Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Hari pertama di Indonesia


__ADS_3

Indonesia, kini shanum dan Raina telah berada di indonesia setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, mereka telah berada di atas mobil mewah milik hamson, seorang supir pribadi suruhan hamson datang menjemput mereka di bandara..


Shanum menatap nanar keluar kaca jendela mobil, ia tidak menyangka ia hanya meninggalkan indonesia satu tahun lebih tapi rupanya sudah banyak yang berubah, bahkan banyak sekali bangunan bangunan baru, hingga tatapan matanya tertujuh pada satu bangunan yang cukup mewah, ia berdecak kagum bukan karna ia kampungan melihat bangunan mewah itu tapi melihat tulisan di depan bangunan mewah itu ternyata sebuah yayasan panti asuhan


"Sepertinya bangunan itu baru pak dan itu sebuah panti asuhan sungguh sangat mewah dan indah ya pak" tanya shanum pada sang supir


"iya nyonya bangunan itu baru di resmikan lima bulan yang lalu, aku juga awal tau itu sebuah panti asuhan tercengat tidak percaya nona"


"Sepertinya pemiliknya orang yang sangat kaya raya" Raina menimpali


"Benar non raina" jawab supir


"Turungkan aku di depan ya pak" titah shanum


"nyonya mau kemana? "


"Aku mau ke panti asuhan itu pak"


"Tapi kak apa kaka tidak lelah? " tanya raina


"Tidak raina, kamu pulang duluan saja kakak mau melihat lihat tempat itu "


Sebenarnya raina tidak ingin meninggalkan shanum karna kakaknya hamson telah berpesan padanya namun ia merasa sangat lelah akhirnya ia membiarkan shanum melakukan keinginannya


"Baiklah kak tapi sebentar pak asis jemput kakak ya! "


"Nggak usah raina kakak bisa pulang naik taxi atau ojek"


"what ojek? tidak tidak kak hamson bisa bunuh raina kalau raina biarin kaka naik ojek" ucap raina dengan mengangkat kedua tangannya ke dada dan menggerak gerakkan nya


"Apasih raina kamu berlebihan sekali, kakak kamu sudah biasa lihat kakak naik ojek bahkan kakak sering mengendarai motor sendiri"


"Kakak naik motor sendiri?" tanya raina dengan tidak percaya bahkan sampai melotot kan matanya sakin syoknya


Shanum menggeleng melihat tingkah raina yang seolah olah mendengar sebuah keajaiban saja yang tidak mungkin terjadi padahal ini perihal kecil naik motor saja itu sangat mudah bukan!!


"kak naik motor kan itu kulit jadi kusam, keringatan, panas panasan banyak debu lagi" terah raina


"Astaga raina kakak pikir apa, sudah ahh kakak pergi dulu ladenin ucapan kamu nggak ada habis habisnya" ucap shanum tertawa kecil sendangkan raina benar benar tidak menyangka calon kakak iparnya itu pandai naik motor, sedangkan dirinya bagaikan burung di dalam sangkar yang begitu di jaga oleh orang tuanya

__ADS_1


shanum kini memasuki pekarangan yayasan panti asuhan tersebut, Shanum sangat bahagia bukan tanpa alasan dari dulu ia bermimpi bisa membangun sebuah panti yang layak buat anak anak yang tidak memiliki keluarga agar anak yatim piatu dapat merasa hidup yang nyaman namun apa yang ia lihat ini adalah lebih dari layak


ia terus berjalan masuk sampai matanya menangkap banyak sekali anak anak yang sedang bermain di taman ia hendak menghampiri mereka hingga sebuah suara mengagetkan nya


"Ada yang bisa saya bantu nona? " tanya seorang wanita setengah paruh baya


"Maaf bu', perkenalkan saya shanum, saya cuma ingin lihat lihat tempat ini saja, sepertinya saya cukup tertarik dengan panti ini" jawab shanum


"ohh nak shanum , Saya ibu panti di sini"


"apa Ibu pemilik panti asuhan ini? "


"Bukan, saya memang ibu panti di sini tapi bukan pemilik panti saya hanya di tugaskan oleh tuan untuk mengurus panti ini" terah ibu panti


"Bolehkah saya jalan jalan melihat ruangan di dalam bu'?" tanya shanum


"Tentu saja, kami di sini sangat terbuka buat orang orang yang ingin melihat anak anak atau mengunjungi panti kami... mari ibu antar" ucapnya kemudian


"Terimakasih bu'"


Shanum akhirnya mengikuti ibu panti untuk melihat lihat ruangan di dalam sambil menyapa anak anak panti, shanum sungguh tabjuk akan panti asuhan ini bukan cuma bangunan nya yg terlihat mewah tetapi juga kamar kamar para anak anak yang cukup besar dan nyaman tentunya beserta fasilitas yang sangat bermerek


ia terus menyusuri ruangan demi ruangan hingga ia manyepitkan matanya kalah melihat sebuah ruangan yang cukup aneh, nampak seperti kamar namun ukurannya sangat kecil bahkan lebih kecil dari kamar anak anak panti, dan yang paling membuatnya bingung saat melihat isi ruangan hanya ada sebuah karpet yang terbuat dari daun pandan kering dan sebuah selimut dan satu bantal saja


"Ruangan apa ini? Seperti ruangan penyiksaan saja? "


iapun berfikir buruk apakah ruangan ini untuk menghukum anak anak panti yang nakal?


Sehingga ia di kejutkan oleh ibu panti


"Kenapa nak? "


"Ini ruangan apa bu'?" tanya shanum


"hahhhh" bu panti menghela nafas panjang kemudian menutup rapat pintu itu kembali"Rupanya tuan lupa menutupnya dengan rapat" gumam ibu panti namun masih bisa di dengar oleh shanum


"Maaf nak sepertinya ibu ada keperluan penting" Bu panti tidak menjawab pertanyaan shanum ia hanya pamit pergi


Shanum makin penasaran dengan ruangan itu ia merasa bu panti menyembunyikan sesuatu

__ADS_1


jangan jangan fikiranku benar kalau benar itu tidak bisa di biarkan shanum menggumam namun di dengar oleh seorang pria yang kebetulan lewat di belakang nya


"Apa kau fikir ini ruang penyiksaan anak panti?" tanya pria itu


"Bagaimana kau bisa tau pemikiran ku? "


"Awalnya aku juga berfikir seperti itu saat pertama datang ke tempat ini tapi setelah lama tinggal di sini akhirnya aku tau tempat apa itu dan tidak seperti fikiran mu"


"Perkenalkan nama ku juna, aku tukan kebun di sini nona" ucap nya kemudian


Shanum tidak menyangka pria di hadapan nya ini adalah seorang tukan kebun, pria yang cukup tampan dan sepertinya berpendidikan tapi nyatanya dia hanya tukan kebun! awalnya ia fikir pria ini adalah pemilik panti asuhan ini


"Shanum" balas shanum ...."lalu tempat apa ini?" tanyanya kemudian


hening.... tidak ada jawaban dari juna


"maaf nona tapi ini privasi aku tidak bisa membertahukan mu"


"jika kau tidak memberitahukan ku aku akan tetap berfikir kalau ruangan ini adalah ruangan penyiksaan anak panti dan aku bisa melaporkannya pada pihak kepolisian" ancam shanum


Juna fikir berurusan dengan polisi akan tambah runyam ia tidak mau nama baik tuannya tercemar akhirnya ia memutuskan memberitahu shanum


"Baiklah nona sebenarnya ruangan ini adalah ruangan khusus tuan tepatnya kamar pribadi tuan pemilik panti ini"


"hhhhhh" shanum tertawa "jangan membohongi ku bagaimana mungkin orang kaya pemilik panti ini memiliki kamar seperti ini" ucapannya kemudian


"kau tidak percaya nona, tapi setiap pagi aku sering melihatnya keluar dari kamar itu dan aku pernah mendengar ibu panti berkata kalu pemilik panti ini menghukum dirinya sendiri karna merasa banyak dosa dan karena kebodohannya dia kehilangan istri yang ia cintai "


Seketika shanum menghentikan tawanya


"Bagaimana mungkin ada orang yang menghukum dirinya seperti itu?" Tanya nya kemudian


"yah begitulah hidup penyesalan selalu datang dari belakang"


"Aku sebenarnya datang kemari ingin membeli panti ini kapan aku bisa menemui pemiliknya "


"maaf nona tapi pemilik panti tidak akan pernah menjual panti ini tapi jika anda ingin mencoba menemuinya,,datang sebelum jam 7 pagi" terah juna


"Baiklah"

__ADS_1


Sekian dulu ya Reader 🙏🙏


__ADS_2