Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Season2. Mulai posesif


__ADS_3

Juna benar benar tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Raina wanita yang membuatnya jatuh cinta saat pertemuan pertama mereka, namun Raina yang ia temui sekarang sungguh sangat berbeda tidak ada lagi sikap periang Raina yang membuatnya jatuh hati seperti dulu, Bahkan Raina sama sekali tidak mengenalinya itu yang membuat juna sedikit kecewa namun juna merasa penasaran kenapa sikap raina berubah begitu drastis, Karna rasa penasaran nya, Juna selalu memperhatikan tindakan Raina


Pagi ini Raina sedang mengupas Buah namun entah apa yang ia pikirkan sehingga pisau yang ia pegang menggores tangannya namun ia tidak bergeming, kejadian itu tak lupuk dari perhatian juna sontak juna panik melihat darah raina yang menetes


"Kenapa kau tidak hati hati? " Ucapan juna membuat raina tersadar ia baru merasakan kalau dia terluka


"Ini hanya luka kecil" Raina menyembunyikan tangannya namun juna kembali menarik tangannya


"Ini cukup dalam, apa kau tidak merasakan sakit? " Juna selalu di buat bingung oleh Raina, wanita itu hanya meringis kemudian memperlihatkan wajah datar


"Tidak,, lepaskan "


"Tidak bisaka kau berhenti keras kepala?" Juna menghembus kan nafasnya kasar kemudian menyuruh pelayanya mengambil kotak obat dan mengobati luka di jari tangan Raina, namun Raina hanya terdiam sampai tangannya selesai di obati dan beranjak pergi tanpa sepata kata pun


Kenapa pria itu tetap baik padaku? batin Raina setelah beranjak


"Bahkan kau lupa cara berterimakasih " Ucap juna lirih namun di dengar oleh vino yang tiba tiba datang


"Dia memang seperti itu angkuh ... menjengkelkan " Terah vino


"kau cukup mengenalnya?"


"Tidak... tapi ku peringatkan jangan mendekatinya"


"Kenapa? " juna mengernyitkan keningnya


"Kau tau dia pernah membuat ku menanggung malu hanya karena meminta berkenalan dengannya dan dia mengacuhkan ku "


"Mauka kau membantu ku vin?"


"Tentu saja Men! "


"Kau cukup dekat dengan sepupanya kan, bisaka kau mencari tau tentang wanita itu pada sepupunya" terah juna


"Untuk apa? jangan katakan kau tertarik padanya "


"Bahkan sudah sangat lama aku menyukainya" Juna menatap ke depan namun fikirannya menerawang jauh


"What? Bagaimana mungkin, apa kalian sudah lama saling kenal ?"


"Ya! Dan aku seorang pemuda yang jatuh cinta namun terlupakan" juna tersenyum miris


"Jadi itu alasan kenapa kau selama ini selalu menolak wanita yang mengejarmu hanya karna wanita itu...?" tanya vino membuat juna mengangguk sempurna


"ooo astaga Untuk apa kau mempertahankan wanita Sepertinya, angkuh dan introvert "

__ADS_1


"Aku hanya ingin Tau kenapa dia berubah vin karna sebenarnya dia wanita periang"


"periang... haha ku Rasa kau telah di butakan cinta mu Men "


"Bisaka kau Berhenti bercanda " Juna menatap tajam pada vino


"Oke oke... Baiklah akan aku Coba menanyakan tentang wanita itu pada lekza" balas vino


"Thanks Men " ucap juna di balas tepukan bahu oleh vino pada bahunya


*****


Frisyam, shanum dan yang lainnya juga telah tiba di pestival. Shanum yang paling bahagia di antara mereka apalagi saat melihat banyak orang sedang bersorak dan menari bersama jiwa bar bar nya kian meronta


jiwa bar bar yang ia dapatkan selama setahun ini..


"Ayo Gracia kita bergabung" ucap shanum dengan bersemangat namun gracia terlihat canggung


"Tidak ka Kita beristirahat dulu" timpal Frisyam


"Tidak aku tidak lelah, Kalian istirahat saja biar aku dan Gracia saja yang ke tempat itu" balas shanum


"Tapi Gracia juga terlihat lelah" terah frisyam lagi


"Kalau begitu biar aku sendiri saja" Shanum kekeh


"Kenapa? bukan ka aku kemari untuk ini lalu kenapa kau melarangku? "shanum mulai jengkel


"Karna berbahaya jika kau pergi sendirian" Frisyam mulai gelagapan


"Kalau begitu aku pergi dengan zein saja"


"Tidak" spontan frisyam entah kenapa ia merasa cemburu dengan zein jika dekat dengan shanum


"Lalu apa maumu?" Shanum sudah mulai bosan berdebat


"Aku akan Menemani mu " ucap frisyam kemudian


"Bukannya kau Lelah?"


"Sekarang aku Sudah tidak lelah" jawab frisyam membuat shanum mengerutkan dahinya


Kenapa Dia harus menawarkan dirinya, aku beralasan kemari untuk menghindarinya, jika seperti ini aku benar benar akan jatuh cinta dan itu tidak boleh. batin shanum lagi dan lagi


"Tapi Gracia dan zein pasti kalian lelah, istirahat lah " seru frisyam lagi sebenarnya ia ingin jalan berdua dengan shanum

__ADS_1


Zein dan Gracia yang tengah asik menggigit jari karna lelah mendengar perdebatan keduanya di kagetkan oleh ucapan frisyam


"Tidak, kami tidak lelah" Serentak keduanya, Sepertinya mereka tidak memperhatikan ekspresi frisyam


Frisyam menjadi geram dengan jawaban keduanya namun shanum tersenyum lebar kemudian menarik tangan Gracia


Mereka mamasuki kerumuna, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka terutama para laki laki yang menatap shanum dan Gracia dengan tatapan terpesona, seperti ingin menerkam saja , itu yang membuat Frisyam tidak suka ia membalas menatap tajam para pria tersebut


"Hey Gracia? kau ka itu?" ucap salah satu pria gerombolan yang sedang lewat di samping mereka


"Ya Gracia! Kemana saja lo selama ini , lo tau semenjak lo tidak ada di Bar itu kami jarang ke sana lagi" ucap pria satunya lagi


"Kau mengenalnya Gra?" tanya shanum, Gracia mengangguk namun terlihat gugup


"Mereka adalah langganan di Bar tempat bekerja ku dulu" Bisik Gra pada shanum


shanum mengangguk tanda mengerti


"Aku ganti pekerjaan" Ucap Gracia dengan grogi


"Yaelah Gra lo kaku amat, kayak baru kenal aja" ucap pria itu lagi sambil tertawa


"Maaf ya tuan tuan kami harus pergi dulu" ucap shanum dan menarik Gracia


"Yaaa Gra .. kami belum puas berbicara denganmu " Serentak para pria tersebut mereka tidak banyak bicara karena berfikiran kedua pria di belakang Gra adalah pasangan Gra dan wanita itu


Gra hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk pada para pria tersebut, para pria itu menatap Gra dengan bingung akan perbedaan sikap gracia


"Ahhh Gracia ternyata banyak yang mengagumi mu" Ucap shanum saat mereka telah jauh dari pria tersebut


"aihh kalian berdua tau, kecantikan kalian adalah malapetaka buat suami kalian nanti" Seru zein


"Kenapa begitu? " shanum dan Gracia mengerutkan keningnya


"Apakah kalian tidak memperhatikan para pria itu menyukai kalian, untung saja aku bukan siapa siapa kalau tidak aku akan menghajar mereka semua karna cemburu " Ucapan zein membuat kedua wanita itu tertawa


"Meskipun kau bukan kekasih kami tapi Kau harus melindungi kami" terah shanum


"Kau tak perlu melindungi ku, aku lebih pandai belah diri dari pada dirimu" terah Gracia dengan terkekeh


"Dan kau tidak perlu menyuruh zein melindungi mu karna ada aku" Potong frisyam membuat shanum salah tingkah


"Hmmm mari menari Gracia" ucap shanum mengalihkan pembicaraan untuk menghilangkan rasa canggungnya


shanum menari dengan bahagia, Gra perlahan demi perlahan mulai menggerakkan tubuhnya, frisyam sedikit resah melihat shanum menari entah kenapa jiwa posesifnya ingin meronta

__ADS_1


Bersambung...


Satu pintaku Reader's selalu dukung karya ku dengan like, komentar positif dan tak lupa vote atau beri hadiah 🤭😅😘


__ADS_2