Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps. 50


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Sebelumnya....


"Putri sekarang lebih baik kita kembali karena sepertinya kondisi Putri agak memburuk" ucap Jia di setujui oleh Lili. Kaisar Li kembali setelah mereka pergi, "Ada apa sebenarnya ?" batin Kaisar Li.


________________


Kondisi Lili menjadi agak memburuk mungkin pengaruh cuaca.


"Uhuk uhuk!" Batuk Lili mengeluarkan darah, Jia langsung memanggil tabib, saat tabib memeriksa Lili cukup lega karena kondisi Lili masuk termasuk stabil.


Di Ruang Kerja Kaisar


Kaisar Li berfikir keras sebenarnya apa yang terjadi dengan anak nakalnya itu "Ada apa dengan dia?" tanya Kaisar kepada dirinya sendiri.Kemudian Kaisar memanggil Kasim, "Panggil Putri Lili untuk menghadap ku besok pagi!" perintah Kaisar.


Kasim melaksanakan perintah Kaisar, di kediaman Lili sangat sepi membuat kasim agak terheran-heran."Jia dimana Putri?"tanya Kasim karena di perbolehkan oleh pengawal untuk masuk.


"Oh tuan kasim, putri agak sedikit tidak sehat, ada keperluan apa ya tuan?" tanya sopan Jia."Kaisar memerintahkan putri untuk menghadapnya besok pagi"beritahu kasim.


"Baiklah, saya akan memberi tahu putri" ucap Lili membungkukkan badannya, kasim pun pergi meninggalkan kediaman Lili.


Jia langsung memberitahu Lili tentang berita yang di sampaikan oleh kasim.


"Bagaimana putri? keadaan putri belum pulih sepenuhnya, Jia khawatir saat menghadap Kaisar penyakit putri kambuh" ucap Jia cemas.Lili tersenyum mendengar kecemasan Jia"Aku akan pergi ke sana, sekarang siapkan saja baju yang akan ku gunakan besok pagi" perintah Lili.


Keesokan harinya....


Lili menggunakan hanfu hijau muda yang sangat cantik dan tak lupa menggunakan cadar tipis menutupi bibir pucat nya itu.



Di Ruang kerja Kaisar...


Lili berdiri di ruangan ayahandanya itu agak cukup lama dan akhirnya membuka suara"Yang Mulia hamba Putri Lili menghadap"seru Lili.


"Masuklah" ujar Kaisar dengan dingin.


Saat di dalam ruangan atmosfer ruangan tersebut seperti menghitam di penuhi aura marah, "Apa kau senang bisa keluar kemarin putri?" tanya Kaisar dengan nada mencemooh.


Lili yang merasa sakit akan cemoohan ayahnya itu tetap menerimanya"Iya Kaisar hamba sangat senang!"ucap Lili.


"Mengapa kau keluar bukan kah kau suka tinggal di Paviliun mu itu?" tanya pedas Kaisar Li.


"Inilah yang tidak ingin ku beritahu!" batin Lili.


"Hamba merasa bosan Yang Mulia!" jawab Lili, "Dan maaf uhuk uhuk" ucap Lili terpotong karena batuknya kambuh dan segera menutup tangan kirinya yang terdapat darah yang keluar dari mulutnya tadi.

__ADS_1


"Hamba mohon pamit diri Kaisar!" ucap Lili terburu-buru.


Kaisar yang marah karena Putrinya tiba-tiba ingin pergi "Putri jika kau, melangkah keluar dari ruangan ku ini maka tamat riwayatmu!" ucap dingin Kaisar dengan tatapan membunuh.


"Matilah aku!" ucap pelan Lili.


Lili diam di tempat, dan Kaisar berjalan ke arah Lili, "Tunjukkan kedua tangan mu!" perintah dingin Kaisar. Lili masih tidak ingin menunjukkannya "Kau tunjukkan tangan mu atau ayah potong tangan mu ini" ancam Kaisar Li.


Lili dengan menutup mata membuka tangan yang terdapat darahnya tadi.


"Dari mana asal darah ini?" tanya dingin Kaisar tang sebenarnya tak tega melihat darah di tangan anaknya itu.


"Saat ke sini, Lili tergores ranting pohon" bohong Lili.


"Kau masih berbohong putri" bentak keras Kaisar membuat Lili terkejut dan rasanya ingin menangis."Maaf ayah! Lili tidak bisa memberitahu ayah!"tolak Lili, "Kau katakan atau kau aku hukum berlutut sehari di ruangan ini!" ucap Kaisar.


Lili masih terdiam,"Baiklah jika kau bersikeras berlututlah sekarang sampai kau mengaku"ucap dingin Kaisar Li.


Lili berlutut di depan meja kerja ayahnya itu, tanpa berkata apapun dan juga menahan rasa sakit yang menyerangnya.


Berita bahwa Lili di hukum berlutut menyebar dan sudah sampai ke telinga para anggota kerajaan yang Lain.


Mereka bergegas ke ruang Kerja Kaisar Li.


"Ayah apa benar menghukum Lili?" ucap Jun.


Kaisar tetap diam melanjutkan pekerjaannya, Jun melihat adiknya itu sudah bercucuran keringat"Lili ayo bangunlah!"ucap Jun di hentikan Kaisar.


"Kau membantunya maka kau akan mendapat hukuman cambuk" ancam Kaisar, Lili menoleh dan menggelengkan kepalanya.


Hui ingin menjelaskan kejadian yang terjadi tapi tangannya di pegang oleh Lili dan Lili menggelengkan kepalanya dengan cepat."Tapi Lili!"mohon Hui.


"Gege biarkan saja!" ucap lemah Lili.


Xiu dan Shi tidak tau apa yang terjadi karena mereka melihat bahwa ke dua gege mereka sedang khawatir.


Tak berseling lama Permaisuri datang,"Lili ada dengan mu nak?"terkejut Permaisuri melihat keadaan Lili yang berubah drastis sejak mereka terakhir bertemu.


"Yang Mulia apa yang anda lakukan?"marah Permaisuri.


" Zhen hanya menghukum orang yang merahasiakan sesuatu kepada zhen"jawab dingin Kaisar.Semua orang mencoba membujuk Kaisar namun nihil.


Lili yang berusaha keras menahan rasa sakitnya itu, bibir Lili menjadi agak biru dan keringat sangatlah banyak, Lili yang hampir pingsan menahan dengan sekuat tenaga dengan tangannya.Hui yang melihat penderitaan Lili itu tak tega, Lili yang melihat Hui tersenyum paksa menandakan bahwa dia tidak apa apa.


Jia menerobos ruang kerja Kaisar"Kaisar saya memohon agar hukuman Putri di ganti oleh saya!"ucap Lili.


"Berani sekali, hanya seorang pelayan bisa melakukan apa" ucap tidak senang Kaisar.


Jia gemetar, Lili melihat Jia akhirnya berniat membuka suara "Ayah aku akan mengaku" ucap Lili.


Saat ingin mengeluarkan suara kembali, "Bruk" tubuh Lili terjatuh pingsan di lantai, membuat semua cemas.Hui langsung menggendong Lili pergi keluar dari Ruangan ayahnya.


"Panggilkan tabib sekarang" bentak Hui.

__ADS_1


Semua tabib berkumpul, "Aku tidak mau ada kata gagal dari mulut kalian" ucap dingin Hui, semua Tabib langsung bergegas menolong Lili yang penyakitnya semakin parah dari sebelumnya.


"Huhuhu Putri!" tangis Jia terduduk di depan kamar Lili.


Hui kembali ke ruangan kerja ayahnya dengan amarah "AYAH APA YANG AYAH LAKUKAN HAHA!" bentak Hui.


"PANGERAN KAU SUDAH BERANI MEMBENTAK AYAH MU!" ucap Kaisar tak kalah membentak, "Lantas aku harus apa, diam menyaksikan adik ku yang sudah sekarat sejak hari-hari kemarin hah!" ucap Hui tak habis pikir.


"Jika ayah ingin mengetahui kebenarannya tidak seperti ini!" jelas Hui.


"Lantas Ayah harus apa? Harus menerima penghinaan yang di berikan putrinya sendiri" tak terima Kaisar.


"Ayah mau tau kebenarannya kan, baiklah akan ku beri tahu semua kebenaran ini!" Ucap Hui dan pergi membawa tabib yang sudah merawat Lili selama berhari-hari.


"Katakan semua yang kau ketahui" ucap dingin Hui.


"Sebenarnya Putri terkena demam berdarah sejak hari lalu dan keadaannya sekarang menjadi lebih parah" ucap gemetar Tabib.


"Apa ayah puas dengan jawaban ini hah!" ucap remeh Hui.


"Jika ada sesuatu yang terjadi kepada Lili, aku tidak akan memaafkan ayah!" ancam Hui kemudian meninggalkan Kaisar yang terkejut.


"Apa yang aku lakukan" ucap Kaisar berdiri dan berlari melihat kondisi Putrinya itu.


Di depan kamar Lili terlihat semua keluarganya berdiri dengan wajah khawatir."Ba....bagaimana keadaannya"ucap Kaisar yang tak bisa berkata-kata.


Permaisuri yang tak bisa menyalahkan suaminya menenangkan suaminya itu "Tenang, Lili sedang di rawat oleh tabib terbaik!" ucap Permaisuri.


Kaisar yang terdiam, memohon agar keadaan putrinya itu membaik"Seharusnya aku tidak melakukan itu karena ego ku" sesal Kaisar.


"Sudahlah Ayah, Lili pasti mengerti!" hibur Jun.


sudah hampir 3 jam, akhirnya semua tabib keluar, "Bagaimana keadaan?" tanya Shi.


"Hormat kami pangeran, keadaan putri sudah stabil dan sudah baik-baik saja" ucap Tabib.


Semua bernafas lega dan Kaisar langsung masuk ke kamar putrinya itu, Kaisar memegang tangan kecil Lili dan Lili terbangun "Ayah jangan sedih! Lili tidak apa apa!" ucap Lili tersenyum.


"Anak bodoh! bagaimana bisa kau menyembunyikan hal seperti ini dari ayahmu" ucap Kaisar tak sanggup menahan air matanya."Ayah jangan menangis nanti Lili ikut sedih"ucap Lili menghapus air mata ayahnya itu.


"Lili jika sudah sembuh ingin apa?" ucap Kaisar Li.


"Hemm! Lili ingin pergi ke Festival yang di adakan di kerajaan Hao, bolehkan?" ucap Lili.Kaisar mengangguk"Iya, kebetulan kita akan mendapat undangan dari Kerajaan Hao"ucap Kaisar tersenyum.


Lili beristirahat dan Kaisar keluar,"Bagaiman keadaannya Yang Mulia?"tanya Permaisuri "Dia sudah baik-baik saja sekarang lebih baik kita kembali" perintah Kaisar.


Semua orang kembali meski ingin menemani Lili.


Setelah kejadian itu, Lili pulih dengan cepat dari pada sebelumnya dan Hui meminta maaf kepada ayahnya karena membentak ayahnya. 1 bulan kemudian Undangan dari Kerajaan Hao sampai di kerajaan Qin membuat Lili merasa senang karena tak sabar bertemu di Dia.


Aseh yang mau ketemu pacar!!!


hahaha

__ADS_1


Salam dari Author❤❤❤


__ADS_2