
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Di penginapan.
Lili bangun dengan wajah yang sedih karena masih tak rela di tinggal oleh Dewa Es.Lili memberi koin untuk pelayan agar membelikan dia baju baru dengan kualitas terbaik, setelah pelayan telah memberikan baju Lili langsung membersihkan diri.Lili menggunakan hanfu berwarna putih yang indah.
Lili dengan santai turun ke bawah untuk makan pagi karena sejak malam dia belum makan, saat Lili makan banyak tatapan yang menjijikkan dari para pria yanga ada di penginapan.
Terkadang tak segan-segan menggoda Lili namun tak di hiraukan oleh Lili.
saat hari mulai siang Lili memutuskan untuk pergi ke Istana, Lili berjalan tanpa menghiraukan tatapan menjijikkan di sepanjang jalan.Di gerbang istana para penjaga melihat Lili, "Salam Yang Mulia" serempak mereka.
Namun Lili tidak menjawab, tidak ada senyuman yang di tunjukan oleh Lili membuat penjaga terheran-heran tetapi tidak bertanya.
Lili masuk ke dalam Istana, Lili berhenti di depan Aula Pertemuan dengan tatapan sulit di mengerti, Permaisuri Ji melihat Lili langsung menghampiri Lili berniat memarahi Lili.
"Lili! Kau dari mana saja?" tegur Permaisuri Ji, dan Lili hanya tersenyum namun terpaksa."Maafkan Lili bunda, karena Lili hilang tanpa kabar!"jawab Lili.
Saat itu juga Hui dan para mentri melihat Lili berbincang dengan Permaisuri, Para mentri memohon pamit untuk pulang, setelah itu Hui pergi ke Lili dan bundanya."Lili kau dari mana?Semalaman kami mengkhawatirkan mu?"ucap Hui dengan cemas, Lili tertawa paksa "Hehehehe gege maafkan Lili" ucap Lili.
"Huff! Ayahanda memanggilmu ke dalam untuk menghukum mu" ucap Hui mengelus rambut adiknya itu."Iya gege! Aku masuk dulu!"ucap Lili.
Aula pertemuan.
__ADS_1
"Salam Ayahanda" ucap Lili membungkukkan badannya.
"Berlutut" ucap Kaisar.
Lili menuruti keinginan dari ayahandanya, dan Kaisar mulai berpidato "Lili dari mana saja kau? Apa kau tau betapa khawatirnya kami?" ucap Kaisar Li dan lain-lain.
Lili yang mendengar ocehan Ayahandanya, Lili tertunduk diam dan berpikir.
"Mengapa hatiku hampa? Apa setidak rela itukah aku tidak ingin berpisah dengan dia" batin Lili.
"Karena kau tidak menghormati Zhen sebagai Kaisar di kekaisaran dan juga ayahandamu aku menghukum mu menyalin buku peraturan istana selama 2 hari dan tidak boleh keluar dari kekediaman mu selama 1 minggu" titah Kaisar.
Lili berkata"Putri menerima hukuman baginda Kaisar"ucap Lili kemudian pergi ke kediamannya.Kaisar Li kebingungan dengan tingkah putrinya itu"Mengapa dia seperti itu?Biasanya dia memohon untuk mengurangi hukumannya"batin Kaisar Li, membuat hatinya semakin cemas ada apa dengan putrinya itu.
Saat Lili keluar Hui dan Permaisuri menunggu Lili dan bertanya"Lili hukuman apa yang kau terima?"ucap lembut Hui.
Lili tersenyum dan berkata"Tidak apa cuma di hukum menyalin peraturan Istana selama 2 hari dan 1 minggu tidak boleh keluar".Kemudian Lili pergi ke kediamannya tanpa berbicara satu kata pun.
Di Kediaman Teratai.
Jia bertemu dengan Lili"Putri dari mana saja?"tanya Jia, "Hanya berjalan-jalan Jia" ucap lembut Lili."Tapi..."gantung Jia"Jia tolong siapkan Air aku lelah ingin tidur setelah itu"ucap Lili. Kemudian Lili pergi membersihkan diri dan kemudian tidur siang.
"Ada apa dengan putri" batin Jia.
Sore hari, Permaisuri pergi ke kediaman putri kecilnya itu. Permaisuri bertemu dengan Jia "Jia apa Lili ada di dalam?" tanya Permaisuri, "Maaf Yang Mulia, tapi Putri belum bangun" ucap Jia."Tunggu Jia?Apa ada yang aneh dari sikap Lili?"tanya kembali Permaisuri.
"Tuan putri tidak seperti biasanya Yang Mulia! Dulu saat di hukum Kaisar dia selalu mengomel namun tadi dia diam tanpa berkata apa-apa" jawab Jia.
"Ada apa nak?apa yang kau pikirkan?"batin Permaisuri.
Kemudian Permaisuri pergi ke dalam kamar untuk melihat sebentar putri kecilnya itu dan keluar kembali" Jia jaga Lili, jika ada hal yang aneh beritahu saya secepatnya"perintah Permaisuri dan Jia pun mengangguk.
__ADS_1
Lili tertidur terus bahkan saat malam tiba.
Keluarga Kerajaan berkumpul, untuk makan malam,"Dimana Lili?"tanya Kaisar Li.
"Dia tetap tidur" ucap lesu Permaisuri, "Bunda! Apa li mei sudah pulang?" tanya Xiu."Iya tapi ada yang aneh dari sikap Li mei"jawab Hui.
"Aneh seperti apa gege" tanya Jun.
"Saat ayah memberi hukuman dia tidak memohon untuk mengurangi hukuman nya dan hanya terdiam dan pergi" jawab Kaisar.
"Benar! Saat aku dan Bunda bertanya dia hanya tersenyum, berbicara singkat dan pergi meninggalkan kami" ucap Hui, "Ada apa ya? Mengapa Li jie seperti itu? Apa terjadi sesuatu saat dia di pasar kemarin?" tebak Shi.
"Entahlah bunda harap Lili cepat tersenyum seperti biasanya" ucap Permaisuri, di setujui oleh semua orang.
Lili terbangun karena lapar"Jia jia tolong bawakan makan ku!"perintah Lili, Jia yang terkejut langsung pergi untuk mengambilkan Lili makanan.Sekitar 15 menit, Jia membawa makanan, saat makan "Jia siapkan buku kosong untuk aku karena hukuman Ayah" perintah Lili.
"Baik putri" ucap Jia.
Setelah makan, Lili pergi ke kolam teratai kesayangannya,"Jia pergilah sekarang, aku mau sendiri di sini"ucap Lili, sekali lagi Jia hanya menuruti Lili. Lili menutup matanya dan memainkan bunga yang ada di kolamnya itu,"Mengapa hah?"tanya Lili pada dirinya sendiri.
ANGGAP AJA MALAM YA GUYS!!!
Lili kemudian tertidur di kolam itu.Saat itu Xiu pergi ke kediaman Lili, berniat bertanya apa yang terjadi pada adiknya itu."Jia di mana Lili?"tanya Xiu"Putri ada di kolam teratai Pangeran"ucap Jia, tak lama Xiu pergi ke kolam kesayangan milik adiknya itu, langkah Xiu berhenti saat melihat wajah cantik Lili yang sedang tertidur pulas.
Xiu berjalan dengan perlahan, saat duduk di sebelah Lili dia mengelus kepala adiknya itu"Ada apa Lili?hemmm bila ada masalah jangan memendamnya sendiri"ucap Xiu.
Tak berseling lama Xiu menggendong Lili untuk di pindahkan ke dalam kamar Lili, Xiu kemudian pergi kembali ke kediamannya.Mengurungkan niat awalnya tadi karena Lili tertidur.
Jangan lupa Vote,like and Komen ya guys!!!
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤