
.
.
.
π§©π§©π§©π§©
Di Kerajaan Qin
Lili seperti biasa, selalu mengusili orang terdekatnya.Kalau tidak menggangu bukan Lili namanya, pagi yang cerah Jia seperti biasa membangunkan Lili "Putri bangun!" ucap Jia menggoyangkan badan Lili,"Em! bentar lagi Jia ini kan masih pagi"seru Lili menghempaskan tangan Jia.
"Putri tidak bisa, seorang putri harus bangun pagi! Sekarang ayo bangun" pantang Jia,"Huh! Jia orang tidur di ganggu"kesal Lili kemudian duduk dengan setengah sadar di perpaduannya itu.
Jia baru ingat suatu hal,"Oh iya Putri! Saya punya kabar bagus hari ini"senang Jia.Lili yang tadinya mengantuk saat mendengar kata 'kabar gembira ' membuka mata selebar-lebarnya karena senang dan kemudian bangun.
"Kabar apa Jia?" tanya Lili, Jia tau akan rasa tau Lili dia berkata"Sebelum itu putri harus bersiap diri baru, saya beri tau"ucap Jia.
"Ah Jia! gak seru, tapi kalau sudah selesai bersiap kau beritahu ya" ucap Lili seperti anak kecil yang meminta permen dan Jia mengangguk.Lili kemudian di bantu Jia mandi dan bersiap diri, Lili menggunakan Hanfu berwarna putih si balur dengan sulaman indah berbentuk bunga.
Jia yang melihat Lili semakin cantik hari demi hari"Wah putri! kau semakin cantik" ucap Jia.Lili terheran"Hah! masak sih?"heran Lili "Ya udah! kasih tau sekarang kau memiliki berita apa hari ini?" kepo Lili.
"Begini Putri, Jia dengar besok akan di adakan Festival lampion!" semangat Jia.
"Hem! Festival lampion, aku pernah melihatnya di ingatan sebelumnya tapi agak tidak jelas.Apa aku tanya Jia aja ya?" pikir Lili. "Jia apa kau bisa jelaskan bagaimana Festival lampion itu?" tanya Lili.
Jia terheran"bukannya putri tau sendiri?"tanya balik Jia.
"Iya! tapi aku agak lupa gara-gara kelamaan tidur, jadi kasih tau apa yang akan terjadi di dalam Festival itu?" jengkel Lili. "Nanti di Festival itu akan di adakan perlombaan untuk para putri, pelepasan Lampion yang pertama kali di lakukan oleh Kaisar dan Ratu kemudian makan-makan,dll seperti itu putri" jelas Jia, Lili menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Satu kata membosankan! Tapi..." batin Lili tersenyum licik.
(Kalo tidak ada keusilan bukan Lili namanya, kita tunggu aja keusilan apa yang Lili lakukan)
Setelah itu Lili pergi ke kediaman Ibundanya di Paviliun Phoenix."Bunda! Apa bunda ada di dalam?"seru Lili,"Iya sayang! masuklah"ajak Permaisuri Ji.
"Tumben mengunjungi bunda? Pasti ada maunya ya?" tebak Permaisuri Ji,"Enggak kok! Lili ingin tau keadaan Bunda cuma...."gantung Lili."Kan ada maunya?"ucap Permaisuri sedikit tertawa.Lili menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum bodoh,"Lili meminta ijin ke bunda karena Lili ingin pergi membuat baju untuk Festival Besok"ucap Lili.
"Yah! bunda perbolehkan tapi jangan lama-lama batas mu sampai nanti siang dan paling lama sore harus tiba di istana, kalau tidak kamu bunda hukum!" ucap Tegas Permaisuri Ji "Siap bunda! Lili pergi dulu ya!" ucap Lili kemudian meninggalkan Permaisuri Ji.
"Putri apa kita akan berganti baju?" tanya Jia.
"Tidak perlu! sekarang kau siapkan kereta untuk pergi ke pasar" perintah Lili, setelah sampai di pasar Lili dan Jia langsung pergi ke toko untuk membuat baju yang akan di gunakan oleh Lili saat Festival besok.Sore pun tiba, beruntungnya Lili dan Jia telah selesai berbelanja dan kembali ke Istana.
Malam tiba.....
Semua anggota kerajaan seperti biasa makan bersama, disela-sela makan ada tawa dan senyuman.Samapai Kaisar memulai membuka suara "Jadi, Lili apa kau sudah mempersiapkan sesuatu?" tanya Kaisar Li.
"Ehm! Gege kau akan terkejut nanti" sombong Lili.
"Ya ya! terserah kau saja Lili" Acuh Xiu(Dalam nada bercanda) kemudian,mereka melanjutkan makan mereka dan kembali ke kediaman mereka.
Ke Kediaman Teratai.....
Lili tidak langsung tidur dia duduk di dekat kolam teratai kesukaannya.Jia masih setia mendampingi tuannya itu sekitar 10 menit, Lili tetap menatap kolam teratai itu, dan angin mulai dingin"Putri apakah kita tidak masuk?Angin mulai kencang?"tanya Jia.
Lili menoleh ke arah Jia dan berkata "Kau pergilah dulu aku ingin di sini sebentar" Tetapi Jia menolak permintaan Lili"Jia jangan keras kepala! Kau pergilah!"perintah tegas Lili, dan Jia akhirnya menyerah pergi meninggalkan Lili.
Sedangkan ada Pria berbaju hitam memantau pergerakan Lili dan tersenyum di balik cadar hitamnya itu.Sedangkan Lili tidak merasakan keberadaan Pria itu karena Pria itu menggunakan jurus penghilang aura yang cuma satu orang yang bisa menggunakannya.
Lili tetap duduk menatap kolam itu dengan perasaan yang mendalam, "Kenapa malam ini terasa sangat sepi walaupun malam ini seperti malam biasanya" ucap Lili dengan perasaan rindu akan seseorang.
__ADS_1
"Kalau seperti ini jadi rindu Kak Pooh ku deh! Sedang apa ya dia? Apakah dia sudah memiliki pasangan? Apa dia makan dengan baik?" tanya Lili kepada dirinya sendiri.
Pria berbaju hitam itu tertawa sendiri(Ih awas jadi gila loh)"Kak Pooh mu sedang memantau mu; Dia hanya untukmu seorang; tidak semenjak kau pergi meninggalkannya"batin Pria berbaju hitam itu.
Lili kemudian meregangkan badannya dan berdiri"Uh! Semoga saja dia baik-baik saja dan aku istirahat sekarang ah! bakalan ada pertunjukan yang heboh besok malam hihihi"ucap Lili tertawa kecil kemudian pergi tidur.
Setelah Lili pergi ke kediamannya, Pria itu turun ke tempat Lili pergi yaitu Kolam teratai dan Pria itu membuka cadarnya dan menatap kolam itu kemudian tersenyum lebar"Hem! kau ternyata sangat menyukai bunga kesukaan ku Lili! kau benar-benar tidak berubah"ucap Pria itu sambil terkekeh.
Pria itu kemudian pergi ke kamar Lili, tentunya menggunakan jurus penghilang aura.
Pria itu melihat Lili yang tertidur, semakin membuat dia tambah cinta.Dia mengecup kening Lili dan membisikkan sesuatu"Aku menunggumu di Hutan Mawar Es kelinci manis ku" (Wah! ambil kesempatan dalam kesempitan nih) Pria itu tersenyum dan Pria itu menghilang terbawa angin.
Lili yang merasa ada orang yang membisikkan sesuatu, tak peduli dan tetap melanjutkan tidurnya karena dia menganggapnya mimpi atau salah dengar.
Setelah pergi ke Kerajaan Qin, pria itu kembali ke Hutan Mawar Es dan mengganti bajunya seperti yang biasa di pakai.Pria itu sangat tampan dengan baju yang biasa dia pakai dia adalah Dewa Es, Dewa Es tetap tersenyum mengingat tingkah laku kelinci manisnya itu(Lili) dan dia tau bahwa besok merupakan Festival lampion.
"Hemm! Festival Lampion yah?" ucap Dewa Es dengan senyum liciknya.
Seperti itu lah penggambarannya yah .
π€π€π€π€π€π€π€
Nah gimana ceritanya?
Sorry yah author kemarin gak up, sebenernya mau up tapi ternyata mati lampu jadi gak up deh!hihihi mohon maklumi yah!
Jangan lupa Vote,like and komennya ya!
π§‘π§‘π§‘π¦π¦π¦
__ADS_1
Salam dari Authorβ€β€β€