Takdir Sang Putri

Takdir Sang Putri
Eps.19 Perginya Putri ke Hutan Mata air pelangi


__ADS_3

Cie yang masih setia


.


.


.


🧩🧩🧩🧩


1 bulan kemudian__________


Pangeran Hui, pangeran Jun, Alex, dan Rey serta pengawal-pengawal bayangan Kaisar Li telah menyelesaikan Istana kecil, di dalam hutan Mata Air Pelangi, istana yang di buat dengan elegan dan kokoh.


3 hari sebelum pemberangkatan Putri Lili, Kaisar mengumumkan kepada semua rakyat bahwa Putri Lili akan melakukan perjalanan yang sangat lama, maka dari itu Kaisar ingin semua rakyat saat kepergian Putri Lili, hadir untuk memberi penghormatan. Dan selama 3 hari sebelum hari kepergian Putri Lili semua pelayan yang akan ikut bersama putri di seleksi dengan ketat agak tidak terjadi sesuatu selama pengobatan sang Putri.


Di kediaman Teratai________


Ada seorang ibu yang dengan setia menjaga dan merawat sang Putri yang sedang tertidur sebelum putrinya itu pergi jauh, Ia adalah Sang Permaisuri yang menjaga Lili, selama 3 hari terakhir sebelum kepergian sang anak sang Permaisuri terus menjaga putri Lili.


"Sayang sebentar lagi kamu akan pergi, kamu baik-baik ya, jangan nakal jangan menyusahkan orang!!!" ucap Permaisuri Ji dengan sendu menatap Lili, "Kamu harus segera bangun sayang, karena ibunda sangat merindukan senyuman dan kejahilan mu" ucap kembali Permaisuri sambil mengusap lembut sang Putri.


Tak lama Kaisar datang mengunjungi istri dan juga anak nya yang sedang tertidur itu, "Permaisuri ku ayo kita pergi, biarkan anak kita beristirahat ya!!!" ucap Kaisar membujuk dengan lembut karena selama 3 hari ini, pola makan sang istri tidak beraturan.


"Tidak!! aku hanya ingin menjaga Lili kecil ku" ucap Permaisuri Ji menolak bujukan suaminya, "Jika kau sakit nanti Lili akan sedih, dan saat dia bangun nanti Dia akan memarahi Zhen karena tidak menjaga ibundanya dengan baik" ucap kembali Kaisar membujuk istrinya.


Permaisuri yang mendengar itu langsung mengangguk dan, pergi ke ruang makan bersama Kaisar, "Sayang bunda makan dulu ya, Jangan nakal bunda akan kembali!!" ucap lembut Permaisuri sambil mencium kening sang Putri begitu juga Kaisar.

__ADS_1


Ruang makan__________


Hanya ada suara sumpit yang sibuk tidak ada pembicaraan, tak lama kemudian.


"Apakah semua telah selesai?" tanya Kaisar memulai pembicaraan, "Iya ayah, semua telah selesai, keamanan untuk menjaga Lili selama di dalam Hutan telah di perketat" ucap Hui menjawab Ayahandanya, "Tetapi ayah ada yang aneh selama pembangunan istana dalam hutan" ucap Jun memberitahu Kaisar Li.


"Apa yang aneh?" tanya Kaisar penasaran, "Iya ayah, selama pembangunan istana tidak ada satu hewan pun yang mengganggu proses pembangunan istana, dan ada 1 hewan tetapi hanya melewati kami saja" ucap Jun dengan heran.


"Hem mungkin saja karena ada sahabat adikmu itu, karena mereka berkata mereka tau betul dengan keadaan hutan Mata air Pelangi itu!" jawab Kaisar, kemudian tak lama mereka semua melanjutkan makan mereka dan kembali ke kediaman mereka masing-masing.


.


.


.


Pagi hari banyak pelayan yang mondar mandir mempersiapkan kepergian sang Putri, dari pakaian, makan, dll, Semua sibuk dan tak lupa Kereta kuda yang di buat khusus untuk sang Putri.


Kediaman Teratai


Kaisar, Permaisuri dan juga buah hati mereka berkumpul di kamar Lili di sana, Permaisuri menangis yang tak kuasa melihat anaknya itu pergi, "Hiks hiks Kaisar, apa tidak boleh Lili di rawat di sini saja?!" ucap Permaisuri Ji memohon.


Kaisar yang mengetahui keadaan istrinya itu langsung memeluk sang istri. "Tenanglah ini tidak akan lama, dan ini demi kebaikan Lili kita, Ji mei kau tak perlu khawatir" ucap kaisar sambil menenangkan sang istri.


"Hui tolong gendong Lili menuju kereta kudanya" ucap Kaisar. Sebenarnya Kaisar juga tidak sanggup tetapi apa boleh buat, semua ini demi kesembuhan sang anak, tak lama Hui menggendong sang adik, yang saat itu memakai hanfu berwarna merah jambu di balur dengan sulaman teratai emas.


Saat keluar kamar tersusun pengawal dari kamar Lili sampai kereta kuda, semua pengawal memberi penghormatan kepada Lili.Tepat ketika kaki Hui menginjak melewati kamar Lili, semua bunga yang ada di kediaman Putri bermekaran, dan juga angin yang berhembus pelan membuat semua orang takjub tak terkecuali sang Kaisar.

__ADS_1


Saat tiba di kereta kuda, Lili langsung di bawa masuk untuk di letakkan di dalam. Di dalam kereta kuda itu di buat seperti kasur yang berjalan, membuat perjalanan Lili semakin nyaman, "Ayah!! Hui meminta izin untuk mengantar Lili dan saudara Hui menuju Hutan Mata Air Pelangi!!" ucap Hui kemudian di setujui oleh Kaisar.


Akhirnya rombongan Putri Lili akan keluar dari istana, saat rombongan Lili akan melewati gerbang istana, Permaisuri tetap menangis sehingga pingsan dan Kaisar membawa istrinya itu menuju ke kediamannya. Saat melewati pasar terdapat banyak penduduk yang memberi penghormatan bagi Lili.


Tidak lupa di kawal oleh saudara Lili dua di kanan dan dua di kiri di tambah pelayan sekitar 32 orang belum lagi pengawal bayangan yang bersembunyi di keramaian, dan juga pengawal istana yang merupakan pengawal elit dari Pangeran Hui dan juga Tabib Wei.


Pengawalan Lili super ketat membuat siapapun orang iri, Tak beberapa lama mereka berada di depan Hutan Mata Air Pelangi di sana di sambut oleh Alex dan Rey.


"Baiklah dari sini kalian akan di kawal oleh Alex dan Rey menuju ke istana dalam hutan" ucap Hui kepada rombongan Lili, sebelum pergi Hui masuk ke kereta sang adik dan mencium kening sang adik dan berkata, "Cepatlah bangun, gege selalu menunggumu!!" ucap Hui kemudian pergi meninggalkan rombongan Lili.


"Baiklah kalian ikuti kami, dan saat memasuki hutan kami harap kalian tidak terkejut melihat apa yang terjadi di hutan" ucap Alex dengan tegas membuat semua heran terutama Shi.


"Memang apa yang akan terjadi?" tanya Shi, "Jangan banyak tanya!!" ucap Rey membuat Shi cemberut kemudian mereka mulai masuk ke dalam Hutan, membuat semua pengawal merinding, dan sangat mengejutkan setiap kereta Lili melewati hutan keadaan hutan yang tadinya gelap dan suram, menjadi terang dan semua tanaman yang layu kembali hidup seperti baru tumbuh.


"Ternyata ini yang di maksud mereka" ucap pelan semua orang takjub melihat keadaan ini, "Benar benar jelmaan Dewi" ucap salam satu pelayan. Tak lama terdapat istana kecil tetapi sangatlah megah, membuat semua orang kembali takjub. Setelah masuk ke dalam istana Xiu turun dari kuda dan akan menggendong adiknya.


"Di mana kamar Lili?" tanya Xiu sambil menggendong sang adik membuat pengawal yang belom pernah melihat putri menjadi terpanah, karena Putri sangatlah cantik bahkan dewi pun kalah.


"Mari aku antar" ucap Alex yang niatnya dia sih yang pengen gendong tuannya tapi keduluan sama Xiu, akhirnya mereka semua diarahkan ke kamar mereka masing-masing, Setelah Xiu mengantar Lili Ia kembali ke kamarnya untuk istirahat seperti saudaranya.


Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!


Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!


...****************...


...----------------...

__ADS_1


Salam dari Author❤❤❤


__ADS_2