
...Kemarahan tidak akan memperbaiki masalah justru hanya akan memperburuk keadaan yang berujung penyesalan namun kemarahan juga perlu diluapkan agar hati dan pikiran tidak terbabani namun berhati hatilah dalam mengeluarkan ucapan di saat kita sedang marah.....
...*-EnnengDs-*...
Frisyam berjalan begitu gontai memasuki mansion iya begitu terlihat putus asa, sudah seminggu ini dia mencari keberadaan shanum bahkan semua anak buanya telah dia kerahkan namun nihil dia tidak menemukan apapun karna pihak bandara tidak ingin membocorkan data para penumpang dan jadwal keberangkatan pada hari kepergian shanum sangatlah padat bahkan keberangkatan sampai luar negeripun banyak terjadwal.
Begitupun dengan hamson yang bahkan pergi ke bali untuk mencari shanum di sana karna jadwal penerbangan hari itu juga menuju bali namun sama saja dia tidak mendapat apapun, saat hamson ingin kembali ke jakarta iya mendapat telpon dari orang tuanya agar segera kembali ke Swiss karna ayahnya sedang sakit keras akhirnya hamson memutuskan langsung terbang dari bali ke Swiss, dia hanya mengirim pesan singkat pada frisyam dan jack atas kepulangannya ke tempat orang tuanya..
*kembali ke mansion*
Marlina begitu khawatir melihat keadaan putranya frisyam yang biasanya memperhatikan penampilannya hari ini begitu kacau, pakaian yang begitu kusut beserta rambut yang acak acakan, saat marlina ingin menghampiri frisyam yang sedang duduk di ruang keluarga dengan pandangan yang begitu kosong, dia urungkan karna mendengar suara mobil yang berhenti di halaman mansion akhirnya ia melangkah menuju pintu untuk melihat siapa ya datang, mulut marlina mengangah saat melihat orang yang turun dari mobil itu adalah suaminya, Ardan berjalan menuju mansion dengan tergesah gesah, raut wajah yang menahan marah, ardan berjalan tanpa memperhatikan marlina yang sedang berdiri di dekat pintu, iya terus berjalan memasuki ruang keluarga dan berteriak...
"Di mana anak yang tidak tau diri itu"
mendengar teriakan Ardan, marlina menghapiri suaminya,"pah ada apa? kenapa kau sangat marah" tanya marlina
"Aku disini dad" jawab frisyam bangun dari duduknya dan menghapiri ardan..
Bugh...satu pukulan mendarat di pipi frisyam, namun frisyam hanya diam dia tidak membela diri sedikitpun dia tahu bahwa ayahnya sudah mengetahui segala perbuatannya..
sedangkan marlina shok melihat suaminya memukul anaknya, selama ini ardan tidak perna memukul frisyam sedikit pun dari frisyam lahir sampai umur 26 tahun kemarin , namun sekarang ini pertama kalinya ardan memukul putranya itu..
"Apa yang papa lakukan" ucap marlina kemudian memegang ardan..
__ADS_1
"Mama tidak usah ikut campur biar papa memberi hukuman pada anak ini"
"Mulai sekarang pergi kau dari rumah ini jangan perna menginjakkan kaki mu kemari sebelum kamu membawa shanum kembali atau sebelum mendapat maaf wanita yang kau sakiti itu" ucap ardan kemudian sambil melepaskan genggaman marlina..
Deg... frisyam dan marlina kaget mendengar ucapan ardan, Namun frisyam hanya menelan kasar salivanya, dia merasa berhak mendapatkan kemarahan Ayahnya..
"Bukankah papa terlalu kejam pada putra kita, dia putra kita satu satunya pah" ucap marlina menangis histeris..
"Biarkan mah agar anak ini tau cara bertanggung jawab dan jangan lupa jangan membawa apa pun dari rumah ini yang bukan hasil kerja kerasmu" ucap ardan kemudian melangkah pergi ke kamarnya..
"pa,,,,, papa,,," teriak marlina namun tidak di gubris oleh ardan..
Marlina terkurai lemas kelantai, jack langsung menolong nyonya nya itu, jack hanya mampu menelan salivanya melihat kemarahan tuan besar iya tidak mampu berkata kata..
Marlina tambah histeris ketika melihat jack keluar dari mansion iya tidak bisa berbuat apa apa, iya takut menentang keputusan suaminya, iya hanya menangis sejadi jadinya..
sedangkan jack yang melihat tuannya pergi iyapun memutuskan untuk ikut pergi dengan frisyam..
"Tuan muda tunggu saya, bisaka saya ikut pada tuan" ucap jack sambil berlari kecil menghampiri frisyam di pekarangan..
"Tidak jack sekarang saya tidak punya apa apa lagi dan jangan memanggil saya Tuan saya bukan tuanmu lagi" balas frisyam
"ku mohon biarkan Saya ikut, saya berjanji tidak akan memanggilmu tuan dan saya tidak perduli akan gajih dan kita bisa membangun bisnis bersama " ucap jack meyakinkan
__ADS_1
"Baiklah sekarang kita akan menjadi rekan bisnis yang baik jeck" ucap frisyam
"Baiklah frisyam deal" ucap jack sambil mengulurkan tangan..
"Deal " frisyam membalas uluran tangan jack
"Jadi kemana tujuan kita frisyam" tanya jack
"Entalah jack"
"Tidakkah kau ingin ke Swiss ke rumah grandpa mu bahkan hamson mengirim pesan padaku bahwa dia come back di swiss karna ayahnya sedang sakit"
"Sepertinya aku tidak siap ke Swiss jack aku tidak mau membuka luka dengan bertemu wanita ular itu"
"Lalu kemana kita akan memulai hidup baru kawand?"
"Mungkin Perancis" ...
bersambung....
*****
Hamson come back ke swiss, sedangkan frisyam ke prancis, namun di manakah shanum berada akankah mereka bertemu kembali..?
__ADS_1
tunggu di neks episode akan lebih seru dan lebih menegangkan tapi jangan lupa vote nya dong 😁🙏🙏