
Hari ini cuaca nampak mendung, sepertinya matahari nampak betah bersembunyi Di balik awan hitam. sungguh suasana yang sangat nyaman bagi pengendara motor Dan pejalan kaki karna tidak perlu meraskan panasnya matahari yang menyengat.
shanum terlihat menikmati cuaca Hari ini, Dia mengendarai motornya santai membelah jalanan kota, shanum terus menyusuri setiap jalan Mencari alamat rumah satu persatu Beserta alamat apartemen yang telah bibinya berikan untuk mengantar pakaian kepada para Pelanggan laundry milik bibinya.
setelah semua telah selesai shanum pun melanjutnya perjalanannya menujuh kampus tempatnya menuntut ilmu. shanum berkuliah Di fakultas yang sederhana Di kota tempat kelahirannya, shanum adalah wanita yang berbakat dan sangat pintar itulah kenapa shanum memilih jurusan bisnis karna cita citanya ingin menjadi sekretaris di perusahaan yang besar.
"sunggu halu' kamu shanum " gumamnya dalam hati.
Shanum adalah wanita yang sangat sopan, periang, tegas dan pemberani bukan cuma itu dia juga sangat cantik dan memiliki body bag gitar Spanyol, siapa pun yang memandangnya akan terpesona oleh kecantikannya meskipun cara berpakaiannya sangat sederhana tapi tdk menutupi pesonanya.
Namun Dia Hanyalah anak yatim piatu yang tinggal rumah Paman Dan Bibinya yaitu parjo yang berprofesih sebagai supir pribadi Dan bibi asih yang berprofesi sebagai Ibu rumah tangga Dan memiliki usaha laundry kecil kecilan Di rumah.
Begitulah keseharian shanum hanya mengantar pakaian kemudian ke kampus setiap harinya.
*kampus*
Akhirnya shanum tiba di kampusnya, Dia turung dari motor sambil merapikan rambutnya yang berantakan karna helm yang dikenakannya
"Huff lelahnya " ucapnya kemudian melangkah masuk ke areah kampus
Baru beberapa langkah shanum di kejutkan oleh teriakan suara cempreng seseorang
"shanum... num... tungguin gue!!"
shanum terus melangkah tanpa memperdulikan suara itu sambil tersenyum jahil
"pasti dia teriak lebih keras lagi " gumamnya
"Shanum almeraa..... " Teriak orang itu sambil berlarih kecil ke arah shanum
__ADS_1
"loh budek apa Tuli sih " cerocosnya lagi sambil ngos ngosan .
"Apa sih maemuna itu sama aja keles" ucap shanum sambil menahan tawa.
Maemunah adalah sahabat shanum di kampus..
"Beda lah Num, Budek itu.. B,,U,, D,, E,, K sedangkan tuli itu.. T,, U,, L,, I,, H.. Bedakan" sambil mengijjah dua kata tersebut satu persatu dengan ekspresi wajah yang bodoh. 😅😅
"Itu sama aja Sa'odah yang beda tuh cuma katanya tapi maknanya sama,,,,oon kok di pelihara" jawab shanum sambil menyentil dahi maemuna
"Aduhh num sakit tau, Lagi pula gue nggak peduli sama atau tidak yang penting gue bahagia mengucapkannya" ucap maemunah sambil menyentuh dahinya yang terasa sakit
"Udah ah cerita bodohnya mending kita masuk kampus aja " ajak shanum di balas anggukan oleh maemuna
Merekapun pergi bersama namun Baru beberapa langkah mereka di kejutkan suara Clakson mobil di depan gerban kampus
seorang laki-laki tampan turung dari mobil tersebut
"Shan tunggu Mas" Ucapnya sambil melambaikan tangan dan berjalan mendekati shanum dan maemunah.
"Eeh rupanya calon Misua (suami) " ucap maemunah cengengesan sedangkan shanum tersenyum lebar melihat Hendra datang menemuinya
Hendra Dan shanum telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun dan mereka memutuskan untuk menikah.
Hendra adalah laki laki yang mapan yang bekerja sebagai Wakil CEO Di perusaaan cabang kota, Ia adalah tipekal laki laki yang tidak suka bertele tele Dalam berpacaran itulah sebabnya Hendra langsung ingin mempersunting shanum.
" Ehh kak hendra kok datang kemari, emangnya kak hendra nggak kerja" tanya shanum dengan tersenyum manis
"kaku banget lo num, masa bilang kakak sih bukannya bilang eh sayangku atau honey kek" cerocos maemunah.
__ADS_1
"Betul kata maemunah, kita kan satu minggu lagi nikah jangan panggil kakak lah panggil Mas aja lebih enak didengar" titah hendra.
"iya iya, tapi jawab dulu pertanyaa shanum tadi mas" sambil pipinya meronah mendengar ucapan maemuna
"Mas kesini karna ingin memberikanmu ini" sambil menyodorkan satu buah kotak warna merah.
"Apa ini mas? "
"Buka saja dulu, Itu kotak perhiasan, mamah menyuruhku memberikan itu katanya kamu harus memakainya di hari pernikahan kita "
"Indah sekali, tapi maaf mas aku tidak berhak menerimahnya ini sangat indah pasti mahal" Tolak shanum sambil mengembalikan kotak itu.
"Sayang ini keinginan mama, mama pasti kecewa kalau kamu menolaknya" bujuk hendra
"Terimah aja num kasihan calon ibu mertua loh kalau sedih, udah di panggil sayang lagi sama bang Hendra " goda maemuna.
mendengar hendra memanggilnya sayang sontak membuat pipi shanum memerah iya "baiklah mas jika itu keinginanmu" ucapnya pasrah
"Oke,, Mas pergi dulu persiapkan dirimu sayang, satu minggu ini kamu jangan terlalu lelah " titah hendra sambil mencium pucuk kepala shanum, sontak membuat shanum salah tingka merasa sangat malu di perlakukan seperti itu di tempat umum apalagi adanya maemuna ia pasti akan selalu di goda oleh sahabat cempreng nya itu.
Bersambung....
****
Assalamualikum kawan2 mohon maaf jika novel ku ini banyak kekurangan atau ada salah penulisan kata, mohon di maklumi saja karna Ds masih pemula.
Tidak ada mahluk tuhan yang sempurna 🙏🙏
...Salam Ds. tree 😚...
__ADS_1