Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.60 Pertunjukan Bakat 3


__ADS_3

.


.


.


🧩🧩🧩🧩


Sebelumnya...


Ucap Lili terus berjalan ke arah panggung, saat sampai di atas panggung Lili terjatuh duduk dengan memegang pedang yang berlumuran darah yang dia bawa dari tadi, dengan Ilustrasi darah yang terus mengalir dari kakinya.



____________


Semua orang merasa sangat terharu dan sangat merasakan kesedihan dari puisi yang Lili sampaikan.


Sampai-sampai Lili memegang gagang pedang itu dan mengarahkannya ke arah dadanya.


Semua orang terbelalak dan "Sring" suara pedang menusuk dada Lili(Tentu saja bohong ya guys!).


Lili terjatuh dengan ilustrasi lumuran darah yang mengalir dari tubuh Lili, para pangeran, Permaisuri dan Kaisar terkejut dan Berdiri. Saat ingin pergi ke arah panggung Tubuh Lili terangkat dan di tutupi oleh kabut merah itu dan di kelilingi oleh Kupu-kupu merah tadi.


Semua kabut berubah kembali berwarna putih dan dari kabut yang mengelilingi Lili, Semua orang kembali terkejut bukannya Lili tetapi melainkan kecapi berwarna putih.



Semua orang bingung dan tiba-tiba suara Lili kembali muncul.


Teruntuk kamu yang ku rindukan dan kagumi


Entah bagaimana rasa ini harus terungkap


Aku mampu berkata namun hanya dalam sunyi.


Bak hujan yang datang dengan kilat


Aku mampu menyembunyikan rasa


Namun tak untuk selamanya.


Tak sadar ucapan ku ini seperti Pisau


Yang menyayat hati mu


Aku ingin meminta maaf padamu


Dengan tulus cinta dan kelemahan hati ku ini.


Setelah itu, Lilin di ruangan hidup secara ajaib dan semua ribuan kunang-kunang, puluhan kupu-kupu dan kabut menghilang beserta orang yang mengucapkan puisi tadi.


Semua orang semenjak mendengar puisi Lili menangis, bahkan para pangeran ingin mengetahui apa yang Lili derita selama ini dan kemudian semua orang memberi tepuk tangan paling meriah dan "Bum" ada Ilustrasi Lili.


"Yang Mulia terimakasih karena telah melihat penampilan putri ini yang sangat banyak memiliki kekurangan ini, dan Putri ini mohon pamit karena putri ini merasa tidak sehat, sekali lagi putri ini meminta maaf Kaisar dan Para hadirin" ucap Ilustrasi Lili kemudian menghilang.

__ADS_1


"Wah wah! Kaisar Li Putri mu sangatlah berbakat yah!" puji Kaisar Li.


"Terimakasih pujiannya Kaisar!" ucap dingin Kaisar, sedangkan Para pangeran sepakat akan langsung menemui Lili setelah acara ini berakhir karena takut terjadi apa-apa dengan Lili.


"Yang Mulia bagaimana jika kita mengajukan lamaran untuk putri Lili" ucap Permaisuri Hao.


"Benar juga, bagaimana Kaisar Li dengan pendapat Permaisuri ku!" ucap Kaisar Hao, "Maaf Kaisar masalah seperti ini Zhen dan istri zhen sepakat bahwa anak-anaklah yang akan menentukannya sendiri!" ucap Kaisar Li.


"Ah ternyata seperti ini hahaha baiklah-baiklah!" ucap Kaisar Hao.


Sedangkan Permaisuri dan Putra Mahkota Hao sangat kesal dan marah, sedangkan Permaisuri tertawa bahagia di dalam hati melihat ekspresi yang di munculkan oleh ke dua orang itu.


Setelah itu Kaisar Hao mengumumkan pemenang pertunjukan bakat dan tentu saja Lili dan mendapat 15 gulung kain sutra dan 3.000 koin emas.


Kemudian acara perjamuan di tutup dan semua orang di persilahkan kembali ke kediaman, Keluarga Lili langsung pergi ke kediaman Lili mengecek keadaan Lili.


Kediaman Lili....


Kaisar dan rombongan tidak melihat tanda-tanda keberadaan Lili sampai mereka melihat seorang wanita yang memainkan seruling di atas Pohon sakura.



ANGGAP SAJA MALAM YA GUYS!!!


Mereka semua langsung bergegas pergi ke arah Lili, Lili tau bahwa keluarganya sudah datang dan dia menghentikan permainannya dan turun dari pohon.


Saat sudah turun semua keluarganya memeluk Lili dengan kerat.


"Ku kira kau kenapa-napa Lili?" ucap Jun.


Taman....


"Bagaimana pertunjukan ku?" ucap Lili.


"Sungguh itu membuatku meneteskan air mata jie jie" ucap Shi,"Iya kami juga"ucap Hui, Jun dan Xiu."Sayang kau sungguh membuat bunda khawatir saat kau berjalan dengan berlumuran darah!"ucap Permaisuri mengelus rambut Lili."Hehehe maaf bunda, Lili melakukan itu karena totalitas saja dan Lili tidak menusuk pedang itu ke dada Lili!"ucap Lili.


"Hahaha anak ayah ini sungguhlah nakal, bisanya hanya membuat Bunda dan Ayahmu khawatir" ucap Kaisar Li bangga.


"Iya lah Lili gitu!" sombong Lili.


mereka berbincang-bincang sedangkan Hui terdiam karena ngambek, "Gege jangan marah, Lili tidak apa-apa kok lihat ini?" ucap Lili, Hui menghela nafas "Kau tahu aku sangat takut karena ku kira kau benar-benar menusuk pedang itu Lili!" marah Hui.


Lili memeluk gege dan berkata"Maaf gege, aku hanya mengikuti alur dari puisi yang ku buat saja"minta Lili.


Hui membalas pelukan Lili, "Aku tahu tetapi jangan melakukan hal yang menegangkan seperti itu lah yah?" pinta Hui dan Lili mengangguk, "Hei! anak muda jangan berduaan kami masih ada di sini" canda Kaisar Li.


"Ah kau ini Li gege, membuat suasana menjadi rusak" ucap Permaisuri menggandeng lengan Kaisar Li.


"Ayolah bunda ayah, kasihanilah anak-anak mu yang masih melajang ini!" mohon Xiu.


"Mangkanya jangan terlalu lama melajang cari sana wanita dan berikan kami cucu!" sindir Permaisuri, semua orang tertawa senang karena Xiu langsung membisu, setelah itu mereka kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Jia membantu Lili untuk bersiap tidur, setelah selesai membersihkan diri Jia memadamkan lampu kamar Lili dan meninggalkan Lili dengan PB yang menjaga Lili, Lili kemudian tidur.


Tengah malam...

__ADS_1


Lili mendengar suara pertempuran di luar kamarnya sampai"PUTRI PUTRI BANGUN ADA PEMBUNUH YANG MENUJU KE SINI!"teriak Jia.


Lili langsung terbangun, "pembunuh! jangan-jangan dia yang mengirimnya sungguh pengecut!" batin Lili.


Lili kemudian mengambil selendang untuk menutupi tubuhnya dan tak lupa memakai cadar, Lili bersama Jia lagi ke arah kediaman Para pangeran.


Di kediaman itu sangatlah luas sehingga membutuhkan waktu untuk pergi ke kamar masing-masing pangeran, dan mereka berdua tak sempat karena sekitar 50 pembunuh mengepung mereka.


"Jia berlindung di belakang ku, saat ada cela lari lah dan minta gege untuk ke sini, mengerti?" perintah Lili.


"Tapi putri" ucap Jia.


"JIA AKU TAK INGIN ADA PENOLAKAN!" bentak Lili, kemudian mengambil pedang kesayangannya dan mulai menyerah pembunuh-pembunuh itu.


Saat ada cela"Jia lari sekarang!"perintah Lili.


Jia dengan secepat mungkin lari saat salah tau pembunuh ingin menyerah Jia Lili melindungi Jia sehingga pedang itu menggores punggung Lili.


"PUTRI!" histeris Jia.


"LARI CEPAT AKU AKAN MELINDUNGI MU!" ucap Lili, kemudian Jia menghilang.


Luka yang baru di dapat Lili langsung di sembuhkan Lili dengan jurus penyembuhnya.


"Ah! sudah lama aku tidak berolahraga, baiklah maju kalian!" ucap Lili kemudian semua pembunuh bayaran itu satu persatu mati dengan satu serangan mematikan dari Lili karena Lili langsung menyerang titik vital mereka.


Namun semakin lama, pembunuh bayaran itu semakin banyak menjadi 30 orang, membuat Lili tertawa keras"Hahaha sungguh pengecut mengirim pembunuh untuk membunuh satu wanita!"ucap Lili, "Baiklah kalian yang meminta ku untuk menghantar kalian ke pintu alam baka maka kalian akan ku anatar dengan senang hati!" ucap Lili yang ternyata Dewi Kegelapan yang mengambil alih tubuh Lili karena mata Lili berwarna merah darah.


Dewi Kegelapan membunuh semua pembunuh itu dengan perasaan bahagia dan tak kurang dari 20 menit semua pembunuh mati terbunuh"Ah! sungguh tidak menyenangkan, akan ku kembalikan sisanya kepada mu Lili!"ucap Dewi Kegelapan hilang dan di ganti alih oleh Lili.


Jia yang sudah bersama Pangeran Hui melihat Lili akan terjatuh langsung di tangkap oleh Hui.


"Lili bangun, Lili!" ucap Hui.


"Jia panggil tabib sekarang!" perintah Hui kemudian Hui membawa Lili pergi ke kamarnya dan meminta pelayan lain mengganti baju Lili yang berbaur dengan darah yang sangat pekat dan Hui juga mengganti bajunya karena juga terkena darah.


Semua pangeran langsung datang saat tau bahwa ada penyerangan, "Hui gege bagaimana keadaannya?" tanya Jun.


"Untuk saat ini, dia tak apa-apa karena tidak ada luka hanya dia kehabisan tenaga mengalahkan semua pembunuh itu" ucap Hui.


"APA jadi Lili yang membunuh semua pembunuh itu?!" terkejut Xiu.


Hui mengangguk, "Gege apakah kita harus memberi tau bunda dan ayah agar kita besok sebaiknya pulang saja!" saran Shi.


"Baiklah akan ku tanyakan kepada ayah! tetapi sepertinya kita tidak akan pulang besok!" ucap Hui."Tidak apa, selama Jie jie tidak apa-apa"ucap Shi.


Mereka semua akhirnya berencana menemani Lili sepanjang malam takut terjadi apa-apa kepada Lili.


Ikatan Persaudaraan yang sangat erat.


Jangan lupa vote,like and komen yah guys


terimakasih!!!


Salam dari Author ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2