
Kini mobil jack dan maemuna telah berada di depan Club malam Tersebut, mereka turung dari mobil dan berjalan memasuki club terdapat penjaga lobby yang membuka kan pintu dan mempersilakan mereka masuk, setelah mereka selesai di periksa
Maemuna terlihat grogi ini pertama kalinya ia datang ke sebuah club malam, sedangkan jeck merasa biasa saja, iya sering datang ke club tapi bukan untuk bersenang senang melainkan karna pertemuan bisnis seperti sekarang
Saat memasuki ruangan hanya suara musik yang begitu nyaring terdengar, beserta Bau alkohol yang menyengat seperti sudah menjadi khas pada club malam ini
Meskipun merasa grogi maemuna terus berjalan menyeimbangkan langkahnya dengan jeck ia berjalan dengan elegan banyak sekali mata liar para pria yang mencari kesenangan di club itu menatapnya dan menggodanya
Jeck merasa geram, melihat para pria itu menggoda maemuna ia ingin memberikan pelajaran pada mereka namun maemuna menahannya
"Acuhkan saja mereka jack"
Jack menuruti permintaan maemuna ia juga tidak ingin mendapat masalah sebelum pertemuannya dengan klien selesai, mereka terus berjalan melewati ruangan yang seperti lautan manusia yang sedang mencari kesenangan
Maemuna menggeleng tidak percaya beginikah yang namanya kehidupan malam banyak sekali laki laki dan juga perempuan yang berpakaian tidak pantas bersenang senang bahkan sebagian dari mereka sudah tidak karuan fikirnya
Kini mereka telah berada di ruangan VIP, terlihat sepasang manusia yang duduk di sofa dengan sebuah gelas wine di tangannya
"Maafkan kami sedikit terlambat" sapa maemuna sopan
"Rupanya kalian telah datang" ucap sang klien wanita menghampiri Jack dan memainkan jarinya di bahu jack
Jack hanya menatap wanita itu datar sedangkan maemuna menaikkan ujung alis nya melihat tingkah klien nya, ia merasa jeck sangat kenal dengan wanita ini karna melihat tingkah wanita itu tapi ekspresi wajah jeck menyiratkan ketidak sukaan fikir maemuna
Tanpa mempedulikan wanita itu jeck langsung berjalan menuju sofa dan mendudukkan tubuhnya di ikuti oleh maemuna
__ADS_1
"Dimana tuan Reibert,, arber? " tanya jack pada pria tersebut dia adalah kaki tangan tuan reibert
"Kenapa kau tidak sabaran sekali jeck, untuk apa kau mencari ayahku sedangkan aku sudah ada di sini" jawab wanita itu kemudian kembali ke tempat duduknya yang di samping jeck
"Aku tidak punya urusan denganmu alika, cepat panggilkan tuan Reibert, arber atau kami akan pergi" terah jeck dengan wajah dingin
"sorry jeck tapi ayahku tidak ada di tempat ini karna dia telah mengalihkan perusahaan nya padaku" ucap alika
"ohh, Baiklah nona alika kalau begitu kita langsung ke intinya saja, apa tujuan anda ingin bertemu dengan kami" ucap jack lagi
"kau tidak pernah berubah jack kau selalu ingin tergesa gesa, apa kau tidak rindu dengan ku honey " ucap alika sambil menyentuh paha jack
jeck menepis tangan alika dari pahanya
Maemuna menggeram melihat tingkah alika, entah kenapa hatinya merasa panas, dia merasa wanita itu sudah melampaui batasan nya
"Sayang apa kalian saling kenal ?" ucap maemuna sambil bergelayut manja di bahu jeck
jeck mengerutkan dahinya melihat tingkah maemuna wanita ini memang pandai ber Aktin, namun hati jeck sedikit senang karna merasa maemuna memperlihatkan sedikit benih benih cemburu fikir jack
"Siapa dia jeck bukannya dia adalah sekretaris mu lalu kenapa dia memanggilmu sayang" tanya alika merasa geram
"Dia sekretaris sekaligus kekasih ku" Jawab jack enteng
"hey nona perkenalkan nama ku muna calon istri jeck" ucap muna sambil mengulurkan tangannya
__ADS_1
Namun alika tidak membalas uluran tangan muna iya merasa kesal, ia begitu menyukai jeck tapi jack tidak pernah melirik nya dari dulu bahkan sekarang mereka bertemu kembali dan jeck sudah memiliki calon istri
"Arbert berikan berkasnya padaku, kita harus menyelesaikan pekerjaan ini terlebih dahulu" titah alika pada arber
Maemuna merasa aneh mendengar ucapan alika seperti menyiratkan sesuatu
sedangkan jeck merasa senang melihat maemuna dapat mengerjai Alika sang wanita yang sangat terobsesi Padanya
flashback on
Awal mula pertemuan jack dan alika iyalah saat pertama jeck dan frisyam mendirikan bisnis pertama di negara ini, karna ayah alika adalah rekan bisnis pertama jack dan frisyam
Alika sudah sangat menyukai jeck sejak pertama bertemu namun jack tidak pernah melirik nya sedikit pun alasannya ialah karna maemuna, namun alika sangat terobsesi pada jack, berbagai cara ia lakukan agar bisa mendapatkan jeck bahkan waktu itu pernah memasuki obat perangsang pada minuman jeck untung waktu itu frisyam datang tepat waktu membantunya kalau tidak sudah di pastikan ia akan terjebak oleh wanita gila itu fikirnya
Jeck saat itu ingin mempermasalahkan masalah itu dengan orang tua alika tapi frisyam menghentikan nya, akhirnya iapun menuruti sahabat nya itu karna frisyam mengatakan kondisi tuan raibert tidak lah bagus
flashback off
"Baiklah jeck mari kita mulai pekerjaan nya" ucap alika kemudian saat arber telah memberinya berkas
alika memberikan berkas itu pada jeck, sebenarnya itu hanyalah alasannya untuk bertemu dengan jeck saja
Jeck membuka lembar demi lembar berkas tersebut, berkasnya cukup bagus awalnya ia tidak ingin menandatangani kontrak itu tapi ia mengingat jasa tuan reibert akhirnya ia menandatangani kontrak tersebut
Alika tersenyum kalah jeck menandatangani kontrak tersebut namun tatapan matanya begitu penuh dengan misteri
__ADS_1
bersambung...