
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya...
Permaisuri kemudian menoleh dan terkejut bahwa Lili melihatnya dan Lili menggelengkan kepalanya menandakan 'Bunda jangan gegabah' Permaisuri tersenyum dan mengangguk.
_________________
Semua orang masih berbincang-bincang baik politik dan lain-lain.
Lili kemudian memanggil Jia "Ada apa Putri?" bisik Jia, "Tolong bawakan aku camilan karena camilanku habis!" ucap Lili, Jia langsung mengangguk dan pergi mengambil apa yang Lili inginkan.Putra Mahkota Hao mendapat ide dan tersenyum ke arah Lili sedangkan Lili mengabaikan Putra Mahkota Hao "Yang Mulia bagaimana jika Putri Lili menunjukkan kemampuan nya!" ucap Putra Mahkota Hao.
Semua Pangeran terkejut dan mereka semua mengepalkan tangan menahan emosi, apalagi Permaisuri dan Kaisar Li.
Lili hanya tersenyum"Sungguh menyebalkan!"ucap Lili jengkel."Hemm! saran dari Pangeran sangat bagus, bagaimana putri Lili apakah putri berkenan?"tanya Kaisar Hao.
Lili berdiri, dan menepuk bahu Hui memberi tanda 'Tenanglah gege' kemudian berbicara "Putri ini bersedia Kaisar" ucap Lili.
"Baiklah silahkan!" ucap Kaisar mempersilahkan, Lili menaiki panggung "aku tidak tau nyanyian kuno apakah aku menyanyi lagu modern saja ya!" batin Lili, "Kaisar putri ini akan menyanyikan lagu yang di buat oleh Putri ini!" ucap Lili.
"Baiklah silahkan!" persilahkan Kaisar Hao.
Lili bersiap-siap, kemudian dia menjentikkan jarinya kemudian semua Lilin mati dan tiba bisa di sekeliling Lili terdapat Lilin yang memenuhi panggung, kemudian Lili menyanyi.
Aku t'lah tau kita
Memang 'tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
Harus menghindar
Namun kenyataan
Ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu hanyalah menunda
Luka yang tak pernah kuduga
Dan bila akhirnya
Kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku?
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku t'lah tau kita
Memang tak mungkin
Tapi mengapa kita
Selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini
Harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
__ADS_1
Salahkah 'ku berharap
Berharap kau memilih diriku,
Cinta
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Tapi mengapa kita selalu
Bertemu dan bertemu
Aku t'lah tau hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku 'tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa
Setelah selesai menyanyikan lagu, Lili membuka mata dan menjentikkan jarinya kembali, seluruh Lilin kembali hidup membuat orang semakin takjub kemudian memberi tepuk tangan yang sangat meriah.
Putra Mahkota Hao tercengang setelah mendengar Lagu yang di nyanyikan Lili.
"Terima kasih Kaisar, semoga Kaisar terhibur!" ucap Lili kemudian kembali ke tempat duduknya.Kiasar yang merasa sangat puas "Hahaha Putri Lili sangatlah berbakat Zhen akan memberikan 5 gulung kain sutra dan 1000 koin emas untuk putri Lili!" perintah Kaisar Hao.
"Terima kasih untuk hadiahnya Kaisar!" ucap Lili memberi hormat.
"Lili kau sangat hebat!" ucap Jun, "Percuma aku khawatir kepada mu!" ucap Xiu, Lili tertawa kecil "Gege jangan terkejut karena ini belum penampilan bakat, aku harap gege dan Shi tidak serangan jantung karena terpesona" ucap Lili.
"Aku menunggu itu!" ucap Hui.
Putra Mahkota dan Permaisuri Hao semakin terobsesi untuk menjadikan Lili sebagai Permaisuri untuk menguatkan posisi mereka.
Kemudian tibalah Pertunjukan Bakat para Putri, banyak Putri yang bersiap-siap untuk penampilan maksimal mereka, sedangkan Lili hanya duduk di belakang panggung untuk menunggu gilirannya, "Putri mengapa kau tidak bersiap-siap?" tanya Jia.
"Halo putri" ucap Putri selir Kehormatan Kerajaan Hao.
"Putri, hamba dengar-dengar dia sangat menyukai pangeran Hui" bisik Jia, Lili membulatkan mulutnya dan mengangguk-angguk.
"Oh! siapa kau ya?" ucap dingin Lili.
"Hamba putri ke tujuh dari Kerajaan Hao" ucap Putri selir Kehormatan."Ah! Ada apa kau mencari ku?"ucap Lili tenang, "Tidak hanya ingin berkenalan dengan adik ipar saja" ucap percaya diri Putri selir Kehormatan.
Membuat semua putri sangat jijik, "Inilah akibat kebanyakan makan mimpi jadi halu kan" batin Lili.
"Siapa yang kau maksud adik ipar, aku? hah jangan mimpi putri sekarang belum waktunya bermimpi!" ucap Lili santai, semua putri tertawa akibat hinaan yang di berikan Lili.Putri selir Kehormatan itu pastilah sangat marah "Nantikan saja kau!" Ucap Putri Selir Kehormatan.
"Hah! aku di beri peringatan, memang siapa kau bahkan gege ku saja tak berani berkata seperti ini kepadaku!" gerutu Lili.
Kemudian satu persatu Putri menampilkan mereka dengan baik.
Lili sengaja mengambil urutan terakhir karena dia akan memberi pertunjukan yang cukup menghibur, sekitar 1 jam berlalu tetapi waktu Lili masih lama."Gege mengapa Lili belum muncul!"tanya Shi.
"Shi bagaimana kau ini, Lili pastilah mengambil urutan terakhir karena dia akan langsung kabur setelah tampil" bisik Xiu "Oh iya benar juga! Tapi pasti aku bosan!" ucap Shi, Xiu mengelus punggung Shi dan tersenyum.
Sudah 3 jam akhirnya giliran Lili tiba.
"Penampilan terakhir di tujukan oleh Putri Lili dari Kerajaan Qin" ucap lantang Pembawa acara, semua orang bertepuk tangan dengan semangat penasaran dengan apa yang akan di tunjukkan oleh Lili.
Lili yang sudah mendengar bahwa namanya di panggil dia pergi naik ke atas panggung.
"Salam Yang Mulia"ucap Lili sambil menundukkan kepala dan Kaisar menerima salam Lili."Putri ini akan mempersembahkan sebuah Puisi, semoga Para penonton menikmati Puisi yang Putri buat ini" ucap Lili.
Lili memulai pertunjukannya dengan mematikan semua lampu di ruang, dan membiarkan beberapa menit ruangan gelap, semua orang bingung, kemudian Asap kabut yang tak kunjung hilang beserta muncul beribu-ribu kunang-kunang membentuk seperti langit menerangi Aula itu.
Aku titipkan rinduku kepada angin yang berhembus
Yang berlahan menyelusuri malam yang syahdu
Dan ku berharap kau merasakan rinduku
Ucap Lili muncul menggunakan hanfu berwarna hijau membawa Lentera dan kabut berubah menjadi ilustrasi Hutan.
__ADS_1
Kemudian Lili berjalan ke arah tahta Kaisar Hao dan tiba-tiba menghilang, membuat terkejut dan mencari ke segala arah di mana keberadaan Lili.Tiba-tiba Kabut itu berubah menjadi berwarna Biru dan Ilustrasi Hutan menghilang, memuat orang takjub.
Tiba-tiba suara Lili kembali muncul membuat orang mecari kembali keberadaan Lili tak terkecuali para Kaisar dan Permaisuri.
Di Sana,
ada seguyur Hujan dan Seuntai Bunga,
yang sedang Berbincang
tentang Pahitnya sebuah PAMIT
Tentang Sunyi nya sebuah SEPI..
Di sana, ada sebuah kapal kecil di pelabuhan,
Yang tengah bercengkrama,
Tentang rasa yang tidak tersampaikan,
Tentang asa yang kian memudar.
Disini, ada seorang insan,
Yang tengah menadahkan tangan,
Menghadap Sang Pengarang,
Akan harapan yang terbuang.
Disini, ada seorang laki-laki,
Menyesali takdir seraya memaki,
Menginyam rasa tanpa peduli,
Tentang cinta terpendam di dalam hati.
Kunang-kunang itu berbaris di depan pintu masuk Aula membuat fokus semua orang ke arah pintu itu, di sana Lili membawa Lampion berbentuk teratai, dengan hanfu yang berubah menjadi merah.
Semua orang ternganga, saat Lili datang dan duduk di tengah kabut biru itu, tiba-tiba terdapat puluhan lampu teratai yang terbang di langit-langit Aula.
Orang-orang kembali fokus kepada Lili, Di sana terlihat ekspresi Lili yang sedih dan menangis.
maafkan aku tak pernah membuatmu bahagia,
aku menyesali perjumpaan kita ini yang hanya sesaat, sebab kenangan yang ditinggalkannya begitu mengikat.
Ucap kembali Lili, kemudian terjatuh di kabut biru itu, memuat semua orang berdiri dan mereka kembali di buat terkejut Lili menghilang di tengah kabut biru itu.Semua orang tertegun dan mencoba menerima semua ini.
Kemudian, ratusan Kupu-kupu berwarna merah memenuhi ruangan dan kabut itu berubah lagi menjadi merah darah, sedangkan lampu teratai menghilang begitu saja.
Mereka kembali di buat terkejut oleh kemunculan Lili dengan hanfu putih dan wajah yang berlumuran darah dan memegang pedang dari depan tahta Kaisar Hao, Permaisuri dan Kaisar Li terkejut"Lili"ucap Permaisuri tetapi ditahan Kaisar Li.
Lili berjalan dengan keadaan pandangan kosong, kemudian jalan menuju panggung muncul ilustrasi ribuan pecahan kaca entah dari mana.
Semua orang terkejut, Di Sana Lili terlihat Lili terus berjalan dengan darah yang mengalir.
Rasa ini hadir
Bayangmu yang menyapa dalam tiap mimpi
Membuai Ku dalam indah yang sesa’at
Yang kan hilang saat membuka mata
Dan kembali menjadi bayang-bayang
Ma’afkan aku yang tak mampu melepas belenggu bayangmu dalam angan ku
Ijinkan aku menyimpan nya,walau tak mungkin untuk ku memilikinya.
Ucap Lili terus berjalan ke arah panggung, saat sampai di atas panggung Lili terjatuh duduk dengan memegang pedang yang berlumuran darah yang dia bawa dari tadi, dengan Ilustrasi darah yang terus mengalir dari kakinya.
__ADS_1