
.
.
.
🧩🧩🧩🧩
Sebelumnya....
Sebelum itu Lili telepati kepada Alex dan Rey"Kalian pergilah ke perbatasan utara untuk menyelidiki tentang pasukan raksasa yang dengan mengumpulkan kekuatan"ucap Lili.
Alex dan Rey yang menerima perintah itu langsung pergi dengan jurus teleportasi dan menyusul Lili.
_______________
Hutan di perbatasan utara🏞🏞🏞
Lili sampai terlebih dahulu, "Sial bahkan menggunakan jurus itu membutuhkan waktu 1 jam!" maki Lili.
Tak lama Lili mengambil tudung kepala dari ruang angkasa miliknya.
Alex dan Rey akhirnya sampai dan mereka di sambut dengan raut wajah Lili yang kesal."Kalian lama sekali"kesal Lili, mereka berdua menggaruk kepala mereka yang tidak jelas kemudian menatap satu sama lain"Ada apa dengan nya!"arti tatapan mereka itu.
"Lili mengapa kau menyuruh kami datang ke sini?" ucap Rey mengalihkan pembicaraan, "Aku merasakan hawa yang lumayan kuat di hutan ini, aku rasa pasukan nya sudah mulai kuat!" ucap Lili menjadi serius.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Alex
"Kita harus mengacaukan mereka, setidaknya kita melukai separuh dari anak buah!" ucap Lili, "Setelah kita melakukan itu, apa rencana mu selanjutnya?" tanya Alex. "Benar! Sialnya aku belum mengambil senjata yang di berikan kakak ku" umpat Lili.
"Begini saja, sebaiknya kita lakukan tugas ini terlebih dahulu kemudian kita pikirkan cara untuk rencana selanjutnya" saran Rey di setujui oleh Lili.
Tak ambil pusing mereka melacak posisi koordinat dimana padukan itu bermarkas. Tak lama mereka menemukan titik koordinat markas musuh, mereka bertiga mengamati sekitar markas musuh.
"Kalian serang mereka setidaknya buat mereka terluka agak parah, jangan bunuh mereka! Dan aku akan mencari pemimpin mereka" ucap Lili dengan telepati, setelah itu mereka berdua berpisah dengan Lili.Lili melihat bahwa sahabat karib nya itu sudah memulai aksinya, "Sekarang tinggal menunggu si raja tawon keluar dari sarangnya" batin Lili sambil tersenyum licik.
Markas raksasa..
Rey dan Alex datang "Hei kalian sedang apa di sini" tanya prajurit A.
__ADS_1
Alex dengan mata membunuh berkata"Kami di sini ingin membuat kekacauan!" tanpa aba-aba prajurit itu menyerang mereka berdua karena merasa tersinggung.
Alex dan Rey juga tak kalah diam, mereka menyerang namun tak sampai mereka mati sesuai permintaan Lili.Prajurit yang lain mendengar keributan di gerbang markas, bergegas melihat apa yang terjadi.
Saat sampai di depan gerbang mereka terkejut bahwa ada 2 orang yang membuat keributan, mereka kesal dan mulai menyerang Alex dan Rey.
Sekitar 10 menit pasukan itu semakin lama semakin banyak, "Hahaha sudah lama aku tidak meregangkan tulang ku yang sudah tua ini hahaha" ucap Alex kepada Rey dengan tertawa kencang.
"Hei kau! Ternyata mengaku kau sudah tua" ejek Rey.
"Kau sendiri pun!" ejek kembali Alex.
Sedangkan Lili di atas pohon tak jauh dari markas tersebut, melihat dengan santai sambil tidur-tiduran dan memakan buah apel.(Eitsss dari mana anda dapat apel Lili).
"Huh! Lama sekali orang itu datang gak tau kasian apa sama sahabatku?" kesal sendiri Lili sambil mengunyah apel.
Di suatu gua, pria itu merasakan ada bahaya yang menyerang pasukannya, ia membuka mata dan berpindah tempat untuk mencari tau situasi apa yang terjadi pada pasukannya itu.
Di tengah pertarungan, Pria itu muncul dan semua pasukan tunduk hormat."Ada apa ini?"ucap dingin pria itu, "Hormat hamba Yang Mulia! Orang-orang ini tiba-tiba menyerang markas" ucap prajurit H yang sepertinya komandan pasukan.
"Kalian sangat tidak becus, hanya dua orang saja tak mampu mengalahkan mereka" ucap pria itu dengan mengeluarkan aura membunuhnya sehingga komandan itu hampir mati tercekik.
Pria itu menatap Alex dan Rey dengan tatapan membunuh.
Lili tersenyum sinis dan memberi telepati kepada Alex dan Rey untuk mengukur kekuatan pria itu.Alex dan Rey menyerang Pria itu, "Wah ternyata kekuatan mu lumayan juga yah" remeh Rey. Pria itu dengan wajah datar tak menanggapi ejekan Rey dan membalas serangan Rey.
Tak terlalu lama Rey jatuh ke tanah akibat hantaman keras yang di berikan Pria itu.
"Wow ternyata lumayan yah!" salut Lili.
--------
"Eh Lili itu Rey lama-lama bisa mati oy!" ucap Author.
"Ya elah Thor kan elu kagak nulis kapan gue ke sana" jawab Lili males.
"Et dah gini amat tokoh gue yak!" keluh Author.
"Terserah lu lah thor" Ucap Lili.
Kembali ke cerita
__ADS_1
-------------
Lili yang memegang anting yang di gunakan Dewa Es dan bertanya"Apakah aku harus ke sana?"tanya Lili untuk diri sendiri.Lili sesaat yang Lalu merasa terpana dengan ketampanan dari anak musuhnya itu.
"Ah ayolah! Aku tidak sanggup melihat sahabatku menderita lagi!" ucap Lili kemudian berdiri dan berpindah tempat untuk membantu teman-temannya itu.
Dari sisi lain tiba-tiba ada sebuah pedang dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah Pria itu dan Pria itu menghindar.
Alex dan Rey tersenyum, melihat pedang kesayangan Lili itu. "Keluar kau pengecut!" ucap remeh Pria itu. Lili yang mendengar amarah Pria itu, tersenyum "Kalo aku keluar, memangnya akan mendapatkan apa?" goda Lili.
"Kalau kau tak keluar maka rekan mu akan ku bunuh!" ancam Pria itu.
"Ayolah! Kau sangatlah tak mengasikkan" ucap manja Lili, "Keluar sekarang juga" bentak Pria itu. Lili kemudian melempar batu tepat di dada Pria itu sehingga Pria itu terjatuh duduk.
"Sial aku lengah" maki pria Itu.
Saat dia ingin bangkit, Lili tiba-tiba datang dan duduk di pangkuannya, dan melingkarkan tangannya ke leher indah Pria itu "Hai tampan aku sudah ada di hadapanmu" bisik Lili di telinga Pria itu.
Tindakan Lili membuat semua orang terkejut, terutama Alex dan Rey terkejut dan menepuk dahi mereka masing-masing melihat tingkah laku Lili sedangkan orang-orang pria itu terpanah akan kecantikan Lili yang tersembunyi.
Pria itu sedikit terpanah karena kecantikan Lili yang tertutupi oleh tudung putih indah milik Lili.
Pria itu kemudian menyerang Lili sayangnya Lili menghilang dan sudah berada di sebelah Alex dan Rey, "Oh tidak sayang ku, mengapa kau tega?" goda Lili dengan wajah sedih, dan memeluk Alex yang tidak tau apa-apa.
"Heh! Kau mau apa dengan menyerang markas ku hah!" ucap Pria itu tanpa basa-basi.
"Oh, sayang mengapa terlalu buru-buru! bagaimana dengan memberi tahu siapa nama mu?" goda Lili.
"Tak perlu kau tau nama ku" tegas Pria itu.
Lili memunculkan wajah sedih dan bertanya ke pada orang-orang Pria itu"Lihat apakah dia kejam?"tanya Lili.Orang-orang mengangguk dan sesaat menggeleng melihat tatapan membunuh tuan mereka.
"Tidak perlu basa-basi lagi, apa mau mu?" kesal Pria itu.
Lili tertawa di dalam hati melihat ekspresi kesal Pria itu, dan belum menjawab Pria itu langsung menyerang Lili, namun tidak ada gunanya melawan Lili."Astaga, segitu tidak sukanya kau kepadaku sayang"ucap Lili menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Pria itu sudah naik darah, dan itu yang di tunggu oleh Lili.
BTW INI LOH PRIA TAMPANNYA!!!
__ADS_1
menurut kalian tampan gak sih?
Salam dari Author❤❤❤