
"Lekza bisa bicara sebentar?"
Lekza yang sedang asik berbincang menoleh ke sumber suara betapa bahagianya dia melihat pria yang mengajaknya berbicara, dengan cepat lekza bangkit dari duduknya meninggalkan teman berbincangnya
"ya juna tentu saja" lekza menjawab dengan antusias
"Lekza apa kau melihat vino? "
"haaaa apa kau hanya ingin menanyakan si pecundang itu " lekza mendengus kesal
"pecundang ?" frisyam mengerutkan dahinya
"iya aku sering memanggil nya pecundang, apa dia tidak memberi tahu mu kalau dia telah kembali karna ada hal mendesak katanya"
"ahh sialan anak itu, kebiasaan nya suka pergi tanpa Memberitahu ku" juna mendelik kesal
"emm lekza apa dia menanyakan sesuatu pada mu sebelum dia pergi?"
"Tidak ada yang dia tanyakan.. dia hanya mengatakan dia pergi karna hal mendesak lalu dia tergesa gesa pergi"
"ku rasa Dia melupakannya" gumam juna dengan kesal
" memangnya ada apa? hm ku pikir kau akan mengajakku berkencan" potong lekza dengan senyum memikat
"maaf lekza tapi hati ku sudah ada yang menempati" jawab frisyam
"yahh aku kecewa" terah lekza dengan melengos
"Hmm bisaka aku menanyakan sesuatu pada mu?"
"Tentang apa ? " jawabnya dengan malas
"Tentang Raina"
"Sebenarnya aku malas karna kau menolak Ku tapi berkaitan dengan Raina sepupuku yang dingin itu, maka apa yang ingin kau tanyakan?"
"Semua tentangnya aku ingin tau" terah juna
"Bukannya hati mu sudah ada yang punya, kenapa kau ingin tau tentang Raina? ku peringatkan, jangan mendekatinya karna percuma dia hanya akan mengacuhkan mu dan langsung menolakmu dengan menta menta"
"Aku hanya ingin tau kenapa dia berubah, dulunya dia gadis periang " timpal juna
"Kau mengenalnya?" balas lekza dengan antusias
"ya tapi dia melupakan ku dan dialah wanita yang menempati hatiku lekza"
"what Raina? bagaimana mungkin"
Juna pun menceritakannya pada lekza bagaimana pertemuan mereka yang berujung cinta sepihak, begitupun lekza menceritakan semuanya pada juna tentang Raina mulai dari kehilangan kakaknya kemudian ayahnya, yang membuat Raina menjadi wanita dingin karna menanggung segalah tanggung jawab, berawal Dari mengurus ibunya yang depresi dan mengurus perusahaan keluarganya yang ia pindahkan ke kota ini..
juna menitihkan air mata mendengar cerita dari lekza, tak perna terpikir olehnya wanita yang ia cintai menanggung beban yang begitu berat
"aku akan membuatnya kembali ceria, kembali menjadi Raina yang dulu"
"Tapi bagaimana caranya Juna? "
"aku akan membuatnya jatuh cinta padaku"
"Tapi ku rasa itu cukup sulit" timpal lekza
"Kau benar lekza, Tapi aku akan berusaha karna ini tentang Raina, namun aku membutuhkan bantuan mu"
"aku akan membantumu juna Demi kebaikan Raina tapi bagaimana caranya aku membantumu"
"aku akan membuatnya kembali mengingat kenangan bersamaku" Juna tersenyum dengan penuh misteri
__ADS_1
-
-
-
...***...
"Sayang apa kau lama menungguku?"
Shanum mengernyitkan keningnya melihat frisyam yang tiba tiba menyusulnya dengan ucapan seperti itu
"Tuan frisyam, kau mengenal wanita ini" Pria yang tengah menghampiri shanum terkejut dengan kedatangan frisyam
"Iya dia Calon istriku!! Apa Dia mengganggumu Sayang?" tanya frisyam
" tidak tuan" pria tersebut terlihat gemetar
"Tidak.... dia hanya memperingatiku agar jangan terlalu masuk, karna di sana cukup dalam" terah shanum
alaaa modus . batin frisyam
"maaf tuan, Nona saya permisi dulu" ucap pria itu dengan pucat pasih
"iya terimakasih tuan" jawab shanum namun frisyam hanya menatap tajam
untung saja aku belum menggombalnya . batin pria itu sambil mengelus dadanya setelah berlalu pergi
"Kenapa kau bilang aku Calon istri mu....
"kenapa memangnya kau tidak ingin dia tau kalau kau Calon istriku, apa karna kau ingin Dia menggoda mu" potong frisyam
"Bu... kan be.. gitu maksudku" jawab shanum dengan gugup karna tatapan frisyam yang begitu tajam
"aku hanya tidak ingin nama baikmu menjadi kotor, jika mereka tau siapa aku" ucap shanum dengan gugup
"Bisaka kita tidak memperdebatkan itu lagi, beberapa kali Ku katakan aku tidak perduli omongan orang, bahkan aku akan mengatakan pada dunia bahwa kau Calon istriku" terah frisyam menekankan
"Tapi..... aaaaa" teriak shanum saat frisyam kembali menggendongnya ala bridal style
"Bisaka kau tidak berteriak? " bentak frisyam
"Kau mengagetkan ku... turungkan aku"
"Diam atau aku akan membungkam mulutmu" ancaman frisyam berhasil membuat shanum mengatupkan mulutnya
"Aku lebih suka jika kamu penurut seperti ini" ucap frisyam dengan tersenyum
"Tapi aku berat frisyam.."
"Ck kau sangat ringan" balas frisyam membuat shanum melengos
"Dan Berhenti memanggil ku frisyam"
"Jadi aku harus memanggil mu siapa?"
"Sayang"
"Sayang " ulang shanum dengan lidah yang keluh dan ronah wajah yang merona
"iya " jawab frisyam dengan tawa yang di tahan, ia merasa lucu dengan ekspresi wajah shanum
"Tidak tidak.. aku merasa aneh" Bantah shanum
"Tidak ada penolakan "
__ADS_1
"Ayolah frisya...
ucapan shanum terpotong Karna frisyam telah mencium bibirnya, mumbuat Shanun melotot dan menelan kasar salivanya
"Apa kau sudah Gila ini tempat umum" bentak shanum setelah frisyam melepas ciumannya
"Jika kau memanggil namaku lagi aku akan membungkamnya seperti itu" balasnya dengan santai sedangkan shanum menghembuskan nafasnya kasar
"Kalau begitu aku panggil mas aja, nggak usah sayang ya" terah shanum dengan wajah memelas
"Tidak.. aku bukan mas pedagang makanan" Bantah frisyam
"Tapi bukan cuma pedagang makanan saja yang biasa di panggil mas, kebanyakan pasangan suami istri memanggil suaminya mas kok" terah shanum dengan mengerucutkan bibirnya
"Tidak aku tidak mau pokoknya panggil aku sayang"
"Baiklah aku tidak akan memanggil mu mas, tapi Yang lain saja yang penting bukan sayang" elak shanum lagi
"beby" ucap frisyam
"Tidak"
"Baik kalau begitu honey" seru frisyam lagi
"alaaahh itu kan Sama saja" shanum bergidik karna merasa geli dengan sebutan itu
"kenapa? kau Tau banyak sepasang kekasih yang menggunakan kalimat itu Sayang" terah frisyam
"Tidak Itu terlalu lebay"
"Kau tidak mau, sayang, beby, honey.. Lalu? " Frisyam menghembuskan nafasnya kasar
"Dan kau juga tidak mau di panggil mas"
Keduanya saling berfikir...
"Bagaiman kalau Bee!!"
"Bee?" Frisyam mengerutkan alisnya
"Iya itu tidak lebay kan"
"Bukannya Bee itu lebah?"
"Bee itu ungkapan sayang yang cukup popular di negara negara eropa" terah shanum antusias
"Ahh rupanya calon istriku sangat pintar"
"Baiklah mulai sekarang kau memanggilku Bee ,tapi aku tetap memanggilmu sayang" lanjut frisyam lagi
"Iya terserah, turungkan aku.."
"Tidak sebelum kau meminta dengan sebutan bee"
"Ayolah Bee turungkan aku" pinta shanum lagi
"ah manis sekali Calon istriku, Tapi aku tidak akan menurungkan mu kita hampir Sampai sayang "
"Bee apa kau tidak lelah?" shanum menatap frisyam dengan penuh cinta, ia menyeka keringat di dahi frisyam
"Tidak sayang"
Bee aku suka kata itu!!,,, setidaknya kau tidak memanggilku mas karna itu sebutan sayangmu pada hamson dulu shan. batin frisyam
Bersambung..
__ADS_1