
Cie yang masih setia
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Tapi..." ucap Rey terpotong oleh Lili, "Aku tidak menerima penolakan, ayo pergi!!" ucap lili dengan nada dingin. Mereka berdua hanya pasrah karena sikap lili membuat mereka tidak sanggup untuk menolaknya, akhirnya mereka kembali ke Istana.
________________________
Mereka bertiga memilih untuk masuk melalui gerbang istana, walaupun Lili tahu bahwa dia akan terkena hukuman jika dia bertemu ayahandanya, apa lagi ibundanya.
Saat melewati pasar ibu kota, Lili di lirik oleh para lelaki dengan tatapan yang menjijikan. Rey dan Alex yang melihat itu menjadi kesal dan rasanya ingin mencongkel mata serta mencincang tubuh laki-laki yang melirik Lili dengan tatapan b*jat.
Sedangkan para kaum hawa, iri dengan kecantikan yang di miliki Lili, serta iri karena Lili di dampingi oleh dua lelaki tampan dan mempesona. Pemandangan itu sangat biasa bagi Lili walaupun, dia sangat risih.
"Wah siapa itu!!" ucap A
"Kecantikannya melebihi Dewi" ucap B
"Dewi saja akan iri dengan dia" ucap C
"Benar!! apakah dia mau menjadi Selir ku?" ucap D, "Dasar! mana mungkin dia mau menjadi selir mu, sedangkan diri mu seperti ini" ejek F.
.
.
__ADS_1
.
Akhirnya Lili dan kedua temannya sampai di gerbang Istana yang begitu megah, tetapi para penjaga dengan sombong menghadang Lili, membuat Lili terkekeh "Penjaga gerbang saja sombong kalian!!" batin Lili. Apa yang akan mereka dapatkan karena sikap lancang mereka dengan menghadang sang Putri?
"Siapa kamu?" ucap penjaga A dengan sombong
"Aku hanya ingin bertemu kaisar!!" ucap Lili dengan berpura-pura lemah dan takut.
Rey dan Axel terkekeh dengan sandiwara yang dimainkan Lili, dan mereka berdua hanya berdiam diri sambil menonton sandiwara Lili.
"Ah!! pasti mau mencoba jadi selir kaisar?" ejek penjaga B
"Kalo kamu mau jadi selir!! tidak bisa, karena kaisar sangat mencintai Permaisuri, bagaimana jika kau melayani kami saja, hahaha!! "tambah kata pengawal
"Aku hanya ingin menyampaikan keluhan ku tolong" mohon Lili sambil mengepalkan tangan karena perkataan lancang kedua penjaga itu.
"Bisa-bisanya seorang seperti mereka berdua menjadi penjaga istana, apakah istana kekurangan orang" omel Lili di batin.
"Apa!! Zhen rasa juga, Ulah apa lagi yang di lakukan anak itu?" ucap kaisar dengan memijat kepalanya, "Sabarlah Kaisar, Ji akan turun tangan menegur anak itu!!" ucap tegas permaisuri sambil menuju Lili, dan Kaisar Li hanya menunggu dan berusaha tidak tertawa karena Lili sangat takut dengan omelan, atau hukuman ibunda tercintanya itu.
"Ada apa ini?" ucap permaisuri dengan anggun
"Salam Hormat Permaisuri" serempak kedua penjaga itu
"Waduh!! kok ada ibunda sih, kalo ayahanda masih bisa aku lawan tapi kalo bunda matilah aku!!" batin lili dengan cemas, lalu melihat ke arah dua pria di samping kanan dan kirinya. Alhasil mereka hanya membuang muka mereka yang menahan ketawa melihat raut wajah Lili ketakutan gara-gara ibundanya.
"Menjawab Yang Mulia, dengan lancang gadis ini memaksa ingin bertemu Kaisar" ucap penjaga A
"Oh mencoba menerobos masuk ya!!" Ucap permaisuri dengan menekankan kata menerobos, dan melihat lili dengan intens.
Lili hanya menelan ludah kering, dan keringat dingin, "Matilah aku "batin lili.
__ADS_1
Kemudian Permaisuri Ji pergi ke arah Lili, mengangkat tangannya.
Dan menjewer telinga Lili membuat Lili spontan, "ADUH.... SAKIT BUNDA, MAAF!! LILI TIDAK AKAN MELAKUKAN HAL INI LAGI HU HU HU" teriak Lili membuat Kaisar tertawa, melihat ekspresi putrinya yang sangat takut dengan bundanya.
"Apa? kamu tidak akan melakukannya lagi, tidak bisa!! kau harus di hukum!!" ucap Permaisuri tetap menjewer telinga Lili, lalu membawa lili di ikuti kedua pria, sedangkan kedua pengawal itu terkejut dengan apa yang terjadi sekaligus takut.
Kaisar yang tersenyum licik "Kasim! Zhen tidak ingin melihat wajah kedua penjaga itu besok" bisik Kaisar kepada Kasim, dan langsung kasim itu mengerti dan memerintahkan beberapa orang untuk menyelesaikannya.
"Ayah!! tolong Lili ayah!!" ucap Lili memohon kepada Kaisar
Kaisar Li hanya menjawab, "Jika tidak ingin bunda mu menghukum mu, jangan membangkitkan amarah bunda mu, jadi sekarang kamu yang sengsara dan ayah tidak bisa berbuat apa-apa!!" ucap Kaisar Li yang menahan ketawa, "Ampun bunda!! Lili tidak akan jahil dan keluar diam-diam lagi bun" memelas lili kepada bundanya.
"Tidak" tegas Permaisuri.
"Kamu harus di hukum karena, kau pergi diam-diam tanpa pengawal" ucap Permaisuri Ji, "Sekarang ikut bunda, untuk menerima hukuman mu, SEKARANG!!!" ucap Permaisuri Ji menekankan kara 'sekarang'. Dan membawa Lili ke Paviliun Phoenix untuk menjalani hukuman.
Tiba tiba dari belakang pangeran Hui dan pangeran Jun datang bertanya apa yang terjadi, dan ibunda mereka menceritakan kepada mereka, "Apa!! Lili kamu menyelinap dari istana lagi?" tanya Hui marah karena tingkah laku adiknya yang satu itu, "Hehehe, iya gege!!" ucap Lili menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Lalu siapa kedua pria ini mei mei" ucap Jun menunjuk ke arah Alex dan Rey yang baru di sadari keberadaannya oleh Kaisar dan Permaisuri.
"Ah mereka sahabatku, ini Alex dan yang itu Rey, mereka ingin menjadi pengawal ku apakah boleh ayah?" tanya Lili tidak menghiraukan telinga yang masih di jewer oleh Permaisuri Ji. Karena memperkenalkan kedua sahabatnya sambil berwajah imut. Kaisar dengan menghela nafas dan setuju dengan keinginan anaknya, asalkan masih wajar.
Setelah kejadian yang di buat Lili, mereka semua pergi ke kediaman mereka masing masing berbeda dengan Lili yang masih menjalani hukuman dari bundanya karena ulah yang dia perbuat tadi, tetapi ada satu orang yang sedikit menunjukan ekspresi wajah yang aneh orang itu adalah pangeran Hui yang menunjukkan ekspresi wajah, yang sulit untuk di tebak.
Kalo mau tau baca episode selanjutnya ya_________
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
...****************...
...----------------...
__ADS_1
Salam dari Author❤❤❤