
..
..
..
🧩🧩🧩🧩
"Kalian sekarang bisa pergi" perintah Lili kepada para pelayan karena telah membantunya membersihkan badan, Lili duduk di Gazebo tepat di depan kamarnya, Ia bersenandung menatap langit malam sambil mencari sebuah Informasi.
Sampai ada orang yang memeluknya dari belakang, membuat Lili terkejut dan reflek menoleh ke belakang "Kakak membuat ku terkejut tahu" tegur Lili kepada Kak Guang(Dewa Es), Kak Guang langsung pindah dan duduk di sebelah Lili"Sekarang jelaskan sesuatu"ucap Kak Guang, Lili mengerutkan alis "Sesuatu apa?" tanya Lili Kak Guang bete dengan Lili"Tidak usah berpura-pura lupa kenapa kau berhias seperti tadi"ucap Kak Guang.
Lili tertawa ternyata masalah itu yang membuat kekasihnya itu cemburu"Itu bukan aku tetapi Kak Xia yang menyuruh pelayan untuk memakai baju itu kepada ku, kau tahu sendiri kan bagaimana keras kepalanya Kak Xia itu"jelas Lili, Kak Guang tetap kesal"Aku tahu tetapi masih saja tidak suka aku, itu membuat mu menjadi pusat perhatian orang-orang"kesal Kak Guang mengingat tatapan orang-orang di pesta.
Lili hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap cemburu kekasihnya itu"Aku tahu kau cemburu melihat orang lain tetapi...."jeda Lili"Tapi apa lagi sayang?"kepo Kak Guang, Lili tersenyum"Tetapi masalahnya baju ku di Hutan Keabadian sudah di ganti sama Kak Xia dan bila aku tidak memakainya maka Dia akan marah, Kak Pooh ku"ucap Lili mengelus pipi Kak Guang.
Kak Guang melotot"Apa!!! Jadi kau akan menggunakan baju seperti itu"perjelas Kak Guang, Lili tersenyum dan mengangguk cepat"Tidak bisa di biarkan aku akan memberi tahu dia"emosi Kak Guang.Lili menahan tubuh Kak Guang"Kak tunggu, biarkan saja lagian aku akan kembali ke Hutan Keabadian besok juga aku ke sini jika ada sesuatu yang mendesak dan aku akan membawa Fu bersama ku"ucap Lili, pernyataan Lili semakin membuat Kak Guang semakin terkejut.
"Kau ingin membawa anak itu, kau tahu tidak dia" ucap Kak Guang terpotong oleh Lili"Dia seorang monster bukan, aku tahu Kak Pooh! Oleh karena itu aku mengajaknya agar dia mampu melatih dirinya"ucap Lili serius.
Kak Guang kembali duduk"Tetapi itu berbahaya sayang bagaimana jika kau terluka hah?"tanya Kak Guang, Lili memiringkan kepalanya"Apakah Kak Pooh tidak percaya kepada ku?"tanya balik Lili, Kak Guang tertegun karena Ia sudah salah bicara"Tidak seperti itu tetapi kekuatan itu bahkan sangat mengerikan"bujuk kembali Kak Guang.
__ADS_1
Lili memijat pelipisnya"Kak aku tahu kau khawatir, tapi dia adalah keponakan ku anak dari kakak ku, jika aku sebagai bibi nya membiarkan dia saja sama saja aku membiarkan dia di kontrol oleh kekuatan itu, Mengertilah kak aku tidak bisa membiarkan dia menderita seperti aku"jelas Lili sekali lagi agak tegas.
Kak Guang spontan memeluk Lili" Baiklah aku mengerti maksud mu! tetapi jika ada apa-apa beritahu aku, aku hanya tidak ingin kau terluka itu saja?"ucap Kak Guang semakin mempererat pelukannya.Lili yang tahu akan ketakutan kekasihnya itu"Aku berjanji tidak akan terluka "ucap Lili membalas pelukan Kak Guang.
" Baiklah kau beristirahatlah sekarang karena besok kau akan pergi ke tempat mu, dan aku akan mengunjungi mu beberapa hari kemudian"ucap Kak Guang mencium kening Lili dan pergi menghilang.Lili menghembuskan nafas lega.
"Memang seberapa besar sih kekuatannya" gerutu Lili, dan Lili berfikir"Dark kau mendengar ku?"tanya Lili, "Ada apa Lili?" tanya Dark(Dewi Kegelapan)"Aku ingin bertanya mengapa rambut Fu berwarna hitam jika rambut Kakak dan Kak Xia berwarna Putih?"tanya Lili kepada Dark"Itu kemungkinan Fu memiliki kekuatan kegelapan lebih besar dari pada kekuatan sucinya sehingga rambutnya berwarna hitam"jelas Dark, Lili terheran"Memangnya bisa seperti itu, lantas kenapa aku tidak berwarna hitam rambutnya?"tanya Lili.
Dark menepuk dahinya"Kau kenapa bodoh di waktu yang salah? Ya beda lah kan Kamu penguasaan 3 Dunia bodoh!"jawab Dark,"Oh oleh karena itu kekuatannya aku miliki seimbang semua gitu"perjelas Lili"Benar sekali jika salah satu kekuatan mu tidak seimbang secara otomatis rambut mu akan berubah begitu, Mengerti sekarang?"tanya Dark dan Lili mengangguk.
Lili duduk sebentar lagi di gazebo itu, "Sungguh melelahkan sekali" keluh Lili.
Lili menutup matanya dan tak terasa dia tertidur di gazebo itu dengan gaun tidur yang terbawa angin juga selendang yang menutup tubuh indah Lili juga rambut yang terurai begitu saja membuat kecantikannya semakin bertambah.
Fu tiba-tiba merasakan perasaan membunuh yang kuat karena dia mampu menahannya dia segera pergi ke kediaman Lili untuk bertanya apa yang telah terjadi, saat sampai di Kediaman Lili ia mencari ke seluruh kediaman dan terlihat Lili tertidur di gazebo depan kamar.
Seketika perasaan membunuh itu menjadi hilang di ganti dengan perasaan senang dan damai, spontan Fu berjalan ke arah Lili tertidur bersandar di salah satu tiang penyangga gazebo.
Fu terduduk memandang Bibi nya itu "Aku takut akan melukai bibi? Apa aku pantas bersama dengan bibi? Orang bilang aku monster walaupun tidak di depan mata ku" curhat Fu.
Lili yang awalnya sudah terbangun mendapat aura kegelapan yang agak kuat mendatang tetapi berpura-pura tidur dan mendengar curhatan Fu"Aku tidak akan terluka oleh mu, kau pantas karena kau keponakan ku, kau juga bukan monster di mata ku tetapi kau Fu Putra Mahkota Langit"ucap Lili membuka matanya.
__ADS_1
Fu terkejut"Bibi tidak tidur?"tanya Fu dan Lili menggeleng"aku terbangun sejak kau datang ke kediaman ini"jawab Lili mengelus rambut Fu"Ada apa Fu?Apakah kau merasakan keinginan untuk membunuh?"tanya Lili.
"Bagaimana bibi tahu?" tanya Fu, Lili hanya terkekeh"Tidak ada satu pun yang bisa menandingi aku Fu, aku juga lebih berpengalaman dari pada orang lain aku bagai angin yang selalu mengawasi kalian"jawab Lili.
"Baiklah bibi, apa yang bibi katakan itu benar? Dan aku takut akan melukai orang lain oleh karena itu aku pergi menemui bibi" jawab Fu, Lili tersenyum lembut"Keputusan mu benar dan tepat datang kepadaku dan apakah kau tau kau akan ikut degan ku besok?"tanya Lili.
"Iya bibi aku tahu, dan aku selama ini belum pernah pergi ke Hutan Keabadian karena Ayah melarang siapa pun datang ke tempat itu" ucap Fu "Benar hutan itu bukan sembarangan hutan hanya orang yang di setujui oleh pemiliknya yang boleh masuk bahkan Dewa/Dewi pun tak bisa berkutik" ucap Lili.
"Ada apa di sana bibi?" penasaran Fu.
"Di sana terdapat banyak rahasia milik Kekaisaran Langit yang langsung di jaga oleh Dewi Kehidupan agar rahasia itu tidak bocor" ucap Lili,"Baiklah aku mengerti sekarang"jawab Fu.
"Apakah kau ingin tidur di pangkuan ku?" tanya Lili.
Fu terkejut"Tetapi bukannya Laki-laki dan perempuan tidak boleh berdekatan?"tanya polos Fu.Lili terkekeh"Fu bibi mu ini beda bahkan ayah mu sendiri sering tidur di pangkuan bibi mu ini bahkan di Chan itu pernah juga dan Dewa Es pun pernah dan beberapa sahabatku di Hutan Keabadian sekarang"jawab Lili dengan santai, Fu hanya ternganga "Ibu tidak cemburu Bibi?" tanya Fu"Tidak karena setiap kekaisaran tahu bagaimana sikap ku kepada kakak itu dan sebaliknya maka itu mereka sudah terbiasa"ucap santai Lili.
Fu kemudian tidur di paha Lili dan Lili mengelus rambut Fu dan menepuk dada Fu dan bersenandung Hingga Fu terlelap dan Lili tersenyum melihat Keponakannya itu tidur dengan wajah yang tenang.
"Aku harap kau bisa menunjukkan wujud mu di Hutan Keabadian Sisi gelap" ucap dingin Lili menatap Fu yang terlelap."Tentu saja aku akan menunjukkan diri ku kepada mu dewi"ucap Sisi gelap, Lili tersenyum dan ikut tertidur di gazebo itu bersama Fu.
Jangan Lupa vote, Like and komen ya guys !!!
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤