
Cie yang masih setia
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Wajah Lili menghitam, karena mendengar ucapan Kak Qiang, karena sulit di percaya bahwa sang Kekasih, yang sangat dia cintai itu berkhianat dan menikahi wanita lain dan lebih parahnya menikahi wanita yang merupakan sahabatnya sendiri.
"Apa benar dia telah menikah?" ucap Lili bertanya dengan dingin, dan semua atmosfir di tempat itu menjadi dingin membuat Kak Qiang sedikit merinding.
"Iya benar lah, lagi pula buat apa kakak berbohong padamu!!" ucap Kak Qiang kepada Lili.
"Apa ada alasan kenapa dia menikah dengan wanita itu?" ucap Lili masih dengan nada dinginnya, Kak Qiang hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar pertanyaan adiknya.
"Nah ini yang aku tidak suka, kalau dia meminta jawaban harus sedetail detailnya!!" batin Kak Qiang sambil melihat telapak tangan adiknya, yang terus meremas tangannya sehingga darah tidak berhenti mengalir.
"Ini yang aku tidak suka darimu Lili, kamu- jeda Kak Qiang kembali melanjutkan kata-katanya,-baiklah aku akan menceritakan semua!!" ucap Kak Qiang yang akhirnya memutuskan menceritakan semuanya.
.
.
.
FLASHBACK ON_________
Di Dunia Para Dewa dan Dewi, diadakan perayaan ulang tahun untuk putra Mahkota Kerajaan Langit. Semua para Dewa dan Dewi memberi ucapan selamat kepada Kaisar/Kak Qiang yang mewakili sang Putra.
Tidak lupa juga ada Dewa perang dan Dewi bunga yang datang, dan menjadi buah bibir para Dewa Dewi yang ada di sana karena Dewa Perang dan Dewi Bunga datang bersamaan dan lebih parahnya mereka bergandengan tangan.
"Ih apaan sih Dewa Perang katanya setia sama Dewi Kehidupan tapi buktinya" ucap Dewa A
"Halah paling Dewi Bunga yang goda Dewa Perang kan dari dulu dia selalu iri sama Dewi kehidupan" ucap Dewi B
"Masak sih bukannya Dewi Bunga itu sahabatnya Dewi Kehidupan, aku jadi kasihan sama Dewi Kehidupan" jawab Dewi C
"Ih memang, Aku kalo jadi Dewi Kehidupan udah mati 2 orang itu, jadi sahabat kok menikung sahabatnya sendiri, padahal Dewi Kehidupan selalu baik sama dia" ucap Dewa D
Begitu banyak lagi cemooh dan sindiran yang di dapat oleh Dewa Perang dan Dewi Bunga.
__ADS_1
Kaisar Qiang yang melihat kedua kekasih itu, menjadi kesal dan mengepalkan tangannya untuk menahan emosi untuk menghajar orang yang masih berstatus kekasih adiknya itu.
Dewi Bulan atau istri Kaisar Qiang juga sedikit geram melihat kedua orang itu, tetapi tetap memasang wajah tenang dan anggun walaupun hatinya panas dan sedih, melihat penghianatan kekasih adik ipar tercintanya.
"Salam kepada Kaisar dan Permaisuri!!" ucap serempak kedua orang itu, siapa lagi kalo bukan Dewa Perang dan Dewi Bunga.
Kaisar Qiang hanya mengangguk malas meladeni orang yang di depannya itu. Pesta begitu meriah terdapat banyak penari yang memeriahkan pesta itu, saat pesta telah usai.
"Kaisar hamba ingin meminta izin kepada anda!!" ucap Dewa Perang kepada Kak Qiang.
"Anda ingin meminta izin apa kepada Zhen?" ucap dingin Kaisar Qiang bertanya kepada Dewa Perang. "Hamba ingin meminta izin agar dapat menikahi Dewi Bunga" ucap Dewa Perang mengatakan tujuannya.
Sontak membuat semua para Dewa/Dewi terkejut bukan main karena pernyataan Dewa perang.
"APA?!! Apa kau tau apa yang kau katakan Dewa Perang!!" ucap Kaisar Qiang yang terkejut bukan main dan semakin menahan emosinya.
"Iya Kaisar, saya tahu apa yang saya ucapkan!!" ucap Dewa Perang dengan serius dan tegas, tak lama ada sebuah tinjuan yang melayang ke arah wajah Dewa Perang, "Br*ngs*k sekali kau Dewa Perang, kau meminta izin untuk menikahi wanita lain saat kau telah bersumpah akan setia kepada Dewi Kehidupan!!!" ucap Dewa Musik dengan geram. Mewakili Kaisar Qiang yang ingin menghajar Dewa Perang.
Dewa Musik merupakan Sahabat Kaisar Qiang yang sudah menganggap Lili sebagai Adiknya, dan merupakan kakak yang posesif kepada Lili tentunya.
"APA YANG KAU LAKUKAN!!" teriak Dewa Perang dengan amarah, Kaisar Qiang menggebrak meja yang ada dihadapannya hingga terbelah, " APA KAU TIDAK MEMANDANGKU SEBAGAI KAISAR DEWA PERANG dan DEWA MUSIK!!!" ucap Kaisar Qiang membentak mereka berdua, yang sudah terlalu geram, kedua Dewa itu sadar dan berlutut, "Ampun Kaisar!!" ucap serempak kedua Dewa itu.
Suasana sudah menjadi tegang, "Apa kau lupa sumpah mu kepada adikku Dewa Perang?" tanya Kaisar dengan dingin, Dewa Perang menjadi sedikit gugup, "Ti..tidak Yang Mulia hamba mengingat sumpah tersebut" ucap Dewa Perang dengan yakin tetapi sedikit takut.
Semua Dewa/Dewi yang ada terkejut dan siapa sih yang tidak tau akan sumpah Dewa Perang kepada Dewi Kehidupan, sebelum perang dan hukuman apa yang akan dia terima.
"Saya sudah memikirkannya dengan penuh pertimbangan, dan saya akan melakukannya!!" ucap Dewa Perang dengan penuh keyakinan, "Baiklah, jika kau yakin akan hal itu, aku akan memberi izin, dan kau harus melakukan hukuman itu!!" ucap Kaisar Qiang dengan keputusan yang dia buat, sedangkan semua Dewa/Dewi memulai argumen mereka masing-masing.
"Apa Dewa perang bodoh?!" ucap Dewi A
"Aku dengan hukuman itu sangat mematikan" ucap Dewi B
"Terserah deh lagian dia yang akan sengsara" ucap Dewi C
"Kau akan melakukan hukuman itu besok hari, dan saat kau selesai akan hukuman itu maka kau akan terbebas!" ucap Kaisar Qiang kepada Dewa Perang.
Semua Dewa/Dewi bubar dan pergi, kejadian itu membuat mereka merinding dan tidak dapat membayangkan bahwa, besok mereka akan melihat petir yang di sebut-sebut menjadi petir mematikan bagi para Dewa.
KEESOKAN HARINYA__________
Semua Dewa/Dewi berkumpul di Tempat, dimana tempat itu menjadi saksi akan sumpah yang di ucapkan Dewa Perang, dan di situ juga akan menjadi saksi hukuman Dewa Perang.
Tempat itu di sebut Gunung kesunyian di mana terdapat danau yang sangat luas di tengahnya terdapat Altar yang biasanya di gunakan untuk bersumpah dan untuk menghukum Dewa/Dewi yang berkhianat.
__ADS_1
Kedua tangan Dewa Perang telah di ikat dengan rantai emas yang sangat kuat. Kaisar Qiang dan Permaisuri Xia(Dewi Bulan) telah sampai di Gunung Kesunyian.
"Zhen bertanya sekali lagi apa kau akan menerima hukuman ini atau tidak Dewa Perang?!!" ucap Kaisar dengan dingin bertanya kepada Dewa Perang.
"Ya Kaisar, saya akan menerima hukuman ini demi menikahi wanita yang hamba cintai!!" ucap Dewa Perang dengan penuh keyakinan, Membuat semua orang terharu tetapi sedikit jijik dengan pernyataan Dewa Perang.
"Baiklah jika kau mengambil keputusan itu, maka Zhen menyetujuinya!!" ucap Kaisar Qiang dengan lantang.
"Kau sekarang, ucapkan sumpah mu dan ucapkan bahwa kau akan mengingkari sumpah tersebut, dan menerima hukuman yang telah di sediakan dengan lantang!!" titah Kaisar Qiang.
Semua Dewa/Dewi tidak sabar melihat petir legendaris milik Dewi Kehidupan.
"AKU DEWA PERANG YANG DULU PERNAH BERSUMPAH AKAN SETIA DAN MENCINTAI Dewi KEHIDUPAN, DAN SEKARANG AKU DEWA PERANG TELAH MENGINGKARI SUMPAH KU KEPADA Dewi KEHIDUPAN OLEH KARENA ITU SEKARANG MENERIMA HUKUMAN YANG DI BERIKAN YAITU MENERIMA 10 Sambaran PETIR MILIK Dewi KEHIDUPAN" teriak Dewa Perang yang menggema di Gunung kesunyian itu.
Tak lama semua awan menjadi gelap, semua alam di dunia para Dewa/Dewi menjadi gelap bagaikan kegelapan datang, semua Dewa/Dewi juga Kaisar dan Permaisuri Langit menjadi saksi. Dimana tepat di atas Dewa Perang terbentuk lingkaran, yang seakan siap menarik semua yang ada di sana, membuat semua orang merinding melihat hawa menjadi sangat dingin dan angin bertiup sangat keras.
Tiba-tiba satu sambaran petir yang sangat kuat serta terdengar menyakitkan telinga para Dewa/Dewi yang ada, dan untung saja sebelum terjadi sambaran petir itu semua Dewa/Dewi telah memasang Formasi Pelindung untuk melindungi diri dari sambaran petir itu.
Jeritan yang sangat menyakitkan terdengar dari kejauhan yaitu jeritan Dewa Perang, tak lama kemudian di susul dengan sambaran petir yang ke 2 tak kalah menyakitkan dari petir pertama.
ILUSTRASINYA......
"DUAR..... DUAR....." bunyi sambaran yang sangat merusak indra pendengaran, masih petir ke-7 tetapi Dewa Perang mulai tidak sadarkan diri, namun ia kembali sadar dan terus menerima hukuman yang dia terima, sudah petir ke-10 tetapi Para Dewa tidak boleh mendekatinya.
Semua Dewa/Dewi terkejut karena akibat sambaran 10 petir tersebut rantai emas yang mengikat Dewa Perang hancur menjadi, abu dan bahkan pepohonan yang ada di sekitar danau menjadi abu juga, dan lebih hebatnya lagi setelah hukuman itu langit menjadi cerah seperti semula.
Setelah itu mereka menolong Dewa Perang untuk membawanya ke Kediamannya dan segera mengobatinya karena Dewa Perang telah Pingsan cukup lama dan kritis membuat Dewa obat kewalahan merawat Dewa Perang.
Sesudah sampai di istana Kaisar Langit, Kak Qiang menyebarkan titah bahwa Dewa Perang telah terbebas Dari Sumpahnya dan boleh menikahi Dewi Bunga. Setelah masa pengobatan Dewa Perang yang berjalan 1 tahun akhirnya Dewa Perang menikah dengan Dewi Bunga tapi akibat hukuman itu Dewa Perang kehilangan kekuatannya hampir 60%.
FLASHBACK OFF
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
...----------------...
Salam Dari Author❤❤❤
__ADS_1