
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
SEBELUMNYA....
Dan Lili mengangguk akhirnya Bayi lili bertambah 1 lagi dan mereka berdua tertidur di sana, sekitar 3 jam mereka terbangun dan kemudian kembali ke diaman mereka masing-masing karena harus melanjutkan perjalanan kecuali Putra Mahkota Hao.
____________________________________
Keesokan harinya.....☀☀☀
Jia seperti biasa membangunkan Lili, "Putri ayo bangun!Ini sudah pagi!" ucap Jia.
"Iya jia, ini aku bangun!" ucap Lili masih dalam keadaan tidur, Jia menggeleng-geleng kan kepalanya "Ayo putri! Apakah putri tidak ingin pulang ke istana untuk bertemu dengan Sahabat Putri!" ucap Jia sambil menarik tangan Lili untuk bangun"Iya iya aku bangun!"ucap Lili kemudian pergi ke kamar mandi.
Dengan air yang sudah di siapkan oleh Jia, "Jia aku ingin menggunakan aroma mawar putih!" pinta Lili, Jia mengerutkan dahinya"Jarang sekali putri mengganti aroma, Memang apa alasannya putri?Beri tahu Jia"kepo Jia.
"Udah! Aku ingin tampil beda untuk hari ini, jadi siapkan saja apa yang aku beri tahu tadi!" tegas Lili, Jia langsung bungkam mulut dan mematuhi perintah Lili.
Setelah selesai mandi, Lili menggunakan hanfu berwarna coklat yang indah, ditambah dengan selendang indah yang Lili kenakan tentunya tidak memakai cadar.
"Putri tidak seperti biasanya, membuat Jia semakin penasaran?" kesal Jia.
Lili tertawa"Astaga Jia apakah aku tidak boleh untuk berdandan cantik?"tanya Lili"Tentu saja boleh Putri justru membuat Jia merasa senang, tetapi Jia merasa aneh saja"ucap Jia"Sudah-sudah mari kita keluar!"ajak Lili.
Kemudian mereka berdua keluar, tentu saja mengundang banyak perhatian terutama para Pangeran.
"Astaga siapakah Dewi ini?" goda Putra Mahkota Hao.
"Lili tidak biasanya kau berdandan seperti ini!" seru Hui,"Tentu saja untuk ku bukan?!"pede Putra Mahkota Hao.
"Terlalu percaya diri kau Pangeran" ucap Shi.
__ADS_1
"Sudah-sudah apakah tidak boleh, Lili berdandan seperti ini" ucap Permaisuri Ji menengahi mereka, "Benar kata bunda, apakah salah aku berdandan seperti ini!" ucap Lili.
"Tidak juga sih!" serempak mereka.
"Oleh karena itu, jangan berkomentar kalian semua!" ucap Lili.
"Lili sudah waktunya kita berangkat!" ajak Kaisar Li, Semua pangeran berpamitan kepada kepala suku, tetua juga Putra Mahkota Hao."Kepala desa tolong jagalah Pangeran itu!"minta Lili dan Kepala desa tersenyum mengangguk.
"Kau jangan berbuat macam-macam di sini, Mengerti?!" ancam Lili, Putra Mahkota terkejut dan mengangguk cepat"Bagus, anak pintar kalau begitu aku pergi dulu!"ucap Lili memeluk Putra Mahkota Hao, dan semua orang tertegun tetapi tidak berkomentar.
Putra Mahkota Hao memeluk kembali"Hati hati di jalan!"ucap Dia kemudian melepas pelukan mereka berdua, singkat cerita Rombangan Kaisar Li melanjutkan perjalanan.
Di dalam Kereta Kuda.
"Lili sepertinya kau tidak menggunakan aroma Lavender!" ucap Permaisuri Ji.
"Iya bunda, aku menggunakan aroma Mawar apakah tidak cocok bunda?" tanya Lili, Permaisuri menggeleng"Tidak, tetapi bunda lebih suka kau memakai aroma Lavender, dan tidak terbiasa saja kau memakai aroma lain!"jelas Permaisuri, Lili tersenyum.
Sekitar 6 jam telah berlalu, dan Rombongan Kaisar beristirahat di daerah hutan.
"Ahhhh! sungguh melelahkan duduk di dalam kereta saja!" seru Lili sambil meregangkan tangannya."Hahaha kasihan sekali!"ucap Jun, kemudian Lili memiliki ide "Gege!" ucap Lili dengan nada imut"Firasat ku buruk!"batin Jun.
"Aku ingin melihat kuda, tetapi tepatnya aku ingin menunggangi kuda, bolehkan gege?" tanya Lili dengan wajah puppy eyes nya.
Kemudian ada tangan yang menjewer telinga Lili"Katakan lagi! apa yang kau inginkan!"marah Hui."A.....aaaaaa! sa.....sakit gege enggak kok aku cuma bilang ingin melihat kuda!"alas Lili sambil meringis kesakitan.
"Masih berbohong!" ancam Hui tetap menjewer telinga.
"Ampun! iya iya Lili mengaku jadi lepaskan gege nanti telinga Lili copot!" seru Lili, akhirnya Hui melepas bertepatan Shi dan Xiu datang menghampiri mereka karena ingin tahu apa yang terjadi.
"Ada apa gege?" tanya Shi.
"Ini jie jie mu ingin menunggang kuda, entah dari mana ide itu berasal!" sindir Hui melirik Lili, Xiu menaruh tangannya ke pinggangnya"Lili sudah keluar sifat jahil mu?!"tegur Xiu.
Lili tersenyum canggung dengan menggaruk lehernya.
"Anak ini!" ucap Xiu menggeleng-geleng, setelah itu mereka semua makan Siang kemudian melanjutkan kembali perjalanan mereka, sore hari kemudian mereka sudah datang di istana di sambut oleh Alex dan Rey
"AKHIRNYA!!! AKU SAMPAI!!!" teriak Lili kesenangan.
__ADS_1
"Salam Hormat Kepada Kaisar dan Permaisuri" ucap Alex dan Rey, Dan Kaisar Li mengangguk"Hai! Alex Rey sudah lama tidak bertemu!"ucap Lili kemudian memeluk mereka dan mereka berdua terkejut"Kalian datang ke kamar ku malam ini ada sesuatu yang ingin aku sampaikan!"ucap Lili serius kemudian tersenyum.
"Aku sangat merindukan kalian!" ucap Lili.
"Ah iya kami juga sangat merindukanmu!" ucap mereka tersenyum untuk menutupi reaksi mereka.
"Ehem! apakah sudah kangennya!" singgung Jun.
"Hahaha sudahlah gege, jangan menyebarkan suasana perang karena hari ini, hari bahagia!" ucap Lili.
"Aku ingin kembali ke kamarku, Ayah bunda gege Shi aku pergi dulu ya" ucap Lili dan mereka mengangguk, akhirnya Lili kembali ke kamarnya.
Malam hari....
Lili makan malam bersama dengan keluarganya, kemudian kembali beristirahat.
"Jia kembali lah! Aku akan istirahat sekarang!" ucap Lili, Jia mengangguk dan pergi.Lili duduk di dekat jendela dengan membaca buku anggaran kediamannya.
Lili menutup matanya masuk ke dalam ruang angkasanya untuk melihat kedua senjatanya itu sambil menunggu Rey dan Alex.
Ruang Dimensi...
"Ternyata ini yang namanya senjata langit!" ucap Lili meneliti senjata itu.
"Apa yang aku lihat hah, manusia rendahan?" ucap angkuh Pedang Kegelapan."Heh! sombong sekali kau ya!"tak terima Lili "Hah memang siapa kau? hanya manusia rendahan" jawab Pedang Kegelapan.
Lili mengendus kesal"Dasar mentang-mentang senjata langit"ucap Lili kesal.
"Kau kapak harimau mengapa kau tak berbicara?" tanya Lili "Aku tidak peduli" ucap dingin Kapak Harimau Suci, "Cocok sudah yang satunya angkuh dan yang satunya dingin!" batin Lili.
"Hah! terserah kalian, dan apakah kalian bisa berubah menjadi manusia?" tanya Lili.
"Tentu saja, kami ini bisa!" ucap sombong pedang Kegelapan, "coba tunjukan sekarang!" pinta Lili"Apa keuntungannya untuk kami?"tanya Kapak Harimau suci, Lili tersenyum licik"aku akan menunjukkan wujud lain dari diri ku"tawar Lili kemudian ke 2 senjata itu setuju.
Jangan lupa vote, like and komen ya guy!!!
hihihihihihihi
Salam dari Author ❤❤❤
__ADS_1