
...~kadang perasaan yang tak terbendung dapat mengalahkan segalanya, bahkan rasa malu sekalipun~...
Begitu pun dengan perasaan shanum Beberapa hari telah berlalu, shanum tdk lagi merasa malu jika frisyam bersikap romantis padanya
"Kamu lagi apa Sayang? " Frisyam tiba tiba datang langsung memeluk shanum dari arah belakang, bahu shanum ia jadikan sebagai tumpukan dagunya
"Menikmati pemandangan sebelum kita kembali bee"
"Setelah kembali kita akan tinggal di mansion Sayang, menunggu Ayah ibu kembali dan kita bisa langsung merencanakan pernikahan kita"
"iya bee?"
"Sayang..., kenapa kamu merespon biasa saja, apa kamu tidak merasa Bahagia? " Tanya frisyam
"Aku bahagia bee, tapi entah kenapa aku merasa Bosan jika membicarakan masalah pernikahan"
Lupa ingatan saja hati kecilmu merasa bosan apalagi jika kau mengingat segalanya Shan, apakah kamu masih ingin menikah lagi ?,,, Tidak, aku tidak ingin kehilangan mu lagi. batin frisyam bergelut ia menghembuskan nafasnya kasar
Diamnya frisyam membuat shanum mengira frisyam kecewa dengan ucapannya
"Maafkan aku bee, aku Tdk berniat menyinggung perasaan mu"
"Tidak apa apa Sayang, aku mengerti"
Shanum membalik badannya menghadap frisyam memeluk pria itu "Aku mencintai mu Bee"
"Aku lebih mencintai mu sayang" Frisyam membalas pelukan shanum erat seolah takut kehilangan wanita itu lagi
"ahh Serasa jadi obat nyamuk kita" ucap zein gamblang saat sedang melihat kedua pasangan romantis itu
"iri lo?" ejek Gracia mencebikkan bibirnya
"kayak lo nggak" zein tak kalah mengejek namun Gracia hanya melengos
"Haa serasa gue pengen ngilang aja dari tempat ini" lanjut zein lagi
"Mau ngilang sini gue bantu matiin" balas Gracia garang
"Lo tuh meski penampilan berubah cantik tapi sikap lo tetap mengerikan" zein bergidik
"Oh lo hina gue" tatapan gracia begitu sengit pada zein
Shanum menggeleng mendengar pertengkaran keduanya
"Mengganggu saja" Lirih frisyam hendak menghentikan pertengkaran keduanya
"Mereka seperti Tom and Jerry " ucap shanum dengan tertawa
"Tom and Jerry!! kau mengingatkan ku pada hamson kami dulu seperti itu saat memperebut--- ucap frisyam tanpa sadar dengan cepat ia menghentikan ucapannya
"Tom and Jerry, kau, Hamson? ...arghhh---" tiba tiba shanum merasa sakit kepala
"Sayang.. hey kamu kenapa?" Frisyam terlihat panik
Bodoh kenapa aku bisa seceroboh ini..batin frisyam
dengan cepat Gracia dan zein menghampiri
"kenapa dengan shanum? " Gracia ikut panik
"Zein siapakan mobil kita kembali sekarang" titah frisyam
Mobil melaju dengan cepat, frisyam tambah panik karna shanum semakin kesakitan sepersekian detik shanum kehilangan kesadarannya
"Bertahan lah sayang..." lirihnya dengan cemas
Sore ini Rombongan lekza dan Raina juga memutuskan untuk kembali ke ibukota, mereka semua telah mengemas barang barang mereka dan telah membawanya ke atas Bus terlebih dahulu agar tidak ada barang yang ketinggalan, sebelum keberangkatan satu Jam lagi
Karna lelah berkemas Raina merebahkan tubuhnya di kasur sambil menunggu lekza yang sedang membeli makanan, Tanpa sadar iapun terlelap
"astaga aku ketiduran" Dengan cepat raina menuju wastafel membasuh wajahnya dan bergegas ke bus, tangannya mengepal ketika tidak melihat satupun bus terparkir di sana
"\*\*\*\*, lekza.." Raina sangat emosi ia fikir kenapa lekza meninggalkannya
ting.. sebuah pesan masuk ke handpone Raina, dengan emosi Raina meraih handponnya ternyata pesan dari lekza
__ADS_1
*Raina lo udah di atas di bus kan, jaga barang gue ya, gara gara nyari lo gue sampai ketinggalan bus kita, jadi gue numpang bus yang lain* . alibi lekza untuk menjalankan Rencana juna
Shitt bego'. Raina mengumpat ia kemudian menelpon lekza namun handpone lekza sudah tidak aktif
'Mati lo lekza. Geram Raina sambil terus mencari taxi
"Apa yang Sadang kau lakukan Nona, ku kira kau telah kembali ?” tanya juna yang tiba tiba datang
"Menunggu Taxi, aku ketinggalan bus " jawab Raina datar
"ini sudah menjelang petang nona Raina, tidak akan ada taxi memasuki kawasan ini" Timpal Juna
"Lalu bagaimana aku kembali?"
"Kau masih bisa menempati apartemen ku Nona Raina"
"Tidak tuan juna aku harus kembali, aku takut ibuku menjadi cemas" Raina terlihat risau
"Kalau begitu izinkan aku mengantar mu nona Raina"
"Tidak perlu repot repot tuan juna"
"tuan juna"
langkah kaki juna terhenti saat raina memanggilnya
"iya? "
"Hmm jika anda merasa tidak kerepotan dan kebetulan kita satu tujuan maka saya menerima tawaran anda tuan juna" balasnya dengan gugup, Raina berfikir lebih baik ia menghilangkan keangkuhannya dari pada harus tinggal di tempat ini sendiri
"Baiklah kalau begitu, tunggu saya di sini nona Raina saya akan segera kembali"
Setelah beberapa menit juna kembali dengan sebuah motor trail dengan gaya yang begitu keren
"Mari nona raina" ajaknya sambil memberikan sebuah helm
"Naik Motor ?"
"Iya, maaf mobilku sedang rusak dan aku hanya memiliki motor ini"
*Trail*! *Kenapa aku malah teringat tukan kebun itu?. gumam Raina*
__ADS_1
"Kenapa Nona Raina apa ada masalah? Apa kamu Tdk mau naik motor" pertanyaan juna membuyarkan lamunan Raina
"Tidak apa apa tuan Juna " Dengan cepat Raina meraih helm di tangan juna dan memakainya lalu menaiki motor tersebut dengan berpegangan pada jaket punggung juna
Di dalam perjalanan hanya Ada hening di antara keduanya namun juna berusaha memecahkan keheningan
"Apa ini pertama kalinya kamu naik motor trail?"
"Tidak, ini kedua kalinya aku menaiki motor seperti ini" balas Raina datar
'*Dia mengingatnya! Apa dia hanya pura pura melupakan ku*? ' batin juna
"oh, apa dengan kekasihmu Nona Raina ?" tanyanya lagi
"Bukan" balasnya singkat
"Bukan, lalu dengan siapa? " juna berusaha memancin raina
"Tidak perlu ku beritahu, bisaka anda berhenti bertanya hal yang tidak penting" jawab Raina judes
'*Tidak penting? apakah aku tidak penting untuknya sehingga dengan mudah ia melupakan Ku sedangkan aku tdk sedetik pun bisa melupakannya*' batin juna dengan kesal ia melajukam motornya dengan kecepatan penuh membuat Raina kaget dengan spontan memeluk juna dengan erat agar tidak terjatuh
" Apa kau sudah Gila?"Teriak Raina dengan kesal namun juna tersenyum lebar kekesalannya berkurang karna Raina memeluknya
"berhenti tuan juna, turungkan aku di sini saja" teriak Raina lagi
Namun juna tidak menggubris, perlahan ia memasuki Area pantai dan menepikan motornya
Dengan kesal Raina menuruni motor Juna
"apa kau ingin mati muda bodoh" Raina terus menggerutu kini ia tdk menggunakan kata formal lagi namun Juna tidak peduli ia malah menarik tangan Raina menuju tepi pantai
"Hey apa yang kau lakukan, lepaskan dasar pria Gila" Raina meronta dan terus mengumpat
"teruslah mengumpati ku karna aku suka Raina yang seperti itu bukan raina yang pendiam dan dingin...Dan yah, aku pria gila, pria yang tidak penting, dan pria yang tidak penting ini tidak bisa melupakanmu sedikit pun" Ceplos juna yang merasa kesal
Mendengar pengakuan juna, Raina membungkam mulutnya
"Tukan Kebun? " Lirihnya
\*Bersambung...
Like aja kalau nggak mau komen 😅🙏
__ADS_1
Terimakasih 😘