Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps. 23 Membuka Mata


__ADS_3

Cie yang masih setia


.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Di istana yang berdiri di dalam Hutan Mata Air Pelangi. Tepatnya di ruangan yang merupakan kamar dari putri yang sedang tertidur, hari itu yang bertugas menjaga Sang Putri adalah PANGERAN Shi.


Tepat tengah malam_______


Putri Lili mulai memberi reaksi atau mulai sadar dari komanya, tapi saat itu pangeran Shi tidak sengaja tertidur di sebelah ranjang sang Jie jie.


LILI POV_______


"Sakit banget kepalaku, pasti ini efek dari kelamaan tidur" ucap ku sambil memegang kepala yang terasa sakit, aku mencoba bangun dari tempat tidur tetapi, masih tetap tidak bisa. Aku mencoba memulihkan tubuhku agar bisa duduk, setelah 10 menit aku bisa duduk.


Di Sana aku melihat bahwa ini bukan kamarku, dan aku tau bahwa aku berada di Hutan Mata Air Pelangi, aku melihat Shi yang tengah tertidur di pinggir tempat tidurku, sambil memegang tangan kananku, "Pasti kamu kelelahan karena menjaga jie jie mu ini!!" ucap pelan ku sambil mengelus kepala Shi dengan lembut.


"Maafin jie jie ya terlalu lama untuk bangun" tambah ku.


___________


AUTHOR POV________


Pangeran Shi yang merasakan ada yang mengelus kepalanya, mencoba membuka mata dan melihat siapa yang melakukannya. Pangeran Shi sangat terkejut, "Jie.....jie jie a...pa ini benar kamu?" tanya Pangeran Shi yang tak percaya, "Tidak mungkin, pasti aku mimpi kan" ucap kembali Pangeran Shi sambil mengucek matanya.


Lili yang melihat reaksi adiknya itu, terkekeh dan mencubit pipi sang adik, agar tau bahwa itu bukan mimpi, "Auw... sakit jie!!" meringis Pangeran Shi, "Tunggu kalo ini sakit, berarti aku tidak mimpi, berarti berarti jie jie sudah bangun!!!" ucap Shi dengan wajah bodohnya.


Tiba-tiba Shi memeluk jie jie nya itu, dengan erat sangking eratnya sampek Lili susah bernafas. "Eh... eh kamu mau jie jie mu ini tidur lagi, ya!! jangan erat-erat peluknya!" ucap Lili yang kesusahan bernafas, kemudian Shi melepaskan pelukannya.


"hiks hiks hiks jie jie, kenapa kamu tidur terlalu lama gege, Alex, Rey, Ibunda dan Ayahanda sangat merindukanmu!!" ucap Shi sambil menangis, "Maafkan jie jie mu ini ya, kalo terlalu lama, jadi kamu jangan menangis lagi ya jie jie gak bakal ninggalin kamu lagi!!" ucap Lili sambil menghapus air mata Shi, dan memeluknya untuk menenangkannya. "Janji jie jie tidak akan meninggalkan kami lagi kan!!" ucap serius Shi dan yang di setujui oleh Lili.


"Jie jie aku harus kasih tau gege, mereka pasti senang!!" ucap Shi dengan tersenyum, saat hendak mau pergi Lili menahannya, "Jangan beri tau mereka, pasti mereka lelah biarkan kamu beritahu mereka besok pagi"ucap Lili kepada Shi.


"Tapi" ucap Shi di potong Lili, "Sudah tidak ada tapi-tapi sekarang kamu tidurlah!!!" ucap Lili memberi perintah kepada Shi.

__ADS_1


" Aku tidak ingin meninggalkan jie jie, bagaimana kalau jie jie pergi lagi!" ucap Shi dengan sedih.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Lili, Shi tersenyum dan langsung tidur di sebelah Lili, "Aku akan tidur di sini menemani jie jie!" ucap Shi kepada Lili dengan santai, "Tetapi kau kan sudah besar, apa tidak malu tidur dengan jie jie nya!" ejek Lili kepada Shi.


"Tidak walaupun aku sudah besar, aku tetap anak kecil saat bersama jie jie" ucap Shi sambil ngambek, "Baiklah kalo begitu, sekarang kau tidur dan kita beri kejutan untuk semua orang!" ucap Lili sambil menyelimuti adiknya itu.


"Aku senang ada orang yang mengkhawatirkan ku" batin Lili lalu menyusul Shi di alam mimpi.


.


.


.


Keesokan harinya_________


Lili bangun lebih awal dari Shi, karena tidak tega untuk membangunkan adiknya itu, dan Lili kemudian mandi, setelah mandi dia memakai hanfu biru langit.



Setelah selesai memakai hanfu nya, Jia (pelayan setia Lili) terkejut sampai menjatuhkan bak kecil, yang selalu dia bawa untuk membasuh tubuh majikannya itu, "Pu...putri anda sudah bangun" ucap Jia sambil mengeluarkan air mata.


Shi kemudian bangun, "Jie jie kau sudah bangun!!" ucap Shi suara khas orang bangun tidur, "Iya sana mandi kita, akan memberi kejutan untuk para pangeran tampan yang belum bangun!" ucap semangat Lili.


setelah 20 menit akhirnya Pangeran Shi telah selesai, "Wah sepertinya selama aku tertidur, kau melakukan apa pada wajahmu Shi?!" ucao kagum Lili, sedangkan Shi dan Jia kebingungan, "Memangnya kenapa dengan wajahku jie jie?" ucap Shi dengan bodohnya memegang wajahnya.


"Kau semakin tampan" goda Lili berhasil mengerjai adiknya itu, membuat Jia tertawa sedangkan Shi mengendus kesal, "Sudah sudah Shi kamu lebih baik ikuti perintahku sekarang" ucap Lili kepada Shi, "Jadi kamu nanti berpura pura khawatir, bilang bahwa kondisiku kritis karena aku kejang kejang mengerti!!" perintah Lili kemudian Shi langsung pergi.


Di kamar Jun_______


Shi langsung mulai berakting, "Gege gege!!! buka pintunya ada sesuatu yang penting" cemas Shi dan Jun langsung membuka pintu kamarnya, "Ada apa Shi mengapa kau khawatir?" ucap khawatir Jun yang masih setia dengan baju tidurnya.


"Gege, Li jie dia kejang kejang sekarang sedang sekarat!!" ucap Shi memberi tahu Jun.


"APA! ayo kita pergi sekarang ke kamar Lili!!" ajak Jun kepada Shi, "gege apa kita tidak memberi tahu kepada Xiu gege, dan kedua sahabatnya itu?" tanya Shi kepada Jun.


"Benar kita harus memberi tau mereka sekarang, Ayo!" ajak Jun, kemudian mereka pergi ke kamar para pria tampan lainnya, "Hi hi hi seru juga, bikin gege khawatir" batin Shi sambil menahan ketawa.


Setelah itu semua saudara Lili tidak lupa 2 sahabatnya pergi ke kamar Lili yang masih setia dengan baju tidur mereka masing masing.

__ADS_1


Saat di kamar Lili_______


"Tabib Wei apa kau tau, apa yang harus kau lakukan?" ucap Lili kepada tabib Wei.


"i..iya Putri" ucap pasrah Tabib Wei(karena tabib wei sudah mengetahui bahwa Lili telah sembuh saat dia mengunjungi Lili untuk pengobatan rutin) kemudian Lili berpura-pura tidur dan Jia berpura-pura menangis.


"Brak" suara pintu dibuka dengan kasar.


"Tabib apa yang terjadi pada Lili?" tanya Jun,


"Maaf pangeran putri tadi kejang kejang, dan sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya" ucap gugup Tabib wei karena pertama kali dia berbohong.


"*B*agus tabib teruskan!!" batin Lili yang mendengar dengan seksama.


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Rey, "Putri sekarang masih dalam keadaan kritis, walaupun sudah saya beri obat" ucap tabib Wei sambil merapal kan doa kepada Dewa.


________


Author: Aduh jadi kasian sama tabib Wei


Lili: kan elo yang buat cerita


Author: oh iya lupa ! he he he


_________Kembali ke cerita


"Apakah Lili bisa selamat?" tanya Xiu kepada Tabib Wei.


"Kali ini berdoalah pada Dewa, pangeran karena saya akan berusaha sekuatnya!!" ucap Tabib Wei yang masih setia dengan doanya di dalam hati, "Dan saya mohon para pangeran keluar, agar proses pemulihan Putri lebih cepat" ucap tabib Wei dengan sopan, setelah itu mereka keluar dan Lili membuka matanya, "Bagus tabib sekarang kita akan melakukan sandiwara babak ke dua" ucap Lili masih setia dengan kejahilannya.


"Putri apa ini tidak apa apa?" tanya khawatir tabib Wei, Lili yang paham apa maksud dari perkataan sang Tabib dia berkata, "Tenang tabib kau tak perlu khawatir, karena aku yang akan menanggung semuanya" ucap Lili dengan santai


Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!


Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Salam dari Author ❤❤❤


__ADS_2