
..
..
..
🧩🧩🧩🧩
Kekuatan Dewi Kegelapan mulai melemah sehingga Lili langsung menggantinya"Sialan berani sekali dia menyerang ku dengan racun itu lagi!"kesal Lili kembali Lili mengeluarkan darah.
"Jangan marah pikirkan ledakan yang dia bicarakan tadi!" tegur Putih, Lili yang baru ingan segera berlari menahan sakit dan darah yang mengalir dari tubuhnya itu ke arah Jendral yang terluka "Jendral sebaiknya kau pergi dengan pasukan yang tersisa"perintah Lili.
"Tetapi ada apa Putri, bukankah kita sudah menang?"Tanya Jendral menahan darah dari luka yang ia dapatkan di tangannya.
"Tidak ini belum selesai, kau pergi secepat mungkin dan penduduk akan aku lindungi,karena tempat ini akan meledak dan Jendral bersumpah lah kepadaku!" ucap Lili Jendral Ying kebingungan sumpah apa yang di minta Lili.
"Bersumpah lah saat kau sampai di istana nanti kau harus mengumumkan kematian ku dan jazad ku hangus terbakar dalam api" ucap serius Lili, Jendral Ying terkejut"Putri apa yang anda katakan?!Dan mereka tidak akan mempercayainya!"ucap Jendral Ying.
Lili sudah terdesak dengan luka yang ia derita"Jendral kita tidak punya waktu kau bersumpah lah kepadaku"ucap sekali lagi Lili dan Jendral terpaksa mengucapkan sumpahnya kepada Lili, Lili kemudian menggores tangan hingga mengalir darah dan meletakkan darahnya di atas dahi Jendral Ying sehingga terbentuk lotus merah.
"Tanda ini menunjukkan akan kejujuran mu jika kau mengatakan sebenarnya maka tanda itu akan membunuhmu dengan sadis" peringat Lili dan Jendral mengerti juga segera melaksanakan perintah Lili dan membawa pasukan yang tersisa.
Jendral Ying sudah beberapa menit telah meninggalkan Benteng Utara dan Lili membaca mantra pelindung tingkat tinggi yang mampu menahan ledakan itu agar tidak memberi dampak pada sekitar
Sedangkan para penduduk di lindungi dengan perisai kuat di daerah gua serta membuat mereka tertidur supaya tidak ada yang ketakutan.
Dan benar semua pasukan Raka menjadi manusia bom dan bersiap-siap meledak, Dan"Bummmm"Ledakan serta gempa dasyat menyerang dataran Qin dan Jendral Ying yang merasakan gempa dasyat itu menoleh ke belakang dan terlihat ada ledakan sangat besar yang pernah ia Temui"Putri hamba harap Putri selamat dan hamba berjanji akan menjaga rahasia ini!"ucap pelan Jendral Ying.
"Ayo kita beritakan kemenangan ini dan jangan sia-siakan pengorbanan Putri!"ucap jendral Ying kemudian bergegas menuju Kekaisaran.Sedangkan para prajurit bersorak ria walaupun merasa sedih atas kehilangan Putri Kerajaan mereka.
Di sisi lain Lili terluka sangat parah baik tubuh dan rohnya membuat Ia melemah.
Tetapi Ia tak menyerah begitu, ia mengeluarkan pedang kesayangan nya dan berjalan ke arah Barat sekitar 1 km Lili menemukan sebuah desa Yu.
Lili bertanya apakah ada hutan terlarang di daerah sini dan penduduk desa itu ada dan sangat lah berbahaya. Terletak di belakang gunung di desa Yu, sebelum itu penduduk itu"Nak apakah kau tidak memerlukan obat?"tanya Penduduk itu Lili tersenyum pucat"Terima kasih paman tetapi saya harus segera ke sana karena di sana sudah ada orang yang menunggu saja jadi permisi!"pamit Lili dan terus berjalan.
Di tengah-tengah Lili sudah tak bisa menahan racun itu lebih lama lagi dan Ia memanggil Alex dan Rey.
__ADS_1
"Kau bawa aku ke hutan terlarang yang ada di balik gunung itu cepat!" perintah Lili kemudian tanpa berpikir panjang Rey dan Alex Melakukan teleportasi ke pintu masuk hutan Itu.
Sampai di sana Lili turun dari Alex dan di tuntun Rey berjalan masuk ke dalam Hutan Keabadian itu di sana memang suasana hutan itu sepi tetapi indah namun mematikan, Semua hewan yang ada di dalam hutan itu merupakan Hewan Ilahi.
"Tunggulah sebentar!" ucap Lili, dan Rey Alex menuruti Lili.
Lili mencari gua yang sudah menjadi tempat ia harus tidur panjang, akhirnya ia menemukan gua dan menuntun Alex dan Rey ke arah Gua itu, di sana terlihat gua es di tengah-tengah Hutan seperti inti dari Hutan Itu.
"Lili sebenarnya hutan apa Ini?" tanya Rey.
Lili tersenyum"Rumah ku yang sekarang akan menjadi rumah kalian juga"jawab Lili, mereka berdua terkejut"Hutan Keabadian"serempak mereka dan Lili mengangguk.
"Bisakah kalian pergi sebentar aku ingin mengganti baju" pinta Lili dan merona lah Alex Rey segera keluar, Lili menutup mata dan seketika hanfu nya berubah menjadi indah di tambah Ia memakai cadar agar lebih nyaman.
Lili mengeluarkan Putih dan Neon agar memulihkan diri di Guanya itu bersama-sama dengan nya."Rey Alex masuklah!"ucap Lili.
Rey dan Alex masuk"Aku akan tidur panjang lebih tepatnya bersemedi agar tubuh manusia ku ini menjadi tubuh Dewi ku dan entah berapa lama aku akan bangun aku harap kalian menjaga gua ini dan jika ada orang yang datang ke gua ini dan Ia mengucapkan namanya Lucas maka kalian cukup bilang Lili Dewi Kehidupan dan biarkan Ia masuk mengerti?"Ucap lili dan mereka mengangguk.
Lili berbaring di atas Alas Putih terbuat dari bulu salju serigala emas"Sudah waktunya aku tidur"ucap Lili kemudian Ia tertidur.Rey dan Alex seperti yang di katakan Lili menjaga dan menunggu sampai Lili terbangun.
Di sisi Lain.
Kerajaan Qin.
Seperti yang di katakan Lili mereka semua terlepas dari ikatan kekuatan Lili.
"Mengapa ikatan ini lepas sendiri, apa Lili telah kembali dan melepaskannya?" tanya Hui.Dan Permaisuri juga datang setelah terlepas dari ikatannya"Yang Mulia Permaisuri memasuki ruangan"ucap Pengawal.
"Yang Mulia dimana anak nakal itu, ia mengatakan ia tidak akan kembali aku harus menghukumnya!" ucap permaisuri Ji"Bunda tenanglah Lili tidak ada di sini, tunggu pasukan Jendral Ying datang terlebih dahulu"ucap Hui.
"Yang Mulia Jendral Ying datang!" ucap Prajurit gerbang.
"Mengapa sangat cepat bukan kah terlalu awal jika perang telah usai?" heran Jun, Kaisar setuju"Biarkan Ia masuk!"ucap Kaisar Li.
__ADS_1
"Hormat hamba Kaisar" ucap Jendral Ying dengan berlutut, Permaisuri menoleh ke pintu aula dan tak terlihat batang hidung anaknya itu."Ada kabar apa Jendral dan dimana Putri Lili?"tanya Xiu.
"Hamba...." ucap ragu Jendral Ying.
"Ada apa jendral, apa yang ingin kau ucapkan katakan!" suruh Kaisar."Kaisar mohon maaf karena telah gagal menjaga Putri!"ucap Jendral Ying membungkuk sampai lantai.
"Jendarrrrrr" Serasa semua jantung keluarga kaisar berhenti sejenak karena tak percaya dengan berita dan mencoba tidak percaya.
"A...apa maksudmu Jendral?" ucap Permaisuri Ji.
"Benar Yang Mulia Putri sudah tiada demi melindungi Kerajaan Qin dari serangan besar, dan tidak kah Yang Mulia merasakan gempa yang menghantam kaisar" ucap dan tanya Jendral Ying dan Kaisar mengangguk.
"Sebenarnya saat Putri telah mengalahkan musuh ternyata semua pasukannya itu adalah manusia bom yang dapat menghancurkan Kerajaan Qin demi menyelamatkan semua orang Putri mengorbankan dirinya, maaf hamba ini Yang Mulia" ucap Jendral dan sujud kembali.
"Aaapa? berani sekali kau mengatakan bahwa adikku telah mati dimana bukti itu berada hah, dimana jazadnya?" marah Jun sambil mengacungkan pedang ke arah leher Jendral Ying.
"Maaf pangeran, akibat ledakan dasyat itu tubuh Putri terbakar dalam api ledakan itu" jawab Jendral Ying.
"Li...lili!" ucap Permaisuri dan pingsan.
"Apakah kau tidak bisa mengalahkan musuh itu sampai kau mengorbankan Putri hah?" tanya Shi."Maaf pangeran bahkan musuh itu memiliki kekuatan tingkat Ilahi"ucap gemetar Jendral Ying.
Kaisar yang paling terpukul, mau tidak mau harus menjalankan kewajibannya "Karena keberanian Jendral Zhen mengangkat Jendral Ying sebagai Jendral besar kekaisaran dan untuk Putri Zhen memberi gelar Pahlawan Peperangan Agung" titah Kaisar Li.
"Ayah!" ucap Jun.
Kaisar membubarkan semua orang dan mengumumkan kematian Lili dan merupakan hari Paling duka bagi orang yang menyayangi Lili dan berita itu sampai di telinga ke 5 kekaisaran yang lain dan turut bersedih.
"Lili mengapa kau tinggalkan ayah mu" ucap pilu Kaisar Li menangis atas Kematian Putrinya itu.(Sangat menyakitkan di tinggal orang yang di cintai apa lagi seorang anak yang merupakan darah dagingnya sendiri) Semua di Istana hanya terdengar kesedihan tidak ada kebahagiaan, bahkan Kerajaan Qin hujan deras dan suram seperti kehilangan cahaya mereka satu-satunya.
"Lili arhgggggg" ucap menggila Xiu, "Lili" ucap Jun menangis tak percaya bahwa cahayanya telah mati dan bahkan tubuhnya telah hancur.
"Lili apakah kau benci kepada gege sampai kau mati pun kau tak membiarkan gege melihatmu terakhir kali!" ucap Hui menatap lukisan adiknya yang tersenyum, sama halnya dengan para gege nya Shi menjadi hancur dan menghancurkan karena tak menerima kematian Lili"Jie jie kenapa kenapa?"tangis Shi terjatuh duduk.
sedangkan Permaisuri terjatuh sakit setelah mendengar kematian Putrinya itu dan tak kunjung sehat.
Jangan Lupa vote, Like and Komen guysss!
__ADS_1
Salam Dari Author❤❤❤