
Cie yang masih setia
.
.
.
π§©π§©π§©π§©π§©
Setelah sampai di Istana_________
Author POV
Lili langsung membersihkan diri dan lanjut tidur, sedangkan di sebuah ruangan kerja seseorang, Gu memberi laporan kepada seseorang yaitu kaisar Li "Bagaimana? apa yang kamu dapatkan?" tanya Kaisar Li "Lapor Yang Mulia, Putri pergi di tengah malam ke pasar kemudian, bertemu seorang anak kecil dan putri pergi ke rumah anak itu, yang ternyata anak itu memiliki adik, setelah itu Putri memberi nama pada anak itu yang bernama An ming dan Chen" lapor Gu.
"Apa? mengapa putri mengangkat seorang anak?" tanya penasaran Kaisar, "Hamba tidak tau Yang Mulia, sepertinya putri ingin melatih anak itu dan menjadikannya pengawalnya" jawab Gu.
"Lantas, mengapa putri ingin mengambil pengawal bahkan anak itu lebih muda dari putri? sungguh membingungkan!!! baiklah kamu bisa pergi, terus pantau putri" perintah Kaisar Li, setelah itu Gu pergi sesuai perintah kaisar.
.
.
.
Keesokan harinya________
LILI POV
Di Kediaman Teratai Putih, terdapat suara yang berisik ya itu adalah Jia yg sibuk membangunkan putri yg sedang bocan (bobo cantik), "Ayo putri bangun ini sudah hampir siang!!"ucap Jia sambil menggoyangkan badan ku.
"Ah! Jia jangan ganggu bocan ku dong!"gerutu ku, "Bocan?! apa itu bocan putri?" tanya bingung Jia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ah!!! bocan itu tidur cantik, sana sana pergi hus hus!" usir ku mulai jengkel "Eh, tidak bisa putri! putri kan punya janji dengan pangeran Shi untuk bermain bersama" ucap Jia.
Mendengar nama pangeran ke 4, aku bergegas menuju kamar mandi, naasnya aku kepentok tiang, "ADUH SIAPA YG TARUH TIANG DI SINI" teriak ku dengan kesal, sedangkan secara kebetulan putra mahkota, pangeran 2, 3, 4 mau pergi lili dan mendengar teriakkan ku, ke 4 pangeran itu bergegas pergi ke kamar Lili melihat apa yang terjadi?
Bukannya khawatir, malah 4 pangeran itu tertawa sangat keras, "HAHAHAHA jie jie kenapa kepalamu benjol?" tanya Shi.
__ADS_1
"HAHAHAHA mei mei habis apa? kok kepala jadi benjol" ucap Xiu sedangkan aku yang melihat ke 4 saudaraku, menjadi kesel karena bukannya di bantuin, malah mereka tertawa puas, "Huh kalian! saudaranya lagi sengsara malah ketawa, sudahlah aku mau mandi sana sana pergi !!!" Ucapku dengan kesal.
ANGGAP AJA HANFU NYA YA π°π°!!!
Setelah itu aku pergi mandi dan memakai hanfu berwarna biru, "Jie jie masih kesal?" tanya Shi mencoba untuk tidak tertawa "Sudahlah lupakan kejadian itu!!!" jawab ketus ku.
"Ayolah mei mei jangan seperti itu salahkan dirimu sendiri jalan tidak liat liat kan, jadi ada benjolan tuh di wajah cantikmu" ucap Hui menyadarkan ku bahwa aku yang salah, "Iya-iya aku salah gak liat liat jalan"Jawab kesel ku
"Lupakan itu! Shi bukannya kamu ingin main tapi ingin main apa?"tanyaku kepada Shi, "Entah memang li jie mau main apa?" tanya Shi.
Jangan di tanya yang pastilah pedang "Bagaimana kalo main pedang, hitung-hitung melatih otot mu" ucap antusias ku. "Memang li mei bisa main pedang? lagian gege tidak pernah liat kamu main pedang!" tanya Jun kepada Lili, "Aduh Jun gege, jangan pandang remeh aku yah! gini-gini aku hebat main pedang tau!" jawabku dengan sombong, "Baik-baik tapi kalo kalah jangan nangis ya"jawab Xiu dengan nada ejekan, "Huh gak bakalan"Jawabku dengan wajah imut.
.
.
.
ββββββββ
"Hei!!! sudah siap untuk kalah Shi" Ejek ku "Gak mungkin jie jie menang dari aku!!!" seru Shi dengan sombong "Baiklah kamu bakal tau" jawabku dengan santai.
AUTHOR POV
Berita tentang pertarungan Lili dengan Shi telah menyebar ke seluruh istana bahkan sampai di telinga kaisar Li dan Permaisuri Ji.
"Yang mulia mohon maaf hamba lancang tapi ada berita yang sangat penting" Ucap prajurit, "Sebenarnya ada berita penting apa?" Tanya kaisar Li, "Menjawab Yang Mulia, Putri Mahkota dengan Pangeran ke 4 akan mengadakan pertarungan pedang di area pelatihan prajurit" ucap prajurit tadi.
BRAK........ suara tangan kaisar memukul meja kerjanya.
"APA BAGAIMANA BISA?" bentak Kaisar langsung berdiri, "Mari kita ke sana!" ucap kaisar Li dengan menahan emosinya. Bukan hanya kaisar Li tetapi permaisuri Ji telah mendengar pertarungan ke 2 buah hatinya itu, dengan bergegas pergi ke area pelatihan prajurit
Di sisi lain....
LILI POV
__ADS_1
"Apa kamu sudah siap jie jie?" tanya Shi, "Tentu aku siap kapan pun! mari kita mulai permainannya" jawabku sambil tersenyum lembut tapi memiliki arti mematikan.
Tak lama aku dan Shi bertarung, pertarungan yang awalnya membosankan semakin menarik "Apakah kamu sudah lelah Shi?" tanya ku kasihan karena telah banyak goresan akibat ulah ku di tubuh Shi, "Tidak akan pernah!! aku tadi hanya main-main sekarang, aku akan serius" ucap serius Shi, "Oh baiklah semakin menarik, Ayo maju!"ucapku.
Pertarungan semakin sengit sudah 30 menit berlalu tetapi belum ada yg menyerah.
.
.
.
AUTHOR POV
Saat pertarungan tengah berlangsung, Kaisar Li dan permaisuri Ji sudah sampai dan mereka melihat 2 anaknya bertarung, Kaisar yang ingin bertindak dengan menghentikan pertarungan itu, tapi di tahan oleh Putra Mahkota karena Hui ingin melihat seberapa kuatnya Lili, karena dia belum pernah bahkan sama sekali tidak pernah melatih Lili untuk bela diri.
Kaisar Li kemudian diam menuruti, anak pertamanya karena Kaisar Li juga penasaran seberapa hebatnya Lili, sebab Kaisar Li juga belum pernah melihat Lili berlatih bela diri, "Sejak kapan putri kita bisa bermain pedang?" tanya Permaisuri Ji yang terkejut bukan main karena bukan Lili yg terluka malah pangeran Shi yang penuh terluka ringan.
Kembali ke sisi Lili_________
LILI POV
"Ah sangat membosankan akan ku akhiri saja dah "batinku, kemudian tanpa aba- aba dengan gerakan cepat aku langsung menghunuskan pedangku di dekat leher adik tercintaku itu, "Ah adikku sayang, kau sudah kalah!!!" ucapku dengan nada mengejek, kemudian aku membuang pedangku dan menuju Shi membantunya ke bawah panggung, "Bagaimana permainan pedang ku?"tanyaku kepada Shi sambil memapah Shi, "Sudah jie jie aku menyerah, aku gak mau tanding sama jie jie lagi!"ucap Shi menahan sakit yang ada di seluruh tubuhnya, "ha ha ha gitu aja menyerah, bagaimana kamu mau melindungi jie jie mu ini? ya sudah duduklah aku akan mengobati lukamu" ucap lembut ku.
Kaisar Li dan Permaisuri yang masih melamun, akhirnya tersadar dan langsung melihat anak anaknya "Sayang apa kamu terluka?" tanya ibunda sambil membolak-balikan badan ku, "Tidak bun! justru sebaliknya, harusnya bunda tanya keadaan adikku ini liat dia sudah banyak luka" jawabku.
"Iya benar kata li jie, harusnya bunda lihat keadaanku dulu lihat perbuatan li jie"ucap Shi sambil cemberut, "Iya sayang sini liat lukanya, aduh kasian banget anak kesayangannya bunda ini" ucap permaisuri Ji menghibur Shi yang cemberut.
Semua orang tertawa melihat kemarahan Pangeran Shi itu, "Apa kau lihat Rara, aku sudah memiliki keluarga yang sayang kepada ki! Semoga kamu baik-baik saja di sana!" batin ku. Tanpa terasa air mata jatuh tetapi aku langsung menghapusnya supaya orang lain tidak tahu.
Makasih yang masih terus ikut novel ku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya!!!
Seperti share, like, komen dan jangan lupa juga Vote nya!!!
Terimakasih__________
...****************...
__ADS_1
...----------------...
Salam dari Authorβ€β€β€