
Shanum bergegas memasuki kamar, menutup pintu dengan tergesah gesah bersandar pada Pintu dengan perasaan yang berdebar debar dan keadaan hati yang bercampur aduk
*Dia benar benar sudah tidak waras* Suara tarikan nafasnya terasa berat
*Haruska aku menjalani hubungan ini? Hubungan yang didasari cinta namun tidak dengan status* Hati dan fikiran shanum berkecamuk
Karna pusing memikirkan hal itu, Shanum menetralkan perasaannya menutup matanya perlahan dengan samar samar suara seseorang terdengar di telinganya
Jalanilah, frisyam tulus mencintaimu, Dia pria yang mampu mencintai mu seperti diriku..
Shanum membuka matanya Karna kaget ia fikir frisyam mengikutinya..
"Siapa?" shanum berusaha mencari sumber suara namun tidak mendapati Siapa pun
"Apa aku hanya berhalusinasi?" ucapnya saat melihat keluar kamar juga tidak Ada siapa siapa
shanum bergerindik ngeri, ia kembali memasuki kamar dan bergegas membersihkan diri Sepertinya ia membutuhkan air dingin untuk mendinginkan fikirannya yang memanas
Setelah selesai bersiap siap ia berinisiatif pergi jalan jalan untuk menghindari frisyam sejenak agar rasa canggungnya sedikit berkurang jika bertemu frisyam
Shanum keluar dari kamar dengan mengendap ngendap setelah memperhatikan sekeliling terasa aman ia melesat pergi
Shanum begitu menikmati perjalanan nya, senyumnya mengembang sempurna saat melihat sebuah pantai yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri dan banyak sekali orang berlalu lalang, iapaun dengan semangat menuju pantai itu
Dengan waktu yang bertepatan Raina terlihat bete' beberapa kali ia menolak ajakan lekza ke pantai namun sepupunya itu selalu memaksanya dan kini lekza mengacuhkannya karna terlalu sibuk meladeni pria pria yang menggodanya dengan perasaan dongkol Raina berjalan meninggalkan pantai namun langkahnya terhenti saat melihat shanum berjalan memasuki area pantai sontak Raina panik ia bersembunyi seperti seorang maling saja
Saat shanum telah berlalu ia baru keluar dari persembunyiannya, ia seperti orang keresahan sesekali ia berjalan maju ke arah shanum namun sepersekian ia kembali berjalan mundur dengan air mata bercucuran seolah olah ia ingin menemui shanum namun sekelabat ingatan nya tentang pertemuan pertamanya dengan shanum membuat wanita itu merasakan sakit akhirnya niatnya ia urungkan
Tanpa Raina sadari juna melihat tindakannya itu, juna cukup bingung kenapa Raina bersembunyi dan menangis bahkan Raina perna terluka tapi hal itu tidak membuatnya menangis
"Shanum?" Lirih juna setelah melihat wajah shanum
"Bukankah dia kakaknya lalu kenapa Dia bersembunyi? juna ingat betul pertemuannya dengan shanum di yayasan, juna tambah bingung kenapa Raina menangis hanya karna melihat shanum, membuat juna mati penasaran akhirnya ia menghampiri shanum
"Hey"
"hei?" shanum terlihat bingung
Melihat ekspresi shanum Juna ikut bingung
"kau shanum Bukan, wanita yang ingin membeli yayasan waktu itu? " tanya juna untuk lebih memastikan
"ya! Tapi aku tidak perna ingin membeli yayasan hahaha uang dari mana, aku tidak punya uang sebanyak itu bahkan seratus rupiah saja aku tidak punya" shanum terbahak
__ADS_1
Kening Juna berkerut ia sebenarnya ingin berbasa basi sebelum menanyakan perihal Raina tapi bukannya ia mendapat Jawaban ia malah semakin bingung melihat tingkah shanum sekarang
"apa Kita saling Kenal? " ucapnya setelah selesai tertawa
juna menghembuskan nafasnya kasar, kenapa aku selalu dilupakan oleh seseorang, apakah diriku cukup tidak tampan sehingga diriku muda di lupakan?
juna tidak habis fikir kenapa Dua wanita itu mudah melupakanya sedangkan banyak wanita yang tidak ia kenal so mengenalnya
"Hey tuan apa kau mengenalku? " dan juna terperangkat dalam fikirannya berkali kali shanum bertanya ia tidak Mendengarnya hingga tangan kokoh menarik shanum dari belakang ia tidak menyadari nya
"aaaah" Shanum terpekik kaget
"Kau ingin kabur dariku" frisyam menatapnya dengan marah
"Tidak, aku hanya jalan jalan , Kenapa kau terlihat marah? "
"Kenapa kau tidak meminta izin Ku?, Bagaimana aku tidak marah kau pergi meninggalkan Calon suami mu dan berduaan dengan seorang pria asing di sini" ucap frisyam sambil menatap juna dari belakang namun yang di tatap masih dalam mode bergelut dengan fikirannya
Calon suami tapi aku belum mengatakan ia, kenapa pria ini sudah mulai posesif dan pecemburu ? astaga!!.. . Batin shanum
"Jangan salah paham Dia hanya bertanya padaku" terah shanum
"Jangan pergi lagi dariku" frisyam memeluk shanum dengan erat seperti orang yang takut kehilangan saja
"Lepaskan aku Kenapa kau seperti anak kecil, banyak yang memperhatikan Kita frisyam " sebenarnya hati shanum sangat bahagia tapi ia merasa malu karna egonya terlalu keras
" ia aku berjanji, aku tidak akan meninggalkan mu lagi, sekarang lepaskan"
"Kau akan menuruti semua keinginan ku" ucap frisyam lagi
"Apa?.. Tidak.. tidak" potong shanum
"Kalau begitu aku tidak akan melepaskan mu!"
"Baiklah tapi lepaskan aku dulu" shanum mengalah lebih baik ia menuruti frisyam dari pada harus menjadi tontonan banyak orang
frisyam melepaskan pelukannya membuat shanum bernafas lega tapi tiba tiba tubuhnya melayang ia tambah kaget saat frisyam menggendengnya ala bridal style dan membawaya turung ke tepi pantai
"ahhhh, frisyam apa yang kau lakukan, turungkan aku" teriak shanum membuat juna terpekik ia tersadar dari gelutan hatinya
"Hei turungkan Dia" ucap juna
"Bukan urusanmu" Balas frisyam ia menoleh pada suara tersebut
__ADS_1
"kak frisyam!.... Juna?" Serentak keduanya keadaan itu Di manfaatkan shanum untuk turung dari gendongan frisyam
"Kalian saling kenal?" tanya shanum kemudian
"ya " jawab keduanya lagi
"Kenapa kau datang dan tidak menemui ku kak?"
"Aku lupa juna bahwa kau berada di kota ini"
"Kak kau mengenal wanita ini? " tanya juna
"Iya Dia kekasih ku jun"
juna kaget mendengarnya
"Kenapa juna, apa kalian saling kenal? " kini frisyam yang balik bertanya
"Dia ini lucu frisyam dia mengatakan aku pernah ingin membeli yayasan panti asuhan, memangnya uang itu daun yang mudah ku dapatkan" potong shanum
frisyam mengerutkan dahinya mendengar ucapan shanum ia menatap juna dengan penuh tanda tanya
"Sudalah kalian bicara berdua saja aku ingin masuk ke air" ucap shanum lagi ia meninggalkan kedua orang itu
"iya dia wanita yang pernah ku ceritakan yang ingin membeli yayasan milik mu tapi entah kenapa dia tidak mengingatnya"ucap juna saat shanum telah menjauh
"Dia perna mengalami kecelakaan jun dan dia mengalami amnesia"
"Amnesia? apa shanum kecelakaan bersama Raina dan mereka berdua amnesia?" lirih juna namun terdengar oleh frisyam
"Raina kau mengenalnya?" tanya frisyam
"Iya dia saat itu datang untuk menjemput shanum ke yayasan" terah juna
"Raina wanita itu kehidupannya sungguh sangat berat" ucap Frisyam dengan sedih
"Berat? apa yang terjadi pada Raina" juna semakin kepo
Saat frisyam ingin menjawab ia melihat shanum tengah di dekati oleh pria lain membuatnya ingin bergegas menghampiri shanum
"Jun nanti aku akan menceritakannya sepertinya ada lalat kecil yang harus aku tuntas kan" ucap frisyam dan tergesa gesa berlalu
juna hanya bisa pasrah tidak mendapat jawaban dari frisyam padahal ia sangat penasaran akan kehidupan Raina apalagi mendengar ucapan frisyam bahwa kehidupan Raina sangat berat, hingga juna melihat sosok lekza sedang asik berbincang dengan pria akhirnya juna menghampiri lekza untuk menggali informasi tentang Raina..
__ADS_1
Bersambung..
Beri jempol dong Reader's 🙏