
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Setelah kejadian malam itu, Lili memerintahkan Jia membuang air yang lebih tepatnya air berwarna merah pekat.
Hari berikutnya.....
Di pagi hari Lili seperti biasa makan bersama gege dan sahabatnya walaupun dia tau gege nya sangat marah kepada Lili, tapi Lili harus mengatakannya karena dia sayang ke pada mereka.
Setelah makan siang,Lili memanggil Shi adik bungsunya karena Shi yang paling marah diantara saudaranya.
"Shi temani aku di gazebo dekat kolam ya" memohon Lili karena walupun dalam keadaan marah Shi tidak bisa menolak permintaan Li jie kesayangannya itu.
__ADS_1
Lili kemudian duduk di gazebo itu dan memandang kolam itu yang terdapat bunga teratai, "Shi" ucap lembut Lili di jawab dengan deheman dari Shi, Lili hanya tersenyum dan tetap melihat kolam tersebut.
"Apa kau marah karena aku menyuruhmu pergi untuk pulang ke Istana?" ucap Lili,"Menurut Jie jie"jawab Shi dengan sinis.Lili memutar dan menatap wajah Shi yang memalingkan wajahnya,"Shi apa yang kau lakukan itu membuatku sakit tapi apa daya ku"batin Lili.
Lili memegang pipi Shi dengan lembut dan meneteskan air mata yang entah dari mana datangnya itu,Shi terkejut dan mulai khawatir "Jie jie kenapa menangis aku tidak marah lagi kok" khawatir Shi,"Ha ha ha aku tidak menangis karena kesal Shi,aku menangis karena aku tidak bisa melihatmu entah berapa minggu"ucap Lili dengan memaksa tersenyum.
"Mangka dari itu biarkan aku di sini ya jie jie" bujuk Shi di jawab oleh gelengan Lili"Tidak Shi,aku melakukan itu karena aku sayang kepada mu dan gege oleh karena itu aku terpaksa menyuruh kalian pergi"jelas Lili dengan lembut.
"Apa alasannya Jie, dan bagaimana jika Ayah dan bunda tetap pergi ke sini?kau tau sendiri betapa sensitifnya ayah, bunda apalagi Hui gege" ucap Shi, "Shi ada saatnya kalian semua akan pergi ke sini bersama-sama dan melihat keadaan ku tetapi tidak sekarang" ucap Lili melihat langit yang cerah dan sejuk.
"Shi bolehkan aku meminta sesuatu dari mu sebelum kita berpisah" ucap Lili,Shi langsung bersemangat karena pertama kalinya jie jie nya itu meminta sesuatu "Apa jie jie" tanya Shi.
Tak lama Lili duduk dan menyenderkan kepalanya di bahu sang adik tetapi Shi malah menaruh kepala Lili di dadanya.Tiba-tiba angin berhembus pelan menyapu lembut wajah Lili dan membuat rambut panjangnya berterbangan, dan Shi mengelus rambut dan mengecup dahi wanita yang di sebut jie jie nya itu"*Jie jie akan ku lakukan apapun agar kau bahagia karena kau merupakan jiwa dari kami semua bila terjadi apa-apa padamu kami semua akan hanc*ur"batin Shi tetap mengelus rambut sang jie jie dan mencium aroma tubuh sang jie jie yang sangat ia rindukan.
2 hari kemudian....
Jun,Xiu dan Shi harus pergi sesuai dengan janji mereka kepada Lili.
__ADS_1
"Lili bolehkan kami tidak pergi" ucap melas Xiu,"Tidak"ucap singkat Lili "Sudahlah Xiu gege Li jie akan mengirim surat kepada kita untuk menjemput dia benar kan jie jie" ucap Shi sambil menghibur gege nya yang seperti anak kecil yang akan pisah dari ibunya.
Lili hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum,"Jadi sudah waktunya kami pergi jaga kesehatan mu Lili ,dan kalian jaga Lili dengan baik-baik"ucap sinis Jun sambil menunjuk Rey dan Alex.
Sebelum pergi Lili memeluk satu persatu saudaranya untuk terakhir kali sebelum pergi,setelah itu mereka dengan berat hati pergi meninggalkan hutan di pandu oleh Rey bersama beberapa pelayan dan penjaga, saat belum jauh pergi Lili melambaikan tangannya sampai mereka menjauh tak terlihat.
Lili jatuh terduduk di tanah kemudian menangis,Jia yang menyaksikan teman masa kecilnya itu memeluk Lili karena dia tau betapa sakitnya penyakit yang diderita Lili di tambah harus menahan rasa sakitnya di depan saudaranya itu"Hisk hisk Jia aku takut aku takut akan meninggalkan mereka lagi"ucap Lili tak berhenti menangis "Tenanglah putri, putri akan sembuh dan Jia percaya putri sembuh" ucap Jia.
Sedangkan Alex bingung apa yang terjadi tetapi dia tetap memantau apa yang terjadi,tak lama Lili pingsan membuat Jia berteriak histeris"PUTRI BANGUN" membuat Alex sontak menggendong Lili ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Saat di luar kamar...
"Jia sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa kau membahas tentang penyakit, sebenarnya penyakit apa yang di derita Lili ?" tanya Alex.
Jia yang ragu akhirnya membuka suara dan menceritakan kejadian 3 hari yang lalu, sontak membuat Alex terkejut dan khawatir dan menyuruh Jia tidak berbicara tentang ini kepada orang-orang,sedangkan Alex menunggu Rey untuk membahas masalah itu.
Hem kenapa ya Alex khawatir?
__ADS_1
Ikuti terus ceritanya! juga jangan lupa vote dan like nya !
Salam dari Author❤❤❤