
Masih flashback masa lalu Granat
"Apa?"
Gracia terkhurai lemas saat mendengar Arland telah meninggal
"anda tidak apa apa Nona? " frisyam kembali bertanya
"Bagaimana ini tuan kita bisa di tangkap polisi" ucap Gracia dengan gemetar
"anda tidak perlu takut nona yang terpenting kita pergi dari tempat ini sebelum teman mereka datang ke tempat ini, mari ku antar.. " terah frisyam
"Tapi motor ku?"
"Joex Bawa motornya"
Frisyam telah berada di atas mobil di ikuti oleh Gracia, mobil pun melaju membelah kesunyian jalan
"Terimakasih tuan" ucap Gracia
"Iya, hm kenapa anda berkeliaran jam segini nona dan kenapa mereka menyeret mu ? " tanya frisyam
"Saya baru pulang bekerja tuan Dan mereka adalah orang suruhan pria brensek itu tuan"
"Bekerja?" frisyam bingung pekerjaan apa sampai dini hari
"Saya bekerja sebagai bartender tuan dan pria itu selalu menggoda saya dan mengajak saya melakukan one night stand tapi saya menolaknya dan dia dendam dengan saya" Terah wanita itu
"Pria itu memang brensek, kematian memang pantas untuknya"
"maaf kan saya tuan karna saya tuan membunuh seseorang"
"tidak apa apa, Di mana rumah anda nona?"
"jalan xx"
frisyam menuju jalan yang wanita itu katakan akhirnya mereka sampai pada sebuah kontrakan sederhana
"Sekali lagi terimakasih tuan,apa tuan tidak mau mampir dulu? "
"Tidak perlu Nona?"
"Gracia!"
"oh iya nona Gracia "
Gracia turung dari mobil frisyam, joex telah memarkirkan motornya, mereka telah berpamitan Dan kembali ke mansion keluarga frisyam
-
-
-
Keesokan harinya frisyam yang telah selesai bersiap siap untuk ke kantornya, ia keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang keluarga ia melihat seorang meid sedang memperhatikan siarang berita televisi sebuah berita yang mengejutkannya Pria yang ia bunuh tanpa sengaja ternyata seorang anggota genk Mafia,, iapaun menghubungi joex Dan pergi meninggalkan mansion
...-...
...-...
...-...
"Ada apa tuan? kenapa tuan mengajak saya bertemu sampai sampai tuan menyuruh tuan joex menjemput saya" Gracia merasa bingung
"Ini penting tentang kematian pria itu"
"Apa polisi mencari kita tuan? " Gracia panik
"Bukan polisi tapi ini lebih menyeramkan dari pada polisi, Pria itu adalah sekelompok anggota geng mafia mereka pasti mencari kita"
Gracia merasa takut tubuhnya gemetar
__ADS_1
"anda harus ikut saya nona Gracia "
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan ku tuan? "
"Kau lebih memilih pekerjaan mu atau nyawa mu, jika mereka menemukan mu mereka pasti akan langsung membunuh mu"
"Baiklah tuan" Gracia menurut karna ia merasa takut ia fikir untuk ikut dan mencari pekerjaan baru dari pada mati sia sia dan tidak bisa lagi bekerja untuk mengirim uang pada ibunya di desa
Frisyam membawa Gracia ke tepi pantai dan menyuruh joex membawanya ke salah satu villanya menggunkan kapal pesiarnya
"Tuan mau membawaku kemana?"
"Gracia kau ikuti saja joex dia akan membawa mu ke tempat yang aman aku akan mengurus masalah ini terlebih dahulu kemudian menyusulmu" terah frisyam
"Baiklah tuan tapi maaf karena aku merepotkan mu padahal kita hanya orang asing kenapa tuan menyelamatkan ku? "
"Sudalah Gracia aku menyelamatkan mu karna aku tidak suka jika wanita di tindas,, untung saja saat pulang dari rumah sakit mengantar ayah ku aku melewati jalan itu kalau tidak kau pasti telah menjadi pemuas nafsu pria brensek itu " terah frisyam
"Terimakasih Tuan"
Setelah kepergian Gracia frisyam bingung harus mencari bantuan di mana, ia berfikir uang tidak akan bisa membantunya saat ini meskipun ia menyawa preman ia akan kalah oleh anggota geng, jika ia meminta bantuan polisi ayahnya akan kaget dan terkena serangan jantung mendadak lagi, akhirnya ia merogoh ponselnya ia melihat sebuah berita tentang persaingan Genk mafia yang anggotanya ia bunuh dengan the SanGar mafia sebuah ide tersemak di fikirannya
"The SanGar Mafia!"
-
-
Di Villa
Ternyata joex membawa Gracia ke villa pribadi frisyam
"tuan?"
"panggil saya Joex!"
"Tuan joex aku lihat kau pandai belah diri!"
"Iya kenapa Nona? "
joex terdiam sesaat
"Ku mohon tuan joex lagi pula aku bosan di sini tanpa melakukan apapun"
Joex menghembuskan nafasnya kasar "Baiklah Nona"
"Terimakasih joex tapi panggil aku dengan namaku saja"
"Baiklah Gracia"
Hari demi hari berganti menjadi minggu demi minggu menjadi Bulan, Gracia telah satu bulan di Villa itu belajar bela diri namun frisyam tak kunjung datang menyusulnya ia meras cemas
"Joex bawa aku kembali"
"Tidak Gracia di sana belum aman, mereka bisa menangkap mu"
"Tapi Aku sudah pandai Bela Diri joex"
"Tidak Gracia meskipun kau pandai tapi mereka sekelompok Genk mafia kau tidak bisa melawan mereka"
" Lalu joex bagaimana dengan tuan frisyam?"
"Kau tidak perlu mencemaskannya dia pasti baik baik saja"
"Shitt mereka semua pria brensek" Gracia Geram ia masuk ke dalam kamarnya mencari sebuah benda tajam dan ia mendapatkan sebuah gunting..
Joex berjalan melewati kamar Gracia ia melihat apa yang Gracia sedang lakukan karna pintu kamarnya tidak tertutup
"Apa kau Gila Gracia? kenapa kau memotong Rambut mu? " joex menahan tangan Gracia agar ia tidak melanjutkan aksinya
"Lepaskan joex ini sudah setengah jadi"
__ADS_1
"Tidak Gracia tuan frisyam akan marah padaku"
"Tidak joex ini keinginanku sendiri"
"Baiklah Gracia terserah padamu tapi aku sudah berusaha menghentikan mu aku juga bukan siapa siapa yang harus ikut campur terlalu jauh" joexpun melepaskan tangannya
Joex telah keluar dari kamar Gracia, wanita itu pun melanjutkan aksinya memotong rambutnya seperti rambut pria setelah selesai ia menatap dirinya Di pantulan cermin
Ia menghebuskan kasar nafasnya
Huffff setidaknya ini lebih baik . gumamnya
sesuda. sebelum.
Anggap saja halu authoor..
Joex Resah beberapa kali ia menghubungi tuannya tapi nomornya tidak aktif juga ia hendak pergi namun sebuah kapal pesiar mewah telah datang ke Villa tersebut, frisyam turung dari kapal itu dengan segera joex menghampirinya
"Tuan kau baik baik saja?"
"Iya joex memangnya kenapa?"
"Berapa kali aku menghubungi mu tuan tapi nomor mu tidak aktif"
"Aku menggantinya joex" Tanpa sengaja frisyam melihat sosok seorang laki laki berjalan ke dapur
"Joex apa kau membawa seorang laki laki ke tempat Ku?" tanya frisyam
"Anu tuan t.. i.. dak" joex gelagapan ia merasa bingung
Setelah Dari dapur Gracia melihat bahwa frisyam telah datang ia pun bergegas menghampiri
"Tuan kau telah datang" ucap Gracia dengan bahagia
deg.. kaget ia jelas frisyam terkaget kaget mendengar suara orang itu adalah suara Gracia sedangkan penampilannya menyerupai laki laki
"Apa yang telah kau lakukan Gracia?"
"Aku merubah penampilanku tuan"
"Kenapa kau melakukannya Gracia?"
"Agar para anggota pria brensek itu tidak mengenaliku dan tidak ada lagi pria yang menggodaku tuan"
"Tapi Gracia kau merusak masa depan mu sendiri " seruh frisyam merasa sedih
"Biarlah tuan semuanya telah terjadi" jawaban Gracia membuat frisyam merasa ibah
"Dan aku mohon tuan dan padamu joex, mulai Sekarang sembunyikan jati diriku dan panggil aku Granat atau Gra saja karna Gracia telah mati" terah Gracia
"Tapi Gracia " potong frisyam
"Ku mohon tuan"
"Baiklah Gra, Dan mulai sekarang jangan panggil aku tuan, panggil aku frisyam saja, aku telah menganggapmu sebagai adikku" terah frisyam
"Terimaksih frisyam"
Kenapa kau harus melakukan itu Gracia entah bagaimana masa depanmu nanti? batin frisyam
Setelah Empat tahun lamanya Gracia terus mengasah ilmu beladirinya sekarang ia semakin kuat tidak Ada yg mengetahui jatih dirinya selama ini dan tubuhnya semakin mirip laki laki saja iapun belajar melakukan latihan perubahan suara
Inilah Gracia Anastasia sekarang menjadi
Granat. Wanita berparas Laki Laki..
__ADS_1
Flashback off
Bersmbung..