
Seorang pria berjalan memasuki gudang tua bersama sang asisten pribadinya, Dia adalah frisyam dan joex, suara sepatu pantofel mereka benar benar terdengar begitu nyaring
"Apa Dia mengatakan sesuatu?" Tanya Joex pada bodyguard
"Dia hanya mengatakan tidak Tau apa apa tuan" terah bodyguard dengan merasa takut
Setelah mendengar ucapan bodyguard frisyam kembali melanjutkan langkahnya dengan mengepalkan kedua tangannya, Dia pun Berhenti Di depan seorang pria yang duduk di sebuah kursi kayu dengan keadaan tangan terikat
Pria tersebut merasa takut keringat bercucuran di tubuhnya ia merasa gemetar menatap frisyam yang seakan ingin menelannya hidup hidup
"Katakan kenapa kau berbohong? " Ucap joex
.
"Aku tidak berbohong tuan aku benar benar tidak tau pria tersebut aku hanya mengantarnya ke Club malam itu,, dia hanya memberiku upah" terah pria tersebut
"Aku telah memberimu waktu berfikir apakah kau tidak mengingat sedikit pun tentang pria yang menjual wanita itu? " bentak frisyam dan mencengkram dagu pria berandalan tersebut
"Tuan... tuan... a..aku hanya ingat pria itu mengatakan Dia bisa kembali ke swiss menggunakan uang hasil penjualan wanita itu" Ucap berandalan itu dengan gugup karna merasa takut
"Swiss" frisyam menahan emosi kemudian ia berucap lagi ,," joex handpone ku"
"Ini tuan" joex menyodorkan handpone tuan nya
Kemudian frisyam membuka galery di handpone nya ia memperlihatkan foto Hamson kepada berandalan tersebut
"Apa pria ini yang menjual wanita itu? " tanya Frisyam
pria berandalan itu memperhatikan foto tersebut
"Aku tidak Tau wajahnya tuan, pria itu memakai skrap penutup wajah tapi postur tubuhnya cukup sama" terah berandalan itu
"Hamson.... sial... shitt **** " frisyam geram Dan memberi bogeman pada pria berandalan tersebut
bughh.."arggh ampuni aku tuan" berandalan itu meringis
"Maaf tuan tapi saya merasa postur tubuh saja tidak bisa menjamin kalau pria itu tuan hamson karna banyak postur tubuh seperti itu dan wanita itu juga belum terbukti nona shanum" joex menimpali
"Kau benar joex, kenapa masih belum Ada titik terang padahal kita sudah susah payah menangkap berandalan itu"
arghh.." frisyam berteriak dan menarik sekilas rambutnya
"Joex siapkan keberangkatan ku ke Swiss"
"Tapi tuan bagaimana dengan pesan Zein?"
"Aku lupa joex, apa yang anak itu katakan? tidak biasanya ia mengirim pesan"
"Ia tuan saya juga heran biasanya zein langsung menelpon jika Ada hal penting"seru joex
"Anak itu mengatakan wanita itu mengamuk dan ingin melompat ke laut" ucap joex
"Haha wanita itu pandai berbohong biarkan dia melakukan apa yang ia inginkan" terah frisyam
"Tapi sepertinya aku melewatkan pesan terakhir zein tuan" ucap joex saat melihat notifikasi di handpone frisyam
__ADS_1
"Apalagi yang anak itu katakan?"
Mata joex membulat saat melihat isi pesan terakhir zein
Apa kau sudah bosan hidup zein? tuan frisyam Benar benar akan membunuh mu. batin joex
Frisyam yang bosan menunggu jawaban joex , seketika ia merebut Handpone nya di tangan joex dan membaca isi pesan terakhir zein
(" Tuan cepatlah kembali aku benar benar tidak tahan lagi, wanita itu terus menggodaku Dia sangat cantik, ****, dan membuat hasratku memuncak.. cepatlah datang tuan sebelum aku hilang kendali aku juga pria normal yang membutuhkannya") isi pesan tersebut Membuat darah frisyam mendidih ia begitu menahan amarah
"Aku akan membunuhmu zein" teriakan frisyam membuat joex tersentak kaget
"Joex siapkan kapal pesiar"
Dengan langkah tergesah gesah frisyam keluar dari gudang tersebut
Sedangkan di Villa wanita itu sedang duduk di teras menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya sambil merasa tabjuk dengan pemandangan di sekelilingnya,, ia cukup lelah menunggu balasan pesan frisyam dari tadi
"Sepertinya berenang sore hari menyenangkan "Ia kemudian beranjak dari duduknya ingin mencari baju renang tapi zein terlihat berjalan ke arahnya
"Zein bisaka kau mencarikan aku baju renang? aku ingin berenang"
"Maaf Nona ini sudah sore cuaca akan semakin dingin" terah zein
"Aku tidak peduli zein yang jelas aku ingin berenang"
astaga Wanita ini keras kepala sekali.
"Baiklah nona mari ikuti saya"
"Banyak sekali" wanita itu terkagum kemudian mengambil salah satu pakaian renang Dan pergi keruangan ganti, setelah selesai berganti pakaian iapun keluar dari ruangan tersebut..
Zein menelan salivanya melihat keindahan tubuh wanita itu menggunkan pakaian renang
"Kau juga ingin berenang Zein?" Wanita itu mengerutkan alisnya saat melihat zein juga memakai pakaian renang
"Tentu saja Nona aku harus menjaga mu tuan akan membunuhku jika terjadi sesuatu padamu di bawa sana"
Kenapa pria itu mencemaskan ku, entah apa yang pria itu inginkan dariku? batin wanita itu
"ahh baiklah zein mari kita berenang" wanita itu bersorak ria dan berlari kecil menuju teras depan
byurr.. suara air terdengar saat wanita itu meloncat ke dalam air zein kaget secepat kilat ia berlari dan mengikuti wanita itu ke dalam air
"ahhh Segar sekali" wanita itu kegirangan dan terus berenang menikmati Air laut
Wanita ini benar benar Bar bar . zein menggeleng kepala
Wanita itu merasa risih dengan tatapan zein, setelah merasa puas iapun naik ke Villa
"Zein lihat ikan itu indah sekali,,,, tolong tangkapkan untuk ku"
"Tapi Nona bagaimana bisa aku menangkapnya, itu mustahil nona"
"Tunggu di situ zein,, aku akan mencarikanmu jaring" terah wanita itu dan berlari kecil keruangan tadi tempatnya berganti pakaian
__ADS_1
Apa wanita itu benar benar Gila? batin zein menangis
wanita itu telah datang dengan sebuah jaring di tangannya dan melemparnya ke arah zein
"Tangkap zein"
"Tapi.... " ucapan zein terpotong oleh ucapan wanita itu
"jangan kembali sebelum kau mendapatkannya untukku"
Siapa suruh mata mu jelalatan zein. batin wanita itu tertawa puas karna berhasil mengerjai zein ia kemudian berjalan memasuki Villa
Zein yang sudah lelah berenang takkunjung dapat menangkap ikan itu
astaga permainan bodoh apa ini? "Nona nona aku tidak bisa menangkapnya, kasihani aku nona" zein berteriak namun tidak Ada jawaban
"Ya tuhan datangkanlah keajaibanmu" Zein menatap ke atas langit berharap sebuah keajaiban datang, tiba tiba sebuah kapal pesiar terlihat menuju villa
"Terimakasih tuhan, tuan akhirnya datang" secepat kilat zein berenang ke tepi dan naik ke Villa
Frisyam turun dari kapal pesiar dengan langkah tergesah, tangannya mengepal raut wajahnya terlihat tegang matanya memancarkan kemarahan
Sedangkan zein berlari ke arah frisyam seola meminta perlindungan tanpa ia Tau sebuah bencana besar menantinya
"Tuan syukurlah tuan kembali" ucap zein saat telah berada Di hadapan frisyam
Bughhh... Tanpa bicara frisyam melayangkan sebuah bogeman
"Tuan kenapa Kau memukulku" zein meringis
Gra yang melihat keributan itu segera menghampiri
"Apa yang terjadi frisyam? kenapa kau memukul Zein?" Namun frisyam tidak bergeming
bugh...bugh.. pipi kanang, pipi kiri dan perut zein mendapat bogeman lagi,
joex yang juga baru keluar dari kapal pesiar segera menghampiri namun ia diam saja karna ia tau jika tuannya marah tidak ada yang berani menghentikan
Tanpa mereka Tau wanita itu memperhatikan mereka dari teras samping
Pertunjukan menarik..Frisyam? kenapa Gra berbicara begitu informal beda dengan zein iya berbicara formal pada pria itu? Dan kenapa suaranya berubah ubah, sepertinya Ada sesuatu yang aneh. batin wanita itu
Zein semakin meringis dara segar mengalir di sudut bibirnya, sedangkan frisyam nafasnya tersengal sengal
"Berani sekali kau ingin menyentuhnya " ucap frisyam
"menyentuhnya? " zein merasa bingung
"Kau berani sekali mengirim chat seperti itu pada tuan Zein? " Joex menimpali
"Chat? aku tidak mengirim chat apapun tuan.. "
"Zein kau pandai berbohong, aku akan membunuhmu...!!"
Bersambung...
__ADS_1
Tinggalkan jejak readers 🙏🙏