitar satu jam Putra Mahkota Hao akhirnya berhenti menangis, tetapi tidak mau pisah dari Lili dan tetap memeluk Lili seperi Bayi.
Saat Lili di obati akibat ulahnya Putra Mahkota Hao tetap memeluk Lili membuat Tabib kesusahan, Kemudian Putra Mahkota Hao tertidur di pangkuan Lili.
Sedangkan tercium bau-bau cemburu dari saudara alili.
"Cih! Tadi gila sekarang manja kepada Lili kita!" ucap tak terima Xiu.
"Benar!" ucap Shi.
"Sudah-sudah kalian kan sudah banyak mendapat kasih sayang dari Lili!" melerai mereka."Tapi tetap saja Lili!"ucap mereka tak terima.
____________
Akhirnya Putra Mahkota mengaku perbuatannya.
"Apa yang ingin putri berikan kepada anak Zhen yang satu ini?" tanya Kaisar Hao, Lili tersenyum dan berkata"Aku sudah memaafkannya tetapi Pangeran harus menerima hukuman akibat perilakunya oleh karena Itu, Putri ingin Pangeran diasingkan di desa dekat sungai Hao selama 1 tahun saja, apakah bisa Kaisar?"tanya Lili.
Kaisar Hao terkejut, "Apakah itu tidak terlalu ringan putri?" tanya Kaisar Hao.
Lili menggeleng"Tidak! Aku tau Pangeran hanya emosi sesaat, dan putri harap pangeran lebih dewasa setelah pulang dari pengasingan itu!"ucap lembut Lili.
"Sungguh putri yang baik hati,baiklah dengan begini Putra Mahkota akan di asing kan ke desa dekat sungai Hao selama 1 tahun" titah Kaisar, dan Putra Mahkota Hao menerimanya.
"Terima kasih putri karena telah memaafkan perbuatan ku yang kurang ajar kepada ku!" ucap Putra Mahkota.
"Sudahlah kau hanya korban, aku harap setelah ini kau bisa menjadi pribadi yang lebih baik mengerti?" ucap Lili, Putra Mahkota Tersenyum dan mengangguk.
"Ehemm! jangan lama-lama mengambil Lili kami!" singgung Xiu.
"Gege tidak boleh sepeti itu!" tegur Lili.
Xiu kembali cemberut, dan di tertawa kan oleh yang lain. Mereka pun beristirahat karena Besok mereka harus pulang karena Festival telah berakhir.
Jangan Lupa vote,like and komen ya!
Terima kasih banyak!!!
Salam dari Author❤❤❤
__ADS_1